Mengagumi seseorang membuat kita mempunyai semangat sendiri untuk menjalani hari, saat melihatnya jantung ini berdebar tak karuan dan bibir ini bisa tersenyum sendiri, walaupun kadang bisa cemburu sendiri jika melihat dia dengan wanita lain padahal kita juga bukan apa-apa dia.. 😁😁😁
Seorang laki - laki yang terlihat berwibawa dengan baju batik celana bahan sepatu pantofel hitam berjalan dengan gagahnya sambil tersenyum menyapa setiap orang yang berpapasan dengan dirinya.
Sosok teman kerja yang ku kagumi, dalam diam ku sering ku perhatikan dirinya. Entah dia mengetahuinya atau tidak dengan memandangnya membuat hari ku lebih bersemangat.
"Siang Bu."
Sapa dia membuat jantung ku berdebar dan senyumnya menari - nari di kepalaku.
"Siang Pak."
Jawab ku dengan senyum juga, berharap Dia memiliki rasa yang sama denganku.
Kita memang bertegur sapa dengan sebutan Pak dan Bu karena kita ada di lingkungan pendidikan.
Aku termasuk guru baru dan Dia sudah lebih dahulu masuk di sekolah itu sekitar 6 bulan.
Sosoknya yang kharismatik membuat ku terpesona apalagi saat mengetahui dia masih sendiri seperti mendapat amunisi untuk terus mengaguminya atau bahkan sudah berubah aku mencintainya.
Suatu saat Dia ke ruangan ku karena ada keperluan, maklum karena aku perempuan sendiri dan temannya lainnya laki - laki mungkin dia heran, ada ya perempuan bisa teknik.
Saat itu candaan yang keluar dari dirinya,
"Di sini semua doyan rokok ya, ha ha ha..."
Reflek dong aku jawab, atau mungkin dia sengaja ingin mendengar suara ku, hi hi hi 😁😁😁 (PD banget).
"Enak aja Pak, saya nggak doyan."
Dan itu membuat dia tersenyum dan tertawanya terdengar renyah.
Saat akan pulang aku di panggil Bapak Kepala Sekolah ada hal yang ingin dia sampaikan mengenai pekerjaan, tetapi di akhir pembicaraan beliau menyelipkan ucapan.
"Kamu disini ada tiga laki - laki yang menaruh hati dengan mu, pilih lah salah satu dan salah satunya itu sudah ada di hati mu, ha ha ha.." sambil bercanda bapaknya.
Awalnya aku kira Bapak Kepala sekolah bercanda, tetapi aku baru sadar ketika di jalan sambil naik motor.
"Dan salah satunya itu sudah ada di hati mu."
Darimana Beliau tau perasaan ku, setelah itu aku semakin diam saja dan memendam perasaan itu. Takut aja Perasaanku hanya bertepuk sebelah tangan dan malu dong karena satu lokasi apalagi kalau sampai teman - teman yang lain tau, mau di taruh mana muka ku 😋😋.
Entah ada angin apa suatu malam dan tepat waktu itu malam minggu, aku main itu medsos dan masuk sebuah inbox dari Bapak yang ku kagumi itu.
"Nggak salah lihat aku."
gumam ku sendiri, jujur saat itu jantung ku berdebar dan tangan pegang ponsel terasa lemas seperti dapat undian mobil saja 😁😁😁.
Pesannya sih basa - basi aja malam minggu nggak keluar, ya terang lah aku anak rumahan ya gak ada istilah malam minggu jalan-jalan sama teman-teman apalagi pacar.
Eh... malah dia nawari "Kalau minggu pagi gimana? Bisa jalan - jalan temani cari sepatu."
Lah.. kayak dapat durian runtuh, langsung guling - guling di atas kasur dan tersenyum sendiri. Dan tanpa malunya aku MENGIYAKAN. 🤣🤣🤣🤣🤣.
Pasti Dia sudah berfikir Aku menunggu momen itu, "Bodoh amat lah 🤣🤣🤣🤣🤣, yang penting happy."
Hari itu terjadi juga kita jalan bareng, berharap nggak ketemu yang kita kenal bisa rame tapi emang apes kali ya ketemu juga sama teman ku waktu SMA, nggak papa lah dia nggak satu kerja sama aku.
Setelah kejadian itu kita makin deket sering berbalas pesan dan sering juga dia main ke ruangan ku, entah sengaja atau tidak aku juga nggak paham.
Sudah sekitar 2 bulan sejak kita pergi bersama tapi belum juga ada tanda - tanda dia menyatakan cintanya, hingga suatu hari aku di ledekin teman senior dengan sering memanggil ku dengan sebutan Pak "S".
Malu banget, dia aja diam malah orang lain yang ngomporin. Aku lebih memilih diam setiap harinya di ruangan ku saja, malas mau kumpul sama yang lain ujung - ujungnya jadi bahan candaan.
" Hufffttt... rasanya sesak."
Aku mau nangis kalau dia kirim pesan penuh perhatiannya, tapi apa maksudnya coba. "AKU BUTUH KEPASTIAN."
Hingga ada acara studi tour ke bali, dan kita semua berangkat, aku satu bis dengan bapak kepala sekolah sedangkan dia beda bis. Bersyukur banget diri ku kalau nggak bisa mati kutu aku. 😉😉😉
Tapi apesnya aku satu bis dengan teman senior yang sering ledekin itu, "Aduh mak..."
"Gimana hubungannya." tanyanya dan aku senyum aja nyengir, mau jawab apa coba di php in gitu.
Dia sudah tau lah gimana hubungan kita, pasti sudah bisa nebak, enggak perlu aku bicara di depan umum juga kan. Sekarang semua guru tau kedekatan kita, tapi belum ada kejelasan untuk hubungan ini, mau dimana kemana hubungan kita.. (Kayak lagu aja 😁😁😁).
Hingga malam pertama di bali dia kirim pesan ngajak jalan, ya nggak mungkin lah kita ada tanggung jawab anak - anak gimana coba kalau ketahuan.
Saat di bedugul suasana mendukung banget nih, hawanya adem, romantis pokoknya cocok banget kalau berduaan. Aku lihat dia curi pandang sama aku, tapi sok cuek aja lah nggak mungkin ngajak makan bareng kan sedangkan aku makan sama guru perempuan lainnya.
Ada rasa kayaknya dia mau ngomong sesuatu, tapi biarlah biarkan dia yang mendekat jaga gengsi juga dong.
Hari terakhir di bali Dia tak menyerah juga, "Nanti di joger sama aku aja ya." pesannya lagi.
Dalam hati hore, siapa tau dapat gratisan ( ngarep.com 😁😁😁). Tapi ada rasa takut dan canggung juga apalagi semuanya akan lihat nanti kita bareng, harus atur strategi.
Tiba di joger Dia benar menunggu ku di depan pintu kemudian mengajak ku masuk ke dalam mencari kaos, saat itu aman kita ngobrol santai tapi tak begitu lama teman - teman pada mengikuti kita.
Aduh rasanya kayak ada bodyguard, ya udah membaur aja santai sampai selesai semuanya dan kembali ke Bis karena akan perjalanan pulang. Dan apa dia sudah menyatakannya dan belum juga jawabannya.
Perjalanan pulang hati ku rasanya mau nangis, entah kenapa tapi rasanya nyesek nggak ada perkembangan juga dari dia, semakin menggantung.
Dalam diam, ku nikmati perjalanan tak terasa air mata ku menetes dan berdoa dalam hati, "Ya Allah aku mencintainya jika memang dia yang terbaik dekatkan tapi jika memang bukan dia jauhkan dan bantu aku mengikhlaskannya."
Setelah kejadian dari bali itu, dia masih saja mendekat tetapi aku sendiri yang mulai menjaga jarak bukan kenapa takut lebih sakit aja dan aku mau fokus dengan skripsi ku karena aku memang belum sarjana masih proses skripsi.
Suatu sore setelah dari kampus ada pesan, "Boleh minta alamatnya, mau silaturahmi." pesan dari dia.
Deg... deg... aku bingung dan saat itu ada teman ku yang memberi saran kasih aja siapa tau kabar baik.
Setelah aku kasih tak lama ada sepeda motor datang dan benar itu dia sudah tersenyum di depan pintu dan membawa sebuah paper bag.
"Buat kamu Dik." katanya sambil tersenyum setelah duduk dan meminum teh yang aku buatkan.
"Buat aku."
"Iya, waktu itu mau aku kasih di bali tapi ada banyak orang." terangnya.
"Makasih." Ku terima dan ku lihat sebuah tas perempuan warnanya sesuai kesukaan ku tosca.
Tak lama dia pamit dengan kedua orang tuaku dan pulang. Setelah itu perasaan kembali bimbang apa maksudnya dengan hadiah ini dan perhatiannya juga semakin intens selalu memberi semangat untuk mengerjakan skripsi bahkan kadang menemani sampai malam dengan mengirim pesan.
Suatu hari dia datang lagi ke rumah, niat hati mau ngajak keluar tapi aku nggak bisa udah malam nggak biasa keluar malam apalagi dengan cowok dan akhirnya malam itu di rumah dia mengatakan rasa cintanya dan bermaksud mengajak pacaran.
Gimana rasanya ?..
Nggak usah ditanya kali ya, seneng banget. Setelah 4 bulan kita pendekatan dan penuh liku hampir menyerah juga akhirnya semua berakhir manis.
Dia memberi alasan kenapa tidak langsung mengatakan perasaannya itu karena dia ingin lebih mengenalku dan tak mau sebuah hubungan yang hanya main - main dan langsung serius.
"Maukah kamu menikah muda.?"
Ini pertanyaan apa permintaan ya he he he...
Tapi aku selalu teringat pesan ibu untum wisuda dulu baru menikah agar tidak mengganggu studi ku dan dia pun menyanggupinya.
Kemudian 2 hari setelah wisuda dia datang bersama kedua orang tuanya dan juga keluarga besarnya melamar ku, aduh.. bagaikan mimpi saja.
Tak begitu lama tiga bulan kemudian kita menikah jadi hanya dalam waktu satu tahun dari saat kita mulai dekat hingga jalan bersama kini kita sudah menjadi pasangan halal.
Walaupun hanya singkat kita saling mengenal tetapi hati kita terpaut bukan berati tak pernah ada masalah justru itu yang membuat kita semakin memahami satu sama lain.
Pasangan Halal Ku, I LOVE YOU
#akumencintaimu 🥰🥰🥰🥰🥰