Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai, aku mau cerita sedikit tentang pengalamanku. Pengalaman yang membuat ku sadar bahwa hidup ini tidak hanya tentang harta yang berlimpah saja. Aku harap kisah ini bisa menjadi motivasi buat kalian yang membacanya. Ambil positifnya dan buang negatifnya.
Okeh, Disini kalian bisa panggil aku Oni, ini cerita pengalaman ku di tahun 2022, mungkin saat itu aku baru semester 2 di universitas Islam negeri yang ada di kota Banjarmasin. Yah benar, aku adalah anak rantau. Berusaha untuk mengejar mimpi untuk bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya. Aku terlahir di keluarga yang sederhana, dan aku merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
Saat itu, Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti UPB, seperti belajar bahasa Arab dan juga bahasa Inggris, tidak mudah untuk melaksanakannya, karena setiap jam 06.30 wita sudah harus ada di kampus. Aku tidak ingin menyerah walaupun aku sering mengeluh, aku sadar ini adalah pilihan ku. Dan aku harus bertanggung jawab akan pilihan itu bukan? Karena aku yakin, diluar sana pasti banyak yang mau di posisi ku saat ini.
Pagi itu seperti biasa, setelah sholat subuh aku dan teman ku berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, kami berdua memang tidak memiliki kendaraan, karena sama-sama anak rantau. Di pagi hari adalah hal yang paling aku suka di kota Banjarmasin ini, karena kendaraan yang berlalu lalang belum banyak ditambah udaranya masih sejuk. Jujur kami sangat menikmati proses ini, karena aku percaya kesulitan ini tidak akan bertahan lama.
Hampir 10 menit kami berjalan, dan untuk menuju kampus kami selalu melewati masjid, masjid yang menurut ku sangat indah, apalagi menaranya yang tinggi. Itu sangat mengagumkan!
Walaupun masih pagi, sudah banyak orang-orang keluar untuk mencari rezeki, terbukti dengan para becak yang mangkal di depan masjid itu, ada juga yang baru keluar dari masjid setelah mengikuti pengajian. Semuanya tampak sibuk dengan urusannya masing-masing.
Karena terlalu asik memperhatikan para jamaah masjid itu, aku tidak sadar ada mobil mewah dengan warna merah yang begitu keren. Terlihat mobil itu membagikan makanan kepada orang-orang yang ada di pinggir jalan, baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak ataupun orang tua menghampiri mobil itu, ada juga yang berlari untuk menghampiri mobil itu, mungkin takut tidak kebagian, bahkan tukang becak juga dapat.
Melihat itu, hati ku terenyuh ada sedikit getaran dalam hati ku ingin seperti orang yang ada di dalam mobil mewah itu. Berulang kali aku berzikir kepada Allah, tidak lupa mulut ku terus berdoa.
"Allah aku ingin seperti orang yang ada di dalam mobil itu, punya uang banyak dan bisa berbagi kepada orang-orang"
"Allah sukseskan aku agar aku bisa membantu dan menolong orang banyak"
"Allah semoga Engkau kabulkan doa-doa ku"
Setiap langkah kaki ku, selalu ku ulang-ulang do'a itu, bahkan jiwa ku bertambah semangat untuk menuntut ilmu. Aku ingin cepat lulus dari kampus ini ! Bahkan saat Dosen sedang menjelaskan aku masih mengingatnya dengan jelas.
'Hah, begitu mudahnya jika memiliki uang dan harta yang banyak'.Pikir ku
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 16.00 wita, sungguh seharian di kampus itu sangat melelahkan. Tapi orang tua ku pasti lebih lelah dibandingkan diri ku.
Jika pagi tadi hanya kami berdua yang berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, sekarang ada satu teman lagi yang ikut pulang dengan berjalan kaki. Alasannya sama, dia juga tidak memiliki kendaraan.
Sepanjang perjalanan kami selalu bersenda gurau, bercerita hal-hal lucu agar kami melupakan sedikit kelelahan kami.
Saat kami sedang asik bercerita, kami tidak sengaja melihat seorang kakek-kakek yang sudah tua, tubuh nya sedikit gemuk, bajunya kotor dan juga usang. Beliau berjalan dengan menarik gerobak tua yang entah apa isinya, mungkin barang-barang bekas yang beliau ambil dari pinggir jalan.
Hati kami semakin sedih melihat beliau berjalan tanpa alas kaki, terlihat kaki beliau terluka parah. Aku langsung teringat kedua orang tua ku, aku tidak bisa membayangkan jika itu terjadi kepada kedua malaikat ku.
"Bagaimana kita memberikan beliau minum dan juga makanan?" Usul salah satu teman ku. Kami sama-sama setuju, karena tidak tega melihat beliau yang terlihat begitu kelelahan.
Akhirnya aku pergi ke sebuah warung, membeli sebotol minuman dan juga kue, karena hanya itulah yang bisa kami beri. Setelah itu kami menunggu beliau di sebuah kursi yang ada di pinggir jalan, dari kejauhan kami masih bisa melihat beliau.
Tapi ada satu hal yang membuat ku tertegun, hati ku begitu bergemuruh melihat itu, aku marsa tertampar, aku merasa malu dengan diri ku sendiri. Hampir saja aku menangis, tapi aku tahan. Takut kedua teman ku bertanya kenapa aku menangis.
Ya Robbi...ampuni hamba mu yang kufur ini, ampuni hamba mu yang tidak bisa bersyukur ini.
Kalian tahu apa yang kami lihat?
Kakek-kakek yang ingin kami berikan sebuah minuman dan juga kue tadi, memberikan nasi bungkus kepada seorang wanita dan juga anak kecil. wanita dan anak kecil itu bukanlah seorang pengemis, mereka duduk di pinggir jalan dengan menjual sebuah mainan. Ia tertatih-tatih mengambil nasi bungkus yang ada di gerobaknya.
Ya Allah, sungguh mulia hati beliau. Beliau yang kami anggap kekurangan ternyata memiliki hati yang begitu kaya.
Aku menjadi ragu memberikan minuman dan kue kepadanya. Apakah beliau mau menerima ini.
"Emm...sini biar aku aja yang memberikan minuman dan kue itu" ucap teman ku menawarkan diri.
Aku langsung memberikan minuman itu kepada teman ku. Dari kejauhan terlihat kakek itu menolak pemberian dari kami, teman ku terus membujuk beliau untuk menerima itu, karena memang rezeki untuknya. Dan Alhamdulillah beliau menerima itu. Hati ku sedikit senang, pikiran ku sedikit terbuka.
Hari ini benar-benar hari yang luar biasa, Allah menunjukkan dua kejadian sekaligus kepada ku.
Memberikan pembelajaran yang begitu berharga untuk ku, mungkin pagi tadi hati ku menggebu-gebu ingin cepat menjadi orang kaya dan mapan.
Tapi di sore hari nya, aku ingin menjadi orang yang kaya hati, menerima setiap keadaan ku saat ini. Belajar untuk selalu bersedekah walaupun aku juga kekurangan, belajar untuk terus berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan, hingga suatu saat nanti Allah mengizinkan aku menjadi orang yang kaya harta.
Dan aku memutuskan untuk menjadi orang yang kaya harta dan juga kaya hati. Karena kaya hati akan membimbing dan mendidik ku untuk tidak sombong dan juga serakah ketika menjadi orang yang kaya harta kelak.
Ini lah sedikit cerita dari ku, semoga cerita ini bisa memotivasi teman-teman sekalian. Dan jangan lupa untuk komen ya, apa pelajaran yang bisa kamu ambil dari cerita pendek ini.
Terimakasih sudah membaca ❤️ semoga Allah memudahkan setiap urusan mu.
Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.