cerita romantis .
maaf kl gak nyambung , penulis ini baru menulis cerpen . baru pertama kali . siapa tahu ada yg tertarik bisa langsung baca yah . dikasih like atau koment agar lebih semangat dan up lagi cerita pendeknya . ada komedynya juga loh , konfliknya karna karya pertama masih ringan yah . thanks semua 🤗🤭
Pagi hari yang tidak begitu panas , seorang gadis cantik keluar dari taxi dengan senyum semangatnya di hari ini . Bagaiamana tidak , ia harus menjalani masa PKL nya di sebuah kantor perusahaan sempurna jaya . Gadis yg baru saja keluar dari taxi tersebut bernama Kiara Nandini berasal dari SMK nusa darma satu wilayah dengan kantor tersebut . Ia memakai pakaian formal yaitu kemeja putih dan rok hitam sepanjang lutut itu . Rambutnya di kuncir kuda dengan poni yang dikesampingkan dekat telinganya .
Kembali lagi dengan Kiara yang baru saja tiba di depan lobi . Ia menghembuskan nafasnya dengan perlahan lahan lalu tersenyum menyemangatkan dirinya . Tadi sebelum berangkat dari sekolah ada sedikit masalah yang membuatnya sedikit kesal .
Flash back on....
"bu , aku mau berangkat nih ke sekolah ."ucap ceria Kiara yang memeluk manja sang ibu . Sedangkan ayahnya tersenyum di meja makan melihat perilaku anak semata wayangnya yang sudah dewasa itu .
"iyaa , sayang . Oiya hari ini kamu Pkl yaa ?"tanya ibu .
"iya bu . Doakan Kiara lancar masa Pkl yaa . Jujur anak mu ini sangat gugup ."jawab kiara yang mengambil tas ranselnya yang sudah berisi keperluan untuk Pklnya . Tak lupa dengan totebag berisikan sepatu dan pakaian formal untuk kegiatan pkl juga .
"anak ayah bisa gugup ?"goda sang ayah yang mengundang tawa ibunya .
"ih.. Ayah nih . Gugup banget . Takut atasannya galak gimana ."cemberut Kiara .
"eh , jangan cemberut gitu sayang . Semangat dong . Ayah cuma bercanda biar kamu juga gak tegang tegang amat kan lagi pula siapa tahu ada yang cocok dihati kamu ."ucap ayah yg menaik turunkan alis nya menggoda sang anak lalu membuat senyum kiara terbit again namun lebih kek malu malu dengan perkataan ayahnya itu .
"apa sih yah , udah ah . kl gitu , assalamualaikum ayah ibu ."pamit kiara yang mencium tangan kedua orangtuanya lalu berjalan keluar rumahnya untuk menuju sekolah . Namun setelah memakai sepatu nya diluar , ada serangga yang menghadang nya .
"eh ... Kiara sayang mau berangkat yaa . Biar abang yg nganter .."ucap Restu yng sudah lulus dari smk 2 tahun lalu tapi kerja nya serabutan yaitu jadi tukang becak . Ia suka sama Kiara . Selain restu , banyak banget yang suka sama kiara sebab wajahnya yang blasteran jawa , betawi dan bandung membuatnya putih dan memiliki wajah yang mungil . Bikin gemas siapa saja yang melihat apalagi ditambah baby face .
"maaf banget nih yee bang restu . Aye mau berangkat ke sekolah jalan kaki aje ."ucap kiara dengan senyum yang menyembunyikan ke kesalannya itu .
"ayo lah neng jangan malu malu . Mending naik becaknya abang terjamin deh gak capek ."ucap Restu .
"bang restu ngajak naik becak ? Ya ampun bang . Gak deh . Aye mending jalan kaki aje . Dari pada naik becak lama ."tolak kiara yg sudah melipat kedua tangannya di dada .
"neng , sekali aje nape nurut gitu ."ucap restu . Kiara pun mulai esmosi guys , langsung saja ngambil sepatu selop punya ibunya yang buat kondangan gitu . Namun terhenti sebab ...
"hei !! Berani nyee lo ye deketin anak gw . Pergiii lo !"suara ayah terdengar begitu saja . Wayolo , nongol ke batak batakan dan ke betawinya juga kan . Tapi walaupun begitu umur sudah berkepala 4 tapi tetap ganteng juga si babe wkwk .
"eh si babe mertua ..."ucap restu dengan kikuk ketahuan godain anak gadis orang .
"babe mertua, babe mertua . Sembarangan , pergi gak lo ...jangan ganggu anak gw ."ucap ayah .
"enggak mau ..ups"ucap restu tertutup dengan tangannya . Dasar mulut kurang ajar kenapa bisa bilang begitu , pikirnya .
"pergi !! Kalo kagak gw buat perkedel lo ya .."ucap ayah yang sudah mode ancang ancang dan tak lupa golok yg awalnya tergantung jadi terbuka dari sarungnya . Restu yg melihat itu jadi langsung lari terbirit birit . Membuat ibu sama kiara yg lihat jadi tertawa .
"ayah makasih . Kiara berangkat yaa."ucap kiara yang segera berlari dari depan halaman rumahnya menuju ke sekolahnya . Ketika kiara sudah menjauh dari pandangan mereka .
"ayah jangan galak galak gitu ah . Nanti anak gadis kita gak laku dong. Karna calon ayah mertuanya galak banget ."nasehat ibu .
"bukan begitu bu . Anak gadis kita harus punya laki laki yang bekerja jelas . Ayah gak mau anak kita menderita setelah menikah . Ayah mau yang terbaik buat gadis kita ."ucap ayah yang meletakkan golok tersebut .
Flashback off...
Kiara tidak sadar tersenyum sendiri lalu melanjutkan jalan nya ke dalam kantor menuju tempat hrd . Kantor itu berlantai 15 . Dilantai dasar untuk resepsionis serta ruang tamu dan rapat . Dilantai 2 adalah ruangan hrd dan juga staf . Dilantai 3 sampai 8 tempat administrator . Dilantai 9 sampai 12 ruangan untuk manajer sedangkan untuk 13 dan 14 ruangan sekertaris dan direktur nah dilantai paling atas yaitu ruangan pimpinan/pemilik kantor .
Sebelum itu ia menuju ke arah resepsionis lalu ditunjukkindeh jalannya kearah mana . Ternyata ruang hrd tersebut di lantai 2 . Kiara langsung saja menuju ke lantai 2 . Sesampainya disana ia sudah melihat 4 orang anak pkl dari smk lainnya . Jadi hanya ia yang dari smk nusa darma .
"baik . Selamat pagi adik adik anak pkl jenjang smk . Kami sengaja mengatur jam 8 pagi ya . Sebab disini juga ada anak mahasiswa juga tadi jam 6.15 pagi tadi . Oiya perkenalkan saya rianti kalian bisa panggil bu rianti . Saya pengawas kalian ."sapa bu rianti bagian hrd .
"pagi bu rianti"ucap semua anak pkl tersebut .
Kemudian beliau memperkenalkan bagian bagian dari pengawas inti dari masing masing anak pkl . Ada yang bersama manajer atau supervesior . Bagian kiara adalah supervesior bagian keuangan yang bernama pak panji dan asisten nya bernama bu sari . Setelah itu , kiara dibawa menuju keruangan bu sari dan pak panji . Ruangannya terdapat dilantai 5 . Sebelum nya kiara sudah dapat nametag dan memakainya lalu berjalan menuju ruangan yang ditunjukkan . Sesampainya diruangan tersebut .
"kamu kiara ya . Salam kenal saya sari . Kamu bisa panggil saya bu sari . Kita nanti akan bekerja sama 3 bulan kedepan ."ramah bu sari yang membuka map yang terdapat identitas lengkap dan laporan kinerja kiara yang masih kosong .
"iya bu . Bimbing saya juga . Saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan bu sari dan pak panji ."jawab kiara dengan tersenyum mengerti . Pak panji pun tersenyum lalu mengisyaratkan bu sari untuk langsung saja dilanjutkan . Sedangkan beliau ingin pamit keruangannya .
"kl begitu saya pamit . Silahkan berbagi pengalamannya sari dan selamat kamu terpilih untuk menemani asisten saya . Semangat kiara kamu pasti bisa ."pamit pak panji yang langsung keluar .
Kemudian bu sari menjelaskan tentang membuat excel , mencatat laporan keuangan lalu meletakkan di excel tersebut , membantu nya dalam kegiatan sebagai asisten pak panji , dan melakukan banyak hal seperti memfoto copy , ngeprint dll . Sebelum itu , kiara mengeluarkan catatan yang berbentuk buku besar dengan pulpen nya untuk mencatat hal penting yang dijelaskan agar tidak tanya tanya lagi . Selain itu , ia juga mencatat letak ruangan yang boleh di lewati olehnya seperti kantin lantai dasar , ruangan ini , toilet , ruang manajer atasan pak panji dan ruangan pak panji sendiri .
"bagaimana , mau nyoba ? Pakai laptop saya saja nih ."ucap bu sari yang menyuruh kiara mencoba membuat excel untuk laporan asli yang belum direvisi dari perusahaan . Dengan keahliannya , kiara pun menunjukkan apa yang ia pelajari dari sekolahnya 3 tahun belakangan ini .
"wahh , caranya mudah , cepat dan benar sekali . Oiya boleh saya minta tolong kiara ."ucap bu sari .
"boleh bu . Mau minta tolong seperti apa ya bu ? Saya akan melaksanakannya ."ucap kiara.
"tolong kamu foto copy laporan ini ya . Nanti kl tidak paham kamu bisa tanya sama risqi bagian staf di lantai bawah . Bilang saja kamu disuruh oleh saya ."jelas bu sari .
"ehm.. Baik bu . Kl begitu saya permisi .."pamit kiara yang sudah mulai menghilang dari ruangan bu sari .
Kiara melaksanakannya sesuai perintah . Laporan milik bu sari sudah selesai dengan baik . Lalu ia pun langsung menuju ke ruangan bu sari . Dari awal ia menuju tempat foto copy yg terletak di lantai dasar itu menjadi perhatian karyawan yang lewat berdapan dengannya itu . Dengan senyuman yang canggung sebab dilihat terus ia pun memilih segera namun sialnya ia menabrak seseorang yang baru saja keluar dari lift .
Bruk ....
Map yang berisikan identitasnya tergeletak di lantai namun tidak sampai berserakan . Sedangkan laporan aslinya dan map berisikan fotocopy laporan tersebut tidak terlepas dari pelukannya . Laporan baik baik saja tetapi kondisi pinggangnya tidak begitu . Pinggang dan pantat nya terasa panas sebab jatuh terduduk dilantai . Lalu ia pun segara berdiri dan meminta maaf kepada laki laki yang sudah ditabraknya .
"aduh ... Pak . Saya minta maaf . Saya benar benar tidak sengaja ."ucap kiara dengan rasa cemas dan bersalahnya . Sedikit sedikit melirik wajah orang didepannya .
"rendi?"bathinnya kiara ketika tidak sengaja melihat name tag yg melekat di jas berwarna silver disebalah kanan laki laki tersebut .
"wah gila nih cewe apa bidadari yak ? Bujed cakep bener ..."gumam rendi yang terkejut dengan gadis didepannya . Namun tidak sampai terdengar oleh siapa pun . Lalu ia menormalkan dengan cara berwajah dingin kembali .
"jika berjalan harus hati hati , baiklah kali ini saya memaafkan kesalahanmu . Lain kali tidak akan."ucap datar rendi .
"ba...baik pak . Saya pa ...pamit dulu . Permisi ."ucap kiara gugup lalu langsung masuk ke lift tanpa mengambil map identitasnya itu . Kenapa kiara membawa map identitasnya , sebab ia akan mengeprint lengkap . Awalnya tidak begitu lengkap sebab ketinggalan dirumah lebih tepatnya saat restu mengacau segalanya . Ketika itu , rendi pun mengambil map tersebut setelah kiara hilang dari pandangannya .
"ternyata namanya kiara . Wah si bos jomblo pasti tertarik nih . Bawa ah , kasih si bos wkwk..😁"bathin rendi yang tersenyum . Para karyawan pun mendadak ngeri , sebab rendi jarang banget tersenyum seperti atasannya .
Diruangan bu sari ...
"bu bagaimana ini , dokumen itu sangat penting sekali ."cemas kiara yang menampilkan wajah yg khawatir sekali sebab map nya tertinggal dibawah namun setelah dilihat lagi ternyata tidak ada lagi .
"kiara kamu harus tenang . Pikirkan baik baik dimana kamu melihatnya . Oiya siapa yg kamu tabrak tadi di lantai dasar ?"ucap bu sari yang mencoba menenangkan kiara . Lihatlah kiara sudah keringat dingin . Untung hari pertama tugasnya tidak berat . Jadi ia gak kalang kabut dibuatnya .
"yang saya tabrak kl gak salah namanya rendi . Pak rendi bu .."jawab kiara yang sesekali menatap kearah langit ruangan untuk mengingat sesuatu .
"astagfirullah , pak rendi .."ucap bu sari meninggikan suaranya sebab terkejut . Itupun membuat kiara merasa sangat sangat bersalah .
"maaf kan saya bu . Saya tidak sengaja . Memangnya pak rendi itu siapa ?"tanya kiara .
"pak rendi itu sekertaris pimpinan perusahaan ini ..."lirih bu sari . Ia juga merasa was was , takut kiara nanti dipersulitkan dengan bapak sekertaris terkenal dingin dan tidak mengampuni siapa saja yang membuat salah . Mata kiara hampir saja mencelos dari tempatnya . Fix , ia akan nangis sekarang matanya juga sudah berkaca kaca .
Tiba tiba telpon yang berada di meja bu sari berdering . Itupun membuat mereka mengalihkan pandangan serempak kearah sumber bunyi tersebut . Bu sari langsung saja mengangkat telpon itu .
TELPON TERSAMBUNG ...
Bu sari
"selamat pagi . Ada yang bisa saya bantu pak ?"
Rendi
"saya ingin kamu memanggil anak pkl tanggung jawabmu itu keruangan pemimpin . Sekaraang juga"
Bu sari
"ba..baik pak . Saya akan memberitahunya . Mohon ditunggu sebentar ."jawab bu sari dengan segara .
Rendi
"hmm, saya tunggu ."
TELPON BERAKHIR ....
"Kiara . Hmm.. Kamu dipanggil pak rendi untuk menemuinya diruang pimpinan . Ruang pimpinan berada di lantai paling atas ."ucap bu sari yang membuat kiara terlonjak kaget dari duduknya .
"tapi kamu harus tenang jangan gugup . Jangan buat kesalahan lagi . Mereka berdua gak gigit koq , mungkin hanya sekedar membantu melakukan sesuatu ."sambung bu sari yang mencoba menenangkan kiara . Padahal ia juga merasa aneh kenapa tiba tiba pak rendi memanggil anak pkl seperti kiara menuju kelantai atas . Sebelum ini tidak ada yang menuju lantai atas anak pkl , bahkan berpikir untuk naik lift menuju kesana saja tidk ada . Jangankan ank pkl dari smk , mahasiswa saja tidak boleh .
"baik bu , saya akan kesana ."ucap kiara . Dengan langkah gontai keluar ruangan . Sedangkan bu sari berharap cemas . Bagaimana jika anak pkl itu di marahi pasti kesihan sekali . Belum tiga bulan nanti sudah ditendang dari perusahaan kan kesihan dia tidak akan mendapat nilai magang untuk kelulusannya nanti .
Singkat cerita ...
Kiara sudah keluar dari lift dan ia pun sudah sampai di depan ruangan yang bertuliskan pimpinan perusahaan sedangkan disamping ruangan tersebut ada ruang sekertaris . Lalu di pojok kiri ada pantri dan pojok kanan ada ruangan tertutup tidak ada namanya . Menghembuskan nafasnya dengan perlahan lalu mulai mengetuk pintu tersebut . Perlahan tapi pasti ia sudah mengetuk pintu tersebut .
"masuk "suara berat seorang laki laki pun terdengar ditelinga nya . Ia pun langsung membuka pintu dengan perlahan . Sesampainya di depan meja dan kursi singgasana pimpinan tersebut , kiara membuat seorang laki laki yang sedang duduk menjadi membisu . Sedangkan rendi melirik sedikit bosnya , fix pesona kiara sudah menarik perhatian sang boss .
"selamat pagi pak"ucap kiara yang terdengar lirih namun dianggap indah dan lembut oleh Raja . Yaps , pimpinan perusahaan dipegang oleh laki laki muda yang mapan dan tampan wkwk . Sebut saja Raja Primajaya . Namun kiara terbengongkan sebab ucapannya tidak dijawab .
"pagi . Silahkan PAK RAJA berbicara kepada kiara untuk tidak membuang banyak waktu anak pkl ini ."ucap rendi dengan sengaja . Sedangkan raja langsung tersadar dan menatap tajam kearah rendi yang sudah berada di sebalah kiara sejak tadi . Namun kiara menganggap tatapan itu untuknya menjadi gemetar dan menunduk dalam . Rendi yang menyadari itu merutuki bosnya yg membuat takut kiara . Katanya mau pendekatan , gimana sih boss ?
Sebelum kiara sampai , ternyata sekretaris rendi itu memberitahukan kepada bosnya tentang gadis yang ia temui sekali gus tertabrak . Awalnya Raja tidak percaya perkataan rendi benar atau tidak . Namun setelah menunjukan map milik kiara barulah tertarik dan ingin melihatnya langsung .
"ekhem.."dehem kecil rendi yang langsung beri kode kepada raja dengan membetulkan dasi lalu tangannya bergerak menuju kedua belah matanya dan mengelus dada . Entahlah apa yang dikodekan itu , namun membuat raja menjadi tidak enak , masa memberi kesan awal nya menakutkan . Bahkan membuat kiara sampai meremas kuat rok hitamnya . Setelah itu rendi pamit keluar untuk melihat gerak gerik boss nya di ruangan nya sambil memakan kue . Cielah si boss mau pendekatan nih .
"kamu kiara ya .."tanya Raja yang mulai berdiri dari duduknya .
"i...ii..iya pak ."ucap kiara takut . Raja mengerutkan keningnya , apa wajahnya saat ini begitu menyeramkan padahal wajahnya mampu membuat para pegawai wanita meleleh kenapa dengan wanita yang membuatnya tertarik bereaksi berbeda . Ia berjalan menghampiri kiara sambil membawa map identitas itu . Raja maju , kiara mundur , raja maju , kiara mundur . sampai begitu selanjutnya sehingga kiara terduduk di sofa dengan wajah takut . Raja mengehela nafasnya ringan .
"ck ni cewe ngindar mulu dari tadi ."gumam Raja di dalam hati seraya melangkahkan kakinya mendekat kearah kiara , namun eh namun kaki kiara membuat Raja tersandung dan terjatuh kedepan .
Rendi yang menonton mendadak melongo dan menjatuhkan kuenya , si boss maen nyosor aje alon alon nape anak orang itu . Lebih tepatnya kening mereka beradu yang membuat kiara terlonjak kaget tanpa sengaja tangan kiara reflek mengenai dagu membuat sang empunya menjauhkan diri dan merasakan sakit . Tenaganya kuat banget , iyee dong kan ayahnya jago silat pasti anak gadisnya juga diajarkan sedikit sedikit biar melindungi diri .
"shh...sial"umpat Raja yang memegang dagunya .
"ah .... Ma..maaf pak . Sa ...ya... Tidak sengaja ."ucap kiara yg panik sambil mengambil map miliknya.
"kamu sudah membuat dagu saya sakit dan lihatlah berdarah ."bentak Raja . Memang benar bibirnya berdarah sebab tangan kiara .
"maaf pak saya gak sengaja hiks ,,hiks,,"ucap kiara yang menangis keluar dari ruangan tersebut membuat raja tersentak . Rendi segera memasuki ruangan dan menolong Raja .
"lo gak papa kan ja "tanya rendi yang membantu raja duduk .
"gak papa . Tapi gw udah buat dia takut . Gw gak sengaja bentak dia ."sesal Raja .
"lo bentak ja ? Gila ya lo , punya cewe tuh harus sabar , kl sekarang kita gak bisa buat apa apa . Semoga aja setelah ini kl ketemu lo , dia gak takut ."ucap rendi . Kemudian raja kembali melakukan aktifitas nya .
'mungkin' bathin rendi . Rendi bahkan melihat kiara benar benar nangis sambil gigit bibir bawahnya . Gak sampai berdarah sih . Harus dimaklumi sih , naksir cewe umur smk ya gitu lah haha .
#####
Hari demi hari dilewati oleh kiara dengan semangat walaupun sedikit kendala di hari pertamanya . Yah beruntungnya pemilik perusahaan ini sedang tidak ada ditempat . Sudah 2 bulan lebih 2 minggu Raja mengurus perusahaan diluar negri dan meeting dengan para klien di wilayah asia tenggara ini . Kiara sangat bersyukur tidak bertemu dengan pria yg sangat menakutkan itu baginya . Kinerjanya sangat sangat bagus dan baik . Pak panji dan bu sari sangat memuji kerja keras nya akhir akhir ini . Apalagi ditraktir sama pak sekertaris yg bersikap manusia normal padanya gak dingin lagi . Namun kiara merasa kurang dengan sesuatu . Kata bu sari sih , ia sudah jatuh cinta kepada pak boss . Raja pemilik perusahaan . Bagus sekali , apakah mungkin . haha kenyataan apa itu . mana dipanas panasi lagi sama si rendi yg katanya raja sudah tunangan kl kiara gak sampaiin rasanya ia akan menyesal . dan merasa minder sekali melihat foto yg diberikan oleh rendi . padahal mah itu sepupunya raja yg di inggris . akhirnya kiara memendamnya saja .
Sedangkan Raja , ia sangat lelah dengan kegiatan diluar negri . Disana sangat tidak tenang,gelisah terus ,dan perasaan aneh . Namun ia tidak tahu perasaan aneh itu sendiri . Tiba tiba Rendi mengirim foto bersamanya dengan kiara yg tersenyum senang di ajak jalan . Sontak saja langsung membuat Raja mengepalkan tangannya .
"Dasar brengsek lo ren !!"umpat Raja yang hampir saja melempar hpnya . Tiba tiba ting .. Rendi mengirimnya chat .
' haha gimana pak boss , lo harus akui sekarang udah kangen sama kiara kan . Makanya jangan sok jual mahal sama jangan di gedein tuh gengsinya pak boss .' isi chat Rendi . Ia sengaja mengajak kiara dan bersenang senang hanya untuk bossnya mengaku jika kangen tapi masih aja gengsi . Padahal mah kenyataannya dia itu tidak bermaksud begitu . Kiara menganggapnya sebagai teman bukan kayak laki laki yg dicinta .
"sebaiknya gw harus pulang ke indonesia . Enak saja dia mengambil kesempatan ."bathin Raja .
Keesokkan harinya ....
Kegiatan di kantor seperti biasanya semua orang sibuk dengan tugas masing masing dengan tertib . Kantor sedikit lenggang sebab belum ada yg tahu kapan Raja pemimpin perusahaan pulang dari perjalanan bisnisnya di luar negri . Kiara yg sedang fokus dengan pekerjaannya yang sudah bisa tanpa dibimbing oleh mentornya yaitu bu sari .
"kia "panggil bu sari .
"ya bu ?"sahut kiara .
'duh gimana ngomongnya ya . Ini semua gara gara pak rendi sama pak panji nih . Mereka berniat mempertemukan kiara sama pak raja tapi harus melibatkan campur tanganku . lagipula aku sangat yakin jika kia bakalan takut sama pak kulkas itu .' bathin bu sari . Yaps , dia mengetahui kejadian beberapa bulan lalu . Kiara mengkerutkan keningnya .
"ada apa sebenarnya bu ? Apa ada yang dapat saya bantu ?"ucap kiara .
"oiya kia , bisa minta tolong antarkan paket makan siang buat pak raja keruangannya. Pak raja sudah mulai ke kantor hari ini ."ucap bu sari yg tersadar dari lamunannya . Glek ... Kiara menelan salivanya . Ia sangat takut tapi tidak enak kepada bu sari ya sudahlah .
"i..iya bu . Dimana paket makan siang itu ?"ucap kiara menyetujuinya .
"di lantai dasar resepsionis ."jawab bu sari .
Kemudian kiara langsung melaksanakan perintah bu sari . Ia keluar dari ruangan bu sari dengan menghembuskan nafasnya dan mencoba tersenyum bersemangat lalu masuk ke lift dan menuju lantai dasar ke ruang pantry . Siapa sangka ia berpapasan dengan Raja saat pintu lift terbuka . Raja melihat kiara yang tersenyum , entah mengapa sangat manis . Kiara yg merasa terhalang oleh seseorang pun langsung mendongak keatas sedikit .
Deg ...
Kedua mata mereka bersitatap tanpa sadar bertahan begitu lama . Mata coklat hazel Raja bertemu dengan mata hitam indah kiara . Rasa rindu menumpuk langsung meledak , raja ingin sekali memeluk gadis didepannya itu saat ini juga . Ras takut yg mendominasi , kiara malah berbeda dengan apa yg raja rasakan .
"hm..k.."ucap raja terpotong dengan reaksi ketakutan dari kiara yg langsung menunduk hormat lalu beralih menjauh dari sana . Raja pun merasa sangat kecewa dengan reaksi gadis otw jadi pacarnya bismillah jadi makmumnya . Kemudian memilih untuk menuju ruangannya .
' kia takutkan , gak caya sih ' bathin rendi yang terkikik diam . Itupun membuat kesal Raja .
"apa yg disenyum senyumin , lucu ?hm"ucap raja yang tersenyum terpaksa menatap rendi seraya melipat dada nya .
"hehe , makanya kl didepan cewe taksiran tuh jangan sampai takut begitu . Susah ."ucap rendi .
"kayaknya lo itu butuh pengakuan dari seseorang yg lo cintai ."ucap raja meremehkan .
"lah siapa ? Gw...ka..gak ada tuh"gugup rendi .
"ooo pura pura gak tau . Kl sama asisten panji , lo yakin udah amnesia sama sari ?"ucap raja yg membuat rendi diam membisu , skakmat kl masalah sari mah . Rendi sudah lama suka sama sari tapi karna ditolak waktu kuliah dulu , ia berubah menjadi datar menatap sari . Sebenarnya Raja , Rendi dan sari satu kampus . Namun sari hanya beberapa bulan saja , lalu pindah ke bandung . Sebab itulah sari menolak cinta rendi padahal ia menyimpan perasaan nya .
Sementara dengan Kiara , ia ragu ragu untuk menuju lantai paling atas . Baginya paling atas adalah tempat yg menyeramkan sekali . Tak terasa , sampailah di depan pintu ruangan itu . Ternyata sudah ada yg menanti . Terbukti pintu terbuka lebar dan rendi menyambut dengan senyumannya . Membuat merinding saja .
"siang pak ."ucap kiara yang sudah berada di hadapan pria yg sedang menatap komputernya . Walaupun ia masih berdiri didekat sofa . Tiba tiba pintu tertutup oleh tingkah laku rendi dan sari dari luar .
"siang ..."ucap Raja tetap fokus walau ia merasa gugup ingin mengutarakan hatinya .
"letakkan disini ..."ujar raja kembali yg telah bisa menatap gadis didepannya sekaligus siap . Dengan langkah yang pelan pelan kiara meletakkan paper bag besar yg berisi makan siang . Saat ingin melenggang menjauh dari meja kerja yg letaknya dekat sekali dengan raja , pria itu malah menarik kiara dalam pangkuannya dan memeluknya erat seakan akan tidak mau berpisah .
"pak...a..pa..ya..yang..an..anda lakukan?"tanya kiara dengan perasaan campur aduk dan jantung yg tidak bisa di kontrol .
"aku mohon ... Hanya sebentar saja . Seperti ini .."lirih Raja sambil tersenyum damai dan meletakkan wajahnya di lekuk leher anak magang diperusahaannya . Maksudnya apa ? Kenapa memanggil tidak biasanya ? Apakah bosnya ini kerasukan saat berada diluar negri ?, Semua itu adalah pemikiran kiara tentang apa yg dilakukan raja itu sangat aneh .
" bolehkah aku jujur tentang apa yg kurasakan berada di dekatmu dan apa yg kurasakan berada jauh darimu . Apa kau tahu ?"tanya raja dengan lembut .
"apa ?"gumam kiara membeo
"saat ku jauh darimu aku merasa ada yg kurang . Saat ku dekat dengan mu aku merasa tenang , nyaman dan ingin selalu dekat dengan mu . Entahlah perasaan apa yg aku rasakan , tapi kau harus tau . Semenjak aku melihat mu , aku tertarik padamu ."jelas Raja .
Kiara membisu . Ia berpikir keras apa yg dikatakan pemilik perusahaan ini benar benar betul . Apakah ini mimpi , apakah ini hanya omong kosong belaka . Lagipula jika itu mungkin , ia merasa minder. Seharusnya yg berada disamping bosnya ini adalah wanita yg sangat berpengaruh seperti pendidikan dan bermartabat tinggi . Apakah itu sebanding dengannya , tentu tidak . Ia hanya gadis biasa . Tidak tidak , apa yg kupikirkan ini sangat tidak pantas , pasti ada yg salah atau bosnya sedang demam Pikirnya .
" tidak ...ti ...dak mungkin . pak , anda sakit ?"tanya kiara yg bangkit dari pelukan itu lalu menjauh . Raja pun bangkit dari duduknya seraya memasukkan tangannya di kantong celana panjangnya itu dengan menatap dalam mata gadis di depannya .
"jika sakit sebaiknya anda beristirahat saja . Pasti sangat melelahkan sekali perjalanan bisnis anda . Saya pamit pak ."ucap kiara yg menunduk sopan lalu mulai beranjak meninggalkan ruangan tersebut . Dengan sigap Raja langsung menarik kiara kedalam pelukannya .
"aku mencintaimu kiara ."ucap lantang Raja . Akhirnya hatinya plong dan lega setelah mengucapkan itu .
Belum selesai kiara yg merasakan dirinya berputar ketika ada tangan kekar menggapainya lalu jatuh kedalam pelukan laki laki tegap seorang boss tempat dia magang itu . Pelukan yg disertai elusan dikepalanya membuat ia seketika tersipu . Tidak pernah laki laki yg berani memeluknya selain ayahnya sendiri . Hatinya menghangat dan terdapat didalam lubuk hatinya sedikit ada rasa begitu nyaman . Tak lama kiara tanpa sadar membalas pelukan tersebut .
"ak..aku merasakan hal sama . Rasa ini berbeda dari yg sebelumnya . Aku takut kepada bapak ."ucap kiara polos begitu jujur . Kemudian penonton di balik pintu seketika tersedak . Siapalagi kl sari dan rendi . Mereka padahal senyum senyum sendiri tapi ambyar semua dengan perkataan kiara .
"kau takut kepadaku ? Maaf untuk yg waktu itu . Apakah wajahku seseram itu ketika marah ."tanya Raja .
"sangat seram ."singkat kiara . Itupun membuat Raja meringis namun ia juga senang pujaan hatinya mau jujur kepadanya .
"benarkah ?"tanya raja yg membuat mereka berdua tertawa bersama .
Gubrak ...
Suara sesuatu membuat Raja menatap horror kepada sumber suara . Rendi dan sari pun tersenyum canggung alias malu dan merasa bersalah . Kiara langsung menjauhkan diri dari Raja langsung menunduk .
"udah sih , santai aja . Lagipula udah tau ini . Gk usah malu gitu ."ucap rendi . Kemudian kiara menatap tak percaya dan blush, pipinya bak lobster . Lalu beringsut malu dibelakang raja .
"pak jangan lupa bonus kita berdua ."ucap sari dengan tersenyum mendamba sesuatu .
"baiklah . Kalian mendapatkan kartu gratis makan diresturant dengan vip untuk malam nanti bersama dengan kami berdua . Pilihnya sesuka hati kalian . Dengan syarat rendi harus menyatakan cinta kepada sari . "ucap raja yg memeluk kiara diarah samping dan membuat senyum mengembang di wajah wanita yg menjadi pujaan hatinya .
"apa maksud lo ja ?"ucap rendi menekankan kata katanya . sedangkan sari menunduk malu . raja pun mengkode dengan tatapan mata 'kesempatan bro , cepet . gw yakin lo pasti jadian coy' begitulah kode nya . rendi pun menghembuskan nafasnya pelan ets bukan terakhir yee . ntar gak ada yg dingin kedua dong wkwk .
"sekarang ja ?"tanya rendi . pura pura gak tau apa bodoh sih .
"iya lah , masa usia 50 tahun lo baru nyampaiinnya . lihatlah kita berdua . bisa memeluk kan , ya gak sayang ."ucap raja yg membuat kiara tersenyum mengangguk . iyaiin aja dah daripada kagak , pikir kiara .
"ehkem ..."ucap rendi seraya menuntun wanita di depannya yg membuat sari menatap nya .
"aku ..ehm..aku suka sama kamu sari . sampai kapanpun . maukah engkau jadi istriku ."ucap rendi to the point . yg membuat raja merasa dilangkahi .
"eh enak aja . setelah gw nikah baru lo . gw bos disini yaa."ucap raja dengan sombongnya .
"iyee deh pak boss . tapi sari gak nolak abang kan ?"ucap rendi dengan muka melas .
"iya , aku terima ."ucap sari tertawa ringan . semuanya pun tertawa bahagia dengan apa yg terjadi . bahagia juga yg dirasakan oleh pasangan terpisah jauh tapi dekat . siapa lagi kl bukan rendi dan sari . ciee .. namun ??
"oiya pak anda sudah ada tunangan kan ? sepertinya saya tidak pantas "ucap kiara yg teringat ucapan rendi .
"jangan panggil aku pak . panggil aku sayang atau raja saja . oiya kau tahu dari mana aku tunangan dengan wanuta lain ."tanya raja . kiara pun menunjuk kearah rendi dengan menunjukkan foto di hpnya seraya cemberut dan menunduk . raja pun mendelik kearah rendi yg cengengesan
"sayang , aku tidak bertunangan . dia itu sepupu ku ."jelas raja tersenyum menenangkan untuk kiara .
"benarkah ?"tanya kiara yg berbinar .
"tentu hanya kamu yg aku akan nikahi nanti . bersiaplah lusa aku melamarmu sayang . aku tidak sabar untuk memiliki anak denganmu ."ucap raja tersenyum mendamba . kiara mendelik menatap kearah raja dengan tak percaya .
"ish sakit . kenapa mencubitku ."keluh raja yg mendapat serangan di perutnya . habisnya membuat kiara malu sekali . bisa bisanya si boss ya ampun , pikir rendi dan sari .
_ tamat _