Aku Tiara, umurku saat ini masuk 22 tahun, saat itu aku berlibur ke pantai bersama orangtuaku, selain untuk liburan keluarga ini juga termasuk liburan perayaan ulang tahunku yang ke 22.
Aku memilih untuk duduk sendiri di balik batu karang yang cukup besar di tepi pantai, ombak menerpa tubuhku hingga basah. Dari kejauhan aku melihat sesuatu yang berkelip di balik pasir yang indah.
Aku penasaran hingga aku berjalan menghampiri benda itu, aku duduk di sana dan menggali sedikit benda berkelip itu dan terlihat sebuah cincin dengan mutiara biru yang sangat indah hingga aku pun terpesona saking indahnya.
Sesuatu yang tak pernah aku lihat sebelumnya, mutiara biru itu seakan berkelap-kelip ketika aku membersihkannya dari sisa pasir yang menempel.
Tiba-tiba keluar asap terang dan keluarlah seorang pria tampan tanpa pakaian, tersenyum cerah ke arahku lalu dia memelukku sangat erat hingga aku tak bisa berkata-kata.
Aku panik, aku menyuruhnya diam bersembunyi di balik batu karang agar orang lain tak melihatnya. Aku segera kembali untuk membawa kain atau apalah agar bisa menutupi tubuhnya.
Akhirnya aku melihat ada orang yang berjualan celana pantai pendek dan aku pun membelinya, segera aku kembali berlari tempat semula.
Aku melihat dia masih di posisi semula, ia tak mengubah posisinya sedikitpun. " Pakai lah." ucapku seraya memberikan celana itu padanya namun dia hanya melihatnya seperti bingung untuk memakainya, akhirnya dengan mata terpejam aku memakaikannya.
Sembunyi-sembunyi aku membawanya ke penginapan dan langsung masuk ke dalam kamar. Dia bingung seolah baru pertama kali dia melihat semua ini, dia lalu menggenggam tanganku dan mengecupnya, senyuman lebar menambah ketampanannya.
Aku menyuruhnya duduk dan memberikan buku kamus bahasa Indonesia yang ada di penginapan tersebut. Sebenarnya aku mengambil sembarangan yang penting dia diam.
Malam pun tiba dan aku tertidur di sofa sampingnya, lalu tiba-tiba dia mengecupku dan berbisik di telingaku, " Aku mencintamu." Seketika aku terbangun dan menatapnya yang sungguh dekat denganku.
" Kamu bisa bicara?" aku memastikan apa yang aku dengar adalah suaranya.
" Aku mencintaimu, aku bisa bahasamu berkat buku ini." Dia mengangkat buku kamusnya.
" Sebenarnya kamu itu siapa?" Aku penasaran asal usul pria tersebut.
" Aku Airlangga, pangeran dari negeri bawah laut, aku di hukum karena memaksa untuk ke darat, hingga kamu membebaskanku dari mutiara biru itu." jelas Airlangga dengan sangat lugas.
" Terus apa yang kau bilang tadi? ' Kamu mencintaiku?' Apa maksudnya itu?"
" Aku mencintaimu saat pertama kali kita bertemu, peluklah aku. .... Nama kamu siapa?"
" Aku Tiara, aku hanya liburan di sini."
Seminggu pun berlalu dan aku telah memperkenalkan Airlangga sebagai pacarku kepada keluarga agar orang-orang tak curiga tentangnya.
Hingga saat pulang, aku membawanya ke tempat temanku yang membuka kos-kosan biar aku yang bayar sementara dia di sana, dia tak ingin jauh dariku namun aku tak bisa membuatnya tinggal denganku karena aku masih bersama orangtuaku.
Matanya berlinang dan entah kenapa aku pun tak tega meninggalkannya sendiri disana.
Sebulan pun berlalu dan aku mulai mencintainya, aku ingin bersamanya. Aku pun menjadi kekasihnya dan selalu lekat dengannya, aku masih berakal sehat, aku hanya sekedar memeluk dan menciumnya tak lebih dari itu.
Orang-orang pun tahu jika aku telah memiliki kekasih yang sangat tampan hingga orang-orang terlihat iri denganku. Saat aku kehabisan uang, dia menarik rambutnya dan menutupnya dengan kedua telapak tangannya, hingga berubah menjadi beberapa mutiara. Aku sangat terkejut tak percaya dengan apa yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Hingga dengan itu bisa menghidupi kami sampai beberapa bulan lamanya.
Suatu hari aku mengajaknya ke pantai untuk melihat lautan mungkin dia rindu akan tempat asalnya namun keputusan aku itu sangat fatal. Ketika kami berdua duduk sambil saling merangkul tiba-tiba terlihat cahaya yang semakin dekat menghampiri kami dan akhirnya berubah menjadi seseorang dengan pakaian seperti seorang raja dan 2 pengawalan.
" Airlangga, akhirnya kau kembali tepi laut, kami sudah menunggu lama, mari pulang. Rakyat sudah menunggu kenaikan tahtamu."
" Tapi baginda, aku sudah nyaman di daratan, aku tak ingin kembali, apalagi aku sudah mendapatkan gadis yang aku cintai." Tolak Airlangga.
" Tidak bisa. Kamu harus kembali, jika tidak kamu akan mati di daratan. Tinggalkan wanita itu dan kembalilah ke asalmu."
" Tidak baginda, aku sangat mencintainya, aku tak ingin berpisah dengannya." Airlangga mantap dengan hatinya.
" Kamu pergilah, kembali ke tempat asalmu." Tiara mengikhlaskan Airlangga.
" Tidak, aku tidak ingin pergi, lebih baik aku mati di dekatmu." Airlangga tetap menolak.
" Kamu tetap di darat dan mati meninggalkanku atau kamu pergi meninggalkanku tapi kamu tetap hidup di alammu. Aku ingin kau tetap hidup walau tak bersamaku."
Airlangga hanya diam dan dia berkata, " Aku ingin hidup dan tetap bersamamu. Itu pilihan terakhirku."
" Baiklah, kau bisa bersama wanita itu dan kau bisa membawanya ke alam kita tapi semuanya ada resikonya, apa kalian sanggup?" ujar baginda.
Akhirnya Tiara memutuskan untuk pergi bersama Airlangga karena rasa cintanya yang sangat besar dan dia rela meninggalkan dunianya serta orangtuanya.
Rasa Cintanya kepada Airlangga sangat besar dan tak bisa di bandingkan dengan cintanya yang lain.
Airlangga memegang tangan Tiara dan mereka pun berubah jadi cahaya dan masuk kedalam lautan yang paling dalam.
Tiara sangat bahagia bisa bersama Airlangga dan menjalani hidup sebagai keluarga seutuhnya.
Di dunia manusia
Keluarga sudah melaporkan kehilangan Tiara selama 1 minggu. Hingga suatu waktu seseorang melaporkan kepada kepolisian bahwa dia telah menemukan mayat di pantai yang telah membusuk.
Polisi pun mulai mengidentifikasi mayat yang di temukan dan ternyata itu adalah Tiara yang hilang seminggu yang lalu.
Keluarga pun terlihat sedih dengan kepergian Tiara yang dinyatakan telah bunuh diri terjun ke lautan.
TAMAT