"Di dunia ini ada hal yang tidak bisa di ullang yaitu waktu dan sebuah kejadian. Kejadian bisa direka ulang jika ada saksi, tapi kadang kala kejadian itu kurang bisa dijelaskan secara mendetail, karena ada hal yang mungkin terlalu kurang enak membuat kita hanya bisa memendamnya."
***
BEBERAPA TAHUN yang lalu.
Aku duduk di bangku di depan ruang tata usaha, hari itu adalah hari pertama MPLSku dimulai.
Aku duduk bersama ketiga temanku, yang bernama Anissa, Ulfya dan Sa'a. Mungkin aku terlalu fokus dengan lamunanku sampai aku tidak sadar apa yang diucapkan sahabatku.
Aku menatap sekitar, dan pandanganku jatuh di ruang OSIS yang ramai dengan anggotanya.
"Masih lama ? Nungguin apa sih? Keburu panas." Gumanku.
" You knowlah, kan orang indonesia suka ngaret" balas Anissa.
" Lha, yo wes biasa iku mah." balas Ulfya.
" Udah jam berapa ini, mereka malah asik becanda di sana" tunjukku.
" Heh jangan nunjuk, entar dikira ada apa-apa loh "
Aku memutar bola mataku, menatap lorong depan ruang komputer. Di sana banyak anak yang bergerombol sesuai dengan asal sekolahnya.
" Ohh iya Irsh, lihat deh bukannya itu yang nyerobot tempat kita ya ?"
"Kayaknya, nggak penting "
"Iyalah, orang yang penting Cavin"
"Sttttsss diem ehh nggak boleh ember. dia udah ada yang punya," gumanku menaruh telunjukku di depan bibirku.
"Tapi masih ngarep ?"
"Kagak " ketusku.
Beberapa saat kemudian terjadi keramaian. Aku menatap sumber suara, di sana ada gadis yang diantar oleh mamanya.
"Lihat deh.."
"Cantik ya ?" guman mereka semua yang di sana menatap gadis itu. Aku hanya menatapnya.
"Cantik banget" ujar Ulfya.
"Kamu juga cantik kok."
"Lo juga Irsh, sayangnya lo nggak percaya diri " timpal Ulfya.
"Udahlah jangan dibahas."
Sebuah pengumuman datang, meminta semua calon murid baru untuk pergi ke gugus masing-masing. Yang belum tahu bisa mengeceknya di mading.
Dan benar saja Sa'a dan Anissa belum tahu. Akhirnya aku beranjak dari situ. Mengantar kedua gadis itu.
Mereka melihat mading sedangkan aku yang udah tahu hanya melihat dari jauh.
"Gimana ?"
Tanyaku.
"Udah kok,"
Balas mereka.
"Kok Irsha sama Ulfya bisa sekelas sih, enak banget "
"Yakan abjad nama kita atas bawahan, jadi satu kelas deh,"
"Sudah nggak papa, nanti waktu Istirahat kamu bisa ke gugusku." timpalku.
Dengan pasrah Sa'a hanya mengangguk.
Kami masuk kekelas itu, hanya ada beberapa yang sudah masuk. Aku dan Ulfya duduk di meja barisan paling selatan dekat jendela, nomer dua dari belakang.
Aku menaruh tas di kursi, menatap sekitarku yang ramai.
" Perhatian untuk seluruh calon murid baru, untuk berbaris di lapangan utama karena acara pembukaan akan segera dimulai "
Aku menghembuskan nafasku kasar. Ulfya menepuk bahuku.
" Kuy semangat "
" Semangat "
****
Upacara berlangsung dengan lancar. Saat di barisan tadi aku bahkan sering melihat kerah lain, menatap kaca yang di depan sana.
Memikirkan jika akan ada satu cowok yang nolongin aku dari pingsan lalu bakalan jadi temen kemudian jadi pacarku, dan itu hanya sebatas khayalan.
Setelah selesai semua pergi ke kelas.
3 Pendamping datang ke kelas, mereka adalah ketua osis perempuan kita, dan dua cowok yang tidak kutahu.
Perkenalan dimulai menurut absen. Semua maju satu persatu. Sampai akhirnya tiba giliranku.
" Nama, panggilan, asal sekolah, cita-cita dan hobi."
ujar kak Angela.
" Selamat pagi semua"
" Pagi" balas mereka.
" Perkenalkan nama saya Irshanty Aysanna Putri. Biasa dipanggil Irsha. Asal sekolah MTsN Miftahulhuda Surabaya. Hobi mengambar, cita-cita mau jadi desainer terkenal. " kataku.
" Wow bagus banget, kalau udah nanti buatin pakaian pesta buat nikahanku ya?, " ujar kak Angela dengan ketawa, bukan mengejek loh ya.
Aku hanya tersenyum mengangguk.
Setelah itu duduk kembali ke tempatku. tapi...
" Absen dulu " ujar cowok di sana.
Aku menoleh, di sana ada cowok dengan perawakan tinggi, berkulit sawo matang, hidung lumayan mancung dan memiliki gingsul. Aku tau saat dia tertawa sekilas tadi.
Itu adalah pertama kali aku bertatap mata denganmu.
Aku menghampiri meja itu. kemudian mengisi data setelah itu duduk. Perkenalan berlanjut sampai murid absen terakhir.
Lalu diisi dengan pemilihan pengurus kelas, jadwal piket serta mengumpulkan nomer untuk grup gugus.
Kemudian diisi dengan permainan, seperti meminta tanda tangan, biodata pengurus osis. Yang membuatku deg-degan ketika mereka mengumumkan bahwa ada siswa yang akan maju,
Untung saja namaku tidak disebut. batinku ketika mereka sudah mengumumkan.
Di akhir sesi, para pengurus membagikan kertas nama yang harus dipakai pada hari senin depan, karena kebetulan hari ini hati sabtu.
Fotografer osispun juga meminta dokumentasi foto seluruh siswa.
*****
Hari senin, aku telah siap dengan seragamku. lalu sarapan dan berangkat kesekolah.
Di gerbang sudah ada Ulfya yang menunggu, kamipun masuk kearea sekolahan, menuju gugus kami.
Pagi ini diisi dengan pengumpulan ponsel sementara, pemberian materi dan juga permainan.
" Baiklah, kalian boleh nulis surat kagum, untuk kita semua, yang cewek buat cowok begitupula sebaliknya, mengerti ?"
" Kagak kak" balas anggota cowok.
" Bikin surat, misal kamu mau buat surat ke kakak atau cewek yang lain di kelas ini juga boleh "
" Oalah gitu to ?"
" To "
Aku mengambil kertas di bukuku, membagikan setengah untuk Ulfya.
" Nulis apa coba, nggak ada yang kukenal "
batinku.
Ya udahlah, sambil mengangkat bahuku. mulai menuliskan surat untuk seseorang, mungkin itulah saat di mana aku jatuh cinta pada sosok yang kini aku tatap.
Dia sedang berdiri di sana ngobrol dengan kakak pengurus lainnya, ada juga yang dari pembimbing gugus lainnya.
" Sudah ? " tanya kak Angela.
" Belum kak " kompak mereka.
" Kalau sudah, Kumpulkan di meja depan kalian, akan kakak ambil satu persatu."
***
Aku melipat kertas itu dengan baik, menyamakannya dengan yang lainnya.
Semua telah diambil.
" Oke, kita akan baca beberapa surat dari kalian, dan..."
" Apa kak ?"
" Tenang nggak akan ada yang tahu. orang nggak ada namanya"
Mereka memilih kumpulan surat di sana, entah mengapa ada satu hal yang membuat mereka tertawa.
Membuat mereka saling berebut sampai surat itu sobek bagian bawahnya.
Aku dibatin cuman berharap itu bukan punyaku.
Tapiii...
" Oke di tanganku ada 5 surat. nah mari kita bacakan, Kamu tolong bacain " ujar kak Angela sambil menunjuk gadis didepan sana.
Ia mengambil surat itu lalu membacakan surat yang sobek tadi...
" Ehkemm... Aku nggak kagum sama kakak, tapi karena ini surat kagum akhirnya aku buat buat kakak.
Hai kak Ragil.
Aku kagum sama kakak, karena kakak orangnya ceria. dan kelihatannya orangnya baik.
Ehm aku suka gingsul kakak kelihatan manis banget, dan satu hal yang perlu kakak tahu, ini bukan surat cinta melainkan surat kagum "
Degg. aku menatap sahabatku lalu beralih ke gadis yang membacanya. beralih ke kak Ragil..
" Cieee... Ekhemm... Siapa tuh kak " kata kak Icha.
" Kayaknya bakalan ada yang diungkapin nih, rahasianya bakalan terbongkar suatu saat nanti "
Dalam batinku saat itu, aku berfikir bahwa tidak akan ada yang terbongkar, toh itu memang murni hanya sebatas surat kagum.
Jadi aku membuat sesuatu untuk menjelaskannya, mencoba memberikan surat itu kembali, saat pemberian surat terakhir untuk kakak osis yang sudah mendampingi kami selama MPLS.
Akan tetapi lama kelamaan, Aku lebih suka memandangnya, mencarinya ketika dia tidak ada dan perasaan kagum itu berubah menjadi hal yang tidak bisa kuelak dan seolah memang hal itu akan terjadi.
"Aku Irshanty Aysanna Putri, Aku mencintaimu."
Dan itulah perkataan yang tidak bisa kuucapkan kepadamu yang telah jauh di sana.
Semoga dengan ini kamu mengetahuinya dan bisa bersamaku. Harapku saat ini, tapi mengingat kamu yang bersama dengannya, membuatku mundur secara perlahan.
"Semoga kamu bahagia."
***
•End•