" Ibu sebenarnya siapa ayah ku, dimana dia, dan mengapa aku berbeda ?" Ucapnya menangis pilu dipelukan ibu nya.
"Mengapa kamu bertanya seperti ini lagi sayang..?" Menahan tangis dan amarahnya.
" Apakah ada seseorang yang membully kamu lg..?
Memeluk anaknya tersebut.
Dia adalah Iki, seorang anak yang sering di bully oleh teman teman nya karena berbeda dari yang lain.
Bahkan berbeda dengan Kakak nya maupun sanak saudaranya.
Sejak dari dalam perut Iki sudah tak di inginkan, banyak usaha ibu nya agar Iki tak lahir ke dunia.
Praanggg
Ibunda Iki menjatuhkan minuman penggugur kandungan yang akan dia teguknya karena nenek nya Iki menepis gelas tersebut.
"Nak kenapa kau lakukan ini, ini sangat berdosa... janin di dalam rahim mu tidak bersalah"
"Ibu aku tidak mau dia lahir ke dunia ini, aku tak sanggup jika suatu saat dia akan bertanya siapa ayahnya..." Ibu Iki menangis sesegukan.
"Jangan seperti ini nak, dia tidak berdosa lihat lah sudah berapa kali kamu melakukan ini dengan berbagai cara tapi tidak berhasil."
"Mungkin Tuhan punya rencana lain untuk kalian, bersabarlah, lapangkan hati mu nak. Ini bukan kesalahan mu."
Mereka menangis meratapi apa yang telah terjadi.
............
Beberapa bulan kemudian lahirlah seorang bayi yang diberi nama Iki. Bayi yang sempurna namun berbeda dari siapa pun.
Bisik bisik tetangga sudah bukan hal aneh dan sudah tidak lagi menjadi beban untuk ibunda Iki. Lebih baik fokus mengurusi anak dan keluarga nya dan selalu berfikir positif.
...
Beberapa tahun kemudian, saat usia Iki 5 tahun dan bisa bermain sendiri. Iki selalu dikucilkan oleh anak anak lain, hanya ada satu anak yang mau bermain dengan nya yaitu Rama usianya lebih tua satu tahun dengan Iki.
Sekarang usia Iki sudah 12 tahun, dia sudah mulai mengerti perasaan sedih, sakit hati dan kecewa. Iki penasaran mengapa ia berbeda apalagi saat ada yang membully nya.
" Eh Iki kamu anak siapa? Ko kamu ga ada mirip mirip nya sama kakak mu.hahaha "
"Kata ibu ku Iki ga punya ayah soalnya Ibu nya Iki hamil saat menjadi janda.."
"Weh anak *****..."
olokan demi olokan seperti itu yang sering terucap dari mulut anak anak membuat Iki frustasi, ingin meminta penjelasan pun ia tak sanggup melihat ibunda nya berderai air mata.
Iki mencoba bertanya kepada keluarga nya pun tidak ada yang mau menjawab mereka mengatakan ibunda iki akan menceritakan nya suatu saat nanti.
Hari demi hari Iki menjalani hidupnya dengan penuh tekanan karena bully an. Untung saja tubuhnya tinggi kekar sehingga tak nampak seperti anak yang tertekan batin nya.
Hari itu Iki dan Rama janjian bermain PS ditempat penyewaan langganan mereka.
Nasib buruk terjadi pada mereka, mereka bertemu dengan para pembully...
"Weii...ada Iki lagi maen PS.hahaha.."
"Coba liat deh cuma gigi dan matanya aja yang putih kedip kedip kaya lampu mau mati...haaha "
"Kaya baju bergerak sendiri...haha.."
"Rambutnya kaya mie kriting...hahaha "
Mereka terus mengolok olok hingga akhirnya Iki pun kesal dan menjawab ejekan mereka.
"Apa mau kalian hah..??"
"Ayo kalo berani lawan satu satu, jangan mulut doang lemes kaya saringan bocor!!" Ucap Iki
"Hahahaa..."
Mereka terus saja menertawakan Iki sehingga ia makin naik pitam dan memukul salah satu dari mereka.
Untung saja Rama segera memanggil pemilik penyewaan PS yang buru buru datang dan memisahkan mereka.
"Hei awas lu anak hitam, dasar anak ***** sialan lu." Ucap salah satu pembully.
Perkataan itu yang terus terusan menjadi ejekan mereka membuat Iki harus memberanikan diri meminta penjelasan dari ibunda nya.