Hari ini, Sabtu, pukul tiga sore, begitu bunyi pesan yang terbaca di layar ponsel. Batas waktunya cukup pendek, pikir Heri. Lalu dengan terburu-buru ia pun menggerakkan jari jemarinya di atas papan keyboard. Di layar monitor serangkaian aksara bergegas bersekutu menjadi kata, dengan beragam tanda baca, tak sampai sepersekian detik, menjelma menjadi kalimat, panjang-pendek, tersusun dalam beberapa paragraf, seperti aliran sungai yang tak kunjung surut, terus dan terus mengalir.