“Brug....” suara daratan si ucing dari atas lemari ke tempat tidurku.
“aduh , ucing" ganggu orang tidur aja kau” ucap ku dengan mata yang masih tertutup. Pagi ini rasanya berbeda dari hari yang lalu.
“jm berapa ini ya?” ucap ku sambil mencari hp di meja. Pagi ini aku bangun tidur jam 7 pagi, ini beda dari biasanya. Biasanya ku bangun jm 06:45 pagi.
Mungkin diriku lelah sebab kemarin, lagi sibuk kerja. Suasana pagi ini sungguh dingin, berbeda dari hari kemarin.
Namaku Putra, bisa dipanggil Putra aja. Ku suka kucing, karena lucunya sama kayak dia ('_'). Sambil berdiri dan menghadap cermin, “wow, singa baru bangun” pikiran dalam benak ku yang melihat rambut acak".
Berjalanlah aku keluar kamar. Tiba " , angin dingin menghapiri pagiku. Berjalan santai dengan tangan yang bersilang didada melihat langit.
“wah...mendung sekali” ucapku dengan suara pelan. Awan dilangit yang begitu hitam, membuat pagi ini bersuasana sore. Hari minggu lalu sangat cerah dan bagus untuk diabadikan dengan coretan pensil si pelukisan.
Hari ini sungguh kebalikannya. Langit yang sudah dipenuhi awan gelap, yang seakan-akan sudah berat membawa air. Sedikit cahaya pun sudah tak terlihat.
Aku hanya bisa diam saja dan melihatnya. Selesai aku cuci muka, “semoga gak hujan aja” dalam hati terucap. Siapa yang menyangka baru berjalan beberapa langkah. Suara gemuruh angin datang dari barat daya.
“tak....tak....” suara tetesan air hujan digenteng ku. Suara angin yang terhempas dipohon membawa suhu dingin yang berbeda.
Aku pun terdiam dan hanya duduk menunggu hujan itu sampai. Hanya dengan hitungan detik, hujan yang tadinya dibukit sana sudah mendekat ke rumah ku.
Biasanya kalo hujan aku suka membaca buku cerita untuk menemani ku saat mendengar suara hujan turun. Akan tetapi kalo baca buku itu mulu bosan sudah membuatku bosan.
Aku bukan seorang penulis yang handal karena tulisan tangan ku jelek. Itu membuatku malas menulis.
“tak....tak....atak..” bukan katak tapi suara jatuhnya air di gentengku mulai banyak. Suara susah didengar kalo itu bernada biasa, sebab suara hujan kali ini.
Karena terlalu bosan, waktu pun sudah berlalu lama bukan menit tapi jam. Aku mengambil pulpen dan buku. Ku coretlah buku itu karena gabut yang tak tertangani.
Sebuah hayalan cerita terlintas dalam benak ku.
“wah, cerita yang lumayan nih ” ucap ku sambil melipat buku dan menulis.
15 menit kemudian.
"sebuah tempat yang tinggi, adalah rumah ku ini. Melihat awan yang indah, burung yang terbang, dan ayam berkokok sudah biasa..." cerita yang ku tulis.
Lama sakali aku berpikir, bagaimana lajutan. Suasana hujan tak terasa lagi, walau masih deras.
Tapi masih deras arus yang menghajudkan ku dalam pikiran mencari lanjutan ceritaku. Ini adalah awal ku membuat cerita, ini memang susah apabila tidak tau alurnya.
Waktu berlalu hujan sudah mulai reda. Tapi pikiran ku masih belum reda. Banyak lanjutan yang gak masuk alurnya.
Sampai lupa waktu demi lanjutan ceritaku ini......
H a b i s.
"membuat cerita tak lah mudah yang dibayangkan.
Apalagi cerita yang tak beralur jelas, jadi bagi para penulis semua tetaplah semangat. Selalu berkarya dan dapat mengibur para pembaca"
Terimakasih dan ingat like ya jika suka.
😷