"Mama! hiks,hiks, mata Lala sakit, " rintih seorang gadis kecil yang berumur sekitar 10 tahun yang bernama Lala.
"Tau rasa kamu! Kamu pantas mendapatkannya! Siapa suruh kamu ngepel ngga becus! " teriak wanita paruh baya yang merupakan ibu tiri chela bernama Lauren.
"Tapi Lala udah lap sampai bersih semuanya Ma huhuhu, " isak gadis kecil itu.
"Oh, jadi maksud kamu saya yang salah? berani banget kamu ya, " amuk lauren sembari menghempaskan tubuh Lala dan kemudian menginjak-injak tubuh gadis kecil itu.
"Huaaa Ma Lala minta maaf Lala salah, ini salah Lala, tolong jangan pukul Lala lagi, " tangis Lala kesakitan.
"Huh! kali ini aku mengampunimu bocah buta sialan, " ketus wanita itu sembari berlalu meninggalkan Lala dengan tubuh penuh luka dan lecet.
[Lala merupakan anak haram hasil hubungan gelap ayahnya dengan seorang 'wanita malam'. Ibunya telah meninggal dan ayahnya pun sudah meninggal. Ia tinggal bersama ibu tirinya dan nenek yang merupakan ibu dari ibu tirinya. Dari kecil mata kiri Lala tidak bisa melihat, sedangkan mata kananya sedikit rabun yang membuatnya hampir tidak bisa melihat dan harus memakai tongkat pemandu.]
Beberapa menit kemudian Lala bangun dengan mata sebam,
"Lala harus kuat! Lala ngga boleh cengeng! sekarang Lala harus mandi ke sekolah, " katanya menguatkan diri sendiri dan mengembangkan senyum manis .
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapih dibantu oleh salah satu pembantu rumah yang menyayangi Lala.
[Lala bersekolah di salah satu sekolah untuk anak berkebutuhan khusus gratis. Pembantu rumah tangga tadi yang mendaftarkannya. ]
Sesampainya di sekolah, dia belajar seperti biasanya bersama anak-anak lain. Tiba-tiba gurunya menanyakan cita-cita mereka satu persatu.
"Aku ingin menjadi Dokter!" kata seorang anak.
"Aku ingin jadi Presiden! " kata anak lainnya.
Anak-anak menjawab dengan begitu antusias menjawab.
Lalu sang guru bertanya pada Lala.
"Lala, cita-cita kamu apa? " tanya guru itu.
"Lala ingin hidup lebih lama. Jika di kasih kesempatan, Lala pengen peluk Bunna terus Lala pengen lihat langit, " katanya sambil tersenyum manis.
Teman-temanya tertawa mendengar penuturan anak itu.
"Semua orang memang ingin hidup bodoh hahahah! " kata seorang anak dan lainnya tertawa.
Lala lalu tersenyum dan berkata,
"Lala punya penyakit kanker otak dan besok adalah hari terakhir Lala bisa merasakan kehidupan,"
Semua orang salah kelas terdiam, ibu guru seketika menangis .
"Tidak apa-apa Ibu, mungkin di surga nanti Lala bisa ketemu Bunnanya Lala, Lala mau ngerasain dipeluk Bunna hihi, " kata anak itu dengan polosnya.
✿✼:*゚:.。..。.:*・♡・*。・:*:・゚★,。・:*:・゚☆
Kamu berdiri dengan kaki yang dilumuri darah.
Kamu lelah, tapi tak menyerah.
Kerap kali nestapa menyapa, lara mendera, pun semesta kian menyudutkanmu.
Teruntuk anda, makhluk Tuhan yang begitu kuat dan luar biasa.
Jangan berhenti berusaha.
Jangan pernah menyerah dalam hidupmu.
Ini bukan perkara mudah.
Kamu kelelahan, terkadang ingin mengaku kalah akan permainan semesta.
Tapi harus terus berjalan.
Meski kerap kali jatuh bangun dengan luka-luka yang tak kasat mata.
Meski kerap kali terkejut akan hadiah-hadiah manis didalamnya yang membuatnya lemah sekaligus kuat disaat bersamaan.
Hai semesta! Apakah masih ada patah-patah berikutnya? Tolong percepatlah, selagi sayap-sayapnya belum terbakar habis semua, sebelum waktunya tamat semua.
Jika tidak ada lagi, biarkan dia istirahat sejenak, jangan dekatkan dulu bahagia itu, biarkan dia menikmati bekas lukanya dan menerima bahagianya saat dia benar-benar cukup pantas untuk itu.
Aku mencintai diri ku , aku mencintai takdirku.
My self
Selasa, 27 Juli 2021