(AHMAD VS PENJUAL BUAH PREMIUM)
Ahmad tengah berjalan jalan, dijalan sekitar kampusnya, matanya melihat penjual buah dibawah pohon beringin yang rindang, ia segera menghampiri penjual tersebut,
"Mas, beli gedang nya satu,potong kecil kecil ya!" Ujar Ahmad, almet dari kampusnya ia kibaskan untuk menghalau rasa panas yang ia rasakan, cuaca jogja sangat terik siang hari ini. Membuat Ahmad ngidam ingin memakan buah buahan segar.
"Gak ada gedhang mas, adanya ini semangka, pepaya, melon, jambu, kedondong, timun sama nanas." Ujar penjualan buah keliling, mengabsen buah buahan yang ada pada aquarium grobak nya, tanpa ada yang tertinggal.
"Ini loh mas yg warna jingga, ini ada kok!" Tunjuk Ahmad, alisnya bertaut.
"Ouhh... Kalau ini namanya gandul mas, masnya ini cah kuliah to mosok rak ngerti, cah tk yho paham iki namane PEPAYA, P E PE Y A YA, pepaya!" Protes sang penjual, memandang remeh Ahmad, bocah kuliah kok rangerti buah buahan, gumamnya.
Ahmad mendengus,"Masnya ngawur, dari dulu ini namanya gedang mas!, jualan yang bener dong!" Protesnya.
"Gedang kui pisang! Ngunu tok ko rangerti" Tampil sang penjual, membuat Ahmad geram,
"Di daerah saya namanya gedang mas! Jangan ngeyel dong, pembeli adalah raja! "
"Loh, ngawur ini kan di jogja! Mas nya harus ngikut bahasa sini dong."
"Halah terserah mas, udah buruan layanin saya! kasih diskon ya masnya udah bikin kesel pembeli. "
"Loh, harganya saya naikin ya mas, masnya bikin saya emosi."
Ahmad mendelik,"berapa emang satunya?"
"20 ribu, sambalnya 15 ribu."
"MAHAL AMAT! Buah apaan satunya 20 ribu!"
"Jangan sembarangan mas, ini buahnya buah premium, pohonnya dirawat seperti anak sendiri! Menghasilkan kualitas gandul yang berkualitas, rasanya dijamin enak pol! Mantap deh pokoknya, hanya orang-orang tertentu yang bisa makan ini," Jelas sang penjual, Ahmad tak habis pikir bisa bisanya ia bertemu penjual seperti ini, batinnya.
Sang penjual mengambil satu buah pepaya, lalu memberikannya pada Ahmad, "coba, masnya pegang buah ini," Ahmad menurut ia merasa tangnya dingin saat memegang buah tersebut.
"Dingin kan? " Tanya sang penjual, ahmad mengangguk, alisnya semakin bertaut, bingung, apa maksud nya? Memangnya kenapa kalo gadang itu dingin? Batinnya, kebingungan.
Sang penjual tersenyum, mengambil kembali pepayanya, "nah itu kelebihan pepaya premium ini mas, buah ini akan terasa dingin saat dipegang!" Jelasnya, membuat ahmad mendelik,
"Apaan! Ya, dingin lah, orang dikasih es!" Herdiknya.
"Woh, jangan salah, es nya ini diimpor langsung dari kutub utara,"
Ahmad berdecak, "turunin lah mas, saya ini mahasiswa kos, harus hemat uang, masak duit 20ribu cuman buat beli pepaya! Yang bener aja! "
"Kalau gak mau yasudah! Emangnya yang beli dagangan saya cuman sampean? " Ujar penjual, lalu mendorong gerobaknya meninggalkan Ahmad yang tercengang.
"Hah, penjual stres!" Umpatnya, lalu berlalu pergi.
Pembelajaran:
Pentingnya menggunakan bahasa Indonesia saat berada di luar daerah, karena bahasa daerah berbeda-beda maknanya, meski terkadang sama. Semoga kalian yang membaca ini, tidak bertemu dengan penjual buah seperti mas-mas dicerpen ini, saya yakin kalian akan terkena darah tinggi dalam 5menit.hati-hati
(Ahmad vs pembeli bakso)
"Mas! Beli ice warmed tea nya satu." Ujar Ahmad kepada penjual bakso, ia lalu mendudukan dirinya pada kursi yang tersedia.
"Saya gak dijual mas, lagian mas nya buat apa beli saya? Saya ini LAKIK. Lagian mas nya kalau mau cari beach yang cewek dong, saya laki dan gak jual diri. " Celetuk pembeli bakso yang berada disebalh Ahmad dengan tiba tiba mebuat Ahmad menautkan alisnya, apa maksud?
Ia lalu kembali menyantap bakso nya dengan khidmad.
"Bitch kali mas! Beach mah laut atuh, lagian siapa juga yang mau beli masnya, saya ini mau beli ice warmed tea" Cibir Ahmad.
"Tapi nama saya warmed mas! Maksud mas apa mau beli saya, saya bukan lelaki murahan ya! Sembur sang pembeli, ia menggebrakan meja sampai kuah bakso nya tumpah membasahi meja. Ahmad mendelikkan matanya,terlonjak kaget, kini mereka menjadi pusat perhatian para pembeli juga pedagang disini.
"Aduh,mas,jangan ribut di warung orang dong!" Seru pedagang bakso.
Ahmad lantas tertawa terbahak-bahak,
"Ge-er banget mas! Saya mau beli es teh hangat, biar gaul saya pakai bahasa Inggris ngomongnya, Warmed dalam bahasa Inggris itu dihangatkan artinya. "
Pembeli itu lantas tersenyum malu merutuki kebodohannya, maklum ia hanya lulusan SD itu pun ia sering membolos.
"Oh gitu ya mas, pantas simbok saya ngasih nama warmed ternyata artinya hangat. " Pembeli itu mangut mangut "saya orangnya memang penuh kehangatan sih," Ujarnya dengan pede,lalu melanjutkan makannya yang tertunda.
"Pede banget" Gumam ahmad kemudian kembali memesan pesanannya yang langsung di siapkan oleh penjual tak lupa ia juga memesan Bakso urat kesukaan nya, cuaca hujan saat ini, memang sangat cocok untuk makan bakso, menghangatkan perut Ahmad yg keroncongan.
Pesan: penting nya belajar bahasa Inggris.
Warning: semua yang ada diceritakan ini, hanya bercanda. Jangan dibawa serius. Terimakasihh untuk kalian yang berkenan membaca cerpen yang penuh kekurangan ini... HAHAHA ✌