haluan aku (≧▽≦)
jangan di anggep serius, cuman mengharap aja kaya gini sih
Ku disaat berumur 13 tahun yang iseng-iseng bermain Facebook, ternyata menemukan 3 orang yang cukup membuat ku nyaman dengan mereka. Diantaranya mereka bernama Reyhan, Arga, dan juga Erga. Selisih umur ku dan mereka beragam. Disaat itu umur Reyhan 18, Erga 15, dan yang paling tua yaitu Arga 21 tahun. Sangat jauh bukan selisih umurku dengan mereka bertiga.
Seperti biasa, disaat itu aku tak tahu bagaimana rupa mereka, dikarenakan akun Facebook mereka ya tidak ada foto mereka. Dan juga aku tidak pernah bertemu mereka secara langsung. Aku menghabiskan waktu ku tiap hari bersama dengan mereka bertiga. Karena terpaut usia yang cukup jauh dari ku, ku menganggap mereka seperti kakak laki-laki ku sendiri.
Tidak terasa waktu sudah berjalan 3 tahun lamanya. Aku sempat memaksa mereka bertiga untuk menunjukan wajah mereka, namun mereka tidak mau, malahan aku yang dipaksa, dengan kesal ahkirnya akupun menunjukkan foto wajahku kepada mereka dengan mengirimkannya di sebuah grup chat yang isinya hanya kita berempat.
Saat tahun ketiga aku mengenal mereka, ahkrnya kita memutuskan untuk bertemu secara langsung. Kita ahkirnya bertemu di kota kelahiran ku, yaitu Yogyakarta. Kita janjian untuk kumpul di salah satu cafe yang terletak di pusat kota. Pada pagi harinya, Aku langsung mandi, dan berpakaian rapi. Tidak lupa juga ku membawa ponsel untuk menghubungi mereka. Ahkirnya aku memesan sebuah taksi online untuk menuju ke alamat cafe tersebut.
Saat telah sampai di cafenya, ku ahkirnya masuk, dan mendapati bahwa cafe itu masih sepi sekali, hanya terlihat beberapa karyawan yang sedang membersihkan kursi dan meja. Ternyata aku datang terlalu pagi. Ku langsung duduk di salah satu kursi yang ada di cafe itu, dan saat pelayan bertanya ingin pesan apa, ku hanya menjawab bahwa aku sedang menunggu beberapa orang.
Aku pun mengantuk, dan karena tidak kuat menahan kantuk nya itu, ahkirnya akupun melipat lengan di meja dan menenggelamkan wajahku di lengan ku. Dan ahkirnya akupun tertidur nyenyak di cafe tersebut.
Tak lama kemudian, bel yang terpasang di pintu cafe pun berbunyi. Yang menandakan ada pengunjung lain yang datang juga ke cafe tersebut. Saat aku sedang berada di alam mimpiku, samar-samar aku mendengar ada beberapa suara pria yang sedang berusaha memanggilku untuk menbangunkanku. Aku yang mendengar nya itu pun mulai mengangkat kepalaku, dan mengerjapkan mataku beberapa kali agar dapat melihat suasana sekitar dengan jelas.
"Siapa sih yang ganggu tidur ai" Akupun berkata demikian dengan nada yang agak tinggi, karena aku paling tidak suka dibangunkan tidurnya.
"Boleh kami duduk disini dik?" ucap salah satu pria tersebut.
Ahkirnya mendengar itu, akupun mengiyakan nya. Dan kami mulai memperkenalkan diri sendiri.
"Hiii, nama ai fean" Ucap ku memperkenalkan diriku pada mereka.
Mereka yang mendengar nama fean itupun lantas tersenyum sangat tipis bahkan hampir susah untuk dilihat.
Mereka pun ahkirnya memperkenalkan diri mereka masing-masing.
"Rey"
"Arga"
"Erga"
Aku yang mendengar nama nama yang tidak asing di telingaku pun langsung membulatkan mata, dan menatap mereka satu persatu tak percaya. aku pun menyebutkan ketiga nama itu dengan suara pelan namun masih bisa didengar dengan orang sekitar.
"Knp blm pesen?" Tanya Arga kepadaku.
"Ai nunggu kalian" Ucap ku sendiri sambil tersenyum manis yang membuat ketiga pria tersebut pipinya memerah sedikit.
"MBA, Mau pesen smoothies chocolate 2, Susu Uht nya 1, sama ice tea nya 1, makanannya nasi goreng 3, sama roti panggang keju 1" Ucap ku memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman. Aku tak bertanya lagi pada mereka karena ku sudah tau betul makanan dan minuman kesukaan mereka. Tak menunggu waktu lama, makanan yang ku pesan sudah datang.
Setelah selesai makan, kami pun berbincang-bincang. Ku benar-benar tidak menyangka bahwa orang yang selama ini menemaniku didalam dunia handphone, kini sudah berada didepan mataku sendiri. Mereka juga sangatlah tampan.
Waktu ternyata sudah sore, Kamipun segera siap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Tidak disangka lagi, bahwa mereka bertiga adalah sahabat dekat dari kecil, namun terpisah akibat orang tua Arga yang pergi ke Sumatera untuk pekerjaannya.
Akupun diantarkan pulang oleh mereka bertiga. Ku benar benar merasa seperti putri yang sangat dilindungi oleh para pangerannya. Tiba-tiba saja akupun terbangun. Dan ternyata kejadian itu semua hanyalah sebuah mimpi bagiku :)
Haha, mengsad, author pen bet punya jalan cerita kek gini, pen banget ngrasain punya kakak laki-laki gitu lho. AKHHHH, SEDIH SEKALI ಥ‿ಥ
YODAH YAH, STAY MENGHALU BERSAMA BIAS KALIAN
PAPAYYY (≧▽≦)