angin sepoi-sepoi membuat rambutku menari-nari kecil.dengan berpangku tangan dipinggir jalan sambil memandangi padi di sawah yang luas membuat lamunanku semakin syahdu.yah beginilah aku kalau lagi libur kerja.bersantai didekat dirumah saja.rumah yang dekat dengan sawah dan masih banyak pohon-pohon hijau membuat aku betah berlama-lama melamun.saat melamun,aku teringat cinta pertamaku waktu disekolah dulu.tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri.perkenalkan namaku misa chessy bahira.panggil saja ecik.aku orangnya pendiam kalau belum kenal.kalau sudah kenal,jangan ditanya lagi.hahaha
flashback on :
ecik berangkat sekolah seperti biasa.sampai kelas langsung nyamperin temennya yang sudah duduk ditempatnya.panggil saja namanya ima.mereka asyik ngobrol sampai bel pun berbunyi.tanda pelajaran akan dimulai.
pelajaran pertama hari ini bahasa inggris.pelajaran yang bikin ngantuk.karena ecik nggak paham sama sekali (hihihi).saat ecik mau memejamkan mata,guru yang terkenal killer itu manggil ecik dengan suara keras.sontak ecik langsung berdiri.teman-temanya menahan tawa semua karena takut kena ceramah.ecik ditanya dengan bahasa inggris "what are you doing ecik?" "........." ecik hanya melongo mendengar pak ari bertanya.karena dia memang tidak tau apa yang diucapkan pak ari.akhirnya pak ari menyuruh ecik untuk bertanya kepada temannya yang pintar dikelas "kamu tanya pada nizam apa yang bapak katakan tadi" "baik pak" dengan terburu-buru ecik langsung kemeja nizam."zam,apa yang dikatakan pak ari.cepet kasih tau" "apa yang kamu lakukan ecik?" "aku lagi tanya lo ini.malah balik tanya.cepetan keburu kena ceramah ini gue" "itu yang dikatakan pak ari cik. apa yang kamu lakukan ecik?" "lah balik nanyak lagi.apa?" "ya itu eciiikkk.apa yang kamu lakukan ecik?" "hiiihhh.jangan bercanda donk." ecik mulai kesel sama nizam.ecik diam sebentar "eh...maksud lo pak ari bilang 'apa yang kamu lakukan ecik?' gitu?" "iyaaa eciiikkk" "ooohhh...hehe" semua tertawa melihat kelakuan ecik.nizam hanya bisa geleng-geleng kepala aja. "ya maaf.gue kan g ngerti" ecik minta maaf sambil nyengir kuda.
istirahat waktunya anak-anak nongkrong buat makan atau bergosip ria.ecik sudah duduk ditempat nongkrongnya bersama ima.diparkiran belakang sekolah.dekat lapangan.sambil memegang es sama cemilannya.mereka asyik bercanda sambil melihat anak cowok-cowok main sepak bola.saat ecik mau membuang sampah tanpa disengaja nizam lewat menabrak ecik.es yang dipegang ecik tumpah diroknya."kalau jalan lihat-lihat dong.rok gue basah ni" "maaf aku g sengaja" "maaf maaf .gimana ni rok gue sudah basah semua.masak mau ke kelas basah-basah begini?" "tunggu sebentar..." nizam meninggalkan ecik sama ima disana."lah malah pergi dia.nggak bertanggung jawab.gimana ini ma.masak gue kayak gini masuk kelas" "bentar bentar cik.lo bawa jaket nggak?" "nggak.lo kan tau gue jarang pakek jaket.lo bawa jaket nggak?" "duh gue juga g bawa lagi" "tumben sih lo nggak bawa.biasanya tiap hari bawa.kayak orang kedinginan" "iya lagi dicuci jaket gue".beberapa menit kemudian nizam datang sambil bawa jaket "nih pakek jaket gue.buat nutupin rok lo yang basah itu" tanpa basa basi jaket yang dibawa nizam diambil sama ecik.sambil melingkarkan jaketnya nizam di pinggang ecik berjalan ke kelas tak lupa nginjek kakinya nizam dengan keras "tuh rasain.bikin kesel aja".nizam ikut berjalan sambil tertatih-tatih karena kesakitan.
nizam orang nya pendiam,cuek tapi kalau dia ngelakuin kesalahan,dia mau meminta maaf.bisa dibilang dia orang yang bertanggung jawab.dia juga nggak terlalu suka kalau barangnya dipakek sama orang lain.
nizam menghampiri ecik dimejanya "cik mana jaket gue?" ecik lihat ke arah nizam "jaaket!!! jaket apaan?" "jaket yang kemarin gue pinjemin ke lo" ecik bingung "kapan lo pinjemin jaket ke gue?" nizam mulai sedikit kesel "waktu rok lo basah gara-gara gue numpahin es itu" ecik mulai inget meski sedikit lola "ooohhh yang itu.hehe lupa.besok ya.gue nggak bawa" "ya udah besok jangan sampek lupa" "iya iya...hiiih".kelas dimulai dengan sedikit rame.biasa nggak ada kelas yang tenang kecuali bahasa inggris.
ecik dipingggir gerbang sekolah.dia biasanya langsung masuk kelas.tapi hari ini dia lagi nunggu seseorang.yah itu nizam karena kemarin sudah janji mau balikin jaketnya."mana sih ni anak.g nongol-nongol.apa sudah dikelas ya!".lalu ecik masuk ke kelas.ternyata benar nizam sudah duduk manis ditempatnya sambil membaca buku."ditungguin didepan lama ternyata sudah disini" ecik nyamperin nizam "nih jaket lo.makasih" "iya sama-sama" ada temennya ecik yang suka nggosip lihat ecik sama nizam.langsung diteriakin sama temennya "woy ternyata diem-diem kalian pacaran yaaa" se isi kelas langsung melihat ke arah mereka berdua.sontak ecik kabur keluar kelas dibuntuti sama ima.nizam cuek aja lanjut dengan buku-bukunya.
"lo suka sama nizam" "gila apa suka sama cowok kayak gitu.cuek kutu buku pula" "yang beeneeerr???" "iya ima cerewet" "terus kenapa tadi lo kabur waktu reza teriakin kalian" "malu lah dilihat anak-anak satu kelas" "ohhh kirain malu karena beneran pacaran" "pacaran pala lo.yuk ah ke.kantin dulu.lupa gue g sarapan" "traktir ya" "iya-iya" "let's goooo" "gratisan aja cepet lo" "hehehe".
semenjak kejadian jaket itu anak-anak jodohin mereka.sampai-sampai pelajaran pun kalau ada tugas kelompok mereka digabungin."kesel gue.kenapa anak-anak selalu jodoh-jodohin gue sama nizam" "yaaa...seru aja" "seru seru pala lo" "tapi seriusan deh.lo serasi tau sama nizam.yang satu ganteng,pendiem,pinter yang satu pecicilan,lola.kayak lengkap gitu" "lengkap dari hongkong" "iya kayak pintar dan si bego...hahahaha" ima tertawa sampek batuk-batuk "syukurin lo.ketawain temen sendiri.emang nggak ada akhlak lo ya" "iya iya maaf ecik cantik" "yeeeaaahhh".
ecik nongkrong ditempat biasa.tapi nggak ditemenin sama ima karena ima lagi disuruh guru untuk bantu bawain buku-buku latihan ke kantor.ecik melihat nizam lagi main sepak bola."tumben sikutu buku main sepak bola.biasanya semedi dimejanya sampek jamuran.hahaha" ecik ngomong sendiri sambil melihat nizam dilapangan."emang dia bisa main apa ya? setauku dia nggak pernah ikut main sepak bola"saat ecik mau berdiri bola mendarat tepat dilutut ecik.ecik kaget langsung terjatuh.lututnya terkena kerikil dibawah."aduuhhh siapa sih yang nendang bola nggak pada tempatnya" "maaf maaf cik aku nggak sengaja" "hiiihhh lo lagi lo lagi.dua kali gue sial sama lo disini.dasar nggak punya mata" "ya maaf.jangan marah-marah napa! gue kan sudah minta maaf.toh juga nggak sengaja" "jangan marah-marah lo bilang.lihat.lutut gue berdarah nih.sakit" "ayo gue gendong ke uks" "nggak perlu.gue bisa sendiri" "jangan ngeyel deh" "makin kesel gue lama-lama lihat lo.jauh-jauh deh" ecik berusaha berdiri tapi lututnya terasa nyeri "aduh" "dibilangin.ngeyel" tanpa ada persiapan dari ecik.tiba-tiba nizam mengendong ecik.ecik kaget "heh turunin gue" "nggak usah bawel" "turunin gue cepet.malu dilihatin anak-anak" "kalau lo diem anak-anak nggak bakal lihat kita" ecik meringaut menenggelamkan mukanya karena malu dilihat anak-anak disana.
"kenapa lo masih disini?" "ya mau nungguin lo aja sampek selesai di obatin" "sana pergi.entar makin sial gue kalau sama lo lama-lama" "iya iya gue pergi" "eh...panggilin ima ya sekalian" "iya bawel"nizam berlalu pergi meninggalkan ecik yang masih di obatin sama penjaga uks.
"lo gpp cik?" "iya gpp ma.cuma nih dapet tato dilutut" "hiihhh...orang khawatir juga.lo malah bercanda" "hehehe".ima nemenin ecik diruang uks sampai bel pelajaran berbunyi."gue ke kelas dulu ya.nanti pulang sekolah gue kesini lagi" "oke gue mau tidur aja.lumayan nggak ikut guru killer" "seneng lo" "iya dong.hahaha" ima masuk ke kelas karena sekolah belum selesai.
bell berbunyi... teng ... teng ... teng
"ma lo mau ke uks nemuin ecik?" "eh...iya zam.kenapa?" "gpp gue juga mau kesana" "yaudah yuk bareng" "lo duluan aja deh.gue beresin buku dulu" "oke deh.duluan yaaa" "oke".ima langsung menuju ke uks.ecik masih tidur dengan nyenyaknya."heemmmm ni anak ke enakan tidur di uks" sekilas ima punya ide buat bangunin ecik.ima mendekatkan mulutnya ditelinga ecik "woiiii banguunnn" sontak ecik kaget langsung terduduk.lututnya yang masih terluka terasa nyeri "aduh duh.sakit sakit.heh dasar anak nggak punya akhlak.gue pasien ni." "hahaha.habis gue pusing-pusing belajar situ enak-enakan tidur" "sudah selesai kelasnya?" "sudah" "yok pulang" "lo bisa jalan cik?" "gue coba dulu" ecik mulai menurunkan kakinya pelan-pelan."aduh sakit" "jangan dipaksa dulu cik.takut lukanya nanti makin parah" "terus giamana dong" "tunggu sebentar.katanya tadi nizam mau kesini" "hah... ngapain dia mau kesini?" "ya mau lihat lo.masak lihat pak ari" "haduh ngapain juga.ayo buruan pulang.gue males lihat muka dia.bikin kesel aja" "gimana caranya pulang eciiikkk.lo aja nggak bisa jalan" "emmm....lo gendong gue" "haaaahhh...g salah lo.nggak nyampek parkiran malah ke uks semua ini ntar" "ya udah papah gue.ayo cepetan" "iya iya ayo" ima baru mau memapah ecik.nizam masuk ke uks "ayo gue gendong"nizam sudah memegang tangan ecik.ecik kaget langsung mundur terjatuh dilantai "aduh...sakit.bikin kaget aja lo" ecik meringis kesatikan bukan cuma lutut tapi pantatnya juga sakit karena jatuh "tuh kan kalau ketemu lo pasti sial.udah pulang sana" "terus lo gimana pulangnya?" "nggak usah mikirin gue.sok deket lo" "gue cuma mau bertanggung jawab aja" ecik berusaha untuk berdiri dengan berpegangan tempat tidur. "ma lo pulang dulu gpp.ecik biar gue yang anter" "yakin lo anter sampek rumah?" "iya gue janji" "mana minta nomor hp lo" "kan ada digroup" "oh iya lupa...ya udah gue pulang dulu yaa.jagain ecik.pulangkan sampai selamat" "eh eh gue kan nggak bilang kalau mau dianter sama nizam.ima lo nggak setia sahabat lo.jangan pulang dulu" "udah lo sama nizam aja.byeee" "maaa....imaaa..." ima sudah ngacir duluan sambil senyum-senyum sendiri tak menghiraukan panggilannya ecik."udah gue anterin lo sampek rumah" "gara-gara elo.gue ditinggal.nggak mau gue sama lo.sana pergi" ecik masih dengan egoisnya nggak mau dianterin sama nizam.nizam dengan sigap menggendong ecik ke parkiran tempat motornya diparkir."nizam nizam turunin gue" "diem napa.jangan gerak-gerak.ntar jatuh luka lagi.gue yang disalahin" "lah lo main angkat-angkat aja" "kalau nggak gini nggak bakal pulang".sampai parkiran nizam nurunin ecik."rumah lo dimana?" "jl.merbabu blok a no.13".diperjalanan mereka diam seribu bahasa."haduh bosen di jalan sama orang cuek gini.udah cuek nyebelin lagi.ada ya orang kayak gini" dalam hati ecik mengomel-ngomel.
tanpa disadari ecik dan nizam semakin dekat.itu juga bantuan dari si mulut gosip reza yang makin menjadi-jadi.
ecik duduk dimeja dekat jendela sambil melihat keluar.tak sengaja dia melihat nizam yang lagi duduk dibangku taman sambil berkutat dengan bukunya."ganteng juga dia.meskipun cuek dan nyebelin" "hayo lihatin siapa tuh" "bikin kaget aja.nggak lihatin siapa-siapa" ima melihat keluar jendela mencari-cari.dan akhirnya ketemu siapa yang dilihat sahabatnya itu "emmmm...lihatin sikutu buku yaaa" "ih...apaan sih.nggak yaa" "tuh mukanya merah" "merah pala lo" ecik langsung merubah posisi.ima masih menggoda ecik.menoel-noel dagu ecik."awas cinta beneran" "nggak mungkin" "kalau lo sampek cinta sama nizam gue minta traktir satu minggu full" "oke...siapa takut.nggak bakal gue cinta sama cowok cuek itu" "hati-hati yaaa"
dengan berjalannya waktu.ecik mulai terbayang-bayang sama kelakuannya nizam.apapun yang nizam lakuin semua di ingat sama ecik."kenapa gue mikirin nizam terus? masak gue suka sama sikutu buku itu? hiiii.....ogah".
sekolah sudah mulai libur karena ujian kelulusan.mereka sibuk dengan ujiannya.jadi sedikit tenang.saat ujian praktek murid-murid disuruh berpasang-pasangan.ecik lari mau ke ima.tapi ima sudah dibawa sama reza"ma...lo sama gue yaaa" "nggak bisa.ima sama gue" "maaf ya cik.gue udah janji sama reza" "yaaahhh. nggak setia lo.selingkuhin gue" "lo sama nizam tuh.dia juga belum ada gandengan" "ogah ah" "terus mau sama siapa lo? mau lo nggak dapet nilai?" "iya deh.demi nilai" ecik melangkah lesu menghampiri nizam."lo pasangan sama gue" "oh" "oh doang.dasar cowok cuek jelek" "apa lo bilang?" "gpp.hehe" "lo harus yang bener ya.jangan sampek nilai gue jelek gara-gara lo" "lo tu harusnya yang bener jangan asal-asalan" "oke.sampek lo salah dalam gerakan,gue sentil jidatnya lo" "oke siapa takut".para murid disuruh menghafal organ tubuh manusia beserta letaknya.dari 20 yang di hafalkan nizam salah 1 karena nggak fokus di jaili sama ecik.sedangkan ecik salah 5.ecik mau kabur karena taruhan sama nizam dia yang banyak salah.
"mau kemana?" "nggak kemana-mana" "oh kirain mau kabur" "nggak lah.masak kabur"ecik nyengir kuda."siapin tuh jidat" "lo dulu lah.kan lo juga salah" "nggah usah protes.lo yang banyak salah".ecik menerima hukuman dari nizam.baru sentilan ke 4 jidatnya sudah merah."pelan-pelan dong woi.sakit tau" "ya udah terima aja bawel amat" "dasar cowok jahat" "biarin.siap-siap ini terakhir" ecik nutup matanya sambil meringis.ternyata nizam cuma mengusap jidatnya ecik yang merah.ecik langsung membuka matanya dan deg...deg...deg...deg... jantungan berirama."kenapa jantung gue ni?padahal nggak olahraga.kok cepet bener." ecik belum sadar kalau dia sudah mulai suka sama nizam."sudah selesai" "haaa....oh ya ... ya... sekarang giliran gue.sini jidat lo" "nih" "ketinggian nizaaammm" "dasar pendek" "ngatain orang pendek.pala lo pendek" nizam agak berjongkok biar ecik bisa nyampek.nizam merem siap-siap menerima sentilan dari ecik "haduuhhhh ganteng banget sih lo.pengen gue peluk aja.... eh mikirin apa sih gue... bego bego....jantung tolong kondisikan yaaa..fokus fokus".ecik mulai menyentil jidal nizam sekuat tenaga.tapi nizam biasa saja.nggak ngerasain sakit.malah tangan ecik yang kesakitan."jidat lo dari batu yaaa.keras bener.sampek jariku sakit" "lo aja yang nggak bisa.bawel" nizam ngomong sambil berjalan menjauh dari ecik.
"ma ... suka itu gimana sih?" "hayo lo suka sama siapa?" "ngg...nggak...nggak ada" "kalau nggak ada ngapain gagap" "iihhh...lo ditanyain malah balik nanya" "hahaha...habis gue kaget lo tiba-tiba tanya begituan.suka itu saat lo ngapain aja mikirin dia.rasanya pengen ketemu dia terus.kalau nggak lihat dia,rasanya sepi" "ohhh begituuu..."ecik melamun sambil senyum-senyum sendiri "kadang juga bikin senyum-senyum sendiri kayak orang gila seperti lo sekarang" "siapa yang senyum-senyum sendiri" "tuh muka lo merah semua" ecik memegangi kedua pipinya."siapa sih yang lo suka?" "nggak ada" "jangan bohong deh.gue kan sahabat lo.udah ngerti lo dari dulu" "hehehe" "malah hehehe.kasih tau siapa?" "tapi jangan bilang siapa-siapa yaaa...janji" "iya iya ...siapa sih?" ima sudah penarasan tingkat dewa "kayaknya gue suka sama nizam" "apa....lo suka sama nizam?" karena terlalu kaget ima ngomong pakai nada tinggi.membuat seisi kelas menoleh padanya "jangan teriak-teriak haduuuhhh..." "eh iya maaf maaf.habis gue kaget.nggak nyangka aja" "gue juga nggak tau" "hahaha berarti gue dapet traktiran satu minggu full donggg..." "masalah makan aja lo inget" "jelas itu apa lagi gratisss tisss tisss ... huahahaha" "tapi gue nggak tau nizam suka nggak sama gue? atau mungkin dia sudah punya gebetan" "tenang...gue tanyain ke dia" "eh eh eh ma ima" ima sudah menuju kemeja nizam.dia tak menhiraukan panggilan ecik.
"zam,gue.mau tanya sama lo" "apa?" "lo punya pacar?" "nggak" "lo punya cewek yang disuka?" "kenapa emang?" "gue tanya aja
punya apa nggak?" "rahasia" "dasar pelit.kutu buku".ima balik ke mejanya sendiri.
"gimana gimana?"ecik penasaran "heeehhh tadi aja mau ngalang-ngalangin nggak boleh tanya.sekarang malah yang semangat" "kan tadi.beda sama sekarang" ecik nyengir."kayaknya dia sudah suka sama cewek deh" "masak sih?" "jawabannya nggak nggak iya iya.membingungkan." "ooohhh yaudah" ecik dengan lesu menimpali perkataannya ima.sedangkan dimeja lain nizam diam-diam tersenyum mendengar ocehan dua sahabat itu.
acara perpisahan sudah mulai.para murid bersenang-senang menghabiskan waktunya bersama teman-temannya.
ecik tanpa sadar berjalan ke meja yang biasa ditempati oleh nizam.saat ecik melihat yang dia tuju meja nizam,ecik mau putar balik.belum sampai balik ecik menemukan foto nizam di lokernya.foto saat ujian.
"apa yang lo pegang?" "bukan apa-apa" ecik menyembunyikan foto nizam dibelakang."coba lihat" "nggak ada apa-apa" "kalau nggak ada apa-apa,kenapa tangan dibelakang.kayak nyembunyiin sesuatu" karena tangan nizam lebih panjang,jadi dia lebih mudah untuk ngambil foto itu dari tangan ecik."inikan foto gue.lo ambil dari loker gue ya" "yaa.... gue nggak sengaja lihat.gitu aja marah" "siapa yang marah.lo mau?" "mmm" "mau nggak? kalau nggak gue bawa" "mau mau.mana" "tapi ada syaratnya" "pakek syarat segala.apa syaratnya?" "mana foto lo" "ngapain tanya foto gue?" "udah jangan bawel" ecik ngeluarin foto nya dari saku baju.tapi dia malu mau nunjukin ke nizam.karena ecik merasa dia jelek di foto itu. "coba lihat" "buat apa?" "udah lihat.bawel amat sih" "nih" ecik nunjukin fotonya sambil merem nahan rasa malu.tiba-tiba fotonya diambil sama nizam "eh ngapain diambil.balikin foto gue" "lo ambil foto gue.gue ambil foto lo.impas kan" "nggak nggak.balikin foto gue.jelek itu" "siapa bilang lo cantik" "makanya balikin foto gue" "nggak".ecik masih ngeyel mau mengambil fotonya.tanpa sengaja ecik malah meluk nizam.ecik sadar langsung mundur.tapi ditahan sama nizam."sebentar saja" "hah..." "gue tau lo suka sama gue" "lo...lo...lo tau darimana?" "semua anak-anak dikelas tau kalau lo suka sama gue" "haaaa...." "gue juga suka sama lo.tapi maaf gue nggak bisa janjiin lo apa-apa.karena kita berdua masih punya masa depan.punya cita-cita yang harus dicapai.kalau memang nanti kita berjodoh,pasti dipertemukan lagi" "gue juga nggak berharap lo suka sama gue.kalau memang lo suka sama gue.berarti cinta gue nggak bertepuk sebelah tangan.hehe...gue juga ngerti.gue juga masih mau menggapai cita-cita gue.tapi kita tetep temenan yaaa...!!!" "iya ecik bawel" "huuuhhh dasar kutu buku cuek jelek" "jelek-jelek gini banyak yang naksir.lo salah satunya" "hadeehhh iya iya tukang narsis"ecik pasrah dipeluk sama nizam.mereka tenggelam dalam fikiran masing-masing.
flashback off
begitulah kenangan cinta pertamaku.kadang aku juga berharap bisa bertemu dengan dia lagi. nizam albert pamungkas.