Hari ini tanggal 4 Agustus 2021, aku mulai menulis cerpen secara online dan ini bakal jadi pengingatku bahwa aku sangat terluka hari ini.
aku anak ketiga dari empat saudara, anak pertama sebut saja Pratama, anak kedua Fatimah, dan anak keempat Septiana. anak pertama adalah laki-laki dan dia saat ini berkerja disuatu restoran, tapi gajinya tidak seberapa dengan hidup sembrono dia. Anak kedua adalah perempuan yang sudah tidak berkerja karena kontrak dengan perusahaannya habis, anak keempat juga perempuan yang saat ini duduk dibangku sekolah kelas 2 SMP.
Aku, sebut saja namaku Putri. Aku anak ketiga dan aku kuliah, sekarang aku anak kuliahan semester 9 yang baru menyelesaikan 1 tahap dari 3 tahap menjelang aku wisuda. sepertinya cukup untuk perkenalannya, masuk kecerita awal yaa.
Setelah aku tamat sekolah aku mendaftar disalah satu Universitas, namun aku tidak diterima dan aku memutuskan berkerja agar bisa membantu biaya permasukan kuliahku.
Aku berkerja selama setengah tahun di toko baju yang gajinya tidak seberapa. setelah 5 bulan aku berkerja, pendaftaran masuk Universitas pun kembali dibuka, aku benar benar menunggunya yaitu Universitas Negri di kota ku pekanbaru. Aku ambil off kerja pada saat itu, tapi dengan sedikit kebohongan agar aku bisa mengikuti ujian masuk Universitas yaitu SBMPTN😁.
Pada hari ujian aku menggunakan motor orangtuaku yang sudah mulai rusak dan ditengah jalan motornya sempat mati berharap itu cuma mati biasa saja dan bisa dihidupkan kembali, ya untung saja itu bisa dihidupkan kembali. dan kemudia datang lah di hari pengumuman lolos atau tidak.
"Putri..... Selamat Kamu Dinyatakan Lolos Memasuki Universitas....."
Betapa bahagianya aku membaca kalimat yang hanya sebaris itu, yang membawa aku hingga ke jenjang sekarang yaitu menuju akhir perkuliahanku.
Detika demi detik berlalu, menit demi menit berlalu dan tahun demi tahun pun berlalu. tahun pertama, aku masih mendapat masalah yaitu motor yang mati dan tidak bisa dihidupkan pada hari aku mau ujian semester. Aku gagal mengikuti ujian karena tidak ada pengulangan ujian untuk mahasiswa yang tidak mengikuti ujian pada hari yang ditentukan. Yaaaa nilai mata kuliah aku yang tidak ikut ujian jadi D.
Aku akan menceritakan beberapa masalah yang menurut aku susah dilupain disetiap tahun perkuliahan jika ada.
Tahun kedua aku berkerja part time agar dapat membantu sedikit masalah perkuliahan aku yaitu diktat, fotokopian dan lainnya. pulang kuliah kadang jam 18.00, aku sangat capek tapi aku harus kerja. jarak kampus dari rumah itu kira kira 15 km atau ±30 menit, dan tempat kerja aku ±hampir dekatlah dari rumah. jam 18.30 aku sampai di tempat kerja, belum makan dan belum ganti baju. Sedih yaa? iya sedih aku nulisnya.
Tahun ketiga, anggap saja tidak ada masalah yang bisa diingat. Tahun keempat, awal masalah itu muncul sampai sekarang.
anak pertama si pratama yang mempunyai perkataan yang kasar, tidak bisa dipercaya, yang menurut dia kalau dia tidak pernah nyusahin orang rumah, keras kepala, suka bertindak semaunya, suka ngerusakin barang dan masih banyak lagi. pada saat itu dia sedang ada masalah dengan orangtua karna sesuatu yang aku ga ingat apa, tapi dia mengatakan sesuatu yang menyakiti hati aku dan itu benar benar membuat aku tersakiti. mulai dari situ aku tidak pernah bertegur sapa dengannya atau pun memulai perkataan dengannya.
Anak kedua si Fatimah. pada hari ini dan tahun ketiga sebenarnya masalah itu sudah ada, tapi aku anggap saja itu di tahun keempat. pada saat dia kerja dia menjadi seseorang yang sombong, pamer, foya foya atau beli pakaian terus dan lainnya. dia selalu bilang gini pada saat dia kerja, besok jangan minta minta uang aku lagi, udah minjam tapi nggak bisa ganti, diminta marah. dan dia bilang itu ke mamak. Aku muak pastinya dan aku berharap dia tidak dipanggil kerja lagi setelah kontraknya habis.
jahatkah aku seperti itu? kayaknya iya agak jahat menurutku, tapi agar dia sadar gimana rasanya nggak ada uang dan nggak bisa sombong atau pamer.
Dia anak kedua sama saja dengan anak pertama, suka sekali menyakiti perasaan ku.
kata-kata yang mereka katakan padaku adalah
"Kau tu cuma sampah di keluarga ini, kau cuma menyusahkan, kau nggak tau diri, kau nggak mikirin orang tua padahal orang tua kau susah"
sebenarnya mereka (anak pertama dan kedua) juga mau kuliah pada saat itu tapi anak pertama tidak tamat SMA karna nakal, anak kedua tidak masuk Universitas Negeri dan coba masuk Universitas swasta tapi uang masuknya mahal. kalau dinegeri tidak ada uang masuk, jika ada pun itu uang spp yang dijadikan uang masuk.
Apakah aku salah? jika aku bisa mencapai ke jenjang perkuliahan karna aku bisa mencapai kesana dengan usaha ku itu salah? benar kah aku semenyusakan itu? bukankah kalian juga awalnya ingin kuliah, namun tidak bisa masuk karena masalah kalian sendiri? tapi kenapa aku yang kalian hakimi, kenapa aku yang paling terpojokkan? kenapa aku yang disalahin?
terlalu banyak mereka mengatakan kata-kata seperti itu kepadaku, dan hal yang paling aku takutin adalah aku hilang kendali. aku takut ada sebuah nyawa yang hilang karna aku sudah terlalu emosi. jadi, aku berpikir jika aku tidak pernah berbicara dengan mereka tidak akan membuat aku melakukan hal tergila itu. aku tau tidak sapaan lebih dari 3 hari itu salah dan dosanya besar. tapi aku takut, aku kelewat emosi.
siapa sih yang suka dikatain seperti itu?
nggak ada kan? nggak ada yang suka dikatain seperti itu dan nggak akan pernah ada. hari ini aku bisa sabar, tapi hari berikutnya belum tentu aku bisa sabar.
taukah kalian, bahwa kalian adalah orang orang yang paling menyakitkan yang pernah aku temuin sampai saat ini? aku nggak pernah menceritakan hal ini ke orang lain, aku nggak pernah menceritakan part part menyakitkan dalam hidupku, detik detik menyakitkan dalam hidupku jika bertemu kalian. nggak pernah, nggak pernah aku mengatakan kalian kata kata semenyakitkan itu. nggak pernah aku dengerin perkataan buruk orang lain untuk kalian dan mengatakannya ke kalian biar kalian nggak terlalu sakit hati dan membencinya, tapi kenapa setiap perkataan orang lain yang mengatakan bahwa kuliah nggak ada gunanya kalian telan mentah mentah dan kalian benarkan, lalu kalian katakan ke aku padahal kalian tau itu benar benar menyakiti ku.
salah kah aku hidup di rumah ini? salah aku jadi anak mereka? apakah aku harus pergi dari rumah ini baru semuanya akan tenang?
hal itu yang terus aku pikirkan, dan ya, aku ingin sekali pergi dari rumah ini biar nggak ketemu dengan dua saudara kandung aku itu. aku berharap aku bisa sukses, aku bisa mencapai derajat kesuksesan itu, aku bisa mengangkat derajat aku, dan orang tua dan mengatakan kepada kalian berdua serta orang orang yang mengatakan aku menyusahkan bahwa aku bisa mencapai derajat kesuksesan ini, aku bisa berdiri sampai sekarang dari usahaku yang kalian anggap menyusahkan.
cuma itu do'a yang aku minta saat ini. aku nggak mau dibilang menyusahkan lagi, aku nggak cukup kuat mendengarkan kata kata itu terus. aku nggak cukup kuat menahan air mataku disaat aku shalat. aku hanya manusia, aku bukan orang yang bisa menghakimi kalian, bukan orang yang selalu bisa melawan kalian, ada saatnya aku diam dan tidak melawan omongan kalian tapi aku tetap saja nggak kuat mendengarnya.
AKU HANYA MANUSIA, JADI TOLONG JANGAN SUKA MENGHAKIMI. KITA SAMA SAMA MANUSIA, JANGAN BERSIKAP SEMAUNYA.
Terima kasih sudah mendengar sedikit ceritanya. aku sedikit lega karena telah mengungkapkan semuanya, karna aku memang nggak pernah menceritakan ini kepada seorang pun sebelumnya. karna ini juga termasuk rahasia si tokoh atau penulis. malu bukan jika orang orang mengetahui masalah kita yang ini. aku hanya nggak ingin dipandang kasihan sama orang yang aku kenal.
tetaplah kenal aku sebagai seseorang yang tidak pernah menunjukkan rasa sedih dan selalu bahagia padahal kenyataannya tidak.
TETAP SEMANGAT SEMUANYA ;)