Pertemuan Kayla dan Reihan yang tak sengaja di sebuah jalan. Mereka adalah dua orang yang memiliki sifat dan sikap keterbalikan. Mereka dulu satu sekolah dan ternyata Reihan pernah mendekati Kayla namun sering kali diabaikan.
Kayla si murid pintar namun pendiam dan reihan si murid nakal dan sering melanggar peraturan sekolah. Sering membolos dan susah sekali di atur.
"Hei kayla" sapa reihan.
"I..iya kak"
"Udah lama ya"
"E..iya kak. kakak kerja dimana sekarang?" tanya kayla
"Aku mau bilang malu soalnya kerjaanku gak punya gaji gede"
"Gak apa-apa kok kak gaji sedikit yang penting udah punya kerjaan bisa dapet uang"
"Hehe iyaa kay. kamu sekarang kelas 3 kan. kita cuman beda 1 tahun."
"Hehehe iya kak doa'in aja bentar lagi mau lulus"
"Boleh minta nomor?"
"Nomor apa kak?"
"Pfffttt ya nomer telepon lah masa nomer sepatu kamu" kata reihan sambil tertawa.
"Ya kali aja kakak mungkin mau minta nomer rekening" jawab kayla
"Emang kamu punya rekening"
"Enggak juga kak,,hehe"
Keduanya saling tertawa bersama-sama. Dan saling berpisah setelah bertukar nomor.
Sesampainya di rumah reihan langsung mengirim pesan kepada kayla.
'Hai Kayla ini Reihan'
'Hihi iya kak. ternyata kakak asik juga ya diajak ngobrol' jawab Kayla.
'Haha iya kan. Aku juga baru tau kalo kamu sebenernya agak cerewet juga enggak pendiem kayak biasanya.'
'Kalo terbiasa sebenernya aku bisa jadi orang cerewet kok'
'Haha iya kah'
Semenjak saat itu mereka rutin berkirim pesan dan makin akrab satu sama lain dari hari ke hari.
______________
Suatu hari Kayla pulang dari sekolah. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Reihan di sebuah persimpangan jalan. Tak lama kemudian, seorang wanita menghampirinya dan memegang tangannya. Dan akhirnya mereka pergi.
Seketika hati Kayla terasa sesak. Entah sejak kapan sepertinya kayla telah menaruh hati pada reihan.
Kayla menetapkan hatinya untuk tidak lagi berurusan dengan Reihan. Ia pun menjalani hari-harinya dengan berbeda karna sudah terbiasa dengan kehadiran reihan. Kayla merasa sedikit kesepian. Meski begitu, ia tetap harus menjalani hari-harinya.
Selang beberapa hari, Kayla menuju ke sebuah kafe untuk minum kopi dan mengerjakan tugas. Sekalian nebeng wifi. Tiba-tiba saja dari kejauhan ada seseorang yang berjalan mendekati kayla dan menyapanya.
"Hei.. ngapain disini?" sapa orang itu yang ternyata adalah Reihan.
"Ee.. lagi ngerjain tugas kak" jawab Kayla.
"Tugas apaan?"
"Ya tugas sekolah masa tugas negara" jawab Kayla.
"Pfffttt kamu masih sama aja ya gak pernah berubah"
"Hehe iya kak. tapi kayaknya kakak juga masih sama aja."
"Mungkin...."
"Ada apa kak?"
"Ee.. gak ada apa-apa. Oh iya aku masih boleh kan chattingan sama kamu."
"Emmm.. boleh kok kak"
"Okay nanti aku kalo udah pulang aku chat ya"
"Hehe iya kak" jawab Kayla
Kemudian reihan pergi meninggalkan kayla sendirian. Dan Kayla sendiri masih sibuk mengerjakan tugas.
_______________
Sesampainya Kayla di rumah, ternyata Reihan telah mengirim pesan kepadanya.
'Gimana kabar kamu Kay?'
'Baik kak. kalo kakak gimana?'
'Emm boleh jujur gak?'
'Iya kak ada apa?'
'Aku sebenernya lagi sakit'
'Sakit apa kak?'
'Aku baru aja e dokter dan tes ct scan ternyata kanker lambung stadium akhir'
Seketika Kayla kaget tak percaya dan hatinya terasa seperti tertancap sesuatu.
'Kok bisa kak? sejak kapan?'
'Baru-baru aja. Aku emang dari dulu sering sakit maag tapi lama-lama makin sakit. Tiap makan malah tambah sakit. Terus tiba-tiba aja batuk darah'
'Kenapa gak segera di obati kak?'
'Emmm enggak kay. Aku sakit yang tau cuman kamu sama pacar aku. Aku gak mau keluarga aku tau. Nanti mereka malah makin cemas.'
'Terus kakak nyerah gitu aja?'
'Entahlah kay'
Kayla merasa ingin marah. Namun ia sadar ia bukan siapa-siapa baginya.
Kayla pun terus menemani reihan meski ia tak pernah menganggapnya sama sekali. Ia terus saja memberikan motivasi dan selalu mendoakannya. Namun sebaliknya, Reihan malah merasa ingin menyerah karena sakitnya semakin menjadi-jadi.
Dan akhirnya keluarganya tau kalau Reihan sakit ketika tak sengaja ia batuk darah di depan keluarganya. Keluarganya menyuruhnya untuk segera ikut operasi untuk kankernya.
Reihan sering kali bolak-balik rumah sakit karna terkadang reihan pingsan dan tak sadarkan diri. Kayla terkadang ikut menjenguknya ketika di rumah sakit.
Saat di rumah sakit, ia memegang tangannya dan mendoakan kesembuhannya.
"Kak cepat sembuh ya" kata kayla.
"Entahlah Kay, aku gak tau apa aku bisa sembuh. Ternyata pacar aku selama ini selingkuh dan balikan sama mantannya"
"Sabar kak.. masih banyak kok yang sayang sama kakak. Seperti keluarga kakak, temen-temen kakak. Oh yaa apa kakak mau aku ceritain?"
"Cerita apa?"
"Jadi dulu tuh ada orang sakit terus dokternya menyatakan kalo umurnya tinggal 2 bulan lagi. Tapi orang itu gak percaya. Dia percaya kalo yang menakdirkan mati atau hidup manusia itu dari Allah. Ternyata 5 tahun kemudian orang itu dateng dan dokternya kaget ternyata dia masih hidup. Tinggal kita nya aja yang harus selalu berdoa dan berusaha"
"Hehe iya makasih kayla kamu orang baik. Doakan aja ya semoga aku bisa sembuh"
"Amiinnn..."
______________
2 bulan kemudian, Reihan telah menjalani operasi dua kali. Meski belum sembuh sepenuhnya, namun reihan merasa sudah lumayan sehat. Ia pun berencana menemui Kayla di sebuah kafe tempat Kayla mengerjakan tugas.
"Kayla.." sapa Reihan dari kejauhan.
"Iya kak. Syukurlah kakak udah sembuh"
"Hehe iya Kay ini juga berkat kamu yang selalu nyemangatin aku"
"Enggak kok kak. Itu dari kakak sendiri yang berjuang pengen sembuh"
"Kayla... Sebenrnyaa... Dari dulu aku suka sama kamu"
Mendengar pernyataan itu, kayla kaget dan tersipu malu mendengarnya.
"Eeee.. Sebenernya aku juga suka sama kakak dari dulu."
"Kamu mau kan jadi pacar aku?"
"I...iyaa" jawab kayla tergagap-gagap.
Semenjak saat itu mereka berdua berpacaran. Sering makan bersama, jalan-jalan bersama dan bergandengan tangan bersama. Itu adalah momen paling bahagia bagi Kayla. Ia terus saja tersenyum dan memandangi Reihan dengan rasa tak percaya bahwa Reihan adalah pacarnya.
Dan kala itu juga, Reihan melakukan operasi untuk ketiga kalinya. Hingga akhirnya, kanker yang menggerogoti tubuhnya pun telah menghilang.
_____________
Hari-hari mereka jalani dengan bahagia. Ketika jalan-jalan bersama, Kayla merasa jika Reihan tak punya banyak uang dan terkadang mereka saling bergantian membayar makanan. Saling melegkapi dalam kesederhanaan. Kayla selalu menerima Reihan apa adanya.
Suatu hari, tiba-tiba saja Reihan berkata ingin mencari pekerjaan yang lebih baik agak dapat membahagiakan Kayla.
Tentu saja, Kayla menyetujuinya dengan senang hati. Namun, waktu untuk bersama Reihan menjadi lebih sedikit dari biasanya. Dan terkadang hanya bisa bertemu saat akhir minggu saja. Meski begitu, ia tak pernah bosan dan percaya dengan Reihan.
Hari terus berlalu, tanpa terasa hubungan Reihan dan Kayla sudah akan menginjak 3 tahun. Awalnya kayla ingin memberikan kejutan untuk Reihan. Ia membawa hadiah dan menungu di jalan pulang tempat Reihan bekerja. Ia menunggu dengan bahagia sambil tersenyum.
Tiba-tiba saja dari kejauhan terlihat sosok yang sangat ia kenali. Reihan terlihat tengah tertawa bersama dengan sesosok wanita yang asing sambil memegang tangannya.
Kayla tak percaya akan yang dilihatnya. Hingga hadiah yang dia bawa terjatuh ke tanah. Ia pun bergegas pergi sambil menitikkan air mata. Saat itu juga, ponselnya berdering dan terlihat telepon dari reihan. Kayla pun tak mempedulikannya. Sambil menahan rasa kecewa, ia hanya bisa terus menangis dan menangis.
Saat ia mulai tenang, dia pun langsung mengajak bertemu dengan Reihan. Sesampainya disana, tanpa basi-basi ia langsung menayakan pertanyaan yang selama ini ingin ia tanyakan. Berharap itu adalah kesalahpahaman, namun jawabannya justru membuat Kayla terkejut.
"Kak siapa dia?" tanya kayla
"Dia temen kerja aku, kami udah pacaran sejak dua bulan lalu." jawab Reihan dengan wajah yang biasa saja.
"Tapi kakak masih pacar aku ini namanya selingkuh dong. Pantes aja kakak sekarang udah berubah. Padahal aku tulus sama kakak. Kalo kakak emang gak suka ya bilang aja gak usah gini caranya." tegas Kayla
"Aku udah bosen sama kamu. Lagian kita jarang banget ketemu. Dia pinter nyari uang. Harusnya kamu waktu aku suruh nyari kerjaan yang gajinya gede mau. Lagian kamu juga enggak ada dewasa-dewasanya."
"Iya terserah kakak aja maunya gimana. Aku juga emang banyak kurangnya kok. Tapi aku bahagia udah punya kerjaan meskipun gajinya kecil. Karena diluar sana masih banyak orang yang susah cari kerja."
Seketika itu Kayla langsung pergi dari hadapan reihan. Ia langsung pulang kerumah sambil menangis tersedu-sedu. Saat melihst sosial media milik Reihan, semua foto-foto saat bersamanya telah terhapus. Dan selang beberapa waktu ia mulai memposting dan memamerkan kemesraanya dengan pacar barunya.
Tiba-tiba kepala Kayla terasa sakit dan telinganya berdengung. Tak lama kemudian Kayla pingsan dan jatuh tersungkur ke lantai. Adik Kayla yang mendengar ada suara aneh langsung menghampiri kamar kakaknya itu.
"Maa... Kakak pingsan." teriak adik Kayla membuat kegaduhan di rumahnya.
Tak lama kemudian ibu dan ayahnya membawa Kayla ke rumah sakit. Dengan rasa penuh cemas, keluarga mereka menunggu hasil pemeriksaan dari dokter.
Setelah pemeriksaan, ternyata ada tumor di otak Kayla. Orang tua kayla terkejut karena ternyata tumor itu telah bersarang di kepala Kayla sejak lama.
Mungkin karena Kayla orang yang jarang berbicara dengan keluarganya menganggap sakitnya hanya hal sepele dan tak pernah bercerita kepada mereka.
Setelah Kayla sadar, ia pun diberitahu apa yang terjadi pada tubuhnya. Isak tangis keluarganya pecah ketika menjelaskan kepada Kayla. Kayla hanya tersenyum sambil berkata
"Ma.. Pa.. Maaf kalo Kayla malah nyusahin kalian padahal Kayla belum jadi anak berbakti"
"Enggak nak kamu adalah hadiah dari tuhan yang paling indah buat mama sama papa." jawab mamanya
Tak lama kemudian dokter datang dan menyarankan untuk melakukan operasi. Kayla menyetujuinya. Namun dokter berkata bahwa tingkat keberhasilan operasi ada dalam tekad dari pasien tersebut.
Waktu untuk operasi tinggal beberapa hari lagi. Namun, Kayla memiliki permintaan kepada adiknya.
"Aku mau liat Reihan dek" kata Kayla.
"Kak dia aja udah selingkuh masa masih pengen ketemu sama dia"
" Aku pengen liat dari kejauhan aja. Aku mohon ya dek."
Tak tega melihat kakaknya yang bersikeras ingin bertemu Reihan, akhirnya ia menurutinya. Sampai di kejauhan ia melihat Reihan dan pacar barunya saling bercanda bersama.
"Kak... Apa kakak gak nyesel pernah ketemu dia?" tanya adik Kayla
"Enggak karna aku bahagia waktu sama dia." jelas Kayla
"Padahal waktu susah kakak nerima dia apa adanya"
"Pertemuan tiap orang itu seperti takdir meski tak bisa bersama, mungkin tuhan mempertemukan dia ke aku agar bisa menjadi penyemangat dan penguat hidupnya kala ia terpuruk"
Adik Kayla hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban kakaknya. Dan adik Kayla pergi meninggalkan kakaknya sebentar untuk pergi ke toilet.
Tak lama kemudian, terdengar suara 'Braakkk' dengan sangat keras. Terlihat seseorang yang tengah tertabrak mobil. Reihan yang mendengar suara itu ikut melihat keramaian itu. Banyak orang yang tengah bergerombol ingin melihat apa yang telah terjadi.
Kaget bukan kepalang, ketika dilihatnya Reihan yang tertabrak ternyata adalah Kayla. Ia langsung menghampiri Kayla yang tengah tergeletak dengan kepala penuh darah.
"KAYLA..." teriak Reihan sambil menangis dan meletakkan kepala Kayla di pangkuan Reihan.
"Maa...maaf Kay" ucap Reihan dengan terbata-bata.
Tak lama kemudian adik Kayla datang dan menghampiri kakaknya sambil menangis.
"Kaakkaaakkk...." panggil adiknya kepada Kayla.
Kayla hanya tersenyum dan kemudian menutup matanya. Detak jantung Kayla melemah. Dalam hitungan menit, Kayla sudah tak bernafas lagi. Isak tangis pecah diantara keduanya. Disamping jalanan yang dan ditengah puluhan orang yang tengah berkerumun.
~TAMAT~