Aku ingin sedikit berbagi cerita atau pengalaman hidup ku ini kenyataan yang aku alami semasa SMA ohhh iya maaf sebelumnya jika judulnya sedikit kasar.
Itu hanya ungkapan kekesalan yang aku rasakan bahkan kekecewaan yang sangat mendalam,bukan karena guru itu kasar atau bahkan sombong tapi lebih parah dari itu aku rasa.
Aku akan membuat banyak pengalaman ku di waktu SMA karena disinilah pelajaran hidup sesungguhnya aku temukan dan rasakan.
Berawal dari kelas 10 SMA suatu awal yang baik juga untuk ku, Karena alhamdulillah aku mendapat juara pertama bahkan sampai pertengahan semester awal.
mungkin karena aku pintar seorang guru mendekati ku,dan menawarkan ku untuk mengikuti sebuah olimpiade.aku rasa aku mau buk dan siap tapi aku sedikit masih takut ketika nanti saat acara olimpiade Karena di olimpiade akan banyak materi yang keluar bahkan bukan hanya yang kita pelajari sekarang saja.
Tenang ananda nanti akan ada latihan dan belajar tambahan untuk persiapan olimpiade, baiklah buk kalo begitu ananda mau dan bersedia setelah itu guru tadi pergi dan akupun juga melakukan aktivitas seperti biasa.
Karena acara olimpiade akan diadakan tahun depan akan ada banyak waktu untuk aku belajar, beberapa pertemuan dan berjumpa dengan buk tadi dia selalu mengingatkan untuk terus mulai belajar materi yang akan keluar diolimpiade nanti.
Sebenarnya aku selalu ingat dan sangat bersemangat untuk menanti kegiatan, olimpiade tersebut tak terasa sekarang aku telah berada dikelas 11 SMA di tahun inilah olimpiade akan segera dimulai.
jika tahun kemarin aku hanya mencoba belajar sendiri, sekarang ini aku melakukan belajar tambahan dengan guru tersebut walaupun tidak begitu sering.karena tuntutan dan tanggung jawab terbesar terletak di tanganku, olimpiade semakin mendekat waktunya aku juga tak sabar untuk ikut serta dalam olimpiade ini.
Aku tidak ingin menyebutkan nama guru itu,kalo masalah nama ku kalian sudah pasti telah mengetahuinya.jika guru ku ini membaca atau teman-teman ku membaca cerpen ku ini,klunya adalah dia seorang guru dibidang studi ekonomi.
Singkat cerita sampai pada pelaksanaan olimpiade tersebut, tentunya walaupun guru itu telah memilih namaku namun pendaftaran tetap harus dilakukan dari pihak penyelenggara kegiatan olimpiade.
Aku kira namaku sudah pasti masuk kedalam jajaran pilihan anggota perwakilan olimpiade ini,karena dikelas 11 SMA guru dibidang studi ekonomi kami telah ditukar maka semua tanggung jawab diserahkan kepada guru ku saat ini.
Namun guru ku yang Waktu itu tetap, membimbing ku dan selalu memperhatikan ku aku sangat senang namun pada akhirnya datang lah saat dimana rasa benci ku muncul kepada dirinya.
Saat itu aku diutus untuk menemui guruku dikelas 11 SMA,ternyata perwakilan dikelas ku dipilih lagi 2 orang temanku aku sangat senang berarti kami bisa belajar latihan bersama untuk persiapan olimpiade.
Tapi saat menemui guru itu ternyata,ada seseorang siswa perempuan juga aku pernah melihatnya sepertinya dia murid dikelas 11 juga tepatnya kelas dia ada didekat kelas ku.
Berarti ada 4 orang yang akan ikut olimpiade ekonomi tersebut,tapi aku kembali terkejut saat guru itu menyebutkan bahwa yang akan ikut olimpiade atau ketentuan dari pihak olimpiade hanya akan ada 3 orang aku sempat merasa takut jika aku tidak terpilih walaupun seorang guru telah baik dan menginginkan ku untuk ikut olimpiade tersebut.
Aku sempat menemui guru itu dan berkata buk, sepertinya ananda rasa lebih baik ananda tidak ikut ya buk karena ada pilihan terbaru untuk anggota olimpiade itu.
Nanda gakpapa kalo gak iku buk,guru itue menjawab tenang saja kamu tunjukkan kemampuan mu dan ikuti latihan belajar tambahan itu ibuk yakin kamu lulus untuk mengikuti olimpiade itu.
Baiklah kalo begitu Bu,aku kembali menemui guru tadi untuk mengambil beberapa soal dan mendengarkan pengarahan darinya.dia memberikan latihan soal sekitar 500 butir soal yang harus dipelajari dan dibahas.
Baiklah aku dan teman yang lainnya telah mengisi dan membahas bersama,soal latihan itu tapi ketika pengumuman atau bisa dikatakan keputusan dari penyelenggara olimpiade jika yang terpilih adalah 3 orang temanku itu.
Sedangkan aku tidak lulus atau tidak terpilih,aku merasa sedih dan kecewa karena aku sudah belajar bahkan dari setahun kemarin malah tidak lulus.aku sangat sedih dan kecewa sekali kepada guru itu dan juga temanku,tapi aku juga tidak bisa marah karena mereka temanku mereka tidak tau menau tentang masalah itu.
Mungkin guru ku saat kelas 10 mendengar kabar ini,jika aku yang ia harapkan dari lama tidak lulus untuk mewakili olimpiade ekonomi itu.akhirnya menemuiku dikelas juga didepan 2 orang teman sekelas ku yang terpilih tadi,ananda maafkan ibuk ibuk juga tidak tau kenapa guru itu tidak memasukan nama kamu saat pendaftaran olimpiade.
Aku merasa dan hati ku berkata apakah ibuk ini pura-pura bodoh atau memang bodoh, apakah dia tidak bisa berpikir bukan namaku yang tidak didaftarkan diolimpiade itu tapi memang dari pihak guru itu tidak memasukan nama ku dipenyerahan siswa yang akan mengikuti olimpiade mewakili sekolah kita.
Temanku mencoba untuk mengundurkan diri agar aku saja yang mengikuti olimpiade itu, akupun juga mengatakan pada ibuk bahwa bukanya pemilihan dari pihak penyelenggara olimpiade buk
jika telah dipilih tak mungkin bisa ditukar lagi Bu,tidak Nanda ibu yakin masih bisa ditukar itu hanya ada kesalahan dalam pendaftaran mungkin ibu yang mengurus ini lupa jika ibu mengatakan Nanda adalah anggota tetap yang harus ikut.
Aku merasa ibu ini memang bodoh atau pura-pura bodoh agar aku tidak kecewa dengan kesalahannya,mana mungkin hasil pengumuman terpilih nya siswa sebagai perwakilan sekolah dari keputusan penyelenggaraan olimpiade tingkat kabupaten.
Apa mungkin ibu ada orang dalam sampai bisa mengubah keputusan mereka,aku tau ibuk hanya merasa bersalah karena aku tidak bisa datang.
Beberapa hari kemudian tidak ada lagi kabar dari guru itu, semuanya berlalu begitu saja akupun telah melupakan masalah olimpiade tadi.
Tapi disuatu pagi disekolahan seorang temanku,bertanya seolah menyindir "kau tak jadi iku olimpiade nanda" kenapa kau bertanya seperti itu."karena teman kita telah berangkat tadi pagi sekali menuju kabupaten tepatnya diaula bupati kita.
Acara olimpiade akan diadakan,hati tiba-tiba merasakan kepedihan dan air mata yang tak tertahankan namun aku harus tetap tegar dengan semua ini.
Rasanya sungguh sakit ketika seorang guru yang bahkan kita anggap paling baik,dan memberikan kita janji bertahun namun pupus begitu saja.
maaf buk aku ucapkan rasa kekecewaan ini, dengan seusai pulang sekolah hari itu juga aku membakar kertas soal yang diberikan.sepertinya memang sakit perjuangan ku terus belajar setahun lamanya, tergantikan oleh orang atau siswa yang hanya belajar satu bulan.
Selamat kau berhasil membuat dan menorehkan luka paling dalam dihidupku.aku juga mohon maaf jika sampai sekarang aku belum bisa menerima kenyataan ini dan memaafkan dirimu.