"meaow........gerr....gerrr ...gerr " suara kucing yang lagi asik dielus. " sukalah kau bulus, dielus gini" suara orang yang mengelus kucing. "dah nikmatilah, sampai kau puas" tambahan ucap orang tersebut.
Hai selamat datang, oke perkenalkan namaku Satria Laksana yang biasa dipanggil Salak. Tak asingkan namaku? yang udah baca cerpen 'Cerita Akhir Libur ' pasti tau aku. Kali ini beda cerita, aku mau menceritakan kisah kucing ku si bulus, tak tau lagi si bulus ? kalo ada waktu bisa baca cerpen ku teman. Baiklah biar gak lama, inilah kisah si bulus.
~~~~~~~
Sore hari yang begitu cerah menemani perjalanan ku menuju rumah. Ditengah perjalanan ku dari rumah nenek menuju rumah ku. Suara terdengar dari jauh, " miaow...miaow.....miaow" . Suara itu mulai terdengar jelas, dari pinggir jalan didepan.
" wah , anak kucing " ucap ku sambil mengambil anak kucing itu. " kasihan sekali , siapa yang membuang mu ? . sungguh kasian, pasti lapar ya?" ucap ku sambil mengelus anak kucing itu.
Ku suka kucing karena lucu, apalagi pas itu usia ku masih 8 tahun. Lanjutlah perjalanan ku menuju rumah. Sampai dirumah hari telah berganti menjadi malam yang masih cerah di langit tanpa awan. Bintang mulai muncul, malam dah gulita diluar rumah. "aku pulang " ucap ku sambil buka pintu rumah. Ibu ku masih di dapur , sedang bapak lagi nonton tv. Berjalanlah aku menuju dapur dan bertemu ibu ku. " bu , lagi masak apa ?" tanya ku pada ibu yang lagi sibuk masak. " telur goreng mata ayam, yang kamu sukai nak" jawab ibu yang belum tau aku bawa kucing.
" miaow ....miaow...." anak kucing nya bersuara lagi saat menghirup bau telur gorengnya. " satria, anak kucing dari mana itu ? " tanya ibu dengan menoleh ke arahku. " tadi dijalan aku temukan bu, lagi lapar dia bu " jawab ku sambil mengelus anak kucingnya.
"kamu mau pelihara ini anak kucing nya ?" nanya ibu pada ku. " maunya gitu buk, tapi mau tanya ibu dulu boleh gak?. kasihan bu , di buang sama orang dan juga lagi lapar dia" ucap ku sambil ( jurus merayu anak kecil 😸).
" udah boleh, tapi kamu harus jaga dan rawat yang baiknya!" kata ibu pada ku. " baik bu, udah boleh makan bu ?" tanya ku pada ibu sambil memegang perutku. Setelah itu pun aku makan dan memberikan makanan pada anak kucingnnya.
Habis makan ku memberi tahu bapak tentang anak kucingnya dan juga memberi tahu untuk menjaganya. Aku pun membersihkan bulu kucing itu dengan kain sampai bersih. Bulu yang halus ,warna putih didada,dan oren di belakangnya.
Pagi hari yang sejuk menjadi awal bagi anak kucing ku. Bulus adalah nama yang aku kasih karena bulu halusnya. Saat ini ku masih kelas 3 Sd, sudah di semester 2. Setiap pergi ke sekolah ku salalu di temanin Oscar. Oscar adalah nama panggilan yang diberikan orang tuanya, sebab disuka nonton kartun Oscar si kadal gurun.
Setiap pagi berangkat ke sekolah aku selalu mengelus si bulus dan ngasih dia makan. "berangkat dulu buk , pak " ucap ku. Aku pun pergi dan bertemu si Oscar. " hai pagi lak " sapa Oscar . " pagi juga car " jawab ku. Kami pun berangkat bersma.
Sore hari saat pulang sekolah ku selalu bermain - main dengan si bulus. Dari main tali, kejar-kejaran, dielus-elus dan gelitilak maut. Saat malam tiba, si bulus sering datang dan tidur dibawah kaki ku.
Waktu tak terasa sudah berlalu 2 bulan 3 minggu. Si bulus yang dulu kurus, sekarang sudah berubah banyak sekali menjadi gemuk dan bulu nya tambah halus lagi, jadi pengen di elus mulu.
Ulangan semester 2 sudah didepan mata dan aku pun giat belajar. Hari " ulangan pun berlalu dengan lancar. Saat kenaikan kelas siapa sangka aku bisa mendapatkan juara 1 kelas. Itu sangat membuat ku bahagia dan siapa yang sangka Oscar dapat juara 3 yang dulu gak pernah muncul.
Hari " libur ke luangkan dengan si bulus. Dari pergi mancing , jalan " dikebun, dan pergi kerumah. Hari libur tahun ini jadi lebih berbeda sebab munculnya bulus. Hari yang begitu menyenangkan dan sungguh mengasikkan.
Hari libur sekolah mulai berakhir. Di pagi yang indah dan sejuk adalah akhir dari libur sekolah ku tahun ini. "Satria , ibu sama bapak mau ke kebun jaga rumah ya. ibuk udah masakan ikan goreng buat lauknya" ucap ibu sambil bersiap pergi. " baik bu " jawab ku dengan senang hati.
Setelah Ibu dan Bapak pergi suasana masih pagi hari. Saat sedang asik menonton tv , tiba - tiba terdengar suara. " lak , salak dirumah gak ?" suara dari luar rumah. " io tinggu bentar " sahut ku dari dalam rumah. "Bum" suara pintu yang ku buka.
" oh , Oscar kirain siapa pagi gini udah mangil" ucap ku pada Oscar. " kirain gak ada orang, pagi udah sepi" kata Oscar. " yuk masuk lagi ada kartun boboiboy" ajak ku pada Oscar.
Saat kami sedang nonton, tiba " suara dari dapur. " krontang" suaranya , aku pun bangun setelah Oscar bertanya. Siapa sangka bayangan lewat dan itu adalah si bulus. Aku pun minta bantuan ke Oscar untuk tangkap si bulus yang lagi membawa ikan goreng.
Waktu berlalu tapi kami gak bisa menangkap bulus. Kami lelah dan terbaring dilantai, dan siapa sangka bulus sudah memakan ikannya. Karena sudah habis memakan ikan dia pun mudah ditangkap oleh Oscar. Ikan sudah habis, sudah tidak ada yang perlu direbut lagi.
Hari sudah sore Oscar pun pamit. Beberapa saat kemudian, Ibu dan Bapak pulang. Saat Ibu ke dapur, beliau berkata " satria mana lauk ikannya?". Aku pun bilang ikan di makan bulus dan aku bercerita bulua yang ambilnya. Siapa sangka cerita ku dikalahkan oleh sikap imut bulus dengan ibu. Aku pun bilang " tadi gak bener tutup bu, habis makan hehe" sambil nyengir. Kesalahan pun menimpaku bukan si bulus ku.
H a b i s
“Usaha tidak akan menghianati hasil, Usahamu akan membuahkan hasil. Cintailah hewan peliharaanmu dan jangan sakiti mereka karena mereka juga punya rasa. Terahir janganlah sembarangan menaruh barang atau sembarang melakukan sesuatu agar tidak kena masalah.”
Terimakasih sudah membaca.
Ingat untuk like & komen ya biar semangat bikin cerita.
😷