*Jalan cerita, nama tokoh dan nama tempat. Semuanya hanya fiktif dan dibuat untuk hiburan semata.
*Karangan murni, tidak mengambil sedikitpun dari cerita lain/Plagiat!
****
Suatu ketika, disebuah kerajaan kecil sederhana bernama kerajaan Seranian. Hiduplah seorang Raja dan Ratu, yang mengatur seluruh rakyatnya dengan baik dan adil. Mereka tidak memandang rendah dan pilih kasih kepada rakyatnya, itulah mengapa rakyatnya juga sangat menghormati Raja dan Ratu mereka.
Raja dan Ratu memiliki seorang Putra bernama Tidal, dia tumbuh menjadi pemuda sekaligus pangeran pemberani dan berwibawa. Setiap hari ia selalu pergi berlatih cara bertarung dengan para Ksatria. Padahal, Tidal sudah diberitau oleh ibunya untuk tidak ikut berlatih dengan para Ksatria, alasanya karena ibunya hawatir akan keselamatannya.
Namun tekadnya bulat, Tidal tetap saja pergi berlatih supaya dapat melindungi orang tua dan kerajaan. Sang Raja membiarkan putranya melakukan apa yang ia mau, dan membujuk sang Ratu untuk mengizinkannya. Dan pada akhirnya, sang Ratu mengizinkan putranya untuk berlatih dengan para Ksatria.
****
Tahun tahun terus berlalu, kerajaan Seranian kini semakin berkembang pesat, tidak ada lagi rakyatnya yang miskin, tidak ada lagi kejahatan atau kriminal di kerajaannya, semuanya hidup bahagia, damai dan tentram. Kerajaan Seranian juga telah memiliki banyak hubungan dengan kerajaan lain, seperti kerajaan Ferminia, Dwonian dan Ragonia. Dengan adanya hubungan dengan banyak kerajaan, maka kerajaan Seranian dapat meminta bantuan pada kerajaan lain jika membutuhkan bantuan.
Tidal juga kini sudah tumbuh menjadi pemimpin para Ksatria di kerajaan, ia juga berhasil memperkuat pertahanan kerajaan bagian dalam dan membuat banyak peralatan tempur yang lebih canggih dan efisien. Tidal dihormati sebagai Pangeran Ksatria dengan kemampuan bertarung yang luar biasa, dikenal para Ksatria sebagai orang yang memiliki banyak strategi bertarung dan dikenal oleh kaum wanita sebagai pria tampan.
Sang Raja dan Ratu berencana untuk menjodohkan Tidal dengan putri dari kerajaan Ferminia yang bernama putri Anatasya. Raja segera memberitaukan hal ini kepada Tidal, dan tanpa jawaban panjang, Tidal menjawab..
"Tidak mau!"
Sontak sang Raja bingung sekaligus heran, kemudian Raja menanyakan ulang kepada Tidal. Tapi jawaban yang didapat sang Raja sama saja. Kini sang Raja angkat tangan dan menyerahkan masalah perjodohan putranya kepada sang Ratu.
Bagi Tidal, pernikahan adalah hal yang merepotkan dan tidak menarik. Itulah mengapa Tidal tidak menuruti permintaan ayahnya. Ia hanya berfokus pada tugasnya sebagai pemimpin para Ksatria untuk melindungi kerajaan.
****
Kali ini sang Ratu turun tangan atas masalah putranya yang tidak mau dijodohkan. Sang Ratu bicara panjang lebar kepada Tidal, hal tersebut sampai membuat Tidal mengantuk. Sang Ratu mengatakan bahwa, Kerajaan Seranian dan kerajaan Ferminian sudah memiliki kesepakatan telah lama. Akan sangat bagus jika Tidal bisa berbesan dengan putri kerajaan Ferminian, dan putri Anatasya juga sudah menyetujuinya.
Tidal sama sekali tidak menanggapi serius perkataan dari ibunya, dan malah terlihat menguap, seakan akan tidak memperdulikan sang Ratu. Melihat sikap putranya, sang Ratu mulai jengkel dan berkata..
"Tidal, kamu dengar ibu kan?!"
Karena tidak mau berlama lama berurusan dengan ibunya, Tidal hanya bisa meng'iyakan perkataan ibunya. Raja dan Ratu sangat senang mendengarnya, kemudian segera memperintahkan semuanya untuk menyiapkan acara pernikahan pangeran Tidal dan putri Anatasya.
****
Hari pernikahan pangeran Tidal dan putri Anatasya akan segera dilaksanakan dalam 2 hari kedepan. Berita pernikahan mereka telah tersebar keseluruh penjuru, semua kerajaan yang berhubungan baik dengan kerajaan Seranian diundang keacara pernikahan mereka. Kini seluruh kerajaan penuh dengan pernak pernik hiasan untuk pernikahan pangeran Tidal dan putri Anatasya. Disetiap jalan penuh dengan bendera setiap kerajaan, lampu penuh warna dan foto pangeran Tidal dan putri Anatasya ada di setiap sudut kerajaan.
Namun sebelum pernikahan mereka berlangsung, datang berita dari seorang pengantar surat, memberitaukan kepada Raja dan Ratu, bahwa akan ada penyerangan dari kerajaan Dwonian kearah kerajaan Seranian. Namun belum ada kepastian, apa alasan kerajaan Dwonian menyerang. Mendengar hal tersebut, Raja memerintahkan semua Ksatria untuk bersiap disegala area kerajaan.
****
Pasukan dari kerajaan Dwonian datang dan berhenti tepat 200meter didepan gerbang kerajaan Seranian. Pasukan itu dipimpin oleh Pangeran Erik dengan lebih dari 1000 pasukan, pangeran Erik mengatakan..
"Batalkan pernikahan kalian, jika tidak ingin kerajaan kalian hancur!"
Sang Raja kini tau, apa maksud kedatangan dari kerajaan Dwonian. Kemudian Raja berkata..
"Tidak ada yang bisa dirubah hari ini!"
Mendengar ucapan sang Raja, pangeran Erik ikut berkata..
"Kalau begitu, kami juga tidak akan mengubah niat kami untuk menghancurkan kerajaan kalian!"
2 menit kedepan adalah sebuah pertarungan besar antara pasukan dari kerajaan Dwonian melawan Ksatria kerajaan Seranian. Pertumpahan darah terjadi dimana mana, rakyat sekitar diperintahkan untuk bersembunyi dirumah mereka. Namun para Ksatria terlihat kewalahan dan semakin memundurkan langkahnya.
Pertempuran kini terlah terjadi di dalam kastil, pangeran Tidal mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melindungi bagian dalam kastil yang diisi oleh Raja dan Ratu. Namun karena kalah jumlah pasukan, Ksatria kerajaan Seranian harus melakukan langkah mundur untuk mengatur strategi. Dengan kemampuan yang di miliki Tidal untuk membangun strategi, para Ksatria, akhirnya berhasil memukul mundur pasukan musuh yang berada di area kastil.
"Ini dia.. Pangeran Tidal, pemimpin para Ksatria. Sayang sekali dia seorang perebut kekasih orang!"
Mendengar perkataan dari pangeran Erik, Tidal menyadari, bahwa yang diinginkannya adalah putri Anatasya. Sambil menurunkan pedangnya, pangeran Tidal menjawab..
"Oh, aku tidak bermaksud mengambil kekasihmu, kalau begitu ambil saja.."
Pangeran Erik tidak senang dengan jawaban pangeran Tidal, Erik mengira bahwa Tidal sedang mengolok oloknya..
"Apa maksudmu, Lalu untuk apa semua ini? Jangan kau coba membodohiku!"
Pangeran Tidal hanya tersenyum, dan menjelaskan bahwa ini hanyalah sebuah perjodohan, pangeran Tidal juga mengatakan bahwa sebenarnya ia sama sekali tidak tertarik kepada pernikahan ini dan juga kepada putri Anatasya.
Tapi apa yang disampaikan pangeran Tidal, sama sekali tidak dihiraukan, Erik tetap saja menganggap itu semua sebagai olokan, bahkan menganggap Tidal telah menghina putri Anatasya.
****
Tak lama, datang seseorang dari dalam kastil, tempat dimana Raja dan Ratu berada, mengatakan bahwa sang Ratu terkena anak panah. Sontak Tidal begitu panik, kemudian memerintahkan para Ksatria untuk menjaga kastil. Dan dilihat dari raut wajah pangeran Erik, sangat jelas senyum jahat serta tawa jahat kecilnya.
Pangeran Tidal sesegera mungkin untuk menemui ibunya. Sesampainya disana, ibunya sudah terluka cukup parah dan kehilangan banyak darah. Sang Raja juga tidak dapat melakukan apapun untuk luka yang didapat sang Ratu, ia hanya mampu menyingkirkan para penyusup yang ternyata berhasil menerobos masuk lewat jalan bawah tanah.
Keadaan sang Ratu semakin memburuk, Tidal mencoba untuk membuat ibunya tetap sadar, tapi akhirnya sang Ratu harus mati karena kahabisan banyak darah. Kejadian ini membuat Tidal tak mampu menahan air matanya, ia menyalahkan dirinya sendiri, menganggap bahwa ia tidak layak menjadi seorang pangeran bahkan seorang Raja yang melindungi rakyatnya, karena orang tuanya saja tidak mampu ia lindungi.
Tapi, sang Raja telah mengikhlaskan kematian sang Ratu dan mengingatkan kembali pesan terakhir sang Ratu sebelum ia mati. Sebelum mati, sang Ratu mengatakan bahwa Tidal harus bisa melindungi seluruh kerajaan dan menjadi penerus sang Raja kemudian menikah dengan putri Anatasya untuk meneruskan nasib kerajaan Seranian.
Pertempuran di arah luar kastil kini sudah berakhir, dikarenakan pangeran Erik menarik mundur pasukannya. Tapi, sebelum ia menarik mundur pasukannya ia meminta para Ksatria untuk menyampaikan pesannya kepada pangeran Tidal untuk membatalkan pernikahannya, jika tidak maka mereka akan menyerang kembali kerajaan Seranian, bahkan mengancam akan membawa lebih banyak pasukan.
****
Berita tentang kematian sang Ratu kini telah sampai ditelingan semua orang, kerajaan Seranian yang semula bahagia dan dipenuhi oleh hiasan di sepanjang jalannya, kini berubah menjadi kerajaan yang berduka dan penuh dengan tumpahan darah. Banyak dari para Ksatria yang gugur di medan perang. Untuk keluarga yang ditinggalkan oleh para Ksatria yang gugur, pangeran Tidal menyampaikan permohonan maafnya secara langsung, dan memberikan tunjangan hidup untuk setiap keluarga yang ditinggalkan para Ksatria.
Bersambung...