karena terlahir dari anak broken home aku sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuaku... mereka sibuk dengan keluarga mereka masing-masing sedangkan aku di tinggalkan dirumah nenek dan kakek sendirian...
"Tara Tara
panggil nenek...
ya namaku Mutiara Anjani, aku seorang gadis yang hidup di desa, aku tinggal sama kakek dan nenekku, mereka merawatku sedari kecil, sedangkan orangtuaku mereka hidup di kota dengan keluarga mereka masing-masing ya aku seperti anak yang tidak di inginkan jadi di tinggalkan begitu saja di desa bersama kakek nenekku sampai belasan tahun mereka kedua orangtua ku tidak pernah menjengukku ataupun kirim kabar kepadaku...
sampai detik ini diusiaku sudah menginjak umur 25 tahun orangtuaku pun tidak peduli sama sekali...
yasudahlah biarkan saja, akupun tidak peduli dengan mereka, yang penting nenek dan kakekku bahagian untuk saat ini.
aku bergegas mendekati nenek karena nenek memanggilku
"iya nek, ada apa???
"ini loh bantu nenek membungsus nasi untuk di antarkan ke landang, kakekmu belom sarapan sudah ke ladang...
"mmm iya nek
aku sehari-hari bantu nenek dan kakek di ladang, nanti hasil panennya di jual ke pasar atau enggak nanti ada pegadang yang mengambil panenan kami, ya kami sehari-hari hanya mengandalkan ladang itu...
"nenek ikut ke ladang??? tanyaku pada nenek
"nenek nanti ikut, tapi nenek kakinya rasanya sakit loh dek
ya panggilan sayangnya nenek padaku itu dek, manggil Tara kalo aku di panggilnya gak jawab-jawab, baru teriakan nenek Tarraaaaaaa....
hehehe lucu kalo mengingatnya itu..
"nenek di rumah saja aja ya???? biar Tara yang mengantarkan saja nenek di rumah ya, istrahat nek
"gak papa kesitu sendiri dek???
aku menganggukan kepalaku...
yaudah nanti antarkan ke kakekmu ya...
ekonomi kami kategori menengah kebawah jadi mau tidak mau harus mengerjakan ladang setiap harinya supaya memiliki panen untuk di jual maupun untuk di makan...
sudah selesai membungkus makanan untuk di bawa ke ladang, akupun bersiap untuk keladang juga...
"nek Tara berangkat dulu ya ke ladang, nenek baik-baik di rumah buat istirahat saja, nanti rumah biar Tara yang membersihkannya Nek..
nenek mengelus-elus kepalaku tanda sayangnya pada ku....
bila nenek mengelus-elus kepala ku pasti nenek lagi merindukan anaknya yang tak pernah datang, ya papahku gak pernah datang kemari sama sekali, sudah hampir 20 tahunan gak pernah njenguk nenek dan kakek sama sekali...
Aku segera bergegas berangkat ke ladang untuk memgantar makanan pada kakeku mungkin kakek sudah lapar...
aku mengayuh sepeda dengan cepat menuju ladang, beberapa menit kemudian aku sampai ke ladang kakek...
"kakek kakek panggilku sambil melambaikan tangan...
sini kek, sarapan dulu, sebelah sini teduh tidak kena panas...
kakek melihatku langsung menghentikan kegiatannya, kemudian kakek berjalan menuju arahku...
"dimana nenekmu???
tanya kakek.
"nenek di rumah kek, kakinya sakit katanya, habis masak aku suruh istirahat jangan ikut ke ladang, aku bilangin gitu kek. ...
"anak baik, iya biar nenekmu di rumah, nenekmu pasti capek kemarin habis panen melimpah...
"iya kek, kakek sarapan dulu gih, biar perutnya ke isi, nanti Tara bantuin kerja selanjutnya kek...
"iya sayang, Tara memang anak rajin, anak pintar puji kakek
memang selama aku sekolah dulu selalu dapat peringkat 1 dan dapat beasiswa jadi kakek nenek ringan tidak pernah membayar sekolahku, akan tetapi aku mau lanjut kuliah tapi tidak tega untuk meninggalkan kakek dan nenek sendirian di kampung, sedangkan kuliahku di ibu kota sana, jadi aku memutuskan untuk tidak lanjut lagi, karena mereka adalah satu-satunya keluarga yang aku sayangi....
Tara gak ikut makan??? tanya kakek membuatku tersadar dari lamunanku...
"tadi Tara sudah makan di rumah sama Nenek kek...
"kakek makan ya nak
aku hanya menganggukan kepalaku...
"kakek Yudi hei kek Yudi
panggil seseorang dari kejauhan dan ternyata itu mang Delik, dia adalah seorang pedagang yang sering beli sayuran dan hasil panen kakek, yang tidak aku sukai darinya dia selalu ingin menjadikan ku istrinya yang ketiga, padahal istrinya sudah banyak, tapi masih saja mengincarku...
"iya gimana mang??? tanya kakekku
"gimana tawaran kek Yudi, aku mau menyunting cucumu itu, biar hidupnya terjamin tidak susah, aku ini memberikanmu tawaran bagus loh
"maaf mang cucu saya mau ke kota dia mau kuliah dulu lagi, bukan maksud menolak mang, biar kuliah dulu aja ya, jawab kakek
Tara kamu pulang gih, ini bawa semua sarapannya, bilang ke nenekmu besok berangkat ke kota ya mau kuliah...
aku tidak tau maksud kakek, karena aku bersyukur tidak susah-susah mencari alasan untuk mang Delik, akupun lagsung bergegas pulang, aku naiki sepedaku dan aku kayuh sekuat tenaga...
Beberapa menit kemudian aku sampai ke rumah,
"nenek nenek panggilku pada nenekku
"mmm iya gimana nak???
"nenek sudah mendingan???
"mana kakekmu??? iya sudah mendingan nak
"kakek masih di ladang nek, tadi ada mang Delik jadi aku di suruh pulang kakek...
"masih niat untuk menikahimu??? tanya Nenek
"ya biasalah nek, seperti itu
"mang Delik itu memang tua bangka tidak tau diri istri sudah banyak masih saja mau persunting cucuku ini, kamu harus kuliah nak, cepat daftar biar tidak diincar mang Delik terus, kata nenek
"terus nenek gimana??? umur Tara udah 25 nek nanti apa gak kelamaan??
"Tara anak cerdas dan pintar ambil kuliahn yang singkat sekitar 2-3 tahun dan ambik beasiswanya, ya nak, jangan seperti kakek dan nenek, kakek nenek mendukungmu sepenuhnya... motivasi nenek...