🌙PENUNGGU RUMAH SENGKETA
1989
Di kediaman Baskoro tepatnya di jalan Mawar Belatung. Tepat pukul 12 malam sekelompok pemuda sedang membawa senjata tajam berupa celurit, pisau dan linggis untuk membantai keluarga tak bersalah tersebut yang semata mata hanya karena harta benda yang berharga.
“Aku akan membalas semua perbuatan mu pada suamiku, camkan itu” suaranya menggelegar tersirat kemarahan.
Hanya terdengar satu kali jeritan wanita terbunuh yang menggema akibat terpenggal kepalnya di perumahan ujung yang luas itu.
“Aaarrgggggg...”
“Tesss...tess...” Tetesan darah yang mengalir dari tangan sang pembunuh yang langsung di saksikan seorang gadis kecil berusia 5 tahun di balik kasur yang sedang ketakutan.
Dengan teganya mereka meninggalkan korban dan menggambil harta benda berharga mereka.
⏳ 32 tahun kemudian...
“Jil” panggil Dera
“Hmmm..., bentar nanggung bentar lagi Menang.” Jawabnya.
“Ajil dengerin, gue mau ngomong.” Sembari mengguncang pundak Ajill berkali kali hingga....
“Sialan, kalah lagi. Lo sih Ra ganggu gue main game aja. Lagian kan ada si Ren...,” Ucap Ajil sewot di dominasi rasa bingung mencari sosok sahabat nya itu.
“Loh!! Dimana Rendi?? Tadi perasaan masih ada di sini deh. Lah kok ngilang?? Apa jangan jangan dia di culik makhluk astral ?? OMG !!” Heboh Ajil teriak teriak kesetanan sendiri sambil kaki dan tangannya kelojotan.
Mungkin orang bilang Ajil udah gila tapi nyatanya enggak. Malah makin nggak waras.
Dera menoyol kepala Ajil pelan agar membuatnya sadar dari kegilaannya itu.
“Ajil...Ajil, ternyata dari dulu Lu tuh nggak berubah rubah ya. Masih sama gilanya kayak waktu zaman SMP,” Dera terkekeh dan tersenyum simpul.
“Rendi itu dah pulang dari setengah jam yang lalu sama kakaknya. Terus kata dia, dia itu ngajakin kita buat bikin video YouTube dia di perumahan di jalan Mawar Belatung ujung perumahan ini katanya. Lu mau ikut nggak?? Kalau nggak biar gue sama Rendi yang aja bikin nanti malam.” Lanjut dera memberikan penjelasan
“Ikutlah..., nanti gue di kata sama Lo Lo pada nggak friends lagi. Kan nggak lucu kalau cowok seganteng gue ini ninggalin sahabat se Baek Lo Lo pade.”
“Emang sih ganteng, tapi sayang kelakuan kek cewek lu. Hahaha,” tawa Dera renyah
“Sirik aja lo. Gini gini banyak yang ngantri yee.” Ucap Ajil ambil menyibakkan rambutnya kebelakang layaknya buaya darat.
“Yeuhh, awas aja lu gue gantung di pohon terong baru tau rasa. Ehh, maksudnya mangga.”
“Ngomong aja masih salah lo. Btw nanti kumpul di rumah siapa? Jam berapa? ” Tanya Ajil
“Biarin, bwleee 🤪. Oh iya, nanti kumpul di rumah lu ya?. Terus kita berangkat jam 11 malam ya.” Tutur Dera Dan di anggukki Ajil
🕚 11.00 PM
“Udah izin kan lo sama nyokap bokap?? Tar kek kemaren lagi,” tutur Rendi
“Rebess(beres),itu mah.” Kata Dera
Mereka mengendarai dua motor dengan Dera yang dibonceng oleh Rendi. Angin bagaikan teman yang menghiasi di tengah malam yang gelap gulita ini. Hingga di saat itu juga mereka sampailah di pelataran rumah itu.
Suasana mulai mencengkeram. Bulu kuduk mereka mulai berdiri melihat pelataran rumah yang sudah tak beraturan. Banyak semak belukar di mana mana bertebaran hingga satu suara mengagetkan mereka.
“Meoonggg”
Eh ternyata suara empuss. Upssss...
Tapi kok bisa bianya ada kucing hitam di ruman kosong gitu ya? Mana rumahnya serem lagi? Gak takut apa?
“Eeettt, nih kucing kerjaannya ngagetin orang aja sih. Untung nggak latah yang engga engga.” Tutur Ajil sambil memegangi dadanya yang kempas kempis
🚶
“Bismillah, ayo masuk. Asalamua'laika, ayo masuk!! Permisi numpang bikin video ya.” Ucap Rendi.
'Prangggggg'
Terdengar benda jatuh entah dari mana.
Mereka tetap melanjutkan perjalanan itu hingga menuju kamar utama. Setibanya di sana tiba tiba angin berhembus dengan kencang dan menutup pintu hingga terkunci.
Alhasil mereka terkejut.
“Belum apa apa kok dah serem aja sih,” pikir Dera
“kuntilanak butung” latah Ajil Hinga dadanya kempas kempis
“Cuman angin elah,” ucap Rendi
Seketika itu juga lemari kecil ambruk, menumpahkan isinya.
“Kita balik aja yuks. Kayaknya penunggu rumah ini nggak suka deh sama kita.” Ucap Dera yang mulai gelisah ketakutan
“Baru juga mulai, kok udah mau pulang aja sih??” tutur Rendi
Setelah terucap kata itu, tiba tiba Dera berucap.
“Kamu harus mati‼️” dengan suara serak menggema dan tangan mencekik leher Rendi.
“Der...ra Lo ko...k an...neh sih? Le...pas sin gu...e,” sambil meronta-ronta mencoba melepaskan cengkraman dera dari lehernya.
“Dera!!! Lo dah gila ya. Dia sahabat Lo, istighfar Der!!”
“Nyawa di balas dengan nyawa!!!! Hahahaha”
Tawa sosok yang merasuki tubuh Dera.
“Wah, nggak beres nih. Pasti dah kesurupan nih bocah. Maksud Lo apa pengen nyawa?? Mau bunuh orang?? Nggak bakalan gue biarin”
Ucap Ajil dengan tampang pemberani.
Padahal aslinya dalem hati gemetar ketakutan . Mungkin biar di kata gentle kali ya. Biasalah..., Calon calon buaya darat.
☞
Seorang wanita yang hampir berkepala empat itu berjalan memasuki pelataran rumah kediaman Baskoro. Memasuki rumah dan mengintip di balik celah pintu kamar utama. Dentingan lonceng yang tiba tiba berbunyi entah dari mana menyadarkan wanita itu. ' teng...teng..'
Disaat kejadian itu terjadi seketika ia masuk dengan mengucap 'Bismillah'
“Stooooppp‼️” ucapnya dengan derai air mata.
“Jangan...!!!, jangan membunuh anak tak berdosa itu bu. Kembali lah ke alammu!! Aku melihatnya, mereka menunggumu. Aku sudah ikhlas untuk semuanya.” Ucap wanita itu lagi
“Siapa kamu??” Tanya makluk tak kasat mata itu yang mulai melepaskan cengkraman di leher Rendi dan mendekati wanita itu.
”Ini Mela bu, Mela anakmu yang kau selamatkan 32 tahun yang lalu,” sambil menepuk nepuk dadanya.
”Benarkah ini kamu nak??”
Wanita itu mengangguk dan berkata
“kembalilah bu. Jangan membalas dendam kepada orang lain. Biarkan Tuhan yang membalasnya.” Ucap wanita itu tersenyum sambil terisak.
Makluk tak kasat mata itu pun tersenyum lalu mengusap pucuk kepala wanita yang mengaku bernama Mela itu dan menoleh kebelakang.
”Maaf...” ucapnya lirih
Seketika itu juga cahaya putih menyelimuti makhluk itu dan pergi begitu saja dan tubuh Dera tergeletak di lantai.
“Sebaiknya kalian jangan datang ke sini dulu ya.” Ucap wanita yang bernama Mela itu kepada mereka ber tiga
“Terimakasih, sudah menyelamatkan kami”
ucap ajil sopan dan di angguki wanita itu.
Mereka pun membawa Dera pulang dan tak kembali lagi ketempat kejadian itu.
•
•
•
The and ....
__________________
So, gimana nih ceritanya? Jangan lupa komen ya 👌
Di tunggu kritik dan sarannya.
Hayoo..., Siapa yang nonton olimpiade bulu tangkis?? Seru banget dong pasti. Seneng banget nih Indonesia bisa menang dapet emas di bulutangkis ganda putri. 🤧🤧😄😭
Mana dukungannya.... Nih buat Greysia sama Rahayu? Wkwkwk jangan lupa Ginting yang memenangkan perunggu di tunggal putra.