Aku bisa gila! Aku bisa gila jika begini terus!.
Josh memandangi setumpuk dokumen yang berada di atas meja kerjanya. Baru lima menit yang lalu dia selesai memeriksa sepuluh dokumen kontrak pengajuan tender yang baru masuk, sekarang datang lagi dua puluh dokumen perjanjian penagihan utang yang harus ia periksa kelengkapannya. Terdengar mudah dan sepele pekerjaannya karena hanya memeriksa, justru kata"memeriksa" itulah yang membuat pekerjaannya harus teliti dan tidak boleh salah.
"Sejam lagi masuk jam istirahat!, Ayoo semangat!." Josh menyemangati dirinya sendiri setelah melihat jam, setidaknya saat istirahat nanti ia bisa melepaskan penatnya sekaligus melihat wajah cantik Brolina, karyawan bagian administrasi yang telah membuatnya jatuh cinta.
Sudah tiga dokumen yang selesai ia periksa kelengkapannya, berarti tersisa 17 dokumen lagi. Ia bisa saja langsung menyatakan semua dokumen ini sudah diperiksa tanpa harus susah-susah mengeceknya satu demi satu, namun apa jadinya jika ia ketahuan tidak memeriksa dengan teliti?, Apakah sebanding dengan resiko yang akan dia terima? Sepertinya tindakan bodoh seperti itu bukan pilihan.
"Yupp...lima menit lagi waktu istirahat dimulai!." Tangan kanan Josh sedikit terkepal ke atas sambil meletakkan dokumen keempat ke posisi dokumen yang sudah diperiksa. Satu dokumen lagi bisa ia periksa sebelum masuk jam istirahat, ia dengan antusias mengambil dokumen paling atas.
Sirine pertanda jam istirahat berbunyi, dokumen terakhir yang ia periksa belum selesai, namun tidak apa-apa Josh berpikir setelah istirahat semua dokumen ini akan selesai ia periksa beberapa jam sebelum jam pulang. Ia kemudian merentangkan kedua tangannya ke atas sambil meluruskan badannya, ia menikmati bunyi tulangnya yang menandakan tubuhnya mengalami relaksasi. Ia kemudian berdiri dan segera bersiap-siap keluar dari bilik kerjanya.
Tiba-tiba...!
"Josh...tunggu sebentar!."
Dari belakang suara Pak Trupo sang assiten manajer terdengar, ia tergopoh-gopoh menuju kearahnya.
"Dokumen penagihan utang sudah kamu periksa?." Tanya Pak Trupo.
"Baru selesai lima dokumen Pak, nanti sehabis istirahat saya selesaikan semua."
"Perintah manajer selesaikan semua sekarang!, karena sejam lagi mau ada rapat dengan para investor dan dokumen penagihan utang itu dibutuhkan!." Tegas Pak Trupo.
Wajah Josh langsung menegang, apakah ini artinya?.
"Jadi saya tidak istirahat pak?."
"Jam istirahatmu diganti jam lembur, gak apa-apa ya?, Hari ini aja kamu gak dapat jam istirahat, tapi kamu dapat upah lembur."
Pak Trupo berbalik meninggalkan Josh yang mematung tak berdaya.
"Selesaikan cepat ya...jangan ditunda!."
Sepertinya Josh akan benar-benar gila!.