Aku Farel, kelas 3 SMA,
Beberapa hari yang lalu ibu ku memarahi ku di depan semua temanku, saat ada belajar kelompok di rumah.
Padahal hanya karena sebuah masalah sepele saja, aku menggunakan uangnya untuk bersenang-senang dengan pacarku di malam sebelumnya.
Karena kejadian itu, aku nggak punya muka lagi di depan teman-temanku dan pacarku hingga hari ini.
Akhirnya karena aku sangat kesal, aku berencana membunuh ibuku dengan menggunakan racun.
Hari ini adalah hari ulang tahun nya, aku sudah menyiapkan kue untuk nya, tentu beserta racun yang sudah aku campurkan ke kue itu.
Saat itu ibu sedang berada di dapur, sedang membuat makan malam seperti biasanya.
"Selamat ulang tahun bu", ucapku berusaha terdengar tulus.
Ibu kelihatan terkejut, "Ini apa nak? wow terima kasih" dia terlihat bahagia menjelang kematiannya.
Saat di meja makan, ibu meletakkan 2 potong kue, 1 untuk nya dan 1 untuk ku beserta susu coklat favorit ku.
Aku menyeruput susu coklat ku sambil mengamati ibuku yang sedang tersenyum sinis.
'Hah ?? tersenyum sinis?'
Tidak butuh waktu lama pandanganku kabur, aku terjatuh di kursi ku, aku tak bisa berbicara sepatah kata pun, karena tenggorokanku rasanya seperti terbakar.
Tapi aku mendengar ibuku berkata "Aku tahu rencana mu, pergilah untuk selama-lamanya bocah bodoh!"
END