semua berawal dari ketidak sengajaan aku mencintainya, hingga mampu membuatku merasakan bagaimana rasanya menunggu dengan ketidakpastian. sakit, sedih, dan selalu memimikirkannya, itulah perasaanku saat ini. sebelum lanjut, perkenalkan namaku Ranin seorang gadis biasa yang berusaha mencintai dengan sempurna di balik segala kekuranganku.
aku bekerja sebagai pelayan restoran di kota kuju agung. ada 6 orang yang bekerja di sini 3 wanita dan 3 laki-laki. dan di seberang restoran tempat kerjaku banyak berjejer ruko-ruko salah satunya indomaret. tempat dimana pertama kali aku melihat nya. namanya Rahmat, dia bekerja sebagai kasir di indomaret itu. aku masih ingat sekali bagaimana pertemuan pertama ku dengan dia.
saat itu aku di suruh bosku untuk membeli token listrik di indomaret. karena, kwh di restoran tempat ku bekerja sudah kehabisan pulsa. "Ran kamu beli token listrik ya di indomaret depan ini uang dan kartunya" perintah bosku. "iya Pak" jawabku.
aku berjalan keluar dari restoran dan menyebrang jalan menuju indomaret nya. setelah sampai aku langsung masuk dan berjalan menuju kasir, disana aku melihat seorang lelaki yg tersenyum hingga menampilkan lesung pipitnya yang begitu dalam. "gilaa dalem banget tu lesung pipitnya, punya gue aja sampe kalah" kata ku dalam hati sambil memandang betapa manisnya ciptaan Tuhan di depanku ini.
"mau beli apa dek?? " tanya kakak berlesung itu.
"token listrik" jawabku cepat.
"tunggu bentar ya dek" kata kakak nya, karna dia sedang membantu membawakan belanjaan pelanggan keluar.
"mau beli berapa dek" tanya kakak itu setelah masuk.
"100 rb ini kartunya" jawabku sambil menyerahkan kartu token listriknya.
"totalnya jadi 102 ribu ya dek dan ini kartunya" kata kakk itu mengembalikan kartu dan memberikan nomor tokennya kepadaku.
"iya,ini uangnya pas ya" ku letakkan uang itu di meja.
Setelah kejadian itu aku selalu teringat dengan nya, lesungnya, senyumnya, suaranya, dan semua tentang dia aku selalu ingat. "huhhh kenapa jadi gini sih. ngapain coba dia itu selalu hadir dalam fikiran aku kan jadi ga konsen gini kerjanya!!" kata ku frustasi. udah berulang kali aku mencoba untuk tidak mengingat apapun tentang dia tapi selalu gagal. sehingga aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta. tapi aku terlalu malu untuk mendekatinya jd aku putuskan untuk mencintai nya dalam DIAM.
Setiap hari aku selalu menunggu dia datang bekerja dan melihat nya pulang bekerja. aku selalu fotoin dia diam-diam saat dia sedang melakukan sesuatu. entah dia sedang makan, menurunkan barang, atau apapun itu. tidak pernah ada kata terlewat untuk tidak ku ambil foto kegiatannya. bahkan jadwal berangkat dan dia libur pun aku sampai hafal. tapi satu yg belum aku ketahui saat itu yaitu namanya!. sampai dimana suatu hari aku berbelanja lagi ke indomaret tempat pujaan hatiku itu aku melihat tag namanya yang dia pakai di lehernya. dan ternyata dia bernama Rahmat, sangat cocok dengan namaku Ranin karna sama- sama berawalan R batinku ngehalu. hihihi:v.
pagi itu seperti biasa, setelah aku selesai bersih-bersih restoran aku duduk di bangku depan sambil menunggu pelanggan. aku melihatnya sedang menyapu halaman depan indomaret. ingin sekali rasanya aku menghampiri dia dan berkenalan dengan nya duduk berdua bercanda tawa. tapi sayangnya itu cuman halu karna rasa gengsi ku yang begitu besar untuk menyapa duluan.
setiap hari berjalan dengan biasa dan semestinya. hingga 6 bulan berlalu, aku masih mencintainya dalam diam tanpa ada kemajuan antara aku dan dia, mungkin hanya sekedar obrolan kecil antara kami saat aku sedang berbelanja di indomaret tempatnya bekerja.
aku selalu mengingat bagaimana pertama kali aku berkenalan dengannya. waktu itu aku sedang ke pasar untuk membeli keperluan ku untuk sebulan ke depan. dan tanpa sengaja aku bertemu dengan kak Rahmat di pasar. waktu itu, dia sedang sendirian entah membeli apa aku gak tau. aku sengaja mengikutinya dari belakang sambil melihat-lihat barang di sekitar, cukup lama aku mengikuti nya tanpa sadar aku kehilangan sosok dirinya. tak ku sangka ternyata dia bersembunyi di dalam salah satu toko dan melihat ku yg sedang kebingungan mencarinya.
"darr" dia mengagetiku.
"Astagfirulloh alazim" kaget ku
"ngapain kamu ngikutin saya dari tadi" tanya nya
"siapa yg ngikutin kamu geer banget sih jadi orang" elak ku
"udahlah gak usah ngeles, kalo mau kenalan tu tinggal bilang aja apa susah nya" canda nya.
"idih ga usah kepedean ya mas, siapa juga yang mau kenalan sama situ" kekeh ku ga mau ngakuin.
"idih ga mau ngaku tuu" goda nya.
"ya udah aku aja yang ngajak duluan kalau gitu. kenalin nama aku rahmat" dia berkata sambil mengulurkan tangan kanannya.
"udah tau aku tuh mas dari dulu malahan" kata ku dalam hati.
"Rani" jawabku sambil menyalami tangannya.
dan dari kejadian perkenalan di pasar itu, kita jadi sering ngobrol kalau aku sedang berbelanja di indomaret. walaupun hanya obrolan receh tapi aku bahagia karna bisa berkomunikasi dengannya.
Tetapi, tidak lama setelah aku dan dia saling kenal, aku ga sengaja berbuat kesalahan di restoran tempat ku bekerja sehingga membuat aku di pecat oleh atasanku. aku sangat sedih waktu itu aku udah memohon untuk tidak di pecat karna aku ga mau jauh dari kak rahmat. tapi apalah daya ku yang hanya seorang kariawan biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa. aku pulang ke desaku dengan membawa sejuta kesedihan di hati ku. penantian ku dan cinta secara diam-diam ku ternyata hanya sebatas harapan.
1 tahun berlalu, ternyata cinta dan hatiku masih sama, hanya satu nama saja yaitu "Rahmat". aku sudah mencoba mencari dan mencitai orang lain tetapi aku tidak bisa. seberapa keras aku mencoba melupakan nya maka bayangan kami bercanda tawa saat itu semakin melayang-layang di dalam fikiranku. walaupun kenangan aku dan dia itu cukup singkat tetapi sepertinya dia dan semua tentang nya sudah melekat di dalam diriku. dan entah sampai kapan aku akan menjalani penantian tak berujung ini. aku selalu berharap suatu saat nanti takdir akan mempertemukan kami kembali. dan menyatukan kami dalam ikrar suci pernikahan.