Aku akan membalaskan dendam ku kepada semua orang yang berwajah mirip dengannya!
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Teng! Suara lonceng terdengar sebanyak dua belas kali, menandakan sekarang sudah pergantian hari, jam dua belas malam. Suara itu berhasil membangunkan Aoi Mitsuyama, gadis berusia empat belas tahun yang sekarang baru naik ke kelas 3 SMP.
Aoi mengusap matanya, dia melihat layar ponselnya yang bisa menyala sendiri ketika mendeteksi wajahnya. Hari Senin, tanggal 2 Agustus 2021. Setelah itu, dalam satu kedipan mata, ponselnya tak lagi berada dalam genggaman nya. Kamarnya yang tadinya gelap, kini menjadi terang benderang, dia tak lagi berada di dalam kamarnya.
"Hah? D.. dimana ini? Kenapa aku memakai seragam?" ucapnya bingung sambil melihat dirinya sendiri yang sebelumnya dia memakai piyama, kini dia memakai seragam SMA.
"Aoi-Chan!" teriak seseorang dari arah belakangnya. Dia adalah seorang laki-laki berparas tampan yang berusia sekitar lima belas tahun. Di seragamnya, terdapat name tag bertuliskan Ryusei Takemichi.
Aoi yang melihatnya pun menjadi tambah bingung. Dia tidak mengenal Ryusei. Alhasil, dia menjadi seperti orang linglung.
"Ohayou!" ucap Ryusei ketika dia sudah berdiri di depan Aoi.
"O.. ohayou." balas Aoi dengan nada pelan.
"Hey, kau ini kenapa? Apa kau sakit? Kalau sakit tidak usah sekolah."
"Aku baik-baik saja kok." balas Aoi sambil menunjukkan senyumannya.
"Oh iya, hari ini sepulang sekolah kita berdua akan pergi ke hutan kota untuk penelitian. Kau tidak lupa kan?"
"Apa?! Huuh bagaimana ini? Aku kan belum belajar mapel SMA," kata Aoi dalam hati.
"Te.. tentu saja aku tidak lupa." kata Aoi, sebenarnya dia benar-benar tidak tau tentang kegiatan penelitian itu, toh dia time travel ke masa depan.
"Baiklah, ayo ke kelas." ajak Ryusei.
"H.. haik!"
Setelah itu, mereka berdua pun pergi ke kelas mereka, kelas 1 C. Di sepanjang lorong sekolah, semua murid-murid di sana memandangi Aoi dengan tatapan kagum, tak sedikit juga ada yang memandangi Aoi dengan tatapan iri. Mereka berdua menjadi pusat perhatian karena... Ryusei berjalan di samping Aoi sambil menggandeng tangan nya.
"Ryu.. Ryusei-kun, kenapa kau menggandeng tangan ku?" bisik Aoi pelan supaya yang lain tidak mendengar nya.
"Memangnya kenapa? Kau ini kan pacarku,"
"Sejak kapan?"
"Bagaimana kau bisa lupa? Kita sudah setengah tahun berpacaran lho. Ah iya! Kau bilang kau belum mengerjakan pr mu, ini aku pinjamkan bukuku." ucap Ryusei sambil mengambil buku tulis miliknya dari dalam tas.
"A.. arigatou." ucap Aoi sambil menerima.
"Bagaimana dia bisa tau kalau aku yang sekarang belum mengerjakan tugas? Apakah dia selalu mengawasi ku?" batin Aoi.
Kenapa Aoi tadi menjadi pusat perhatian? Saat itu dia merupakan bunga sekolah, di SMA tempat dia bersekolah. Tapi meskipun begitu, dia tidak terlalu pintar. Tapi beruntung dia menjadi kekasih nya Ryusei, selain dia tampan dan baik, dia juga salah satu murid paling pintar di sekolah. Piala yang dia dapatkan sudah berjejer rapi di rumahnya.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
Singkat cerita, mereka berdua sudah berada di hutan kota untuk melakukan suatu penelitian dalam pelajaran biologi. Mereka berjalan bersama melewati jalan setapak yang sudah tersedia.
"Aoi-Chan, sebaiknya kau tetap di samping ku. Aku dengar, baru-baru ini ada orang yang terbunuh di sini." ucap Ryusei sambil menggandeng tangan Aoi.
"Benarkah?"
"Iya, aku baca di berita. Ada sesosok makhluk yang menyerangnya ketika dia sedang membuat vlog. Makhluk itu berbentuk bayangan, mempunyai lima tangan, dan kepalanya hampir terputus."
"Haaa! Ryusei-kun, jangan menakuti aku!" ucap Aoi sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Eh, maaf. Jangan takut, aku ada disini. Dia yang di serang itu karena dia membuang sampah sembarangan, berjalan sendirian saat senja." ucap Ryusei berusaha menenangkan Aoi dengan cara memeluknya.
"Eh! Sekarang kan sudah hampir senja." batin Ryusei. Memang sekarang langit sudah berwarna oranye, sudah hampir senja.
Skip sekarang sudah mau jam enam sore, mereka berdua masih belum menemukan tumbuhan yang menjadi bahan pengamatan mereka.
"Ryusei-kun, aku ingin ke toilet." kata Aoi sambil menghentak - hentakkan kakinya untuk menahan sesuatu.
"Eh, toilet? Hmm, ada disana." kata Ryusei sambil mengedikkan dagunya ketika melihat petunjuk yang menunjukkan ada toilet, tempat peristirahatan, dan juga jalan untuk keluar dari hutan kota ini.
"Ah! Tolong tunggu disini. Aku tidak akan lama."
Saking sudah kebelet, Aoi sampai lupa kalau seharusnya dia tidak pergi sendirian. Setelah selesai melakukan panggilan alamnya, ketika dia keluar dari toilet wanita, pemandangan di luar berbeda 360 derajat. Yang tadinya adalah hutan kota, kini menjadi hutan belantara. Yang tadinya masih menjelang senja, kini sudah malam dan berkabut.
"Aku.. aku ada dimana? Ryusei-kun! Dimana kau!" teriak Aoi, dia ketakutan berada di sana sendirian, di tempat yang agak gelap, berkabut, jarak pandang nya sangat terbatas. Belum lagi saat itu ponselnya sedang lowbat. Jadi tidak bisa dipakai. Dan disini belum ada fasilitas untuk mengisi daya baterai ponsel.
Hingga suatu saat dia melihat seseorang yang berdiri di balik pohon. Aoi pun penasaran, dia mencoba untuk memanggil orang itu.
"H.. halo? Apakah ada orang disini?" ucap Aoi sambil mulai berjalan mendekati orang itu. Dan setelah sampai di pohon tempat dia bersembunyi tadi, Aoi tidak melihat apa-apa.
"Hah? Tidak ada orang,"
Wuush!
Tiba-tiba, ada sekelebat bayangan hitam yang bergerak cepat menuju ke arahnya.
"Aaaaaaaaaaaahhh!" Aoi berteriak ketika tiba-tiba ada tangan yang mencekik leher nya. Setelah bisa dilihat, ternyata makhluk itu ciri-ciri mirip sekali dengan yang diceritakan Ryusei. Mengerikan sekali..
"Jangan bergerak!" ucapnya dengan nada yang berat. Setelah itu, dia mengeluarkan kedua tangannya yang lain.
"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!" Aoi berusaha memberontak. Tapi tidak bisa. Lehernya dicekik dengan dia tangannya, tangan dan kakinya juga dipegangi oleh kedua tangannya yang lain.
Tangan yang kelima dari makhluk itu memegang dagu Aoi supaya dia mendongakkan kepalanya. Saat itu, wajahnya terlihat dengan jelas. Bisa dibilang, wajahnya itu cukup tampan, tapi terkesan dingin. Bola matanya berwarna merah terang. Mata Aoi berkaca-kaca akibat dirinya menahan sakit.
"Kamu.. mirip sekali dengannya," ucap makhluk itu setelah melihat wajah Aoi dengan seksama.
"Orang yang telah membuatku sakit hati, sampai akhirnya aku seperti ini." lanjutnya.
"Aku akan membalaskan dendam ku kepada semua orang yang berwajah mirip dengannya! Hyaaa!"
SRAT!
Siapa yang menyangka, kalau sebenarnya dia mempunyai enam tangan. Tangannya yang keenam memegang katana yang dia gunakan untuk membantai gadis yang berwajah mirip dengan orang yang makhluk itu maksud.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
Aoi terbangun dengan keringat dingin yang mengucur di sekitar wajah nya.
"Fiuh untung saja hanya mimpi buruk." ternyata hanya mimpi.
Setelah itu, Aoi kembali melihat ponselnya. Sudah jam 01:29 malam, tanggal nya masih 02 Agustus 2021, petualangan yang hanya satu jam dua puluh sembilan menit. Apakah benar-benar akan terjadi? Akankah Ryusei Takemichi benar-benar akan hadir dalam kehidupan nya? Tunggu, kenapa jadi membahas Ryusei?
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Note :
- Hanya fiksi
- Maaf kalo ada kesalahan
- Jangan lupa like dan komen ya!