Aku tahu ini adalah hal yang mengerikan untuk dikatakan, namun itulah kenyataannya. Kelasku adalah mimpi buruk bagi semua guru. Murid-murid ku sangat MUSTAHIL untuk di kendalikan, mereka berteriak di depan wajahku, bahkan berani meludahi ku. Mereka sering menghinaku dan tertawa dengan kejam jika melihatku sakit hati. Kadangkala mereka juga bisa kasar, menarik rambutku dan bahkan menghantam ku ke lantai, dimana mereka menindih ku sambil berkata kurang ajar terhadapku, Benar-benar MENGERIKAN.
Namun aku selalu berhasil mengumpulkan keberanian untuk mengunjungi bangunan sekolah yang terbakar dan terbengkalai itu setiap tahun. Paling tidak hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mereka setelah musibah naas yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Aku kadang dengan pahit memikirkan bahwa sepantasnya bukan aku yang datang ke sini setiap 'HARI JADI' musibah itu. Ini bukan salahku ,melainkan tukang listrik itu. Dialah yang menyebabkan kematian mereka ,semua ini gara-gara korslet yang dia sebabkan.
Kemudian aku teringat akan kemarahan ku ketika aku mencium bau kabel yang terbakar dan berusaha memperingatkan mereka. Di kelas itu suaraku tidak bisa terdengar karena keramaian mereka. Mereka tak pernah menunjukkan rasa hormat kepadaku selama pelajaran berlangsung. Tidak ada perkataan ku yang layak mendapatkan perhatian mereka. Mereka mengabaikan peringatan panik ku, seperti biasa.
Tentu saja itu membuatku frustasi.
Namun tetap saja itu bukan alasan bagiku untuk menjadi pengecut dan meninggalkan mereka semua dalam bahaya saat itu.
Apalagi untuk mengunci mereka di kelas saat aku keluar.
END