Di sebuah rumah bergaya klasik dengan penerangan lampu cukup terang,ada seekor kelinci berwarna pink dengan pemiliknya yang bernama jessie.Mereka sedang ngobrol santai sambil menikmati dinginnya hujan salju malam ini yang mengguyur kota malaka.
"Meong-meong".
Jessie melirik mochy."Kenapa suaramu begitu kau itu kan kelinci?.Tanya Jessie.
"Aku hanya ingin mengganggu aksi melamunmu itu".
"Aku tidak melamun,tapi sedang menikmati dan melihat turunnya salju".
"Sudahlah jangan hanya berdiam saja.Lama-lama aku bosan,mending tidur saja" Ucap Mochy sambil menarik tangan Jessie.
Dengan terpaksa Jessie menurut dan berjalan.
****
Esok harinnya mochy mengajak jessie untuk bermain salju diluar.
Tuanku jessie,tuanku jessie"Mochy memanggil nama Jessie sambil berteriak.
"Apa?Gak usah teriak teriak pagi-pagi kau bikin aku sakit kuping saja".
"Aku kira kau masih tidur!jadi aku berteriak deh hehe".Mochy cengegesan.
"Huft.Dasar kau".
"Ayo temani aku bermain salju didepan".Mochy pun menarik tangan Jessie.
"Waitt,aku ambil jaket tebalku dulu".Kata Jessie sambil melangkah kedalam rumah.
"Baiklah tuanku Jessie yang cantik dan pastinya juga yang baik".
****
Setelahnya,nereka berdua keluar rumah dan bermain salju.
"Uwaww,menyenangkan".Mochy terkagum melihat indahnya salju yang terun menyelimuti pepohonan dan tanah.
Jessie hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalannya.
"Sepertinya kau tak bersemangat aku ajak bermain?".Tanya Mochy sembari menatap ke arah Jessie.
"Ya karena aku lapar dan belum makan".
"Ha ha ha ha astaga.Kau kan tadi sudah minum coklat hangat dan roti selai?".
"Tapi masih kurang".
Mochy hanya bisa menggeleng gelengkan kepala.
"Hmmm tapi tak apa nanti setelah main aku akan makan lebih banyak lagi".
"Ya ya ya,sesukamu saja".
Mereka berdua menikmati dinginnya pagi kota malaka dengan bermain salju.Namun,dikejauhan nampak ada orang lain juga yang bersama hewan peliharaannya.Jessie pun memperhatikan mereka,dan dia jadi flashback ke masa Mochy yang ditemukan sama persis pada musim salju.
Flashback.
Didekat jendela Jessie sedang menunggu untuk keluar melihat salju yang sudah turun kemarin malam.Ya karena masih terlalu pagi dan masih petang juga untuk keluar.Nah tepat pukul 10.00 waktu mulai.Jessie keluar dengan pakaian tebalnya,tak lupa pakai sepatu boot dan sarung tangan,oh ya dengan topi tebal untuk menutupi kepala dari salju yang masih turun.Jessie membuka pintu dan melihat sekeliling.Entah kenapa tiba-tiba ada seekor kelinci lucu berwarna pink sedang meringkuk didepan tangga rumah.
"Hai,pasti kau kedinginan ya".
"Sangatt dingin".Suarannya terdengar sangat lirih.
Tiba tiba saja kelinci itu berbicara dan menjawab pertannyaan Jessie.Jessie merasa kaget berbicara dengan terbata bata.
"A apa k kau tadi bicara?".Tannyanya pada kelinci tersebut.
"Iyaa".
Jessie masih tampak kaget dan diselimuti perasaan takut.Memberanikan diri untuk bertannya kepadannya."A a aku tak salah dengar kan?kau kelinci ajaib?".
"Tidak.Memang aku bisa bicara.Dan benar aku ajaib,tolonglah aku.Bawa aku ketempat yang hangat".Kelinci itu memohon kepada Jessie agar dia mau menolongnya.
Jessie akhirnya menggendong mochy."Aku akan menolongmu".
Jessie pun membawa kelinci itu masuk kedalam rumahnya dan memberikan kasur kecil yang pas untuk kelinci ajaib itu.
"Terimakasih banyak".Ucap mochy kepada Jessie.
"Iya sama sama,kau memang ajaib.Ternyata ada ya hewan bisa bicara?".
"Ya ada,ini aku contohnya".
"Hmmmm iya aku tau karena sudah menemukanmu tadi".
"Oh ya,namaku Mochy aku adalah kelinci ajaib yang lucu berwarna pink".
"Astaga,kau ternyata banyak omong juga ya.Senang bertemu denganmu kelinci pink yang aneh dan tentunya ajaib sih!Kenalkan aku Jessie smith".
"Ya karena aku bisa bicara dengan manusia.Apa kau masih takut?.
"Hmmm sedikit karena aku pertama kalinya bicara yang lawan bicarannya adalah seekor kelinci".
"Aku tau pasti kau akan terkejut saat aku menjawab pertannyaanmu tadi".
"Aku benar benar masih tak percaya".
"Aku paham itu tuan Jessie smith".
Jessie pun terdiam dan masih menatap mochy.
"Hey jangan tatap aku seperti itu".Ucap Mochy,dia merasa tatapan Jessie itu sangat menyeramkan baginya.
"Iya-iya".
"Apa aku boleh tinggal bersamamu dan menjadi peliharaanmu sekaligus temanmu?".Tanyanya penuh harap Kepada Jessie.
Jessie masih dengan perasaan takut pun menjawab."Aku dengan senang hati menerimamu kelinci ajaib.Dan nantinya aku akan terbiasa dengan kau yang banyak omong itu.
Mochy tersenyum manis kepada Jessie."Terimakasih sekali lagi tuan Jessie cantik.Aku akan membuat hari-harimu lebih ceria karena ada aku".
"Oke,dan aku akan menantikan momen itu".
Akhirnya dengan kejadian itu jessie memiliki kelinci ajaib yang selalu membuat hari harinya terasa lebih menyenangkan.
Tamat...