Pernah 'kah kamu mendengar kisah tentang Semar Mesem? yang konon dapat menghipnotis seseorang agar terpengaruh oleh ajiannya. Namun kali ini berbeda...
Bagaimana bila sosok yang menggunakan ajian tersebut adalah seorang psikopat !
Baiklah aku akan menceritakan kepada kalian kisah nyata ku yang menyeramkan sekaligus membuatku trauma berat dan menyebabkan ku menjadi paranoid akan kesendirian.
Dan begitupula sebaliknya kisah ini akan membuat buluk kudukmu berdiri dan tak dapat tidur nyenyak.
Kisahku bermula disaat aku pulang malam hari seusai bekerja lembur... sialnya saat itu hujan deras jadi hal itu memaksaku mau tak mau harus berteduh dibawah tempat yang memiliki asbes diatasnya.
Sayangnya aku melihat kanan kiri tak mendapati adanya rumah atau bangunan lain untuk ku jadikan tempat berteduh, namun diseberang sana terdapat villa yang depan serta kanan kirinya adalah tengah hutan yang gelap serta sunyi.
Pikirku apa mungkin aku boleh untuk berteduh sesaat di tempat itu yah? patut untuk dicoba ...tanpa tahu bahwa hal itu akan menjadi pemicu atas ketakutan yang dirasakan seumur hidupnya.
Kembali ke cerita, ketika aku sudah sampai di depan gerbang dan sesaat aku ingin meminta izin untuk masuk. Secara mengejutkan tiba-tiba saja pintu gerbang dikawasan villa tersebut terbuka dengan sendirinya.
Aku terheran terlebih ketika melihat pos penjaga di kawasan itu yang nampak gelap dan seperti tidak ada orang sama sekali didalam sana, hujan yang semakin deras mengguyur ku pada akhirnya membuat ku terpaksa mau tidak mau untuk masuk ke bangunan tersebut. Di depan pintu rumah aku berdiri diam sambil memandang hujan yang turun. Disaat yang bersamaan muncul sesosok wanita dengan membuka pintu rumah tersebut.
"Ah- ! maaf nona saya tidak berniat jahat atau bermaksud apapun, saya hanya numpang sebentar-"
"Wahh nggk apa-apa kok, oh iya didalam ada roti jahe ( biskuit khas Inggris ) Masnya mau?" ( Dari pengucapannya sendiri dia punya logat orang asing yang baru tinggal di negeri ini saja.)
"Wah terima kasih tawarannya mbak tapi saya-" Belum selesai ku ucapkan.
"Sudah~ ayo masuk!" Serunya kembali sambil menarik lenganku.
Di dalam rumah pun terlihat mewah dan berkelas, penuh pencahayaan yang terang dari lampu penerangan yang berada di atap rumah.
"Diluar sangat dingin bukan?" Dengan senyum sempringai.
"I-iya noni ( aku menyebutnya noni biar keenakan dikarenakan logatnya seperti orang Belanda atau juga orang Inggris. )"
"Wahh sepertinya rotinya yang kupanggang sudah jadi, fufufu aku akan segera kembali." Yang kemudian ia masuk ke samacam ruangan, yah' kemungkinan sih itu dapurnya tapi entahlah.
Aku melihat disekitar... kok.. berdebu sekali ya?
apakah pemilik rumah tidak menyewa pembantu?
aneh..
Tak sengaja aku melihat ruangan yang pintunya terbuka, awalnya aku tak tertarik hingga suatu ketika berbunyi suara telepon dari balik pintu tersebut.
Hal itu membuatku penasaran dan saat aku menoleh ke dalam pintu.
Sontak aku terkejut mendapati mayat bergelimpangan dan beberapa dari mereka telah dikeremuni oleh binatang pengerat.
"Uwaaaaa- !!!"
"Olala~♪´ apakah kamu suka dengan arsitektur bangunan ini?"
Sontak aku langsung menoleh dan mendapati perempuan sekaligus pemilik villa ini berada tepat dibelakang ku sambil membawa roti jahe.
"Ah, maaf saya tak bermaksud-"
"Ngomong-ngomong bagaimana kalau kamu mencicipi roti jahe ini?" Ujarnya sambil menadahkan makanan ringan tersebut.
"Ti-tidak terimakasih saya ingin pulang saja." Dengan ketakutan serta tubuh gemetaran.
Disaat aku mencoba membuka pintu.. pintu rupanya telah terkunci.
"Ky-hahaha!" Tawanya.
"Kamu kenapa kok sungkan-sungkan begitu?" Dia mendekat dan semakin mendekati-ku.
"Uaaa-a !!" Teriakkanku serta tak sengaja menampar roti jahe itu hingga jatuh ke tanah.
Tak berselang lama muncul tikus yang entah dari mana menggerogoti roti tersebut dan seketika itu juga langsung sekarat dan seperti pingsan.
"Yah rotinya jatuh... padahal aku ingin memberikannya padamu." Sambil tersenyum, senyuman sendiri tampak mengancam.
Secara spontan aku berlari menjauhi wanita itu sambil berteriak-teriak meminta tolong walau aku tahu takkan mungkin ada seorang pun yang mendengar ku terlebih saat ini aku berada di sekitar hutan belantara.
Aku dengan gercap bersembunyi di bawah kolong meja makan sambil disitu aku mencoba mengirim pesan kepada teman, saudara serta orang tua ku mengenai keadaan ku yang terancam saat ini.
Bukannya mendapat jawaban dari mereka malah ponsel hp ku mati karena kehabisan baterai.
Secara mengejutkan wanita tersebut berada tepat dihadapan ku, wajahnya berada persis didepan ku sambil membawa semacam pisau 🔪
"Hello~♪"
Tanpa pikir panjang ia menyabet ku dan mengenai jari jemari tangan sebelah kiriku hingga terputus.
"Aaaarrgh- !!!" Teriakku yang merintih kesakitan.
Handphone ku jatuh dan aku pun spontan menendang nya hingga tersungkur ke tanah dan mencoba keluar villa dengan memecahkan jendela.
Dan berhasil !
Akan tetapi disaat aku ingin keluar, secara tiba-tiba ada sesuatu yang memukul ku dari belakang. Dan diriku pingsan saat itu juga.
Saat terbangun aku mendapati tengah terikat dalam kursi lalu muncul wanita psikopat itu yang kemudian menyiksa ku sampai membuat ku menjadi tertekan, trauma serta gila apalagi dia bernyanyi tanpa henti disaat waktu pukul jam 12 malam dan nyanyian itu ia ulang berulang kali diikuti penyiksaan yang ia lakukan terhadap ku sampai pada titik aku ingin menyerah.
Tetapi sebuah kebetulan ikatan yang ia ikat padaku tidak sengaja kendor saat menyiksaku alhasil aku berhasil lolos untuk kedua kalinya.
Lalu aku berlari-larian di lorong villa sambil mencari-cari jendela yang telah ku pecahkan sebelumnya dan benar saja aku menemukan jendela tersebut.
Langsung aku tanpa pikir panjang melompat dari jendela itu dan berlari menuju sepeda motor yang kupakirkan dekat gerbang pintu masuk villa.
Dengan gercap aku menyalakan dan pergi dari sana yang tampak dari kejauhan sang psikopat itu memandang ku dari sudut jendela rumah.
Kemudian setelah kejadian tersebut aku melaporkan hal ini ke pihak berwajib dan secara langsung dirawat di rumah sakit setempat yang berdekatan dengan gereja. Lalu polisi setempat yang sudah mendapat laporan lantas menyelidiki kawasan villa itu.
Akan tetapi setelah datang tidak menemukan hal-hal yang janggal mulai dari jendela yang pecah, orang-orang yang meninggal dalam ruangan maupun ruangan penyiksaan yang rupanya setelah para penyelidik memasuki ruangan yang kumaksud tersebut dikatakan telah berubah fungsi menjadi ruang barang-barang tak terpakai, bahkan diketahui bahwasalnya rumah tersebut sudah tidak dihuni oleh seseorang hampir kurun waktu beberapa tahun lamanya, dilihat dari perabotan serta barang-barang lainnya yang sudah berdebu.
Tepat pukul jam 12 siang bunyi bel lonceng gereja tiba-tiba berbunyi, dan hal ini membuatku kembali teringat akan kenangan saat berada di villa itu, terornya masih tertoreh dalam benak serta pikiran ku.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrgh- !!!!" Teriakku sambil memegang kepala.
"Dokter !! Dok ! pasien dari ruang 2B-" Seruan dari suster yang menjaga ku di ruang tersebut.
Dan untuk lebih spesifiknya mengenai villa yang berada Utara dari jalan yang dilalui oleh tokoh utama dalam cerita.
Diketahui bahwasanya dulu ditempat itu pernah ditinggali oleh salah seorang warga kebangsaan asing yang rupanya memiliki kisah masa lalu kelam serta menyelimuti kawasan tersebut. Dimana dirinya meninggal bunuh diri seusai menumbalkan 9 orang, namun rumornya tersebut masihlah simpang siur dikarenakan jasad dan juga mayat dari pemilik rumah masih belum diketemukan dan anehnya pajak serta tagihan listrik di kawasan tersebut selalu terbayarkan yang mengindikasikan bahwa di villa itu... masih dihuni oleh seseorang.
Terdengar dari lorong sebuah villa sebuah lagu "London Bridge Is Falling Down" namun dengan kosakata yang berbeda serta dirubah.
"Le~t me put smile on to you♪♫"
"On your face♫"
"In your face!"
"Ky-haha~!"
"Let's we play a hide and seek."
"Seema-aar
.
.
.
Mesem." ( Ucap sosok psikopat yang lalu memandang ke arah audience dari balik tembok. )
•Tamat•
-----------------------------_----------------------------_------------------------
( Dalam kegelapan nyanyiannya masih terdengar. )
La♪~ la Laa. la, la, la, laa♫♪
La, la la.. la la laa♪♬
laaa- la laa la-
ahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha!!
Awas..aku.... mungkin sedang berada... disamping-
mu.
IG : arsyizallaundra ( btw IG gue IG pajangan :v )
Jujur gue bikin nih cerpen belum maksimal karena kalo gw bikin 100% nih ceritanya bakal panjang dan memakan banyak waktu so well_Jangan lupa baca novel/chat story aing, btw gw sekalian promosi~
;)