Hari ini aku mengikuti kegiatan bersih alam yang diadakan oleh salah satu LSM lingkungan hidup yang terkenal di kota ini. Kali ini kegiatan bersih alam dipusatkan di sepanjang aliran sungai yang membentang membelah desaku dan desa sebelah, hanya ada satu jembatan semi permanen yang berfungsi sebagai jalur transportasi.
"Sampah-sampah dipisahkan ya!." Perintah koordinator kegiatan kepada para peserta kegiatan.
Dengan bermodalkan kantong plastik besar aku kemudian menyusur tepian sungai dan memunguti sampah-sampah yang menghambat aliran sungai.
Hanya dalam hitungan menit kantong plastik ku sudah penuh sampah, aku baru saja hendak kembali ke posko pengumpulan sampah untuk mengambil kantong plastik baru, namun langkahku terhenti setelah mataku melihat sebuah benda besar tersangkut di batu besar. Beberapa detik aku mematung berdiri mematung, syok melihat benda tersebut.
"Itu...i...tuu...mayat???".
Aku berusaha mengumpulkan tenaga untuk berteriak, namun seperti ada yang mencekat leherku. Aku melihat benda besar tersebut tiba-tiba menggeliat, mengibas-ngibaskan dirinya didalam air, lalu berdiri menatap kepadaku.
Nampak jelas sekarang benda tersebut saat berdiri di depanku, sosok tubuh yang membengkak dengan sisa-sisa pakaian yang sudah hampir lepas, wajah yang sudah penuh penumpukan air, serta bau khas mayat yang membusuk.
Mataku membelalak, bahkan aku tak sadar jika kantong plastik yang penuh berisi sampah sudah terlepas dari tanganku. Saat tubuh manusia bengkak itu mendekat ke arahku, aku semakin kehilangan nafas, beberapa kali nafasku hanya sekedar keluar tanpa memberikan kekuatan.
"Woyy elu...!!! Ngapain lu bengong disitu???." Teriak seseorang dari ujung sungai mengagetkanku, aku tidak tahu siapa orang yang berteriak kepadaku namun aku harus berterima kasih kepadanya karena telah mengembalikan kesadaranku.
Koordinator kegiatan datang mendekatiku.
"Tuh kantong sampahmu jatuh, pungutin lagi sampahnya yang keluar!?." Perintah koordinator tersebut.
Aku segera memunguti kembali sampah-sampah yang keluar dari kantong plastik, aku melirik ke arah benda besar yang aku lihat tadi, tapi kenapa benda itu tidak ada?. Aku celingukan mencari benda tersebut, masa' tiba-tiba menghilang?.
"Kamu cari apa?." Tanya koordinator tersebut.
"Mmmm....tadi saya seperti melihat ada mayat tersangkut dibatu itu" kataku sambil menunjuk lokasi benda tersebut tersangkut.
"Mana ada mayat?, Tiga hari yang lalu iya!, Ada mayat pria ditemukan disitu, korban pembunuhan."
Aku tercengang, jadi tadi itu cuma halusinasi?, Tapi kenapa begitu terasa sekali mayat itu mendekatiku tadi?.
Dengan tergesa aku mengikat kembali kantong plastik sampahku, lalu segera meninggalkan lokasi tersebut. Beberapa meter sebelum sampai ke posko pengumpulan sampah, aku melirik ke arah batu itu lagi, dan kembali aku melihat benda besar itu ada disana, mayat yang kini telah menjadi penunggu batu dalam aura seramnya.
Tapi kenapa cuma aku yang bisa melihatnya?.