"Hoamm..."
"Huft malas sekali terbangun di tengah malam seperti ini."
Riana wanita muda yang sedang hamil tua, semua wanita yang pernah mengandung pasti pernah merasakan hal seperti itu apalagi saat usia kandungannya semakin besar.
Seperti mendengar lonceng di setiap malam hari, Riana terbangun dari tidurnya.
Ia pun membangunkan suaminya.
"Yang bangun dong antar aku ke kamar mandi kebelet pipis nih..." menepuk nepuk punggung suaminya.
"Hmm... Iya sebentar dek setiap malam begini terus kamu dek. " jawab suaminya yang masih merapatkan matanya kemudian menurunkan kakinya ke lantai.
"Ayoo yang aku sudah tidak tahan lagi, nanti aku ngompol disini..." rengek Riana.
"Iya baiklah"
Mereka berjalan beriringan menuju kamar mandi, kamar mandi di rumah mereka berada 5 meter di luar rumah. Saat Riana sedang menunaikan panggilan alam nya tiba tiba angin dingin menyeruak melewati sehingga berdiri lah bulu kuduk Irwan suami Riana.
Swhusss...
"Ah apa ini dingin sekali membuatku merinding." Batin Irwan, Ia mengusap tengkuknya
"Dek sudah belum..? "Panggil Irwan yang merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
"Sebentar lagi yang, aku mau cuci muka dulu."saut Riana
"Yasudah cepetan.. Eh cuci muka nya disini saja dek di pancuran." Dengan mata melirik ke segala arah.
Riana pun keluar dari kamar mandi kemudian menyiram wajahnya dengan air pancuran.
"Ah segarnya"
Tiba tiba terdengar suara seolah olah seseorang sedang membasuh wajah nya.
"Brrrr...."
Irwan dan Riana terkejut mereka saling pandang karena suara tersebut berasal dari atas pohon mangga di sebelah kamar mandi, Riana mendekati Irwan sambil menoleh keatas pohon. Riana terkejut bukan main.
"Astagfirulloh m..mahluk apa itu? Jari jari nya besar sekali sebesar buah pisang." Batin Riana
" Ayo masuk yang aku takut." Berlari kecil menarik tangan
Irwan.
Mereka berjalan cepat menuju rumah mereka.
Irwan yang tidak tahu apa yang terjadi hanya mencoba menenangkan istrinya yang nampak gelisah dan sangat ketakutan di atas tempat tidur mereka.
"Dek sebenarnya ada apa ? Kenapa wajah mu tegang sekali ? Sini tidurlah didekatku..." Irwan membelai rambut Riana dan mengusap perut istrinya yang buncit karena hamil besar.
"Yang tadi kamu tidak mendengar sesuatu kah dibelakang?" Ucap Riana.
"Iya tadi aku mendengar suara seseorang tapi aku perhatikan tidak ada siapa siapa disana dek." Jawab Irwan
"Beneran Kamu tidak lihat sesuatu yang ? Tadi saat diluar setelah suara itu terdengar, aku melirik keatas dahan pohon mangga. Ada sesuatu yang berjongkok disana besar sekali, seluruh tubuhnya berbulu sangat gelap dan jari jemarinya besar sekali sebesar buah pisang yang. Aku tidak mau melihat wajahnya karena keburu takut."
Riana menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ia menceritakan nya dengan sangat ketakutan.
"Astagfirulloh aku tidak melihatnya dek, hanya saja aku sempat merasakan semilir angin dingin yang membuatku berigidig." Saut Irwan
"Tenanglah dek sebaiknya kamu tidur dan jangan lupa berdoa, aku akan membaca Al Quran sebentar".
"Ya Allah semoga tidak akan terjadi hal buruk, lindungilah istri dan calon buah hati kami. Amin "
_