"Kami memberi salam kepada Yg Mulia Kaisar dan Yg Mulia Permaisuri Kekaisaran Weiyan.."Ucap beberapa orang sambil bersujud di hadapan 2 orang wanita dan pria yg diakui sebagai seorang kaisar dan permaisuri.
Sekelompok orang yg berjumlah 6 orang itu terus bersujud sebelum sang kaisar memerintahkan mereka untuk berdiri.Bisa dibilang,Itu adalah salah satu perwujudan rasa hormat dan patuh akan sosok kaisar dan salah satu wanitanya,Yakni sang permaisuri itu sendiri.
Kaisar tersebut bernama Shen Weilai dan kini ia berusia 30 tahun.Sedangkan permaisuri yg ada di sebelahnya adalah Bai Meigui yg usianya tak jauh beda dengan Shen Weilai,Yakni 26 tahun.Shen Weilai sendiri,Sudah memerintah Kekaisaran Weiyan selama 5 tahun lamanya.
"Berdirilah kalian"Perintah kaisar itu pada mereka.
"Terima kasih atas kemurahan hati anda,Yg Mulia Kaisar"Ucap salah satu di antara mereka yg mewakili semuanya untuk berbicara dengan kaisar.
Ucapannya hanya dibalas anggukkan kecil Shen Weilai saja.
"Jadi,Bagaimana investigasi kalian di daerah perbatasan antara Kekaisaran Weiyan dan Kerajaan Huaduo?"Tanyanya kepada mereka yg bertugas sebagai penjaga daerah perbatasan Gu Laode.
"Seperti dugaan anda sebelumnya,Daerah perbatasan Gu Laode sedang dalam kondisi yg..Kurang baik karena dilanda kekeringan dan semua hasil panen daerah Gu Laode rusak tak bersisa"Jelas perwakilan kelompok itu yg sebelumnya juga mewakili mereka untuk berbicara.
Setelah kurang lebih 30 menit membahas soal daerah Gu Laode,Weilai akhirnya memutuskan untuk membahas hal ini pada rapat negara besok yg akan dihadiri oleh para menteri,Pemimpin setiap keluarga bangsawan di kekaisaran,dan tentunya perwakilan kelompok penjaga perbatasan itu sendiri.
Keenam orang itu kemudian dipersilahkan untuk pergi dari ruang singgasana.
"Bagaimana menurutmu soal masalah kekeringan dan kegagalan panen daerah Gu Laode,Permaisuri?"Tanya Weilai kepada Meigui yg tadi menemaninya menemui para penjaga perbatasan itu.
"Yg Mulia,Menurut saya anda seharusnya memberikan beberapa jenis bantuan ke daerah itu.Seperti,Bantuan kebutuhan primer yg sangat amat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup rakyat kekaisaran yg ada disana.Apalagi,Panen mereka tahun ini gagal jadi agak sulit bagi mereka untuk melanjutkan keberlangsungan hidup mereka di tengah minimnya bahan makanan seperti itu"Jelas Meigui.
"Kalau saya boleh jujur,Sebenarnya saya merasa sangat prihatin akan daerah kecil itu karena terletak sangat jauh dari pusat ibukota Kekaisaran Weiyan.Jarak tempuh mereka ke pusat ibukota saja bisa sampai 1-2 hari paling cepat dan paling lama 2-4 hari.Tentunya,Jarak tempuh dengan waktu yg amat panjang begitu membutuhkan biaya juga.Rasa-rasanya daerah Gu Laode harus sangat diperhatikan mulai sekarang,Yg Mulia"Sambungnya kemudian meminum teh hijau yg ada di gelas minum tehnya.
"Aku kagum,Permaisuri.Kau selalu menjelaskan pendapatmu dengan sangat mendetail dan selalu sopan.Satu-satunya wanita yg paling berpengetahuan di istana ini hanya kau saja"Ucap Weilai setelah mendengar penjelasan Meigui.
"Terima kasih atas pujian anda,Yg Mulia.Sungguh,Saya benar-benar senang karena anda memuji seorang wanita seperti saya yg bahkan jika dibandingkan dengan keluarga wanita lain di istana ini,Sangat-sangat berbeda.Saya yg hanya lahir dari keluarga tingkat menengah ini sangat senang karena anda sudah mau menjadikan saya seorang permaisuri"Ujar Meigui kemudian tersenyum.
"Itu karena kau satu-satunya wanita yg berhasil membuatku menaruh perhatian akan dirimu,Permaisuri"Weilai lalu mencium rambut Meigui yg seharum bunga mawar yg sesuai dengan namanya yg berartikan 'mawar putih'.
Tanpa keduanya sadari,Dari balik tembok yg membatasi bagian luar dan dalam tempat itu berdiri seorang pria berambut hitam pekat dengan tali merah yg mengikat rambutnya yg begitu panjang nan indah.Ia memakai baju hitam dan merah yg selaras dengan rambut dan tali merah di rambutnya.
"Meigui,Aku sadar kalau aku tidak bisa bersanding dengannya tapi asalkan kau bahagia..Maka apapun akan kulakukan.Kau tahu?Aku begitu merindukan sosok dirimu yg begitu periang dan hangat kepada semua orang terutama kepadaku,Tapi sekarang yg terlihat hanya senyuman palsu yg selalu kau berikan kepada semua orang.Walaupun demikian,Kau bahagia kan karena akhirnya mendapatkan semuanya yg kau damba-dambakan sejak dahulu?"Ia tersenyum miris kala melihat Meigui yg sedang berduaan bersama Weilai.
Shen Leng Xue,Itulah nama dari pria yg kelihatannya sedang cemburu.Ia adalah adik dari Weilai,Yg mana dia adalah seorang pangeran.Jika diurutkan,Maka Shen Leng Xue berada di posisi pangeran ketiga setelah 2 kakaknya.Kakak pertamanya yg merupakan kaisar sekarang 'Shen Weilai' dan yg satunya lagi adalah 'Shen Hui Guang'.
"Tidak ada gunanya bagiku untuk menyesalinya lagi.Aku harusnya senang karena akhirnya dia mendapatkan seorang suami yg sempurna!"Leng Xue menyemangati dirinya sendiri kemudian berjalan pergi darisana.
Di perjalanan Leng Xue,Ia tak sengaja berpapasan dengan Tianshi Lijuan yg merupakan seorang wanita terhormat dari Keluarga Tianshi.
"Salam kepada Yg Mulia Pangeran Ketiga"Salam Lijuan kepada Leng Xue.
"Nona Lijuan,Kalau boleh tahu ada urusan apa anda datang ke istana hari ini?"Tanya Leng Xue penasaran.
"Saya akan tinggal di istana selama beberapa hari untuk melayani salah satu anggota keluarga raja yg diperintahkan oleh Yg Mulia Permaisuri.Bisa dibilang ini adalah bagian ujian dayang untuk wanita-wanita di seluruh kekaisaran,Yg Mulia"Lijuan tersenyum kepada Leng Xue tapi entah mengapa senyumannya itu memiliki maksud tersendiri yg tak bisa dipahami oleh Leng Xue sekalipun.
"Jika anda tidak keberatan,Saya akan pamit undur diri dulu untuk menemui Yg Mulia Permaisuri"Sambung Lijuan.
"Baiklah,Nona Lijuan.Saya juga tidak bisa menahan anda lama-lama disini karena sepertinya anda sedikit sibuk atau bisa saya bilang sangat sibuk?"Jawab Leng Xue.
"Terima kasih,Yg Mulia.Mohon maafkan saya karena tak bisa menemani anda lebih lama dari ini"Lijuan kemudian berjalan pergi bersama 2 pelayannya menuju kamar Meigui dan meninggalkan Leng Xue sendiri disana.
Leng Xue hanya terpaku melihat sosok Lijuan yg benar-benar rendah hati,tahu sopan santun,elegan,dan yg paling penting tak terlihat berambisi akan posisi tinggi.Ia tidak menyangka kalau masih ada saja wanita yg tidak peduli akan ambisi untuk mendapatkan posisi tinggi.Leng Xue kemudian teringat kembali akan moto Keluarga Tianshi yg berkata..
'Posisi tinggi dan semuanya yg berkaitan dengan itu tidak akan dijadikan ambisi utama dalam keluarga ini'
Agak aneh tapi Leng Xue cukup senang dengan moto keluarga ini.
"Entah kenapa rasanya aura Nona Lijuan sangat berbeda dengan wanita seumurannya"Heran Leng Xue kemudian melanjutkan perjalanannya.
Keesokan harinya,Tanpa disangka-sangka ternyata Lijuan diperintahkan oleh Meigui untuk melayani Leng Xue.
"Saya benar-benar minta maaf.Saya tidak menyangka akan diperintahkan untuk melayani anda selama beberapa hari ke depan,Yg Mulia"Ucap Lijuan sambil menundukkan kepalanya di hadapan Leng Xue.
"Anda tidak perlu meminta maaf,Nona Lijuan.Lagipula ini bukan salah anda,Semua keputusan yg berkaitan soal dayang,Pelayan,dan semacamnya ada di tangan permaisuri"Jelas Leng Xue sambil mendengus kesal.
"T-tapi anda baru saja mendengus"Ia melirik sedikit ke arah Leng Xue tapi kemudian menunduk kembali karena takut akan tatapan Leng Xue.
Leng Xue kemudian tertawa terbahak-bahak karena saking lucunya sikap Lijuan yg bisa dibilang berbeda dengan kemarin.
"Maafkan saya,Nona Lijuan.Saya hanya main-main saja kok.Saya hanya ingin melihat reaksi anda saja"Ucap Leng Xue meminta maaf kepada Lijuan.
*BRUK*
Lijuan langsung jatuh ke lantai dan secara tiba-tiba napasnya menjadi tak karuan seperti orang yg terserang asma.
Spontan,Leng Xue langsung memegang tubuh Lijuan yg terlihat kurang baik dan seperti akan pingsan tapi..
"Hahahaha,Saya tidak menyangka kalau anda juga bisa memperlihatkan reaksi seperti itu!"Lijuan tertawa terbahak-bahak sampai membuat wajah Leng Xue menjadi merah padam.
"Jadi itu semua tidaklah asli?"Tanya Leng Xue memastikan.
"Yg Mulia,Saya tidak memiliki riwayat penyakit asma sama sekali dan saya sungguh minta maaf karena mempermainkan anda seperti ini"Jelas Lijuan sambil menatap wajah Leng Xue yg benar-benar dekat dengan wajahnya.
Leng Xue kemudian cepat-cepat berdiri dari posisinya karena tidak baik jika seseorang melihatnya dengan Lijuan dalam posisi yg ambigu seperti itu.Rasa malu karena berhasil dipermainkan itu benar-benar membekas di pikiran Leng Xue sampai-sampai wajahnya terus memerah selama beberapa menit.
"Keluar"
"Iya?"Tanya Lijuan karena tiba-tiba diminta untuk keluar.
"Kau ingin melihatku mengganti pakaian sekarang?"Leng Xue tersenyum menyeringai dan membuat Lijuan malu dan langsung membungkuk lalu berlari pergi.
"Pfft.."Ia terkekeh melihat Lijuan yg buru-buru berlari pergi.
Sepanjang hari pertama Lijuan menjadi dayang bagi Leng Xue,Ia terus saja dijahili oleh Leng Xue.Lijuan terus diperintah kesana kemari sampai tulang di tubuhnya rasanya akan hancur lebur menjadi debu.Tapi jika ada kesempatan,Lijuan juga menjahili Leng Xue tapi dengan hal-hal kecil seperti menaruh banyak cabai di makanannya.
Setiap harinya dijalani seperti itu,Saling menjahili satu sama lain sudah menjadi hal wajar di antara mereka.Sampai rasanya,Status di antara mereka bukan lagi sebatas pangeran dan dayang tapi kini terlihat seperti sahabat yg saling menjahili.
"Yg Mulia,Kalau saya boleh jujur saya tidak menyangka anda memiliki sisi seperti ini.Di luaran sana selalu tersebar rumor kalau anda orang yg menakutkan dan tak akan segan-segan membunuh siapapun yg menghalangi jalan anda"Ucap Lijuan sambil terkekeh.
Leng Xue hanya tersenyum dengan perasaan agak panik karena sebenarnya rumor itu tidak sepenuhnya salah.
"Haha,Orang yg menyebarkan rumor itu hanya ingin mencari perhatian saja"Ujar Leng Xue diiringi dengan suara tawa.
Suasana menjadi sedikit canggung dan juga sunyi karena tak ada satupun di antara mereka yg mau angkat bicara.Kalau orang melihatnya,Mungkin akan mengira kalau mereka adalah pasangan yg sedang bertengkar.
"Lijuan,Apa yg akan kau lakukan jika seseorang yg berkedudukan tinggi menyatakan cintanya padamu?"Tanya Leng Xue sambil menggaruk-garuk lehernya.
"Kalau orang itu adalah orang yg saya kenal dengan sangat dekat,Mungkin saja saya akan menerimanya setelah pertimbangkan selama beberapa waktu.Tapi kalau saya tidak mengenalnya,Maka akan langsung saya tolak"Jelas Lijuan.
"Sekalipun dia seorang pangeran?"Tanya Leng Xue lagi.
Pertanyaannya hanya dijawab dengan anggukkan manis Lijuan saja.
2 hari kemudian,Di istana diadakan sebuah perjamuan atas berhasilnya rencana Weilai bagi daerah Gu Laode yg sebelumnya dilanda kekeringan dan hasil panennya gagal.Perjamuan ini dihadiri oleh beberapa menteri,pemimpin/kepala keluarga setiap keluarga bangsawan,dan pemimpin dari daerah Gu Laode itu sendiri.
"Bersulang untuk keberhasilan rencana,Yg Mulia Kaisar!"Ucap seorang kasim kepercayaan Weilai.
Semua mengangkat gelas minum mereka dan bersulang untuk Weilai.
"Berkat rencana yg diberikan anda,Daerah terdampak kekeringan berhasil dipulihkan kembali"Puji salah satu kepala keluarga bangsawan.
"Tidak masalah.Ini semua kulakukan untuk rakyat kita"Jelas Weilai sambil tertawa lebar.
Sedari tadi,Leng Xue hanya diam dan memperhatikan saja tanpa berkata apapun.Lijuan yg ada di sebelahnya juga hanya fokus menuangkan arak untuknya dan memperhatikan perjamuan itu saja.
Awalnya,Perjamuan itu berjalan baik-baik saja..Akan tetapi..
"YG MULIA KAISAR,BAHAYA!!-ADA PENYUSUP YG--
Sebelum sempat menjelaskan yg ingin dikatakannya,Orang itu sudah ditembak dengan anak panah yg begitu tajam dan sudah diolesi racun mematikan.Orang itu langsung tewas di tempat dan menimbulkan kegaduhan di dalam aula.
Beberapa pengawal istana langsung berdiri di dekat Weilai untuk melindunginya dari serangan musuh yg kemungkinan menargetkannya.Leng Xue sendiri kemudian berlari pergi sambil menarik tangan Lijuan,Ia sama sekali tak memperdulikan Meigui yg merupakan cinta pertamanya.
Para pengawal juga langsung menuntun Weilai dan Meigui menuju suatu tempat 'aman'.Disana..
"Yg Mulia,Anda akan aman disini.Kami akan pergi sebentar untuk membawa anggota keluarga kpkekaisaran yg lain"Ucap salah seorang dari mereka lalu pergi meninggalkan Weilai dan Meigui.
"Hahh..Apa yg sebenarnya terjadi?Kenapa tiba-tiba ada penyusup di istana?!"Ucap Weilai sambil menggebrak meja di depannya.
"Saya tidak berpikir kalau di hari bahagia ini akan terjadi hal demikian,Yg Mulia.Apakah mungkin ada seseorang yg ingin melakukan pemberontakan?"Pikir Meigui.
"Bukankah sudah jelas,Wanita bodoh?!"Bentak Weilai sampai mengatai Meigui.
Meigui hanya diam dengan wajah datar mendengar bentakan Weilai yg semakin menjadi-jadi.Hingga di saat itu...
"Salam kepada Yg Mulia Kaisar dan Yg Mulia Permaisuri"Salam Leng Xue kepada keduanya.
"Kenapa kau kesini?!"Tanya Weilai dengan nada lantang.
"Saya dengar dari para pengawal yg menuntun Yg Mulia Kaisar dan Yg Mulia Permaisuri,Kalau anda berdua dibawa kesini jadi saya ingin kesini juga"Jelas Leng Xue sambil tersenyum.
"Tapi kelihatannya,Saya datang di waktu yg kurang tepat ya?"Sambungnya seraya menatap Meigui.
"Aku tak peduli kemanapun kau pergi,Leng Xue"Tegas Weilai kemudian memalingkan pandangannya ke arah.
"Sungguh sayang jika raja seperti anda mati hari ini.."Ucap Leng Xue dengan nada bergumam.
"Apa kau bilang?!Kau mengharapkanku mati!?"Murkanya kemudian langsung berdiri dan menatap tajam Leng Xue.
"Saya hanya mengutarakan perkataan saya saja,Yg Mulia Kaisar"Leng Xue tersenyum menyeringai kemudian dengan cepat menarik keluar pedang jian han-nya dari sarung pedangnya dan menaruhnya tepat di samping leher Weilai persis.
Meigui langsung tersentak dari lamunannya dan kaget melihat Leng Xue yg sudah menodongkan pedang jian han-nya kepada kakaknya sendiri.
"L-leng xue,Apa yg kau lakukan?!"Meigui merasa takut akan tatapan Leng Xue yg tidak seperti dirinya.
Saat ini ia benar-benar terlihat bengis dan tidak segan-segan untuk membunuh kakaknya lagi.
"Bagaimana menurutmu,Meigui?Apakah bagus jika leher pria ingusan ini dipenggal sekarang atau nanti?"Tanya Leng Xue sambil tersenyum dingin.
"A-aku tahu kalau kau marah karena aku menikah dengan kakakmu dan tidak denganmu.Tapi tolong jangan lakukan ini hanya karenaku!"Desak Meigui agar Leng Xue mau melepaskan Weilai.
"Pfft..Hahahahaha,Karenamu?!"Leng Xue menatap heran Meigui karena perkataannya sebelumnya.
"Lalu kenapa kau melakukannya?!Jika bukan karena aku lalu karena siapa!!?"
"Semua ini tak ada hubungannya dengan masa lalu kita,Meigui.Aku hanya menanyakan soal pendapatmu jika aku langsung memenggal kepala suamimu yg tercinta ini"Jelas Leng Xue sambil menggerakkan pedang jian han-nya sedikit ke leher Weilai sampai membuat lehernya sedikit tergores dan mengeluarkan darah.
*TAP TAP TAP*
Di tengah-tengah kondisi yg begitu menegangkan itu,Dari arah lain Lijuan berjalan ke arah sana dan membuat semua orang menatapnya.
"N-nona Lijuan,Kau harus pergi darisini!!"Perintah Meigui kepada Lijuan.
"Apa yg terjadi disini,Yg Mulia?"Tanya Lijuan sambil menatap Leng Xue.
"Ayo tebak"Jawab Leng Xue sambil tersenyum miring pada Lijuan.
Lijuan hanya diam tanpa kata-kata.
Karenanya,Leng Xue yg tak tahan langsung menendang Weilai sedikit dan menusuk lehernya sampai ia kehabisan banyak darah.
"YG MULIA!!"Meigui langsung berlari ke arah Weilai yg telah tewas bersimbah darah di lantai istana.
"NONA LIJUAN,PERGILAH DARISINI!!"Perintah Meigui sekali lagi karena khawatir Leng Xue akan membunuh Lijuan.
Bukannya kaget atau semacamnya,Lijuan hanya memberikan sebuah senyuman simpul kepada Meigui yg bernasib sial seperti demikian.
"Terima kasih karena kau telah menugaskan Lijuan untuk menjadi dayangku untuk sementara waktu.Berkat itu,Aku bisa menyusun rencana pemberontakan dengan baik sampai kedetail-detail terkecil"Ucap Leng Xue kemudian merangkul Lijuan ke pelukannya.
"A-apa maksudnya ini,LIJUAN?!"Tanya Meigui setelah melihat hal yg dilakukan Leng Xue.
"Sebelum saya masuk ke istana,Saya sudah mengenal Leng Xue sebagai teman masa kecil,Permaisuri.Anda tahu?Sebenarnya,Anda hanyalah salah satu bidak catur yg digunakan oleh Leng Xue untuk melakukan pemberontakan supaya bisa naik takhta.Saya senang karena rencana kami berdua menjadi sangat-sangat mudah berkat ujian menjadi dayang salah satu anggota keluarga kekaisaran itu.Terima kasih kepada anda,Permaisuri"Jelas Lijuan kemudian memeluk erat Leng Xue tepat di hadapan Meigui.
"AKAN KUBUNUH KALIAN!!"Meigui langsung berdiri dan berusaha untuk menyerang Lijuan tapi usahanya gagal karena Leng Xue mendorongnya menjauh dari Lijuan.
"Oh maaf,Ada satu hal yg ingin saya jabarkan sekarang,Permaisuri.Saat anda pertama kali bertemu dengan Leng Xue dan akhirnya bersamanya selama beberapa tahun,Leng Xue mengatakan kepada saya kalau dia mulai merasakan cinta di hatinya tapi apalah daya kami yg tahu kalau anda selama ini juga hanya menggunakan Leng Xue untuk bisa bertemu dengan kaisar supaya bisa menjadi permaisuri.Intinya,Anda tidak jauh beda dengan kami yg menggunakan cara licik,Permaisuri"Sambung Lijuan.
Pada akhirnya,Semuanya hanya berambisi untuk meraih posisi tertinggi,kekuasaan,dan kekuatan.Seperti yg dikatakan Lijuan,Meigui juga tidak ada bedanya karena juga menggunakan Leng Xue sebagai bidak catur dalam permainannya tapi pada akhirnya dia-lah yg dipermainkan.
Karena kaisar dan pangeran kedua telah dibunuh,Maka secara otomatis posisi kaisar dari Kekaisaran Weiyan akan diberikan kepada Leng Xue.Walau harus di cap sebagai pengkhianat,pemberontak,dan sebagainya,Ia tak peduli karena semua yg diinginkannya akhirnya berada dalam genggaman terutama..Tianshi Lijuan.
"Sudah kubilang kan kalau kau harus berbicara biasa kepadaku?"Leng Xue marah karena selama ini Lijuan selalu berbicara formal kepadanya kecuali saat memanggil namanya.
"Maafkan saya maksudnya 'Aku',Leng Xue.Aku hanya kurang terbiasa berbicara informal kepada siapapun"Jelas Lijuan sambil tersenyum manis.
"Tapi kita kan sudah menikah?"Ia menatap Lijuan dengan mata memelas seperti seekor anak anjing.
"Baiklah kalau itu yg kau inginkan,Leng Xue"Lijuan tiba-tiba langsung dipeluk oleh Leng Xue dengan sangat erat sampai rasanya ia susah bernapas.
Hingga tanpa disadari oleh mereka,Shen Yunqi dan Shen Qingbai memperhatikan mereka berdua dengan tatapan lelah karena setiap harinya selalu melihat kedua orangtuanya bermesraan seperti itu.
"Ibu,Ayah kami ada disini loh~"Ucap Yunqi sambil tersenyum.
"Ahahaha,Sejak kapan kalian disana?"Panik Lijuan.
"Sejak 1 jam yg lalu lebih tepatnya,Ibu"Jawab Qingbai atas pertanyaan Lijuan.
Walaupun situasi menjadi agak canggung,Leng Xue hanya terus fokus memeluk Lijuan sampai kedua putra putrinya itu benar-benar lelah karena sikap kekanak-kanakkan ayahnya.
~THE END~