"Perkenalkan dia adalah Tuan Putri dari Kerajaan Saint,Adeena de Zehra Saint.."
Seseorang dengan pakaian selayaknya seorang pelayan memperkenalkan gadis cantik yg merupakan seorang Tuan Putri dari kerajaan suci 'Saint' kepada gadis lainnya yg usianya tak jauh beda dengannya.
Adeena de Zehra Saint diperkenalkan kepada Tuan Putri dari pemilik kerajaan itu sendiri,Yakni..
"Saya,Crimson de Amaris Vespera merasa terhormat bisa bertemu dengan Tuan Putri kerajaan suci 'Saint'.." Ucapnya sambil tersenyum simpul.
"Saya juga demikian,Putri Crimson" Jawab Adeena meladeni perkataan Crimson padanya.
Setelah perkenalan singkat itu,Pelayan yg tadinya memperkenalkan keduanya kemudian menuntun mereka ke dalam Ruangan Nafré yg mana khusus digunakan untuk para tuan putri dan pangeran beristirahat.
"Selamat menikmati waktu anda berdua" Ucap pelayan itu kemudian pergi meninggalkan mereka sendirian.
"Ada masalah apa sampai kau datang kesini?" Tanya Crimson sambil mengangkat salah satu kakinya ke atas kaki lainnya.
"Tidak ada.Hanya saja ayah memintaku untuk ikut serta datang ke Kerajaan Vespera.Karena kita tak pernah bertemu secara langsung,Jadi aku langsung saja menyetujuinya" Jelas Adeena dengan semangatnya.
"Bagaimana rasanya hidup langsung bersama dengan ayah?" Tanya Crimson seraya tersenyum masam.
Crimson dan Adeena adalah sepasang saudari kembar yg dipisahkan sejak masih bayi karena mana serta jenis sihir keduanya sangat berbanding terbalik.
Di antara keduanya,Yg memegang sihir kegelapan adalah Crimson sedangkan sihir pemurnian/cahaya adalah Adeena.Karenanya,Crimson diberikan kepada Raja Varsity de Amaris Vespera untuk diurus.Sedang Adeena tetap tinggal.
Crimson diberikan kepada Raja Varsity bukan karena dibuang tapi diberikan dengan tujuan agar kemampuannya bisa dikembangkan di Kerajaan Vespera yg menaungi kegelapan di seluruh benua.
"Walaupun aku senang tetap tinggal dengan ayah,Tapi tetap saja!-Rasanya rahangku akan tidak bisa berfungsi dalam waktu dekat!" Keluh Adeena sambil memegangi rahangnya.
"Kenapa memangnya?" Tanya Crimson sembari terkekeh.
"Bagaimana tidak?Setiap harinya aku harus tersenyum kepada semua orang kecuali saat aku sendirian.Apalagi saat diselenggarakannya pesta,Aku mungkin hanya bisa tidak tersenyum ketika di balkon saja.Dan kalau masuk ke ruang dansa,Aku harus tersenyum lagi karena akan banyak orang yg datang mengerumuniku" Jelasnya dengan raut wajah yg terlihat kesal.
"Iya iya,Kau tak perlu menunjukkan kekesalanmu sampai seperti itu" Ucap Crimson sambil menepuk pelan kepala Adeena.
Selama berjam-jam keduanya terus mengobrol antar satu sama lain dengan ditemani beberapa kukis dan teh.Bahkan mereka hampir melewatkan jam makan siang jika tidak diberitahu oleh pelayan.
"Terima kasih atas jamuan makannya,Yg Mulia" Ucap Adeena kepada Raja Varsity.
"Tidak masalah karena ini sudah merupakan sebuah kehormatan untuk menjamu Raja dan Putri dari Kerajaan Saint yg merupakan sekutu kami" Jawab Raja Varsity.
"Berhubung di ruang makan ini tak ada satupun pelayan ataupun pengawal,Kami ingin memberitahukan kalian sebuah fakta" Ujar Raja Liberalis,Yakni ayah kandung dari Crimson dan Adeena.
Para tuan putri dan pangeran kecuali Crimson dan Adeena yg ada di dalam ruang makan langsung memperlihatkan raut wajah tertarik akan fakta yg ingin diberitahukan oleh Raja Liberalis.
"Tuan Putri Crimson de Amaris Vespera adalah putri kandungku dan juga saudari kembar dari Tuan Putri Adeena de Zehra Saint" Jelas Raja Liberalis secara singkat yg langsung membuat seisi ruang makan geger.
Hanya saja di antara semua orang yg kaget itu,Crimson dan Adeena hanya bersikap biasa saja.Tentunya karena mereka sudah tahu terlebih dahulu.
"Kelihatannya kalian berdua sudah tahu ya?" Ujar Raja Varsity sambil tersenyum menyeringai.
"Seperti dugaan anda,Benar.Kami sudah tahu kalau kami saudari kembar jauh sebelum datangnya Tuan Putri Adeena dan Yg Mulia Raja Liberalis ke Kerajaan Vespera" Ucap Crimson menjawab perkataan Raja Varsity.
"Nah,Kalau begitu urusan kita akan lebih mudah untuk dilakukan" Ucap seorang wanita berjubah hitam yg tiba-tiba memasuki ruang makan.
Semua mata tertuju kepada sosok wanita berjubah hitam itu.Crimson yg hendak berdiri kemudian mengusir orang itu langsung dihentikan oleh Raja Varsity.
"Saya adalah Elven Dursley,Seorang penyihir hitam yg bertugas di menara penyihir Kerajaan Vespera ini"
"ELVEN DURSLEY?!" Kaget Crimson mendengar perkataan wanita itu.
Setahunya,Elven Dursley adalah penyihir hitam Kerajaan Vespera yg bertugas untuk..
Memberikan ujian.
"Berkat izin dari Yg Mulia Raja Varsity dan Yg Mulia Raja Liberalis,Hari ini saya bisa berdiri disini untuk memberikan kedua Tuan Putri yg terhormat..Sebuah Ujian" Sambung Elvan sambil menatap Crimson dan Adeena.
Semua orang di dalam ruang makan itu tahu jelas ujian apa yg akan diberikan Elvan kecuali Adeena seorang.
"Maaf tapi kenapa harus diadakan 'Ujian' itu,Yg Mulia Raja?!" Tanya Crimson sambil menatap kedua raja itu.
"Crimson,Kau tahu pasti alasannya bukan?" Jawab Raja Varsity atas pertanyaan Crimson.
"Ujian apa yg dimaksud disini,Crimson?" Bisik Adeena kepada Crimson yg duduk tepat di sebelahnya.
Ia ingin sekali menjawab pertanyaan itu,Tapi rasa takutnya jauh lebih besar.Entah kenapa rasanya setelah menjelaskannya nanti,Adeena akan membencinya dan menjauh darinya.
"Yg Mulia,Apakah tidak masalah jika ujiannya dilaksanakan saat ini juga?" Tanya Elven.
"Tentu saja.Kita tidak bisa menunda-nundanya lagi setelah sekian lama" Jawab Raja Liberalis langsung.
Pada akhirnya,Crimson memilih untuk tidak menjelaskannya karena Adeena sendiri yg akan mengetahuinya ketika mereka sudah masuk kesana.
"Bisakah kau menjelaskannya kepadaku sekarang,Crimson?" Tanya Adeena lagi dengan nada mendesak.
Adeena merasa sedikit takut karena para pengawal yg ada di dalam istana Kerajaan Vespera menuntun mereka berdua di jalan yg menuju ke arah arena pertarungan.
"Seperti yg kau dengar tadi,Penyihir wanita bernama Elven Dursley itu akan memberikan kita berdua ujian.Dan ujian itu adalah..Pertarungan" Jelas Crimson secara singkat.
Tentu saja,Setelah mendengar penjelasan singkat tersebut,Adeena langsung tak berbicara sedikitpun sampai di arena pertarungan.Crimson merasa sedikit bersalah karena harus menjelaskan hal itu,Tapi mau bagaimana lagi?Bisa saja Adeena malah menjauhinya karena kecewa.
"Dalam hitungan ketiga,Ujian ini akan dimulai!" Ujar Elven dari atas sebuah platform yg melayang di udara.
Mau tidak mau,Karena ujian itu sudah disetujui kedua raja maka keduanya harus siap melakukannya.Dengan berat hati,Crimson menyiapkan sihirnya untuknya menyerang Adeena nanti.
Sama halnya seperti Crimson,Adeena juga mempersiapkan sihir serta mana-nya untuk menyerang satu sama lain.
"1..2..3..!!" Ucap Elven kemudian meledakkan segumpal kecil mana-nya di udara,Tanda pertarungan dimulai.
Crimson yg sedikit ragu menjadi lengah dan tidak sadar kalau kakinya sudah diselimuti emas..
"Maaf Crimson,Tapi ujian tetaplah ujian.." Bisik Adeena di telinga Crimson dan langsung menendangnya jauh sampai terlempar.
Ia akhirnya tersadar kalau Adeena tak jauh berbeda dengannya yg tidak mau kalah dalam hal apapun walaupun sesaat dia ragu untuk melayangkan serangannya.
"Bagaimana aku bisa lupa kalau dia adalah kembaranku?" Crimson tersenyum miris sambil mengusap bercak darah di pinggir bibir halusnya.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan,Crimson menyerang Adeena dengan 'Nafas api' yg diperolehnya dari pelajarannya saat masih berusia 6 tahun.Api yg dikeluarkannya pun tak main-main karena luas area penyerangannya yg begitu besar dan tingkat apinya sudah mencapai api putih.
Selama bertahun-tahun,Crimson terus mengembangkan sihirnya itu sampai diberikan gelar 'Grandmaster of Dark Magic' oleh Raja Varsity karena kegeniusannya yg melebihi penyihir dewasa.Gelar itu diberikan kepadanya ketika berusia 12 tahun.
"Crimson.." Adeena merintih kesakitan karena seluruh tubuhnya terlihat kurang baik.Gaun putih yg dipakainya di beberapa bagiannya tampak koyak karena terkena api.
Crimson langsung datang menghampiri Adeena yg tersungkur di tanah.
"Tolong hentikan ini.." Ucap Adeena pada Crimson.
"Sebelum Elven menyudahi pertarungan ini,Maka tidak ada kata 'Berhenti' disini" Jelas Crimson sambil menatap kasihan Adeena yg mulai meneteskan air matanya.
Adeena terus meneteskan air matanya sampai membuat Crimson merasa menyesal atas perbuatannya.Ia berlutut di hadapan Adeena kemudian memegang erat lengan Adeena yg gemetaran.
"Adeena" Ucap Crimson dengan tatapan khawatir akan kondisi saudarinya tersebut.
"Kau tahu,Crimson?Ternyata kau benar.Ini adalah arena pertarungan dan sebelum Elven menyudahi pertarungan ini,Maka ini belum selesai"
"Etikedo,Vi estas ĝi~"
Meaning:"Tag,You're it"
Air mata Adeena yg ada di wajahnya langsung berubah menjadi serbuk emas yg kemudian berkumpul dan mencekik leher Crimson bagaikan tali tambang yg melilit lehernya.
"Itu adalah..!" Raja Varsity tampak terkejut melihat kemampuan yg dikeluarkan Adeena yg tidak lain adalah..
"Sihir 'Liganta oran pulvoron',Sihir cahaya tingkat tinggi yg hanya bisa digunakan beberapa orang oleh beberapa orang di Kerajaan Saint" Sambung Raja Liberalis atas perkataan Raja Varsity sebelnya.
Crimson disana hampir tak bisa bernapas dan juga bergerak karena sihir tingkat tinggi itu,Tapi ia..
"Mi ne estas naiva,Fratino" Ucap Crimson saat lehernya masih dalam keadaan tercekik.
Meaning:"I'm not naive,Sister"
"B-bagaimana bisa?!" Kaget Adeena karena tiba-tiba Crimson sudah berada di sebelahnya sambil tersenyum manis kepadanya.
"Bagaimana aku harus menjelaskannya ya?Haha,Pokoknya aku sama sepertimu yg berambisi untuk menang" Jawab Crimson seraya menghirup udara.
"AKHH!!" Teriaknya kemudian menyerang Crimson dengan tali-tali yg berasal dari serbuk emas.
Adeena menyerang Crimson kesana kemari tapi tidak ada satupun serangannya yg mengenai saudarinya itu.
Kesan Tuan Putri Adeena de Zehra Saint yg dikenal sebagai tuan putri yg lemah lembut,Bunga Kerajaan Saint,Putri paling agung di antara yg lainnya,Langsung berbanding terbalik di dalam arena pertarungan itu.
"Kemana saudariku yg lemah lembut itu?" Bisik Crimson di telinga Adeena sambil melayangkan kepalan tangannya tepat di perut Adeena.
Crimson lalu berjalan mendekati Adeena lagi tapi kali ini dengan perasaan senang(?)
"Crimson,Aku sudah..Meremehkanmu ya?"
"Sepertinya begitu?" Ujar Crimson sambil mengangkat bahunya.
"Tapi ini belum berakhir!" Ucap Adeena dengan suara lantang sambil menatap tajam Crimson.
Kabut emas berkumpul di sekitar tubuh Adeena dan menyatu menjadi sepasang sayap malaikat yg begitu bercahaya.Gaun yg tadinya koyak/rusak kembali seperti semula.Semua orang disana tahu kalau teknik sihir itu adalah 'Anĝelo de lumo'.
"Wah,Kau bisa menggunakan teknik sihir setingkat 'Anĝelo de lumo' ternyata.Akan kutunjukkan sihir yg bisa menandinginya,Adeena!"
Crimson dengan santainya menggunakan teknik sihir yg setara dengan 'Anĝelo de lumo',Yakni 'Anĝelo de Mallumo'.
Sama seperti Adeena,Di belakang punggung Crimson muncul sepasang sayap tapi yg membedakannya hanya warna dan bentuknya.Lain halnya dengan Adeena yg sayapnya terbuat dari serpihan serbuk emas,Sayap Crimson terlihat seperti sayap asli dengan bulu hitam pekat yg begitu menawan.
Perbedaan signifikan inilah yg menjadi salah satu dari banyaknya alasan Crimson harus dirawat/diasuh oleh Raja Varsity.
Kedua raja serta para pangeran dan tuan putri yg lainnya hanya bisa bengong melihat level sihir Adeena dan Crimson yg jauh-jauh berbeda dengan mereka.
"K-kau bisa menggunakannya?!" Adeena benar-benar kaget sampai pupil matanya bergetar.
"Benar,Adeena.Aku penasaran di usia berapa kau berhasil menggunakan 'Anĝelo de lumo' karena kau tahu?Aku sudah berhasil menggunakan teknik sihir 'Anĝelo de Mallumo' saat baru berusia 10 tahun~" Jelas Crimson sambil tersenyum menyeringai.
"Hanya karena kau jauh lebih berbakat di bidang ini daripada aku,Bukan berarti aku tak bisa mengalahkanmu,Crimson" Ucapnya kemudian menyerang Crimson lagi dan lagi.
Sama seperti sebelumnya,Adeena terus menyerang Crimson kesana kemari tapi lagi-lagi tak ada satupun serangannya yg mengenai Crimson.
"Aku akan menyudahinya disini,Adeena" Tegas Crimson lalu menyerang Adeena dengan satu serangan mematikannya.
Crimson menyerang titik terlemah Adeena dengan cepat kemudian menaruh sedikit mana-nya agar bisa meledak di titik itu dan membuat Adeena kalah telak.
"Akh.." Adeena merintih kesakitan hingga akhirnya sepenuhnya jatuh di tanah.
Melihat Adeena yg sudah jatuh di tanah,Membuat Crimson merasa sedikit senang tapi kemudian darah mengalir dari tubuh Adeena dan membuat Crimson kaget sekaligus panik.Ia yakin kalau serangannya tadi hanya akan menimbulkan efek pingsan tapi ini..
"Adeena?" Ia spontan berlari ke arah Adeena dan memegang erat tubuh saudarinya yg begitu lemah dan terasa dingin.
"Adeena,Jawab aku.Kumohon jawab suaraku,ADEENA!" Crimson menitikkan air matanya karena tubuh Adeena mulai semakin lemah.
Sekelebat ingatan antara Crimson dan Adeena teringat kembali di pikiran Crimson di saat-saat genting itu.Ingatan saat dimana Crimson mengobrol dengan Adeena sepanjang hari sebelum kedatangan di Kerajaan Vespera.Ingatan/memori indah yg mereka lalui bersama sebelum hari itu semakin membuat kesedihan Crimson semakin menjadi.
"Aku..Benar-benar menyesal karena..Telah menusukmu dari belakang,Crimson.Aku tidak tahu sebenarnya kenapa aku berambisi untuk menang..Sampai seperti itu.Satu-satunya hal yg sangat ingin kukatakan sekarang adalah,Tolong..Maafkan aku" Ucap Adeena sambil tersenyum kepada Crimson.
"Tidak tidak tidak,Adeena!-Kau tak akan meninggalkanku kan?Iya kan?!JAWAB AKU!!!" Crimson sangat tidak ingin mengakui kalau Adeena sudah mati di tangannya sendiri.
Ia memeluk seerat-eratnya tubuh Adeena yg sudah tak bernyawa itu sambil menangisi kepergiannya.Crimson benar-benar tidak menyangka kalau tangannya akan berlumuran darah saudarinya.
"Karena sudah ditentukan pemenangnya,Maka ujian ini akan disudahi" Ucap Elven kemudian turun mendatangi Crimson.
"Selamat,Yg Mulia Putri Crimson" Ucapnya kepada Crimson yg masih menangisi Adeena.
Tanpa disadari oleh Elven,Crimson langsung menyerangnya sampai tubuhnya terbelah menjadi 2.Ia hanya mengayunkan tangannya dan Elven sudah menjadi seperti itu.
Keadaan di arena menjadi ricuh karena tindakan tak terduga Crimson yg langsung membunuh Elven tanpa ragu.Para pengawal kemudian maju untuk meringkus Crimson tapi mereka semua bernasib sama seperti Elven.
Crimson lalu berdiri dari tempatnya sambil mengangkat tubuh saudarinya dengan tujuan untuk memakamkannya dengan layak.Semua pengawal/ksatria,Penyihir,dan ahli pedang maju untuk meringkus Crimson juga tapi tak ada satupun dari mereka yg selamat.
Arena itu langsung menjadi tempat yg dipenuhi darah karena mencoba untuk meringkus Crimson yg sedang di batas amarahnya.
Raja Varsity dan Raja Liberalis juga mencoba untuk meringkus Crimson untuk dimasukkan ke 'Ruangan itu' tapi hasilnya nihil.
"Yg Mulia,Saya paling tidak suka dengan orang yg mengusik saya ketika perasaan saya sedang tidak baik" Ujar Crimson kemudian membuka lebar sayapnya yg begitu besar sampai terkena kedua raja itu.
"Crimson,Aku memerintahkanmu untuk tidak pergi darisini atau kau akan menerima ganjarannya!" Ancam Raja Liberalis sambil menunjuk-nunjuk Crimson.
"Saya penasaran ganjaran apa yg akan saya terima,Yg Mulia.Saya hanya ingin bilang kalau eksistensi Kerajaan Saint dan Kerajaan Vespera tak akan bertahan lama~" Jelas Crimson lalu terbang pergi seraya membawa tubuh Adeena.
Di hari itu juga,Crimson pergi meninggalkan Kerajaan Vespera menuju Speciala untuk memakamkan Adeena lalu menggunakan sedikit sihir berkat untuk ketenangan jiwa Adeena.
Seperti yg sudah dikatakan Crimson kepada kedua raja itu,Dia merealisasikan perkataannya dengan menghancur leburkan kedua kerajaan besar itu lalu membangun kerajaan lain untuk menjaga agar keseimbangan antara dunia cahaya dan dunia kegelapan tetap seimbang dan tidak rusak.
"Apakah menurutmu kerajaan yg sudah kubuat untuk menggantikan Saint dan Vespera itu sudah cukup bagus dan tentram?" Crimson tersenyum masam sambil melihat ke makam Adeena yg masih sangat-sangat terawat padahal kejadian hari itu sudah lewat 6 tahun.
Di hari dan tanggal yg sama,Crimson selalu menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke makam Adeena sekalipun jadwalnya benar-benar sibuk.Selama 6 tahun lamanya,Crimson berusaha melupakan dan merelakan kepergian Adeena karena perbuatannya tapi tetap saja rasa sakit karena sudah membunuh Adeena masih tetap bersisa.
~THE END~