Malam yang sunyi dan dingin, seorang gadis yang tampak kurus dan kelaparan tengah kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi padanya.
Ia kedinginan dan berjalan sempoyongan di jalanan yang sepi, mencoba mencari jawaban atas apa yang terjadi padanya sekarang.
Tiga jam yang lalu...
Sarah, gadis remaja berusia 19 tahun yang baru saja lulus SMA dan akan melanjutkan pendidikannya di salah satu kampus ternama di kotanya.
Ia gadis yang sangat populer, banyak yang mengenalnya sebagai putri seorang CEO sukses dan kaya raya, membuatnya kerap menghamburkan uang hanya untuk berfoya-foya dan bersenang-senang.
"neng.. tolong neng.. saya belum makan dari pagi." seru seorang wanita tua pada Sarah yang baru saja akan menaiki mobil, ia baru selesai berbelanja di mall dan akan pulang di antar pengawal pribadinya.
"lah, emang itu urusan aku? mending minta sama yang lain sana, lagian ngemis kok di deket mall keren kaya gini, ngemis tuh di pasar sana!" ucap Sarah ketus.
Sedangkan pengawal pribadinya yang bernama Benny, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak bosnya yang selalu meremehkan orang lain dan merendahkannya.
Tak lama, Sarah pun menaiki mobil. lalu, menyuruh Benny melajukan mobil untuk pulang ke rumah, mengabaikan wanita tua itu yang bersedih, kedinginan dan kelaparan.
Waktu hampir menunjukkan tengah malam, Sarah telah sampai di rumah, kini tujuan utamanya adalah kamar dengan kasur king size kesayangannya yang biasanya ia gunakan untuk istirahat.
"duh, capeknya.." ucapnya setelah tubuhnya terbaring di kasur kesayangannya. perlahan, kantuk mulai menyerangnya, ia pun memejamkan matanya lalu tertidur dengan pulas tanpa membersihkan wajahnya dari make up dan debu.
30 menit sudah, waktu telah menunjukkan pukul 12 malam, Sarah kembali terbangun. perutnya terasa begitu lapar, udara di sekitarnya terasa sangatlah dingin.
Perlahan ia pun membuka matanya, dan..
"aahhhh!!"
Teriaknya saat ia mendapati dirinya terbaring di trotoar dekat dengan mall yang ia kunjungi tadi.
Kondisinya cukup memperhatikan. badannya menjadi sangat kurus, perutnya pun terasa begitu lapar dan kedinginan.
Ia melihat sekeliling, sangat sepi, tak ada orang satu pun. lalu sekarang, kenapa ia ada disini? padahal sebelumnya ia sedang tidur dengan nyaman di kamarnya yang mewah dengan kasur empuk ternyamannya.
Tapi sekarang!? Sarah merasa sangat menggigil kedinginan, perutnya pun terus berbunyi minta untuk di isi makanan segera. kemana semua kemewahan yang ia punya? semuanya hilang, hilang semua!
Tunggu! ini pasti hanya mimpi, pikirnya membantah kejadian yang ada. ya, Sarah hanya harus menunggu ia bangun dari mimpi buruk ini dan kembali tenang.
Namun, ini terlalu nyata untuk disebut sebagai mimpi. ah, sudahlah, Sarah pun berjalan menelusuri trotoar dengan langkah gontai. tangannya memeluk dirinya sendiri agar sedikit hangat, perutnya tak henti berbunyi membuat lambungnya mulai perih.
Beberapa langkah kemudian, Sarah berhenti di mall yang ia kunjungi tadi, mall itu sudah tutup, ia pun melirik parkiran mobil yang ada di sana.
Tiba-tiba ia teringat wanita tua yang mengemis padanya di parkiran itu. ia termenung cukup lama melihat parkiran mobil itu lalu ambruk dan terduduk.
Ia baru sadar, apa yang ia alami sekarang sama persis seperti wanita tua itu. tubuh yang kurus kelaparan, kedinginan. bahkan mungkin tidak punya tempat tinggal.
"ternyata, ini rasanya kedinginan, kelaparan dan hidup di jalanan sendirian, kalau saja aku di beri kesempatan satu kali lagi, menikmati hidup mewah, aku tidak akan membuang-buang uang, aku tidak akan tamak dan merendahkan orang yang lain." ucapnya lirih.
Sarah memejamkan matanya, setitik cairan bening keluar dari sana. ia memejamkan matanya namun tak lama, ia merasa ada yang aneh.
Sarah pun membuka matanya kembali perlahan, sontak ia terkejut, rupanya ia sudah kembali ke kamarnya dan masih berbaring di ranjangnya.
Apa ini nyata? Sarah pun bangun dan melihat jam dinding, pukul 12 malam? jadi ia hanya tidur setengah jam? tapi itu terasa sangat lama.
Di tengah kebingungannya, Sarah tiba-tiba teringat. "nenek itu!" ia langsung pergi ke kamar Benny, mengedor pintunya agar ia terbangun.
Saat Benny bangun, Sarah langsung memintanya untuk mengantarkannya ke mall yang tadi, tidak peduli ini sudah tengah malam. Benny yang bingung dan sedikit kesal pun, akhirnya menurutinya.
Saat sampai di sana, Sarah dan Benny langsung mencari wanita tua yang tadi mengemis padanya, Benny merasa bingung dengan sikap anak bosnya ini. bagai mana pun ia adalah pengawal pribadinya yang harus mengikuti kemana pun Sarah ingin pergi.
Sarah melihat sekitar mall itu dan akhirnya menemukan wanita tua itu tengah meringkuk di sudut parkir. ia pun mendekatinya.
Perlahan Sarah menyentuh bahunya lembut, mengguncangnya pelan, membuat wanita tua itu terbangun dan terkejut mendapati Sarah dan Benny ada di hadapannya.
"neng yang tadi?" ucap wanita tua itu.
"iya, nek. maaf, tadi aku begitu sikapnya ke nenek. apa nenek masih lapar? ayo, pulang dulu sama aku, disini terlalu dingin." ucap Sarah sopan.
Benny yang melihat itu sangat terkejut, anak bosnya ini yang terkenal suka bicara seenaknya bisa juga berbicara sopan pada orang biasa, tak lama ia tersenyum melihat pemandangan langka ini.
Wanita tua itu terdiam lalu, tersenyum kemudian menganggukan kepalanya, Sarah pun ikut tersenyum. ia membantu wanita tua itu berdiri lalu masuk ke mobil dan membawanya pulang.
Sejak saat itu Sarah mengubah sikapnya, dari suka menghamburkan uang dan meremehkan orang lain, menjadi lebih menghargai uang dan menghormati sesama.
Ia kini suka memberikan uangnya pada yang lebih membutuhkan. semua berubah dalam semalam, tepat pukul 12 malam, entah itu mimpi atau yang lain, tapi yang jelas hal yang terjadi di tengah malam itu bisa ia jadikan pelajaran dalam memahami hidup dan sesama.
TAMAT
Note: semoga pandemi ini segera berakhir dan semuanya kembali seperti sediakala.