Nama ku Anastasya Adinda Putri, kalian bisa memanggilku apa saja yang penting kaliannyaman, soalnya tiap ketemu orang baru nama ku selalu berbeda-beda.
sebenarnya aku sangat risih tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.
Ya seperti teman-temian ku ini :
"Hy Cantik .. ! Astasya?" sapa teman satu.
"Adin." sapa teman dua.
"Putri." sapa teman tiga.
"Nasta." triak teman empat.
"Utri," ucap teman lima.
"Anasta..." sapa teman yang lainnya.
Seperti ini lah setiap hari jika aku bertemu dengan mereka bahkan dengan orang lain, ketika ada yang menanyakan nama panggilanku.
Aku selalu bingung untuk jawab, panggilan yang mana akan aku berikan, makanya aku mengizininkan mereka untuk memanggilku senyaman mereka selagi itu tidak merugikanku kenapa tidak yang penting mereka suka dan nyaman.
Sebenarnya nama panggilan ku di dalam keluarga ialah Anastasya. Namaku berubah-rubah ketika Keluarga Besar Rempong ku berkumpul dari situ lah semua nya awal terjadi.
TAHUN AJARAN BARU BERHARAP JUGA SUASANA BARU.
Liburan Sekolah pun sudah berakhir, kini semua anak binggung untuk melanjukan Sekolah kemana bukan saja anak orang tua pun juga ikut bingung memikirkannya.
Hari ini hari Pertama ku masuk Sekolah, Di hari ini dimana Aku sudah memutuskan melanjutkan pendidikan di Sebuah SMA Pelita di sebuah kota tempat tinggalku.
Sebenarnya Aku ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri, tapi tidak di bolehin sama orang tua ku.
Tujuan awalku ingin sekolah luar negri untuk menghindar nama-nama yang cukup Aneh yang aku dengar setiap hari, bukan karna pendidikannya.
HARI PERTAMA MPLS.
Aku selalu berharap ketemu dengan seseorang yang benar mengakui nama panggilanku yang sebenarnya, kecuali keluarga ku, selain Papa dan Mama.
Kini aku sudah sampai di SMA Pelita, Walaupun ini sekolah tidak terlalu asing untukku lagi, karna dari kecil aku bahkan sering ke tempat ini, ya bagaimana tidak Papaku Seorang kepala Sekolah di SMA ini, tetapi tidak banyak yang tau.
Ketika aku berjalan di koridor menuju ke kelas aku tidak sengaja menambrak seorang gadis.
"Hy gadis Aneh sejuta nama !" ucap gadis itu dengan tatapan kesal.
"Kau punya mata tidak? kau merusah phonselku." tanya dia sambil membentakku.
Aku tau kalau aku menambrak nya tapi ini bukan sepenuhnya salahku, dia juga berjalan sambil memainkan hpnya.
"Kita sama-sama salah bukan?" ucap ku sambil melihat dia kembali.
Aku menjawab ucapannya dengan santai, walaupun aku tau dia primadona di Sekolah ini yang terkenal kasar dan suka membully, tapi aku tidak takut bukan karena papa tapi karena aku anak yang pemberani.
"Kamu?" ucap dia semakin kesal, kemudian dia ingin menamparku.
Aku hanya memejamkan mata tapi aku baru sadar kenapa tangannya tidak mendarat di pipiku, aku kemudian berlahan membuka mata, aku terkejut ada sosok laki-laki tampan menahan tangan gadis itu.
"Abyan?" ucapa gadis iu kaget dan berusaha melepaskan tangannya.
"Ini tidak seperti yang kamu lihat." lanjutnya lagi, berusaha membela diri.
"Aku lihat dengan mata kepala ku sendiri kau ingin menyakiti dia kan?" tanya Abian sambil melihat ke arahku, melihat tatapannya jantungku berdetak sangat kencang bahkan tiga kali cepat dari biasanya.
"Dia adalah Pacarku." ucap Abian sambil menggemgan tanganku, aku sempat kaget tapi aku menyukainya karena jujur aku juga menyukainya dari dulu.
"
Mana mungkin kamu pacaran sama gadis aneh ini." ucap gadis itu sambil membelotot melihatku dengan tatapan tidak suka.
"Dia tidak Aneh bahkan dia sempurna di mataku." jawab Abian yang terus membalas ucapan Arlena.
Gadis itu bernama Arlena dia primadona di SMA ini dia sangat menyukai Abyan, tapi Abyan tidak menyukainya.
"Nama dia saja tidak jelas, kau menyukai dia? gue tidak percaya itu." ucap Arlena sambil senyum sinis.
"Kata siapa tidak jelas, aku tau dia bahkan semua tentang dia." jawab Abyan. Aku hanya menjadi pendengar saja di antara mereka.
"Nama nya Anastasya Adinda Putri, nama panggilannya Anastasya, nama yang indah bukan seindah dirinya." lanjut Abyan sambil terseyum melihatku.
Akupun tersenyum membalas senyumanya, Arlena semakin kesal melihat Abian dan Aku, karena sekian kesal nya kemudian dia meninggalkan kita begitu saja.
"
Kamu tidak Papakan?" tanya Abyan melihat aku jika ada yang terluka.
"Tidak kak, aku tidak apa-apa." jawab ku terseyum.
"Terimakasih kakak." lanjutku lagi.
"Untuk Apa?" tanya Abyan sambil mengangkat alisnya karena merasa bingung.
"Kakak sudah menolongku." ucap ku polos.
"Aku melakukan semua ini cuma atas dasar dari hatiku." ucap Abyan sambil melihatku dengan tatapan yang tidak bisa ku Artikan lagi, jantung ku kembali berdetak sangat cepat.
"Maksudnya?" jawab aku karena aku tak mengrti maksdnya.
"Aku mencintai dan menyayanimu dari dulu, bahkan saat kau masih di bangku SD." lanjut Abyan.
Aku yang mendengar ucapan Abyan rasanya sangat bahagia sekali dan sedikit binggung, di hari pertama masuk sekolah aku sudah merasa bahagia apa lagi di hari berikutnya.
"Sungguh kah itu?" tanya ku kepadanya.
Dia tidak menjawab pertanyanku, dia malah mengeluarkan kamera yang ada di dalam tasnya ia memberikannya kepadaku dan aku seketika melihatnya.
Bertapa kagetnya aku semua isi kamera itu hanya foto-foto ku, bahkan foto ku waktu masuk melangkah pertama di sekolah ini tadi.
Semejak kejadian itu, aku dan Abyan mulai menjalankan hubungan bahkan tak terasa kini kita hampir menjalankan hubungan selama 2 Tahun.
Selama menjalankan hubungan kami banyak melalui rintangan dan cobaan tetapi itu tidak menjadi masalah dalam sebuah hubungan untuk kami, karna menurut kami masalah itu bumbu dari cinta kami.
TERIMAKASIH.
JANGAN LUPA MAMPIR DI LAPAKKU YA KKA.