🌙Time Travel#suaraloncengmidnight
karya: W. Ddvemalleon WET
Sebuah mitos, masuk dari mulut ke mulut. Di mana ketika bermain lonceng di tengah malam, apa yang diinginkan akan terkabul. Jiang Qixuan, adalah orang yang termakan mitos tersebut.
Tepat tengah malam, dia sudah menyiapkan segala keperluannya. Lonceng, adalah salah satunya. Tepat saat arah jarum jam sudah menunjukkan tepat pada angka dua belas, Qixuan membunyikan loncengnya dengan keras.
Hari ini, Ibu dan Ayah Qixuan sedang pergi ke perusahaan Wang dan menginap di hotel dekat sana. Tidak akan ada orang yang berisik dengan bunyi loncengnya yang menggema di dalam ruangan.
Pandangan mata Qixuan tiba - tiba menjadi putih. Ketika semuanya putih tanpa benda apapun, ada sebuah alunan triangle bercampur dentuman lonceng besar berbunyi. Sebuah tumbuhan, bahkan kerajaan beratap trapesium tiba - tiba berada di dekatnya.
Gerbang kerajaan terbuka lebar, dia memasukinya dan dia berhenti di depan gazebo kerajaan. Ada lonceng besar di sana. Dia akan membunyikan lonceng itu sesuai arahan mitos.
Dungggggggg
Klincing klincing klincing
Dentuman lonceng besar itu membuat telinga Qixuan berdarah. Lalu, pandangannya menjadi hitam. Badannya seperti terjatuh.
“Kalau memang benar, aku ingin kembali ke waktu itu dan membuatnya tertangkap,” kata Qixuan dalam hati.
Kamis, XX Januari XXXX
“Apa ini? Benarkah aku kembali ke tahun XXXX?” tanya Qixuan dalam hati.
Dari jauh, Fang Yin, sahabatnya berlari ke arahnya. Melihat Qixuan melongo, Fang Yin menatap tajam. Qixuan akhirnya tersadar, mitos itu bukan palsu.
“Fang Yin! Telinga rubahmu bagus sekali. Kamu benar - benar cocok bercosplay.” Qixuan menepukkan kedua telapak tangannya.
“Benarkah? Terimakasih pujiannya.” Fang Yin tersenyum ke arah Qixuan.
“Ayo! Katanya ingin menemaniku ke ruangan cosplay ...” Fang Yin kembali berbicara.
Qixuan hanya mengangguk. Dia selalu menatap jam tangannya. Kurang tujuh menit lagi, suatu peristiwa akan terjadi.
“Fang Yin, ayo, kita menyebrang.” Qixuan berbicara.
“Loh? Kan tempatnya bukan di si– ”
“Ssst! Sudah ikuti saja aku.” Qixuan menarik erat tangan Fang Yin.
Di mana semua jalan akan di kepung, tidak ada jalan untuk mereka keluar. Kesempatan untuk Fang Yin kabur adalah kemenangan absolut untuk kelompok orang misterius.
Sampai di dekat toko aksesoris dan toko kaca, Qixuan bisa melihat seseorang berbaju hitam terus mengikuti mereka. Qixuan menyuruh Fang Yin bertukar posisi ketika di dalam ruangan ganti.
“Fang Yin, pakai pakaianku dan juga topiku dan panggil aku Fang Yin,” kata Qixuan.
“Ada apa?” tanya Fang Yin masih bingung.
“Aku ada urusan. Kamu tidak perlu khawatir.” Qixuan tersenyum.
Fang Yin pun menuruti Qixuan, dia percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya. Dia melepaskan segala yang ia pakai.
Kenapa Qixuan tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Fang Yin? Itu memang sengaja agar tidak membuat Fang Yin khawatir dan menghancurkan rencananya. Qixuan adalah calon tentara rahasia, dia pasti bisa menyelesaikan masalah penculikan Fang Yin.
Fang Yin dan Qixuan pun keluar. Mereka membayar aksesoris yang mereka beli sebelumnya. Di lain sisi, Qixuan masih memperhatikan orang berbaju hitam yang masih menunggu mereka di luar pintu.
Meskipun mereka keluar, pergerakan orang berbaju hitam itu terkunci karena banyak khalayak. Tidak semudah itu mereka menculik Fang Yin.
Fang Yin, merasa aneh dengan sikap Qixuan yang meniru sikap dirinya. Qixuan sengaja membuat Fang Yin merasa aneh, karena biasanya, dia merasa jika sikap Fang Yin itu aneh. Kabar baiknya, orang berbaju hitam itu termakan jebakan.
Tinggi, ukuran baju, perawakan Fang Yin dan Qixuan sangat sama. Sehingga jika mereka bertukar, mereka akan kesulitan menebak mereka. Hanya ada satu pembeda, kalau mereka teliti, mereka akan melihat bintik kecil di bawah hidung Qixuan.
🔔🔔🔔
Mobil melewati Qixuan, Qixuan langsung digendong dan di masukkan ke dalam mobil. Sesuai rencana, Fang Yin berteriak memanggil Qixuan dengan nama Fang Yin.
Qixuan berhasil masuk ke dalam mobil. Mereka adalah pembunuh yang mengincar organ para cosplayer. Mereka adalah buronan, jadi Qixuan tidak akan segan dengan mereka.
Ketika jarum suntik mau menusuk lengan Qixuan yang telah diborgol, Qixuan langsung membenturkan kepalanya ke arah orang berbaju hitam tadi.
Borgol sudah berhasil dia lepaskan dengan mudah menggunakan plasma kecil yang selalu ia bawa. Dia langsung menancapkan jarum suntik balik di lengan musuh. Namun, dengan cepat, pengemudi mengabari musuh yang lain.
Seketika mobil dibuat oleng. Qixuan terpental ke ujung mobil. Qixuan langsung mengambil alih mobil. Ditusuknya bagian pundak musuh.
Dia memakirkan mobil di toko tepat saat ia diculik. Dia sudah menelpon Fang Yin agar tidak memberitahukan kepada polisi terlebih dahulu. Dia harus mencegah pembunuhan ke-2 Fang Yin.
Tabrakan maut.
Waktu berjalan lebih cepat dibanding dugaan. Musuh lebih bertindak lebih awal. Qixuan panik dan langsung berlari ke arah penyebrangan. Sebuah truk dari jauh tampak melaju kencang.
“Fang Yin! Awas!” teriak Qixuan dari jauh hendak menyebrang menyelamatkan Fang Yin.
Fang Yin hanya menoleh, sampai Qixuan mendorongnya menjauh dari penyebrangan. Qixuan, tertabrak truk yang melintas kencang.
Klincing
Lonceng mereka berdua berbunyi bersamaan.
“Qixuan!” teriak Fang Yin tidak menghiraukan perkataan Qixuan yang menyuruhnya untuk memanggil dengan namanya.
Qixuan mengangkat tangannya. Lalu pelatuk mengarah kepada sebuah atap bangunan dimana musuh berada. Ada penembak jitu yang sudah mengetahui lokasi pembunuh itu. Qixuan sudah mengabari tepat sepuluh menit yang lalu.
Semua berakhir begitu saja. Bubuk mesiulah yang mengakhiri sebuah kisah.
🔔🔔🔔
“Qixuan! Bangun! Mau sampai kapan kamu tidur terus?! Kamu mau terlambat menghadiri pestanya?!” teriak Ibu Qixuan.
“Hah?!” Qixuan terbangun dengan kondisi terkejut.
“Apanya yang Hah hah itu?! Cepat, kamu harus memakai gaun!” teriak garong Ibu Qixuan.
Dia melihat jam, melihat kalender. Matanya langsung terbelalak, ada lingkaran di tanggalannya.
“Ulang Tahun Fang Yin” itulah yang tertulis di kalendernya.
Qixuan langsung menangis, dia langsung berdiri dan bergegas mandi. Ternyata, dia berhasil menyelamatkan Fang Yin.
Lalu, bukankah dia tertubrul truk? Benar, tapi, lonceng itu membuat sebuah keajaiban. Qixuan berhasil melewati truk itu, sementara truk itu sendiri membanting setir dan menabrak bangunan kosong tak berpenghuni.
“Terimakasih, ini suatu keajaiban,” itulah kata yang ada di dalam hati Qixuan.
Semoga enjoy dengan ceritanya. Cerita ini dibuat untuk sebagai bacaan saja, jika ada yang tidak mengenakkan, mohon memakluminya.
salam lonceng midnight, W. Ddvemalleon WET🌙~