"Bye ... Bye ... Hati hati dijalan."Seorang remaja melambaikan tangannya kepada mobil hitam yang sudah pergi menjauh.
"Huh ... Aku harus tinggal sendiri untuk malam ini." Remaja tersebut menghela nafas panjang, sambil memandangi mobil yang sudah sangat jauh.
Perkenalkan namaku Zian umur 16 tahun, dan mobil yang tadi pergi adalah mobil keluargaku yang akan pergi selama satu hari karna terdapat pekerjaan diluar kota.
Jadi mereka harus meninggalkan aku sendirian dirumah yang cukup besar ini, walaupun sangat sedih tapi aku juga memakluminya karna orang tauku juga bekerja keras untuk mencari nafkah untuk aku, Jadi seharusnya aku tidak merepotkan mereka dan juga mereka hanya sehari meninggalkan aku dirumah.
Aku melakukan kegiatan seperti biasanya,tanpa orang tua yang membantu aku masih dapat membuat makanan sendiri maupun merawat diri dengan baik.
Keseharianku sangat membosankan hanya berbaring bermain handphone dan makan itu saja,aku tidak melakukan kegiatan lainnya.
Dan Waktu Berlalu dengan cepat tanpa disadari malam sudah tiba dan jam sudah menunjukan pukul 12 Am,Di daerah rumahku sangatlah sunyi tanpa suara sama sekali dari kata orang orang jika malam tiba di daerah sini akan menjadi tempat para arwah berkumpul, jadi semua orang akan tidur lebih awal.
Walaupun itu adalah cerita yang menyeramkan tapi sebagai manusia yang berfikiran positif aku tidak terlalu mempercayai perkataan dari para tetanggaku,dan aku bahkan tidak tidur sampai jam 12 Malam tiba.
Pada Jam 12 malam ini aku masih tidak tidur karna aku sama sekali tidak mengantuk, mungkin karna ini adalah pertama kalinya aku tinggal sendiri dirumah jadi Perasaanku agak aneh dan cemas.
Aku bermain Handphone untuk menghilangkan perasaan cemasku,tapi saat jam 12 Am tiba entah mengapa perasaan cemas dan ketakutan tiba tiba muncul didalam hatiku.
Husshh ...
Tiba tiba angin bertiup dan hordeng kamar secara terdorong sedikit,dan aku secara otomatis mengalikan padangan ke hordeng yang tiba tiba tertiup angin.
Saat aku melihat kearah hordeng yang tertiup angin,secara tidak sengaja aku melihat sesosok yang sedang mengintip Melewati celah dari hordeng yang tertiup angin.
Sosok tersebut memiliki wajah yang sangat tua dan bola mata yang berwarna hitam pekat dengan beberapa goresan pisau dibagian wajah keriputnya.
"SIAPA ITU?!!."
Aku yang melihatnya langsung berteriak kaget dan langsung menutupi mataku karna ketakutan, tapi saat mencoba melihat lagi kearah jendela yang ada sosok tua tersebut,Aku sama sekali tidak melihat hal sebelumnya dan hanya terdapat hordeng yang masih bergoyang akibat hembusan angin.
"Apa hanya halusinasi?."
Aku mencoba Memerhatikan dengan seksama tapi hasilnya tetap sama yaitu tidak terdapat sosok tua lagi yang mengintip seperti sebelumnya.
Tap ... Tap ... Tap
Tap ... Tap ... Tap
Tap
Tap
Tapi saat aku mengira itu hanyalah sebuah halusinasi belaka,tiba tiba aku mendengar suara langkah kaki dari kamar mandi Yang berada disamping kamarku seperti orang yang sedang berlari di atas genangan air dengan tanpa menggunakan alas kaki.
"Apa itu sebenarnya? ... Bagaimana kamar mandi sebelah seperti ada seseorang yang sedang berlari? ... Dan dirumah ini hanyalah aku seorang diri."
Aku sudah tidak dapat tenang saat mendengar suara langkah kaki tersebut,karna ini sangatlah berbeda dengan sosok yang mengintip dijendela kamar sebelumnya, Padahal aku sudah menutup telinga tapi suara langkah kaki tetap terdengar jelas ditelingaku.
Karna lampu kamar sudah dimatikan,aku sama sekali tidak berani pergi untuk mengecek kamar mandi,Aku hanya dapat meringkuk ketakutan diatas ranjang sembari mencoba menelepon orang tuanya.
Dort!!!
Dort!!
Doort!!
Tiba Suara lainnya Terdengar dari pintu kamar miliknya Seperti seorang sedang menggedar gedor pintu kamarnya dengan kencang.
Dort!!
Dort!!
Setiap suara gedoran dari pintu hatiku seperti dipukul dan rasa takut langsung naik ke puncaknya,dengan suara langkah kaki dikamar mandi dan ditambah suara gedoran pintu yang sangat keras aku sudah sangat ketakutan dan keringat mulai bercucuran di tubuhku.
"HIHIHIHIHIhihihihihi",
Tiba tiba sebuah suara tawa terdengar dari atas kepalanya dan membuat seluruh tubuhnya merinding ketakutan.
Bahkan aku merasakan geli dipundakku seperti sebuah benda menggelitiknya, ini membuat aku lebih merasa takut.
Dengan memberanikan diri aku mencoba menengok keatas dari mana suara tawa tersebut dan rasa geli yang berada dipundaknya.
"AHHHHGGHHHHH!!."
Aku langsung Berteriak dengan keras dan jatuh Pingsan,karna melihat sosok yang sangat Menakutkan sedang bergelantungan diatas langit langit ranjangnya sambil tersenyum melihat kearah aku dengan mata yang sudah berlubang dan berwana hitam.
Rasa geli dari pundaknya ternyata rambut dari sosok tersebut yang sangat panjang dan kotor,bukan itu yang lebih menakutkan sosok yang bergelantungan tersebut memiliki wajah yang sudah hancur dengan berbagai luka yang sudah berwarna hitam disekujur tubuhnya, diwajahnya terdapat beberapa bolongan yang sangat dalam dan mulut yang sobek sampai bagian telinganya.
Sosok tersebut tersenyum menyeramkan saat aku melihatnya dan membuat aku langsung berteriak kegat hingga jatuh pingsan.
Keesokannya harinya saat Orangtuaku kembali,aku mencoba menceritakan semua hal yang terjadi padaku Dimalam tadi saat jam sudah menunjukkan jam 12 Am.Tapi keduanya tidak mempercayai semua penjelasanku,dan hanya menganggap aku sedang berhalusinasi atau bermimpi saja.
Tapi semenjak malam tersebut aku tidak pernah tidur lewat jam 10 malam lagi,dan kejadian yang menyeramkan sudah tidak pernah dia rasakan kembali semenjak dia tidur lebih awal.
TAMAT