Pada pukul 12 tengah malam di sekolahku selalu terdengar langkah kaki, di lorong-lorong koridor sering bermunculan sosok yang tidak asing. Banyak spekulasi bahwa banyak penampakan yang sering muncul disana ketika malam hari, banyak pula isu yang mengatakan jika malam hari akan banyak makhluk tak kasat mata yang bermunculan.
Saat penyambutan anak baru selalu diadakan orientasi ekskul kemah ditengah lapangan sekolah khusus untuk anak kelas 1 dan para panitia pelaksananya.
Yah...aku salah satu anak baru disekolah itu, kegiatan itu dilakukan 2 hari 2 malam di sekolah. Aku salah satu peserta yang ikut ospek penerimaan murid baru disana.
Saat siang hari kita melakukan banyak kegiatan sekolah, beberapa anak juga diminta untuk mencari kayu bakar di belakang sekolah. karena dibelakang sekolah banyak pepohonan yang rindang.
Disekolah itu ada beberapa bangunan yang sudah usang, ada juga bangunan yang sepertinya sudah terbakar tapi masih berdiri kokoh walaupun atapnya sudah ambruk. Laboratorium dan perpustakaan lama selalu di gembok dan kuncinya tidak pernah dibuka, terlihat seperti ruang yang ditinggalkan dan diabaikan sangat kumuh karna tak pernah dibersihkan.
Kegiatannya dibagi menjadi beberapa kelompok dan beberapa yang dipilih untuk ikut jadwal berjaga-jaga malam. Jadwal berjaga dibagi bergiliran, setiap regu harus mengajukan 2 orang. Setiap kelompok berjumlah 20 orang dan ada sekitar 15 kelompok, para panitia juga ada yang berjaga-jaga untuk memimpin setiap anggota jam jaga.
Makan siang disiapkan para panitia dan juga beberapa guru yang ikut serta menjaga anak muridnya, takut terjadi kecelakaan yang tak diinginkan. Sore hari tiba anak-anak pun dikumpulkan untuk menyudahi kegiatan siang dan semua bergiliran pergi kekamar mandi, aku pun bergantian menggunakan kamar mandi sekolah.
Karna kamar mandinya tidak mencukupi kita pun pergi kerumah beberapa penduduk yang rumahnya dekat dengan sekolah. Sebenarnya ada kamar mandi yang masih kosong disudut sekolah, kamar mandi itu ada sebanyak 10 ruang tapi sudah terlihat sedikit angker seperti ada hawa yang sangat kuat.
Sebagian terlihat kumuh, tapi sebagian lagi masih terlihat sedikit bagus. Hanya saja semua anak-anak sekolah jarang ada yang menggunakannya, aku pun kurang tau juga. Tapi katanya disana banyak penunggunya, karna isu sudah bermunculan sejak lama.
Ada sumur tua juga di sudut sekolah yang ditutup, bahkan anak murid pun tidak diizinkan untuk mendekat. Ada yang mengatakan dulu ada seorang siswa yang loncat terjun kedalam sumur walaupun itu belum pasti kabarnya benar apa tidak.
Saat jam 7 malam kita diberikan waktu istirahat tidur terlebih dahulu, tapi jam 11 malam kita diharuskan sudah pada kumpul di lapangan sekolah untuk kegiatan malam.
Jam 11 malam anak-anak dibangunkan dan dikumpulkan di lapangan, membuat api unggun dan melingkari api unggunnya. Panitia dan para guru mulai bercerita, mereka menceritakan kisah horor.
Suatu malam setiap tepat jam 12 malam, dilorong-lorong sekolah selalu terdengar langkah kaki. Didepan pintu masuk perpustakaan selalu muncul 3 sosok pocong yang melompat-lompat, dibeberapa pohon besar tua yang ada di beberapa sudut sekolah banyak makhluk halus yang muncul. Bahkan ada yang tertawa, menangis, suara anak kecil, suara beberapa orang berlari dan bahkan katanya ada sosok yang sering terbang.
Mendengar cerita itu banyak murid-murid yang memiliki nyali kecil menangis dan ketakutan, ada yang sampai gemetaran.
Kegiatan malam dilakukan berkelompok dan bergilir untuk mencari bendera di setiap titik yang sudah dipasang oleh para panitia. Dan ada juga beberapa panitia yang sudah berjaga dititik itu tapi bersembunyi.
Giliran pertama aku dan kelompokku, dipimpin oleh salah satu dari kami. Aku berjaga paling belakang karna tidak ada yang berani berjalan paling belakang. Kita berjalan beriringan..
Aaaaaahhhhhhhh........
Weeeehhhhh....
.
Aaaaa...aaa....
Aa
Banyak suara jeritan dari beberapa kelompok lain, membuat reguku merasa takut untuk melanjutkan misi. Siapa yang paling banyak mendapatkan bendera maka kelompok itu diperbolehkan untuk tidak mengikuti kegiatan selanjutnya yang akan diadakan untuk malam berikutnya.
Kamipun menemukan bendera pertama, kedua, ketiga, ke empat dan sampai ke enam. Salah satu dari kami melihat sosok seperti pocong berdiri disudut ruangan. Beberapa dari kami pun berteriak dan ada yang menangis histeris.
Aaaaaahhhhhhhh.....
Huuuwaaa....
Huwaa.....
Aku pun sepontan kaget mengambil kayu dari potongan kursi patah. Tanpa ragu aku pun memukuli sosok pocong itu hingga babak belur tanpa rasa ketakutan. Pocong itu pun minta ampun.
Oohhhh ternyata sosok pocong itu salah satu panitia kakak kelas, mukanya lebam dan memar karna aku pukuli. Aku masih belum tau sebenarnya hantu itu apa, jadi wajar jika aku berani memukul mereka.
Bahkan para guru pun heran dengan kejadian yang baru saya aku lakukan.
Kami pun kembali dan menyudahi pencarian bendera, ditengah perjalanan saat kita melintasi sumur tua disudut sekolah.
Kami mendengar suara-suara, tangisan dan jeritan dari dalam sumur itu. Saat aku penasaran mencoba untuk mendekat, melihat ada apa didalamnya. Salah satu temanku meraih dan menarikku untuk menjauh dari tempat itu. Kami pun bergegas kembali ke lapangan untuk melakukan penghitungan dan penilaian siapa regu perempuan yang paling banyak mendapatkan bendera.
Tapi tak selang berapa lama jam 1 malam, benar-benar ada sosok kuntilanak yang muncul diatas pohon tua di belakang sekolah. Dan disana saat itu ada rombongan kelompok laki-laki, beberapa dari mereka lari kocar-kacir, ada yang pingsan, ngompol dan ada yang yang kesurupan.
Dua guru diterjunkan kelokasi untuk membantu para muridnya, yang lain diperintahkan untuk masuk ke dalam kelas yang sudah dipersiapkan untuk tempat tidur para murid. Sosok kuntilanak itu benar-benar terbang ke satu pohon ke pohon yang lain
Dan melayang ke atas atap salah satu ruang kelas, semua murid ditenangkan oleh beberapa guru dan panitia.
Bahkan sosok pocong sungguhan pun muncul didepan perpustakaan usang, benar-benar 3 sosok pocong yang muncul. Tapi sosok pocong itu hanya diam, aku dan teman-temanku yang lain pun itu melihatnya dari jendela kelas. Aku masih tidak mengerti mengapa mereka takut dengan hantu, ada yang menangis meminta pulang. Untuk jam jaga malam pun diperbanyak, akhirnya setelah pagi tiba.
Semua panitia dan para guru pun memutuskan untuk sepakat kegiatan hanya akan diadakan 1 hari 1 malam, saat pagi semua siswa-siswi diberikan kegiatan pagi. Semua pun melakukan apel pagi dan jalan santai sekitar 2 jam lebih mengelilingi sekitar 7 desa.
Setelah lelah sampai disekolah, murid-murid pun istirahat sejenak sebelum apel siang dilaksanakan. Jam 12 siang anak-anak dikumpulkan dan beritahukan jika sore nanti tepat jam 3 sudah boleh pulang kerumah masing-masing, murid-murid pun merasa lega dan senang karna gak akan ada kegiatan malam lagi disekolah. Tapi sosok-sosok makhluk halus itu tetap selalu menampakkan diri dimalam hari ataupun disiang hari.
Sekian dan terimakasih banyak sudah mampir dan menyempatkan untuk membaca karyaku😘😘😚😚🙏🏻🙏🏻🙏🏻