1 Jam sebelumnya
Tring....
Bunyi telepon yang berada di meja kerja Christian.
" Halo ? " Kata Christian
"Kecelakaan ? Dimana? "
"Okee, siap saya segera kesana "
"Baik Pak "
Christian langsung mengambil topi polisi miliknya dan segera pergi ke tempat kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil dan truk di suatu tikungan yang cukup tajam di daerah perbukitan. Jalan yang berkelok dan pencahayaan yang minim serta sedikitnya kendaraan yang berlalu-lalang membuat tempat ini memang tempat yang memungkin cukup sering terjadinya kecelakaan.
Christian yang sedang melajukan mobilnya ke tempat kejadian perkara melihat plang informasi tentang jumlah kecelakaan di ruas jalan itu yang hampir menyentuh angka 96 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 137 orang, luka berat 144 orang dan luka ringan 38 orang. Tak lama ia sampai di TKP kecelakaan itu, di sana sudah banyak polisi lainnya dan beberapa mobil ambulans. Dean yang lebih dulu berada di sana langsung menginformasikan kepada Christian tentang kecelakaan itu ketika Christian baru saja turun dari mobil polisinya.
Ia langsung melihat ke bawah jurang dan melihat bahwa mobil yang berada di dasar jurang itu sudah hancur lebur. Ia kemudian bertanya tentang sopir truk yang juga terlibat dalam kecelakaan itu. Namun anehnya sopir truk tersebut telah pergi ketika petugas datang dan tak ada tanda-tanda darah sedikit pun dari kabin sopir truk tersebut. Bisa di analisa sementara bahwa ini adalah kasus tabrak lari atau tabrak yang di sengaja.
"Bagaimana dengan korban di mobil itu? " Tanya Christian.
"Ada 2 korban, satu perempuan umur sekitar 22 tahun dan seorang lagi laki-laki, umur sekitar 25 tahun. Sepertinya mereka suami istri. Mereka mengenakan cincin yang sama, satu sama lain."
Jawab Dean.
"Sekarang mereka dibawa kemana? "
"Untuk jenazah perempuan dibawa ke rumah sakit di atas bukit sementara jenazah laki-laki di bawa ke rumah sakit di pinggir kota di Selatan bukit. Mereka tidak bisa dipindahkan ke rumah sakit pusat karena rumah sakit pusat sedang kepenuhan kapasitas setelah kecelakaan kereta di barat kota pak"
"Baiklah. Segera kirim dokter forensik untuk otopsi kedua jenazah tersebut. Saya mau cek jenazah yang ada di rumah sakit di atas bukit terlebih dahulu. " ujar Christian
"Siap pak, saya langsung segera menghubungi rumah sakit polisi di kota untuk meminta bantuan dokter forensik" jawab Dean dan mereka menyudahi perbincangan itu sementara Christian memandangi langit malam yang terkadang berkelap-kelip di sinari Guntur yang silih berganti terus bersahutan.
Rumah Sakit atas Bukit
Mobil polisi yang dikendarai oleh Christian sampai di rumah sakit atas bukit. Ia segera turun tepat di depan pintu masuk lobi rumah sakit. Tak ada satupun orang yang bisa Christian lihat sejauh ia memandang.
"Serem juga nih rumah sakit. 2020 masih aja ada rumah sakit kayak gini, buset." gerutu Christian sembari berjalan masuk kedalam lobi utama rumah sakit itu. Lampu rumah sakit yang tadi sempat matipun kini telah kembali hidup. James yang melihat ada orang yang datang langsung menyambutnya di dekat lobi dan bertanya kepada Christian.
"Selamat malam pak, ada yang bisa di bantu ?"
"Malam, saya Christian dari kepolisian. Saya mau mencari jenazah yang belum lama ini diantarkan ke rumah sakit ini. Korban kecelakaan mobil "
"Maksud bapak, jenazah perempuan tanpa identitas tersebut? "
"Betul, bisa saya melihat nya? "
"Tentu, tapi bapak perlu menggunakan pakaian pengaman, sarung tangan dan masker "
"Baiklah"
"Oke, mari saya antar "
Sesampai di depan kamar jenazah, dengan pakaian lengkap James membukakan pintu kamar jenazah itu dan mempersilakan Christian masuk duluan. Walau ada sedikit rasa takut, Christian memberanikan diri masuk karena rasa gengsinya yang besar. James yang masuk tepat dibelakang Christian tiba-tiba saja terkejut melihat jenazah perempuan itu berada di tempat tidur dan bukan berada dalam lemari pendingin jenazah.
"Kata, kamu tadi jenazah ini ada di lemari pendingin? "
"Ta.. ta.. tadi, saya yakin sudah memasukannya kedalam lemari pendingin pak, bersama dokter Anggel" jawab James dengan bulu kuduk yang berdiri.
Christian yang menganggap omongan James hanya sebuah omong kosong, tak membalasnya lagi dan hanya fokus melihat keadaan jenazah itu dengan membuka selimut yang menutupi jenazah itu.
Lalu dari belakang, Anggel membuka pintu kamar jenazah dan?datang bersama Christian kemudian berkata kepada James.
"James, ini pak Christian dari kepolisian mau melihat jenazah perempuan tadi "
James yang melihat Christian berada di samping Anggel sontak saja mengeluarkan keringat dingin dan merinding setengah mati. Ia kemudian perlahan melihat kembali ke arah orang yang tadi ia bawa dan mengaku sebagai Christian dan ternyata...
Bersambung
kelanjutan dan keseluruhan cerita bisa dibaca di novel Android. Terima kasih