Sebenua kerajaan paling agung dan dihormati oleh rakyatnya. kerajaan itu bernama kedaulatan agung numeles.
pangeran kerajaan adalah seorang pewaris tahta sekaligus ksatria yang gagah berani, dirinya adalah satu-satunya putra sang raja.
dengan tombak dan pedan miliknya yang ia beri nama maximus. sebagai seorang darah kerajaan pangeran itu memiliki kekuatan sihir.
rumornya saat pangeran maju ke medan pertempuran dia menghunuskan pedang dengan sihir, hanya satu tebasa mengudara langsung menghancurkan garis depan musuh.
setiap orang takut kepada pangeran dan sangat menghormatinya, bahkan para putri kerajaan lain sangat ingin memenangkan hati pangeran itu dan menjadi selir.
nama pangeran itu adalah yuki aegis II. pewaris tahta satu - satunya raja dengan darah asli kerajaan pengguna sihir. banyak wanita yang sangat ingin dengan pangeran yuki.
namun yuki tak tertarik sedikitpun kepada mereka.
"tuan muda anda ingin pergi lagi?." tanya seorang pelayan yuki. "yah kau benar alice, aku sedang diperintahkan untuk datang ke kerajaan barat."
alice merupakan seorang pelayan khusus yang diperintahkan untuk melayani pangeran yuki oleh keluarga kerajaan.
sebagai seorang pelayan alice jugalah seorang teman masa kecil yuki. disebabkan kepala pelayan kerajaan adalah ayah dari alice jadi tidaklah mustahil alice disuruh oleh ayahya untuk bermain dengan pangeran yang masa kecilnya selalu sendiri.
pada pertemuan pertama mereka yuki merupakan orang yang sangat dingin serta disebelah sisi alice merupakan anak yang sangat pemalu.
"alice kau pergilah temani pangeran ayah minta tolong, kalau begitu ayah pergi dulu bertugas." ayah alice meninggalkannya dengan yuki berdua seorang.
alice sangat canggung namun yuki tetap saja dingin dan diam sembari membaca buku dongeng.
buku itu adalah buku dongeng favorit yuki yang berjudul. 'beauty and the best.' tapi ada satu bagian yang sama sekali tidak dimengerti oleh yuki. "hei kau... apa kau bisa baca?." yuki bertanya kepada alice untuk mengartikan bagian yang ia tidak mengerti.
"bi-bisa tuan muda!." alice sangat gugup sehingga berkata terbata - bata dan menggunakan nada yang cukup tinggi.
"bagus, kalau begitu kemarilah..."
alice berjalan dengan takut dan sangat pelan menuju ke arah yuki.
hanya beberapa meter tapi sudah 5 menit berlalu tapi alice baru sampai setengah jalan.
"...haahhh... kenapa kau lama sekali." yuki berdiri dari kursinya berjalan mendekati alice.
"aku hanya ingin kau mengartikan bagian yang tak kumengerti ini."
dengan tangan yang cepat yuki menunjukan bagian dari buku dongen yang ia tak mengerti. melihat buku itu alice cukup terkejut bahwa itu adalah buku yang juga ia favoritkan.
"...beauty and the best!." ucap alice.
"kau tahu buku ini... apa kau juga membacanya?."
"iya aku sangat menyukai buku ini. terlebih bagian akhirnya."
yuki tersenyum dan meminta alice untuk mengartikan apa yang ia tak mengerti yaitu bagian taman bunga. dalam cerita dongeng itu seorang pangeran dan puteri sedang berada di taman bunga.
yaitu saat pangeran mengungkapkan perasaan cintanya dengan mengalungkan sebuah kalung ke leher sang puteri.
puteri itu menerima pengakuan sang pangeran dan mulai menjalani hidup bersama namun hubungan mereka diketahui oleh raja dari dua kerajaan yang tiba - tiba bermusuhan.
hubungan mereka diputuskan oleh kedua sisi sang puteri di tunagnkan oleh pangeran kerajaan lain dan sebagai bayarannya kerajaan itu memberikan kekuasan kepada kerajaan puteri itu.
sementara pangeran yang menyukai sang puteri menjadi sangat berkuasa dan siap menyerang, walaupun keadaan pangerannya sedang depresi berat mendengar berita puteri itu sudab menikah.
"pangeran corno kau harus bersemangat dan merelakannya." seorang pelayan berusaha menghibur pangeran agar kembali bersemangat.
pelayan itu selalu mengurus dan merawat pangerannya dengan penuh perhatian. pada akhirnya sang pangeran kembali bersemangat dan bertugas sebagai garis depan menyerang kerajaan sang puteri.
kerajaan pangeran menang dan sang pangeran menghunuskan pedang tepat di jantung raja musuh. puterinya menangis tersedu - sedu melihat ayahnya tewas di tangan pujaan hatinya yang masih dicintainya.
setelah beberapa saat pelayan dari pangeran datang menyusul untuk melindungi sang pangeran. dan tepat di hadapan sang puteri pangeran itu melamar pelayannya dengan cincin yang dipakaikan di cari manis pelayannya.
"...selama ini aku sangat ingin bersamamu, tapi sepertinya ini adalah akhir. aku harus merelakannya." puteri itu menagis melihat pangeran yang ia cintai mendua.
maka dari itu dia berjalan mundur ke belakang menuju dinding kaca kerajaan yang pecah. puteri itu melompat dan dengan cepat sang pangeran berlari menyelamatkannya.
"...lepaskan aku!." tegas puteri pada pangerannya.
"tidak akan...! aku tidak akan melepaskan genggamanku, kau adalah orang pertama yang kucinta. aku tidak ingin melihatmu menderita. tak ingin." isak tangis pecah dari pangeran itu air mata mengalir bercucuran dari mata mentes di pipi puteri itu.
"selama dua belas tahun aku suka padamu semenjak aku kecil dalam pertemuan kerajaan... saat itu kau adalah anak yang pertama kali berbicara dan berteman denganku."
puteri itu terkejut mendengar ungkapan hati pangeran secara tak sengaja membuat gerakan yang berbahaha sehingga mereka akan jatuh. dengan cepat sang pelayan berlari menarik mereka.
"tiga tahun yang lalu... aku memberanikan diri untuk berpacaran dengamu... kita sudah habiskan tiga tahun waktu bahagia dan tersenyum bersama namun 2 bulan kebelakang kedua kerajaan kita berperang. dan hubungan kita terkena imbasnya...!!!
AKU SANGAT KESAL! AKU SANGAT SEDIH! AKU MENDERITA! AKU TIDAK BISA TIDUT! DAN AKU JATUH STRES. itu semua karena apa!? karena apa!! semua hanya karena aku mendengar bahwa kau sudah menikah.
aku sangat sedih selama lima belas tahun aku SELALU SUKA PADAMU!!! kutak tahu harus apa setelah mendengar tentangmu hingga akhirnya pelayan di belakangku ini menghibur, bersama, merawat, dan melindungiku yang sedang berat kepal!.
semua hanya karenamu! hanya karena cintaku padamu. kutak rela! kutak tahan! bahkan jika dunia memisahkan kita ataupun langit yang marah akan kisah cinta kita.
aku akan tetap berada hati tempatmu bersisi di hatiku."
pangeran itu begitu emosi dan mengungkapkan seluruh curahan hatinya penuh akan amarah dan nada tinggi.
"terima kasih... terima kasih kau telah mencintaiku selama 15 tahun. pada hari perjamuan keluarga kerajaan yang kau ucapkan... semua itu, hanya kebohongan, maafkan aku. sebenarnya ayahku menyuruhku untuk bermain dengamu.
padahal aku tak ingin dan kebersamaan kita selama tiga tahun ini juga hanyalah permainan untuk menghibur diriku sendiri. sebenarnya aku tak cinta padamu... jadi maaf saja... maafkan aku." puteri itu menggunakan tangannya melepaskan genggaman dari pangeran.
pangeran itu semakin sedih. tapi sebenarnya dalam hati si puteri. 'itu hanya kebohongan. apa yang aku ucapakan tadi hanyalah kebohongan. sebenarnya selama ini aku juga cinta padamu... medengar ucapanmu tadi itu sungguh membuatku bahagia. terima kasih.' merasa kesal puteri itu berkata di saat terakhirnya. "semoga kau bahagia dengannya."
pada seminggu berikutnya pangeran itu mengadakan acara pernikahan dirinya dengan pelayannya.
"...apa yang tidak kau mengerti tuan muda yuki." tanya alice padanya.
"aku tidak mengerti kenapa sang puteri dengan bodohnya merelakan cinta yang ia miliki... padahal merekakan bisa menikah bersama sang pangeran dengan kedua cintanya."
"kau tidak tau tuan muda. cinta itu sangatlah berat lebih berat dari air. disaat kau mencintai maka kau harus berusaha... jangan terus mencoba membohongi perasaan cinta. disaat cinta itu mulai tumbuh cinta akan selalu berubah pada waktu yang tak terduga.
kau pasti akan menyukai orang lain dan mengkhianati cinta pertamamu. maka dari itu kau harus memilih satu dari orang yang kau cintai... tidak ada aturan mendua karena pasti cintamu akan terbelah.
kau hanya harus memilih satu dan melepaskan seluruh perasaan cintamu tanpa membelah dua perasaan itu."
"aku masih tidak mengerti."
"oh ya tuan muda... halaman terakhir buku dongeng ini tidak ada bukan?."
"ya kau benar... aku sangat ingin melihat halaman terakhir itu namun sepertinya sudah robek saat pertama kali aku membaca buku ini.
sayang sekali penulisnya sudah pergi buku ini hanya ada 3 di dunia. aku meminta seluruh pasukan kerajaan untuk mencarinya namun tidak pernah ketemu."
"he - he - he." alice memasukan tangannya ke dalam baju dan bursaha meraih sesuatu.
"jijik, apa yang kau lakukan meremas dadamu." begitulah bayang yuki.
"meremas palamu. aku hanya berusaha mencari sesuatu. ah ketemu." alice mengeluarkan sepercik kertas dari bajunya.
"tidak mungkin apakah itu halaman terakhirnya?."
alice tersenyum dan memberikan halaman itu kepada pangeran. dan dilihatnya foto menggagumkan dimana pangeran dalam cerita menikah dengan kedua cintanya.
"sayang sekali ini hanya art buatan penulisnya... sepertinya dia juga tak rela berakhir sedih dan membuat sebuah art untuk para pembaca yang merasa sama dengannya."
semenjak saat itu alice dan yuki menjadi seorang teman, lalu halam terakhir itu juga sudah dikembalikan ke dalam buku. ternyata alice adalah orang penyobek buku tersebut.