Hari menjelang tengah malam, pengiriman sketsa gambar hampir mencapai batas deadline pengumpulan. Bara melihat jam pada layar laptopnya. Jam menunjukkan pukul 10.20 malam, dia pun bergegas mengirimkan sketsa gambar yang sudah dia rancang selama beberapa minggu terakhir.
Setelah begadang berhari-hari untuk menyelesaikan sketsanya, Bara bisa bernafas lega sekarang. Dia bergegas menuju tempat tidurnya karena dia sudah sangat merasa lelah, dia bahkan lupa untuk mematikan laptop nya.
Pukul 12.00 malam.
*Brakk....
Srekk... Srekk... Srekkk...
Suara gaduh menyelimuti kamar Bara, membuatnya terbangun dari tidurnya. Dengan sedikit memicingkan matanya yang begitu berat untuk di buka.
*Dukk...
"Hah? Itu suara apa?" Ucap Bara pelan.
Bara melihat sekeliling kamarnya dari sudut ke sudut, tapi dia tak menemukan apa pun.
"Hemm..... Mungkin itu tikus" Ucap Bara yang mencoba berpikir dengan logikanya.
"Aishh, laper banget lagi. Semoga aja masih ada mie instan di dapur, hoaammm" Ucap Bara sembari masih mengantuk.
Bara pun bergegas pergi ke dapur, dan alangkah terkejutnya dia melihat dapur rumahnya berantakan.
Terdengar suara langkah kaki menuju arah ruang tamu.
Tap.... Tapp.... Tapp.....
Bara langsung memutar kepalanya ke belakang.
"Aaaaaa...... " Teriak bara karena terkejut.
"Ka.. Kamuu.. Apa? Kenapa kamu bisa ada di sini? Kamuu siapa?" Tanya bara panjang lebar.
"Yu-ki " Ucap sosok itu.
Sosok itu melihat bara dengan seksama, begitu pula bara yang masih bingung dan terkejut dengan sosok rubah yang memiliki bulu putih yang sangat cantik dan ekor lima pada tubuhnya.
Bara mencoba memberanikan dirinya, mendekati sosok itu.
"Heii. Apa kamu suruhan teman ku untuk menakuti diriku dengan mengirim hewan ini? Ahh, sayang sekali meskipun kamu menakuti ku, aku tidak akan takut padamu" Ucap bara.
"Hemm? Yu-ki... " Kata sosok itu.
"Yuki?" Ucap bara.
"Yuki, yuki, yuki" Ucap sosok itu sembari menganggukkan kepala nya.
"Hahh, apa kamu tidak bisa ucapkan kata selain yuki?" Kesal bara.
Setelah dipikirkan lagi oleh bara, dan melihat sosok rubah itu dengan seksama dan rubah itu berkata yuki terus menerus. Bara akhirnya ingat sesuatu, dan dia terkejut tak percaya.
"Kaa.. Kamuu.. Yuki? Tapi kenapa kamu bisa keluar dari sketsa ku?" Ucap bara dengan memundurkan badannya.
Yuki hanya tersenyum kepada bara. Dia mengerti apa yang bara ucapkan tetapi dia tidak tau berbicara dengan kata lain selain kata yuki.
"Apa kau mengerti apa yang aku ucapkan?" Tanya bara dan di jawab yuki dengan anggukan.
"Lalu apa kau bisa berbicara selain kata yuki?" Tanya bara lagi.
"Yuki... " Jawab yuki sembari menggelengkan kepalanya.
"Hah, baiklah yang penting kamu mengerti apa yang aku ucapkan" Senyum bara.
Hari mulai menjelang pagi, bara masih terjaga karena apa yang terjadi padanya. Sedangkan yuki hanya tersenyum dan terus menatap bara.
"Baiklah-baiklah, aku mengantuk sekarang. Aku mau melanjutkan tidurku dulu. Kamu bebas mau ngapain tapi jangan mengganggu ku tidur" Tegas bara.
Bara bergegas menuju tempat tidurnya dan merebahkan badannya. Sedangkan yuki mengikutinya dan ikut merebahkan dirinya di samping bara.
"Heiii, kenapa kamu disini? Aku kan sudah bilang jangan mengganggu ku tidur!" Tegas bara.
"Yukii? " Ucap yuki sambil memperlihatkan wajah memelas nya.
Yuki tetap tak beranjak dan mulai terlelap. Melihat hal tersebut bara tak tega untuk mengganggu nya, bara menyelimuti badan yuki dan juga melanjutkan tidurnya.
Pukul 09.00 pagi.
Alarm berbunyi berulang-ulang. Membuat bara terganggu dengan suara tersebut dan berusaha membuka matanya dan mematikan alarm yang berisik itu. Bara menoleh ke samping dan terkejut melihat keberadaan yuki.
"Ahh, kenapa ada wanita di kasurku?
Hemm? Tunggu dulu...
Dimana yuki, apa dia yuki? Tidak mungkin" Ucap bara panjang lebar dan membuat bangun wanita itu.
"Yu-ki?" Ucap wanita itu dengan duduk sembari memiringkan kepalanya ke samping.
"Ka.. Kamuu... Benar-benar yuki?" Ucap bara.
Setelah kejadian hari itu, yuki tetap berada di dekat bara dan selalu mengikuti bara kemanapun bara pergi. Perasaan diantara keduanya pun mulai tumbuh seiring dengan kebersamaan mereka. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari ini sudah hari ke 39 yuki bersama bara. Hari yang tidak mereka perkiraan terjadi.
Pukul 11.45 malam.
Yuki merasakan kesakitan pada tubuhnya, dan dia meronta karena rasa sakit pada tubuhnya. Bara terbangun dari tidurnya mendengar suara yuki, melihat kondisi yuki membuat bara menjadi panik tak karuan.
"Yuki, apa yang terjadi? Apa yang harus aku lakukan untuk mu? Tunggu sebentar aku ambil obat penghilang rasa sakit dulu untuk mu" Cemas bara.
Pukul 11.50 malam
Obat tak bekerja sama sekali pada tubuh yuki. Dia tetap merasakan kesakitan yang sangat pada tubuhnya. Perlahan tubuh yuki seperti menghilang. Melihat hal tersebut membuat bara benar-benar panik, dia tidak bisa kehilangan yuki.
"Yuki, bertahanlah jangan tinggal kan aku! Aku tak bisa kehilangan dirimu!" Ucap bara dengan kalut, pikiran nya mulai buyar dan air mata mulai menetes pada pipinya.
Pukul 11.59 malam.
"Yuki, aku mohon bertahanlah, aku benar-benar tak bisa kehilangan dirimu! Aku mencintaimu yuki!" Ucap bara dengan suara serak.
Mendengar apa yang di katakan bara membuat yuki merasa bahagia. Dia mengusap air mata pada pipi bara dan tersenyum kepada bara. Melihat senyuman yuki membuat bara benar-benar merasa sangat hancur. Bara mencium yuki, dan berlahan tubuh yuki terus menghilang. Bara berusaha mencegah tubuh yuki menghilang dengan memeluknya seerat mungkin, tapi hal itu sia-sia.
Pukul 12.00 malam.
Tubuh yuki benar-benar menghilang tepat setelah 40 hari bersama dengan bara. Bara menangis dan berteriak sejadi-jadinya. Sampai membuatnya pingsan tak sadarkan diri.
Seminggu berlalu...
Pukul 08.00 pagi.
Telepon berbunyi berulang-ulang kali. Tak ada respon yang diterima oleh penelpon.
Tokk... Tokkk... Tokkkk....
Setelah mengetuk beberapa kali dan tak ada jawaban membuat tamu itu merasa khawatir. Dan berusaha membuka pintu, yang ternyata tidak terkunci dan mencari pemilik rumah ke segala penjuru.
"Baraaa.... Kamu dimana? Woyyy?" Ucap chaka sahabat sekaligus rekan kerja bara.
Chaka mencari ketempat tidur bara dan mendapati bara yang tertunduk di kasurnya dengan pikiran kosong. Lalu chaka pun mendekati bara.
"Heii, kamu kenapa? Gak biasanya kamu kayak gini. Susah buat di hubungin, gak ada kabar. Kamu ini kenapa? Kalo ada masalah bilang aja" Tanya chaka.
"Dia pergi..." Ucap bara lirih dengan suara serak.
"Dia? Dia siapa? Seorang wanita? Ha? Sejak kapan kamu menyukai wanita? Akhirnya ada juga wanita yang bisa menaklukkan hati mu yang kaya batu itu, hahaha" Kata chaka yang tak di respon sama sekali oleh bara.
"Hei, ayolah. Wanita masih banyak di luar sana. Ohh, iya aku kesini untuk memberitahumu. Sketsa tentang seekor rubah putih yang cantik mu itu sukses besar di pasaran. Hari ini bos membuat perayaan di vila dekat hutan pinus, kita diwajibkan untuk datang ke sana" Jelas chaka.
"Hemm? Aku tidak ingin... " Ucap bara.
"Ahh, ayolah. Ini wajib buat kita datang. Terlebih lagi aku juga ingin melihat pohon pinus karena aku belum pernah melihatnya" Bujuk chaka.
Mendengar perkataan chaka, membuat bara teringat bahwa dia pernah berjanji kepada yuki untuk mengajaknya berkeliling melihat pohon pinus.
"Hahh, baiklah... " Jawab bara singkat.
Mereka bersiap dan bergegas menuju vila yang berada dekat dengan hutan pinus. Karena jarak yang cukup jauh, perjalanan memakan waktu yang cukup lama. Mereka sampai di vila pukul 11.30 malam.
"Aku ingin berkeliling dulu... " Ucap bara.
"Heii, ini sudah malam. Bagaimana kalau besok saja? Aku akan menemani mu pergi besok" Kata chaka, tak di gubris bara dan dia tetap pergi.
Setelah berjalan selama kurang lebih hampir 20 menit. Bara berhenti dan melihat pohon-pohon pinus, yang membuat nya merasa sedih karena tidak bisa menepati janjinya kepada yuki, dia berpikir andai saja yuki ada di sana pasti yuki akan merasa sangat senang.
Pukul 12.00 malam.
Srakk... Srakkk... Srakk...
Terdengar bunyi dari semak-semak. Bara berbalik dan melihat kebelakang karena takut kalau ada hewan buas yang memperhatikan dirinya. Alangkah terkejutnya bara.
"Ka.. Kamuuuuu!" Ucap bara tak percaya
"Aku kembali untuk mu bara" Senyum sosok itu.
Tanpa berpikir panjang bara memeluk nya dengan erat. Seakan tak akan pernah bisa di lepaskan.
"Yuki, aku merindukan mu. Jangan tinggalkan aku lagi!" Ucap bara yang di sambut dengan pelukan yuki.
"Aku mencintaimu bara. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, maaf membuat mu sakit" Ucap yuki dengan senyum di wajahnya.
❤