Dan tepat pukul 23:35.
Aku yang sudah terlelap dan nyaris sempurna mencetak peta dunia, harus terbangun karena suara gamelan yang di tabuh bercampur dengan suara kenalpot bising yang melintas di depan rumahku.
Aku berlari keluar dan mendapati sekumpulan orang berbondong-bondong menuju Punden (Makam orang tua pertama yang dihormati disebuah kampung).
Dan benar saja, tarian Dongkrek siap di laksanakan.
Warga terpilih menggunakan topeng kepala dengan berbagai wajah. Ada yang menggunakan wajah kakek-kakek dan nenek tuek, lengkap dengan kebaya zaman dulu dan tongkat di tangan mereka. Setengah membungkuk, seperti di sumpal gombal amoh di punggungnya. Benar-benar menghayati peran, pikirku.
Juga ada beberapa warga yang menggunakan topeng kepala dengan wajah dedemit lengkap dengan kostum berbulu berwarna hitam, yang gigi taringnya putih glowing. Sepertinya sang demit rajin sikat gigi, begitulah caraku berpikir seenak udel.
Warga banyak berkumpul di Punden malam tadi. Gamelan terus di tabuh, dan tepat pukul 23:59, warga yang sudah bersiap di posisinya memulai tariannya.
Tak ada yang istimewa dari tarian itu, Nenek dan Kakek juga para Dedemit hanya menggerakan tubuh mereka setengah bersilat. Maklum, kampungku adalah kampung pesilat. Namun anehnya, terasa sekali kemistikan dari tiap nada dan gerakan tari mereka. Entahlah, mungkin karena tempat yang dipilih adalah disebuah makam tua dan waktu pelaksanaan yang ditengah malam.
Suasana Punden terasa begitu menghororkan, di bawah langit malam yang gelap gulita, diterangi obor dan lampu jalan yang tak seberapa, kemudian tabuhan gamelan seperti berpesta. Di tambah personilnya yang menggunakan berbagai rupa. Alam bawah sadar serasa kembali ke zaman kuno.
Tak terasa hampir satu jam berlalu sudah, acara hampir usai. Aku yang lelah memilih pulang tanpa menunggu kegiatan itu benar- benar selesai. Sebelum pulang, aku berdoa sejenak, berharap kemalangan yang terjadi di desaku akhir-akhir ini menghilang sudah.
Karena memang, tarian malam ini di gelar bukan tanpa alasan. Sesuatu yang mengerikan terjadi dikampungku, banyak kematian yang bahkan di satu harinya, ada dua warga sekaligus yang berpulang. Dan kebanyakan dari para alm. di nyatakan sakit SIKOPET.
Miris....
Semoga kita semua diberi kesehatan dan umur panjang ya, AMIN.
Tanks For Reading....