Di sebuah rumah kosong tinggalan macam-macam hantu. Setiap jam dua belas malam, mereka pasti pada curhat tentang yang mereka lakukan hari ini.
"Aku sangat kesal hari ini" gerutu Nenek gayung.
"Kenapa" tanya Sundel bolong.
"Aku tadi pergi ke salon kecantikan tapi karyawan salon tidak mau melakukan perawatan pada kulitku".
"Kenapa dia tidak mau" tanya Kuntilanak agak kepo.
"Katanya kulit aku sudah keriput, dan tidak ada cream khusus untuk perawatannya. Dia tidak tahu saja waktu aku muda dulu, aku sangat cantik dan pernah menang kontes kecantikan" kata Nenek yang menceritakan dirinya waktu muda.
"Menang kontes apa nek" tanya Suster ngesot.
"Menang kontes gayung" kata Nenek ketawa.
"mengiklankan gayung, nek" tanya Sundel bolong.
"Bukan sundel, tapi kompetisi bergaya membawa gayung" kata nenek.
"Apa" teriak mereka bertiga dan nenek pun ketawa.
"Kenapa kalian teriak" tanya Genderuwo yang masuk mendengar teriakan orang di didalam rumah.
"Nenek gayung lagi cerita tapi ceritanya tidak masuk di akal" jawab Kuntilanak.
"Cerita apa" tanya Genderuwo.
"Nenek bilang, dia menang kontes kecantikan tapi bukan kontes kecantikan wajah melainkan kontes membawa gayung" ucap Kuntilanak lagi.
Genderuwo yang mendengar ucapan Kuntilanak, langsung ketawa.
"Kalian tahu, tadi aku kencan dengan seorang manusia" ucap Genderuwo.
"Wah...., terus bagaimana bisa itu manusia mau pergi berkencan dengan kamu" tanya Suster ngesot polos.
"Karena......" Genderuwo menghentikan perkataannya. Dan semua hantu yang ada disana pada menunggu jawabannya.
"Karena itu cuma khayalan aku saja" ucap Genderuwo langsung pergi dari rumah kosong itu.
"Genderuwo jelek" teriak para hantu.
"Guys, aku lagi sedih" ucap pocong.
"Kenapa?, tapi jangan seperti Genderuwo ditanya apa jawabnya apa" sahut Sundel bolong yang masih kesal dengan sikap Genderuwo tadi.
"Aku lagi pendekatan dengan Kuntilanak merah, tapi dia selalu menolak jika aku mengajak dia kencan" ucap Pocong.
"Kenapa, dia menolak kamu pocong" tanya Nenek gayung.
"Karena katanya wajahku tidak setampan member-member BTS, kesal tidak" jawab Pocong.
"Kenapa tidak memakai krim putih punya aku" tawar Kuntilanak.
"Ya ada bukannya putih merata, tapi putihnya disana sini" jawab Pocong.
"Disana senang disini pocong, pocong dimana- mana sedih" Tuyul menyanyikan lagu yang langsung mendapatkan pelototan dari para hantu-hantu disana.