Aku pada masa kanak-kanak menyukai film Preman Kampus karena adeganya sarat dengan romantika kehidupan yang sangat indah, bahkan ketika masih duduk di bangku kelas satu SD aku pernah berpakaian bebas ke sekolah akibat menonton film tersebut, alhamdulillah dalam perjalanan ke sekolah bertemu tetangga kemudian berkomentar, jangan berpakaian bebas ke sekolah ismul nanti ditertawakan teman-temanmu alhasil aku pulang ke rumah untuk menukar pakaian dengan seragam sekolah.
Setelah lulus dari SD aku melanjutkan studi di Pondok Pesantren Pembangunan Pulau Punjung dan Aliyah/sederajat SMA di Pondok Pesantren Waratsatul Anbiya'. Masih segar dalam ingatanku yang pernah berkata dengan teman-teman "lah tamek pondok ko yo bebas awak lai" artinya setelah lulus dari pesantren, aku bertujuan bebas dari penjara suci sehingga bisa terbang tinggi seperti garuda lambang negara dan bagaikan kupu-kupu yang menghirup sari bunga di pagi hari, seiring air mengalir jarum jam berputar hingga perpisahan pun tiba, pesantrenku samudera hikmah dan mahabbah kini telah ditutupi segitiga bermuda wisuda.
Setelah lulus dari pesantren, aku melanjutkan studi Jurusan Pendidikan Bahasa Arab pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di UIN IMAM BONJOL
Aku antusias ketika ospek bahkan aku Juara Pidato Bahasa Arab pada kegiatan tersebut, sehingga aku berasumsi ini adalah langkah awal yang baik untuk bisa menggeser benang kuning dari kiri ke kanan.
Masuk kelas dimulai semua mahasiswa terlihat bersemangat di antaranya ada yang saling berkenalan, yang sibuk dengan HP itu wajar sebab mahasiswa baru atau maba. Aku pun semangat ke kampus pada dua bulan pertama tetapi setelah itu cuaca mulai berubah, sehingga perahu kecil diterjang angin dihempas badai dihantam gelombang alhasil perahu kecilku hilang diperairan UIN IMAM BONJOL PADANG. Itu semua karena ekspektasi waktu kecil yang ada dalam benakku keindahan jadi anak kuliah tetapi itu hanya fiksi
.