🎶MELODI MALAM🌙
🌙🌙🌙
Namaku Tiara, anak tunggal dari keluarga sederhana, kami hidup di sebuah Desa terpencil.
Desa itu bernama desa Wonosari, desa yang masih belum memiliki banyak penduduk, mungkin hanya sekitar 200 KK penduduk desa yang tinggal di sana.
Aku dan keluargaku adalah penduduk yang baru pindah setengah tahun lalu. Kami membeli rumah paling besar di Desa itu.
Sayangnya rumah baruku itu berada paling ujung kampung dan lumayan jauh dari pemukiman padat penduduk.
Setiap malam suasana rumahku terasa sangat mencekam, tapi untungnya tidak ada hal-hal aneh yang terjadi.
Malam ini juga sama, suasananya sangat mencekam. Selama ini aku tak pernah membicarakan hal ini pada orang tuaku.
Tetapi....
Malam ini malam Jumat Kliwon, malam yang kerap di anggap sakral dan mistis oleh banyak orang. Disaat itu juga, orang tua ku tiba-tiba menyuruhku pisah kamar dan tidur sendiri.
“ Tiara... malam ini kamu tidur sendiri ya. Kamu kan udah gedek masa mau tidur sama mama-papa terus, kan rasanya kurang pantas.”
“Iya Tiara bener kata mama, kamu udah gedek udah harus belajar mandiri dan harus berani tidur sendiri,” timpal ayahku menyetujui usulan mama.
“Tapi Ma...,”
“Udah gak usah tapi-tapi lagi, tuh kamar di lantai atas tadi udah mama beresin, kamu tinggal bobok manis aja. Yuk mama anterin kamu ke atas.”
Aku menunduk murung, merasa sangat enggan untuk tidur di kamar lantai paling atas, tapi kedua orang tua ku sudah memutuskan begitu, jika orang tua ku sudah memutuskan, maka aku tak akan bisa menolak keinginan mereka bagaimanapun aku menolak.
Aku melangkah berat mengikuti Mamaku.
Sesampainya di lantai atas tampak 1 kamar yang lumayan besar, dan di sanalah kamarku.
Ceklekk...
*Suara pintu terbuka.
Aku melangkah masuk setelah Mama,
ku edarkan pandanganku ke seluruh kamar.
Sangat besar, kamar yang sangat luas, tapi sayangnya ada jendela kaca berukuran besar di samping kasurnya, itu membuatku sangat tidak nyaman. Jendela kaca itu hanya ditutupi oleh tirai putih yang tak terlalu tebal sehingga samar-samar masih menampakkan pemandangan bagian luar.
Tak tahan merasakan ketidaknyamanan ini, aku pun kembali menolak untuk tidur sendiri.
“Mama Tiara takut ma, malam ini kan malam Jumat Kliwon, suasananya sangat menyeramkan Ma. Apalagi di lantai atas cuma ada satu kamar dan Tiara harus tidur sendiri. Kalo kayak gini Tiara gak bakal bisa tidur.”
“ Bisa sayangku, kamar ini nyaman kok, kamu nya aja yang terlalu terbawa perasaan sama mitos orang Jawa. Makanya jangan percaya sama mitos itu biar gak takut, kamu percaya aja sama Mama. Nanti lama-lama kamu bakalan terbiasa sama kamar ini. Dah ya mama mau balik ke kamar bawah dulu.”
“Cup... Good night sayang, mimpi indah sayang...,” Kecup Mamaku sebelum pergi.
“Good night too Mommy...,” sahutku sambil melambaikan tangan.
Setelah Mama keluar, kamar ini terasa sangat mencekam, hening, dan menakutkan.
Pandanganku selalu tertuju ke arah jendela kaca itu, aku bergidik ngeri saat tiba-tiba tirai itu terhembus angin, bulu kudukku terasa mulai berdiri.
Aku menepis perasaan aneh itu mencoba untuk tetap tenang. Aku membalikkan tubuhku membelakangi jendela.
Malam pukul sebelas, aku mencoba memejamkan mataku. Cukup sulit untuk membuat diriku tidur tapi untungnya masih bisa ku pejamkan.
Ding...
Aku terkejut dan terbangun,
Ding...
Ding...
Ding........
“Huh... suara jam kuno rupanya.”
Aku melihat kini jam itu menunjukkan pukul 12 malam tepat.
Whusss....
Angin kencang terasa melewati kakiku. Aku ketakutan karenanya.
Suara jam kuno itu telah berhenti. Tetapi berganti dengan suara lonceng dan melodi aneh.
Ting.....🔔🎶
Ting......🔔🎶
Ting.......🔔🎶
Tung.......... Tung....... Tung.....🥁
Ting.....🎶 Nong..... 🎶Ning..... 🎶Gunggggg....
Ting.....🎶Nong..... Ning.....🎶 Gunggggg....🎶
Ting..... 🎶Nong..... 🎶Ning..... 🎶Gunggggg....
Melodi itu susah di tirukan, hanya suara Lonceng dan beberapa suara pukulan alat musik saja yang terdengar sangat jelas di telingaku.
Suara-suara itu terdengar sangat menyeramkan. Bulu halus tubuh ku hampir berdiri semua. Aku merinding ketakutan, air mataku mengalir perlahan.
Pendengaranku masih setia mendengarkan melodi aneh yang mirip dengan suara orang sedang memainkan kuda lumping.
Samar-samar terdengar juga suara wanita menembang kan sebuah lagu Jawa senada dengan melodi yang dimainkan.
Wanita itu menembangkan lagunya dengan sangat menyayat hati, namun nadanya sangat mengerikan.
Lagu tembangnya sangat aneh aku sampai tak mengerti sedikitpun apa artinya, padahal aku mengerti bahasa Jawa.
Di tengah alunan melodi dan tembang jawa, hidung ku mencium aroma kembang yang aku tak tau kembang apa itu.
Aku semakin takut dan resah. Ku beranikan diriku untuk bangkit. Aku duduk sejenak.
Mataku bergerak cepat menelusuri seluruh kamar.
Suara itu terdengar semakin kencang dan cepat.
Tirai putih itu bergerak seolah tertiup angin kencang. Dengan sendirinya terbuka kasar.
Srekkkk.....
Aku sedikit terkejut, jantungku berdetak sangat kencang. Aku berdiri meneguk air liurku.
Swossh....
Tampak gadis berpakaian ala kerajaan berlalu cepat di luar jendela yang terbuka.
Aaaaaaaa.......
Aku teriak sekuat mungkin, berlari menuju pintu, kuncinya tak bisa di buka, aku menangis dan berteriak memanggil Mamaku.
Aku terus berusaha membuka pintu kamarku. Aku tak berani menoleh, suara melodi itu masih terdengar jelas.
Ceklekk...
Pintu kamarku akhirnya terbuka, aku berlari sangat kencang. Sekilas aku menoleh ke belakang tampak seorang wanita berpakaian kerajaan melayang pelan di belakang ku.
Wajahnya pucat pasi, matanya sedikit merah, kukunya panjang nan runcing, penampilannya sangat-sangat menyeramkan, meski begitu wajah tetap terlihat agak cantik.
Aku terus berlari dan berlari. Ku turuni tangga dengan cepat.
Brakkk...
Keras ku mendobrak pintu kamar orang tuaku.
“Mama........ Cepat buka pintu nya....”
Aku berteriak keras, pintu akhirnya terbuka.
Mamaku mengucek matanya kesal, ayahku berdiri kaget.
Mama juga kaget saat melihat wajahku pucat dan sembab.
“Hiks..., Mama ada wanita aneh memasuki kamarku, ada suara melodi anehnya juga Mama. Aku takut Ma, Hiks... Hiks...” jelasku dengan cepat sembari menangis ketakutan.
“Tenang sayang... Tenang...” ucap Mama menenangkan ku.
“Mana wanita itu Tiara?” tanya ayah kepadaku.
“Di atas, dia ada di atas...” tunjuk ku ke arah tangga.
Benar saja, baru ku katakan dan ku tunjuk, wanita itu sudah berada tepat di atas tangga pertama dari atas.
Aaaaaaaa......
Mama berteriak saat melihat wanita itu, tapi dengan cepat ia membungkam mulutnya. Dan menangis ketakutan.
“KHIHIHI....”
wanita itu tertawa, menampakkan gigi-gigi runcingnya.
“MATILAH...... KHIHIHIHI....” Teriak wanita itu sambil tertawa seperti kuntilanak.
Suara Melody itu kembali terdengar setelah wanita itu mengutuk kami.
Suara itu suara Melody gaib, tak ada yang memainkannya tapi terdengar sangat nyata dan jelas seolah ada yang bermain alat musik di sekitar wanita iblis yang sedang melayang pelan ke arah kami.
Mama semakin ketakutan, ayahku bergetar hebat, sedangkan aku terduduk lemas.
Ayah yang masih memiliki sedikit keberanian langsung menarikku dan ibuku berlari bersama.
Ayah menyuruh kami menaiki mobil. Tanpa pikir panjang ayah langsung menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
🌙🌙🌙
Dalam perjalanan yang menegangkan,Tiara dan orang tua nya berdoa meminta keselamatan, mereka kini dirundung rasa takut yang luar biasa.
Alangkah sialnya seorang pria berdiri tepat di tengah jalan, pakaiannya semodel dengan wanita yang ada di rumah Tiara tadi.
Melihat seseorang berdiri di tengah jalan, sontak Ayah Tiara membanting setir dan menabrak sebuah pohon besar yang ada di tepi jalan.
Mereka bertiga pingsan tak sadarkan diri.
Malam menegangkan pun berlalu. Kini mereka masih tak sadarkan diri.
Mentari telah terbit.
Tak jauh dari mobil, tampak sudah rumah penduduk desa.
Ayam berkokok lantang, beberapa petani kini mulai berangkat kerja.
Tak sengaja seorang pria mendapati mobil Tiara yang kini tengah menabrak sebuah pohon besar.
Pria yang tadinya hendak berangkat kerja itu memutar balikkan kendaraannya. Ia memanggil dan memberitahu warga Desa bahwa sedang ada yang mengalami kecelakaan.
Dengan beramai ramai warga desa mendatangi tempat dimana mobil itu berada.
Mereka memecahkan kaca mobil Tiara, membuka dan mengeluarkan semua yang berada di dalam mobil.
“Oalahhh.... Ini kan pak Harto yang jadi guru baru di sekolah SD kampung kita,” ucap salah satu warga desa yang mengenali Ayah Tiara.
“Oh iya ya, ini kan pak Harto,” sahut warga desa lainnya.
“Cepat-cepat bawak ke puskesmas!” seru pak RT yang baru saja tiba.
Sesampainya di puskesmas Tiara dan kedua orangtuanya di periksa dan diobati.
Beberapa jam kemudian....
Tiara dan ayahnya telah siuman.
“Akh.... Kepalaku sakit..,” ringis Tiara sambil memegangi kepalanya yang habis terkena benturan.
Tiara yang barusan siuman langsung bertanya keberadaan di mana ibu dan ayahnya berada.
Tiara bertanya kepada seorang perawat yang sedang menjaganya.
Perawatan itu langsung mengatarkan Tiara tempat dimana orang tuanya berada.
Deg...
Jantung Tiara berdetak keras. Air matanya tumpah membasahi pipi.
Dia melihat ayahnya sedang menangisi seseorang yang wajahnya telah ditutup kain putih.
Tiara sudah menebak siapa yang sudah meninggal. Ya itu adalah Mama tercintanya.
Rasa nyeri di dadanya membuatnya sesak melihat ibunya telah tiada. Tubuhnya melemas dan membuat nya terduduk lemas di depan pintu ruangan yang kini sedang di selimuti duka.
Kenyataan yang begitu pahit kini tengah di rasakan keluarga Tiara. Dia menjadi anak piatu.
Semua itu terjadi berawal dari Melodi di tengah malam Jumat Kliwon. Malam sakral yang di tentang oleh Mama Tiara.
Malam itu menjadi malam terburuk dan mengerikan yang pernah Tiara alami. Sehingga membuat Tiara trauma akan kengerian malam Jumat Kliwon dan Melody malam itu juga selalu terngiang di telinganya membuat nya hampir sedikit gila.
🌙🌙🌙
Usut punya usut Desa Wonosari tempat dimana Tiara mengalami kejadian naas ini sebenarnya punya cerita tersendiri yang konon katanya nama Desa itu di ambil dari nama Danyang wilayahnya.
Danyang itu ada dua, mereka adalah Wono dan Sari, nah itulah sebabnya mengapa dinamai Desa Wonosari.
Setiap malam Jumat Kliwon, mereka akan muncul dan mengelilingi Desa pada jam 12 malam tepat dengan diiringi Melody gaib yang khas.
Dan siapa yang sebelum malam Jumat Kliwon tidak melakukan ritual persembahan, mereka akan mendapatkan kesialan dan bahkan kematian.
Keluarga Tiara adalah keluarga ke 5 yang telah mengalami nya.
Kesalahan terbesarnya terletak pada pak Ketua RW yang lupa memberitahukan pelaksanaan ritual itu pada keluarga Tiara.
Karena kecerobohan ketua RW ini keluarga Tiara jadi mengalami hal yang sangat buruk.
Pada akhirnya Tiara dan Harto ayahnya Tiara, rela tak rela ya harus merelakan kematian Mama Tiara.
Dan cerita Melodi malam desa wonosari pun selesai........
Terimakasih sudah membaca cerpen ini 😊,
kalo suka jangan lupa like and komennya;-)
Jika ada kata² yang kurang tepat, atau typo mohon dimaafkan🙏🙏🙏. semoga kalian suka 😊