Hampir memasuki jam tengah malam, rombongan kami terpisah karena tersesat saat jerit malam di hutan.
Tersisalah kini aku bersama laki-laki yang sedari tadi menggenggam tanganku memberi kekuatan.
Namaku Kesya. Gadis penakut dengan gelap dan nuansa horor. Dan laki-laki yang sedari tadi bersamaku kini bernama Kevin.
Entah berada di titik mana kami saat ini. Semuanya serba gelap. Hanya tersisa penerangan dari senter kecil yang masih berhasil menyala.
Dedaunan kering seakan menyeruak. Tertindas binatang yang mungkin sedang lewat. Ranting pepohonan seakan melambai-lambai memanggil kami.
Hawa dingin semakin terasa. Semakin ku eratkan menggenggam tangannya.
Aku yang penakut ini, ingin rasanya menangis di tempat ini.
"Jangan takut ada aku", ucapnya kini. Membuatku terhipnotis meski hanya kalimat menenangkan.
Aku mengangguk lemah. Semakin menunjukkan tak berdayanya raga ini.
"Ada gubuk di sebelah sana! Sebaiknya kita istirahat disana sampai seseorang menemukan kita", tunjuk Kevin saat itu.
Aku hanya mengikuti dia. Sambil terus mengekor tanpa melepas pegangan tangan.
"Wah disini ada air minum. Milik siapa ini? Mengapa malam-malam begini ada gelas dan air minum disini?", ucap Kevin heran sekaligus senang. Sudah tak ada pilihan lain selain menenggak minuman ini. Rasa hausnya sudah tak tertahan lagi.
"Minumlah, ini ku sisakan untukmu. Kamu haus juga bukan?", tanya Kevin sambil menyodorkan.
"I...iini minuman siapa Vin? Sebaiknya kita tak mengambil begitu saja", jawab Kesya ragu.
"Sudahlah ambil saja. Bukankah kau haus. Lagipula persediaan minum kita sudah habis di jalan".
Akhirnya Kesya menenggak minuman itu sampai tak tersisa. Ia takut tapi ia juga kehausan. Lagipula tidak tahu akan disini sampai kapan.
"Kau yang memulai kau juga yang mengakhiri anak muda! Terlalu lancang dan berani kau menyusulku!", terdengar keras suara di balik pepohonan.
"Si..si...siapa yang disana?", tanya Kesya dengan terbata. Tubuhnya sudah panas dingin. Kevin yang berada di dekatnya pun tak kalah kagetnya.
"Aku .....? Aku adalah pemilik minuman itu! Hiiiiiiiiiiii", tawanya menggelegar.
"Kalian harus ikut denganku. Untuk menjadi pengikutku", ucapnya kemudian. Angin mendadak bertiup kencang. Menampilkan sesosok tubuh tinggi besar keluar dari salah satu pohon yang paling besar.
Diiringi bunyi lonceng pertanda jam dua belas malam. Di jam inilah Kevin dan Kesya menghilang dibawa makhluk tak kasat mata masuk ke dalam pohon besar.
Hingga para guru dan sahabatnya tak pernah berhasil menemukan keberadaanya meski sudah di cari beberapa hari.
End.
Jangan mudah mengambil sesuatu dari tempat yang baru.
Sesuatu yang tersedia, pasti ada pemiliknya. Mintalah ijin dulu untuk mengambilnya. Jangan asal comot aja.