Ketika lagi kasmaran saking indah-indahe. Pergi ke sekolah menjadi suatu keharusan bagi Amira. Wanita tinggi berkulit sawo matang dengan rambut lurus sebahu.
Lebih baik terlambat daripada tidak datang sama sekali. Begitulah kiranya prinsipnya.
"Sudah siap sayang?", tanya Andreas sang pacar ketika menjemputnya dengan motor maticnya.
Tanpa menunggu lama Amira langsung naik ke boncengan sambil memeluk tubuh sang pacar. Wangi maskulin semerbak masuk ke hidungnya. Sambil dagunya bersandar di bahu Andreas. Oh, serasa jalanan hanya milik berdua. Yang lain mah lewat aja!
"Nanti aku ada les jam tiga. Kamu bisa pulang sendiri kan?", ucap Andreas di perjalanan.
Menginjak kelas tiga dan sekarang sudah memasuki semester akhir mengharuskan ia mencari les tambahan.
"Oke aku bisa kok pulang pakai bang ojol. Good luck ya sayang!", ucapnya menjawab sang pacar.
Maklum saja mereka beda satu tahun. Jelas Amira tidak ikut les karena ia baru kelas dua. Dirasa belum begitu penting untuk mencari les tambahan.
Sore hari pun tiba. Sesuai ucapannya Amira pulang dengan bang ojol satu jam yang lalu. Lalu bagaimana dengan Andreas?
Laki-laki itu tengah duduk di taman menunggu datangnya seseorang. Seorang teman yang lama-lama membuatnya nyaman sehingga jadian.
"Hallo beb, udah lama nunggunya?", tanya Mola wanita yang tak lain juga pacar Andreas.
Dengan nada manja Mola menghampiri Andreas yang sedang duduk. Tanpa aba-aba dan tanpa memikirkan sekitar wanita itu langsung saja mengecup bibir Andreas.
Selalu seperti inilah Mola jika bertemu Andreas. Usianya yang terbilang lebih tua satu tahun dari Andreas menjadikannya dewasa lebih dulu.
Berbanding terbalik dengan Amira. Wanita itu apa sih yang dilakukan ketika ketemu atau kencan dengan Andreas? Paling intim juga cium pipi.
"Belum lama kok beb, baru sepuluh menit", jawab Andreas setelah mendapat vitamin c (cium).
"Oke kita langsung ke tempat miss Viona saja", ucapnya mengajak Andreas. Miss Viona adalah guru les mereka. Dan mereka berdua kenal dekat di tempat les tersebut.
Di rumah Amira berulang kali menghubungi Andreas. Tak biasanya ia mengacuhkan panggilannya. Baru seminggu terakhir ini Amira menaruh curiga dengan pacarnya itu.
Kelas dan angkatan yang berbeda membuat Amira tak banyak mengenal semua teman dekat Andreas.
Hanya ada beberapa. Salah satunya Antoni. Dari Antoni, biasanya Amira bisa tahu pacarnya kemana aja setiap harinya.
Itupun juga tidak cuma-cuma Antoni kasih tahu ke Amira. Diam-diam laki-laki itu menyimpan rasa pada pacar sahabatnya ini. Jadi anggap saja dengan begitu bisa dekatin Amira. Astaga, modus modus.
"Gue beneran nggak tahu Andreas habis pulang les kemana", jawabnya ketika di telpon Amira.
Amira semakin bingung dibuatnya. Wajah cantiknya sudah berubah mulai kesal.
Sepuluh menit kemudian terlihat centang biru di pesan yang ia kirim tadi. Itu artinya Andreas sudah membaca pesannya. Tapi kenapa tidak menjawab atau melakukan panggilan padanya?
Amira karena tak sabar, melakukan panggilan lebih dulu. Namun betapa sakit hatinya mendengar suara wanita di seberang sana. Yang seperti sengaja memamerkan kepada Amira.
"Beb, aku mau lebih dari ini. Mau ya please", ucapnya nampak memohon dengan suara manja.
Omg. Mereka lagi ngapain berdua malam-malam begini?
Amira seakan seluruh tubuhnya lemas tidak bisa berkata-kata lagi. Dua hari lagi adalah hari aniversary hubungannya dengan Andreas yang ke 2. Akankah Andreas ingat dan bisa meluruskan kesalahpahaman ini?
Amira yang sedang kalut dengan pikirannya sendiri, sedang Andreas sedang menikmati ciuman yang semakin memanas.
"Please aku mau lebih dari ini beb", ucap Mola parau. Sudah mirip cacing kepanasan yang ngolat ngolet.
Andreas hanya nampak pasrah di gerayangi Mola. Mencari sesuatu benda yang menjadi kesayangannya.
"Kamu yakin akan merelakan itu menjadi milikku?", tunjuk Andreas pada benda segitiga muda.
Mola hanya mengangguk. Ia sudah dipenuhi oleh hasrat yang menggebu.
Mungkin karena pergaulan dan tontonan yang sering dilihatnya menjadikannya dewasa diusia sebelum waktunya.
Amira tidak bisa memejamkan mata. Ia kembali menelepon ponsel Andreas. Lagi-lagi Mola tak sengaja menggeser tombol hijau di layar ponsel Andreas. Menghubungkan panggilan video call.
Bukan lemas lagi tubuh Amira saat ini. Tapi jantungnya juga serasa berhenti berdetak secara mendadak.
Dia melihat Andreas pacar kesayangannya sedang bercumbu mesra dengan pakaian yang sudah terbuka setengah.
"Andreas, apa yang kamu lakukan?", suaranya tercekat. Tubuhnya sudah melorot ke lantai.
Andreas yang sadar ponselnya sedang tersambung video call, kaget bukan main. Karena nafsu dan mendapat umpan menarik ia melupakan Amira kekasih setianya.
Ia langsung mematikan camera. Dan bergegas memakai pakaian. Keluar kamar meninggalkan Mola yang menatapnya setengah tak percaya dengan kelakuan Andreas yang mendadak ingin meninggalkannya ketika pas lagi panas-panasnya.
"Beb, mau kemana?", meraih tangan Andreas.
"Maaf aku harus pergi", hanya itu ucapan Andreas sambil melepas tangan Mola.
Mola yang penasaran apa yang terjadi. Segera mengambil kunci mobil dan pergi mengikuti Andreas.
Hingga sampailah di komplek perumahan yang tergolong tidak kalah elit dengan rumah Mola.
Andreas memarkirkan motornya di sebuah halaman rumah mewah. Dan Mola berhasil mengikutinya.
"Mbak, dimana Amira?", tanyanya pada pelayan dirumah Amira.
"Mbak Amiranya lagi nggak mau di ganggu Mas, Mas tolong nanti mbak Amira marah sama saya", teriak pelayan itu.
Andreas tak peduli. Yang ada dipikirkannya ia harus segera menemui Amira untuk memberi penjelasan.
Mola berhasil mengikuti Andreas sampai ke dalam karena mengaku sahabatnya.
Andreas menerobos masuk ke kamar Amira. Dan ternyata......
Amira sudah nyaris tak bernyawa di dalam kamar. Tangannya bersimbah darah.
"Amira, sayang apa yang kamu lakukan?", Andreas menggoyang tubuh Amira yang sudah jatuh ke lantai.
Mola dan mbak pelayan menutup mulutnya seakan tak percaya dengan kejadian yang dilihatnya.
"Happy aniversary sayang, aniversary kita yang kedua. Dan makasih atas kadonya. Luka yang kau beri selamanya akan selalu ada", ucap Amira dengan terbata sebelum akhirnya ia menutup mata.
End.
Tidak ada persahabatan antara wanita dan laki-laki. Yang ada rasa nyaman dan keinginan untuk memiliki.