tDisuatu masa dimana dunia masih ditinggali oleh para raksasa yang mendiami beberapa wilayah di seluruh penjuru belahan dunia, dikatakan pula mereka merupakan musuh umat manusia ... mereka dikisahkan sosok perampas, penghancur dan juga pencipta huru hara bagi tempat-tempat yang telah ia singgahi seusai berlabuh.
Disisi lain kita menuju ke sebuah lokasi yang jauh dari bumi ... atau lebih tepatnya di bulan !!?
....
Tunggu.. bulan- ?
"Jo-yoyoi !!" Tawa dari sesosok siluet pemuda dengan rambut lancip bergelombang dan telinga panjang layaknya peri.
Sambil ia mengenakan sebuah tongkat yang ia genggam diikuti tawa khasnya.
"Tunggu !! kembali !" Teriak salah seorang dari suku Shandorian's.
"Jo-yoyoyoi, saatnya untukku ( melompat ) berla-buh !!!"
"Aku daatang !! dunia !!!"
Teriakkannya lagi yang memekik suasana sekitar-an bulan dimana dibalik langit itu adalah angkasa.
Dann pemuda tersebut tampak bergembira dan penuh passion dalam dirinya, hal tersebut terpancarkan dari tindakan yang dilakukan olehnya.
Beberapa hari sebelum hari berlabuh tiba..
Ahh Shandorian's .. sebuah suku yang menempati kota tersebut yang mana berlalu lalang.. orang-orang dengan wajah sama halnya seperti peri dengan sayapnya yang kecil nan mungil.
Begitupula suku Skypieans yang memiliki ciri khas yang tak jauh beda dengan suku Shandorian's, namun-
Suku Birkans wajah serta telinga khasnya layaknya peri, akan tetapi sifat serta perilaku mereka yang urak-urakan alias gemar melakukan sesuatu sesuka hati mereka. Yang mana berbanding terbalik dengan kedua suku lainnya dimana-
Mereka dikenal sebagai orang-orang yang ramah dan juga santun.. memiliki solidaritas tinggi dan juga rasa kekeluargaan didalam lingkup lingkungan sosial mereka.
Yah, sampai pada..
"Waaaaaaa-" Teriakkannya yang terjatuh dari atas langit.
"Hm."
"Eh?"
"Ah-"
"Nica !!!?" Sahut mereka semua melihat sosok yang muncul dari balik awan tersebut.
Ia pun terjatuh ke bawah dan tampak ada ledakan yang mengikuti, namun anehnya-
"Wa-hahahaa !!! beruntung sekali ... aku tidak mati."
"Jo-yoyoyoi."
Perkenalkan namanya ialah Nica, ia merupakan seseorang yang berasal dari suku Birkans.
Namun orang-orang sering menyebutnya Nica si Idiot' dikarenakan tawanya yang tanpa sebab serta aneh.
Hal ini disebabkan karena Nica ini sendiri diceritakan telah mencuri- lebih tepatnya mengambil secara paksa buah milik para Dewa ( buah yang masih dalam tahap uji ) yang ia curi dan ia makan, maka dari itu ia memperoleh amarah dari para dewa dengan kutukan yang orang Shandia menyebutnya dengan sebutan "Kutukan Buah Iblis."
Walau begitu hal tersebut tidak menyudutkannya ataupun menyesalinya, malah dikarenakan hal tersebut ia semakin ingin untuk berlayar ke seluruh penjuru dunia yang ada di bumi dan memberikan tawa serta kebahagiaan untuk semua orang.
Yahh dapat dikatakan saat ini Nica ini tak hanya disukai dan digemari oleh anak-anak Shandia saja.. namun juga seluruh lingkup masyarakat di kota orang-orang Shandorian's, Skypieans dan juga Birkans. (Nama kota belum diketahui.) karena kehebohan serta kekonyolan yang ia perlihatkan.
Kecuali para tetuah-tetuah yang malah menganggapnya sebagai kutukan, serta penghinaan bagi para dewa mereka.
Apalagi dalam beberapa hari ini, dirinya kendapati mencuri barang suci yang telah dijaga oleh para leluhur dari masa ke masa.
Barang suci tersebut antara lain dan tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah tongkat !!?
Yang rupanya dari tongkat tersebut mengeluarkan berbagai elemen serta memunculkan hal menarik lainnya yang menurut Nica sendiri sangat disayangkan bila benda tersebut tetap tersimpan didalam sana, bukan?
Dan dalam pikirnya "Aku bisa menggunakannya untuk hal yang menyenangkan nanti dalam perjalananku berlabuh.. berpetualang menuju ke seluruh belahan dunia yang ada di planet itu !!"
Dan tentunya menorehkan tawa serta kesenangan bagi mereka semua.
Oleh karena itu disaat festival yang berlangsung untuk menghormati para Dewa para suku dari Shandorian's, Skypieans dan Birkans mereka pun merayakan sebuah perayaan untuk para dewa. Dannn saat itulah aku beraksi-
"Ehh?"
"Aaa- tunggu !! Nica apa yang sedang kau ingin lakukan!!!"
"Jo-yoyoyoi ! tenang saja paman, aku janji akan mempergunakannya sebaik mungkin.. baiklah kalau begitu selamat tinggal.~"
"Aaagh !!? tungguuu Niiicaaa !!!"
Tak hanya sebuah tongkat semata namun juga sebuah kapal terbang berkekuatan super dengan teknologi tinggi yang dinamakan "Vearth"
Dan begitulah awal mula bagaimana kita sampai disini.
Nica yang mendapat kecaman keras dari teman serta tetuahnya, namun sayangnya ia tak begitu mempedulikan mereka dan tanpa pikir panjang ia menyalakan serta mengaktifkan kapal terbang tersebut menuju planet yang akan kita sebut saja dengan nama Bumi dan juga Dunia.
"Nicaaaa !!!"
"Tungguuu !!"
Salah seorang dari suku Shandorian's yang berperan sebagai penjaga serta pengecasan energi untuk robot-robot mini penjaga kapal mengatakan,
"Pak !! suku cadang dan juga robot yang bertugas menjaga tongkat serta kapal suci telah disabotase."
"Apa !??"
Lalu ia pun berteriak ke arah kapal terbang yang berlabuh-
"Nicaaaa !!!"
-------------------_----------_---
Kembali ke sisi Nica yang tampak begitu girang tak sabar untuk bertemu dengan orang-orang dari planet Bumi atau Dunia. Namun ditengah perjalanan ia mendapat masalah karena dirinya tak bisa menjalankan kapal terbang tersebut dengan baik alhasil kapal tersebut pun jatuh.
"Uwaaaaa-!!!!"
Beruntung ia sempat menggunakan tongkat sakti ( berteknologi tinggi ) untuk menghindari kerusakan yang lebih besar dari sebuah kehancuran mutlak yang dapat kita katakan luluh lantah.
Ia mampu meredam kerusakan serta landasnya kapal Vearth itu.
Walau begitu dapat dikatakan pula kalau kapal terbang tersebut tetap mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
"Uwaaaaa-!!! kapalku !!" Seru Nica.
Tak berselang lama dia kemudian disambut oleh beberapa orang yang berperawakan sama seperti dirinya, akan tetapi memiliki perbedaan yang fundamental seperti tidak memiliki sayap, bertelinga pendek tidak lancip serta rambut tidak runcing lancip, bergelombang keatas yang sama sepertinya boro-boro perawakan lah wong bahasa aja juga asing kek alien- eh kembali ke cerita xD
Mereka pun tampak menggunakan bahasa asing bagi Nica namun tidak bagi mereka namun iya bila berbicara dengan Nica. Nica lalu menggunakan tongkat sakti miliknya untuk mengorganisasikan bahasa yang dipergunakan oleh mereka manusia bumi. Yang seusai Nica dapat berkomunikasi dengan mereka kemudian Nica pun di pasung dan akan dikorbankan kepada sesosok raksasa penghuni pulau tersebut yang bernama..
Ōzu.
Keesokan harinya bukannya ketakutan serta keputusasaan yang mereka lihat dari raut wajahnya, tetapi tawa dan canda yang mana Nica tampak menjadi akrab dengan si iblis Ōzu yang rupanya setelah Nica telusuri dan mengenal baik raksasa tersebut, ternyata namanya bukanlah Ōzu melainkan Oars dimana sebutan nama Ōzu tersebut ia kemungkinan Oars dapatkan karena tindakan serta perilakunya yang ia lakukan kepada orang-orang sekitar.
Terlebih Oars ini adalah makhluk yang bodoh dan lebih bodoh darinya, apalagi bila kalian tahu bagaimana Nica dan Oars ini menjadi sahabat berawal dari semenjak kemunculan Ōzu yang mengamuk tanpa sebab disaat pagi hari dan kemudian malamnya ia mulai tenang oleh sebab itu mereka mungkin mengira pengorbanan adalah salah satunya.. dan orang tersebut adalah-
Nica !!!?"
Beberapa jam sebelum Nica menjadi sahabat dengan Oars.
"Aaa- apa.. apa yang kalian lakukan kepadaku uwaa !!"
"Diam !! kau akan kami korbankan."
"Heeeee-eeh !!! kenapa ?!!" Dengan bola mata yang terlihat akan keluar.
"Uwaaaaa- lepaskan aku!! lepaskan...
padahal aku baru saja memulai perjalanan kuuuu !!!" Teriaknya memekik malam yang dingin dan juga gelap.
Sampailah ia di sebuah gua raksasa dimana disitu didiami oleh sesosok raksasa besar yang tengah terlelap tidur.
"Ah- heyyy !!! mengapa kalian kabur ?!"
"Dsar bodoh kau pikir kami akan menetap di sana menunggu waktunya untuk dimakan, dasar bodoh!"
"Heeeee-eeh?! kalian akan mengadakan pesta makan bersama nya!!? aku ikut." Tanyanya yang tampak begitu bodoh.
"Bukan bodoh!! kau yang akan dimakan olehnya !!" Sahut mereka dengan emosi namun diimbangi dengan reaksi lucu dari mereka.
"Heeeee-!! jadi kalian bilang bahwa aku akan jadi makanan oleh raksasa itu !!?" Diikuti dengan kedua bola matanya tampak menonjol.
"Itu yang ingin kami katakan daritadi kepadamu setan!!" Teriak mereka dengan ekspresi wajah sangat lucu yang marah.
Tanpa diduga Ōzu terbangun dari tidurnya. Orang-orang yang bersama denganku sebelumnya mulai menghilang yang menyisakan aku... dan dirinya.
"Hmm- ??" Memandang heran.
"Gyaaaaa !!!" Teriaknya yang menggelegar.
Dalam hati Nica terkejut setengah mati dan pasrah bila hari ini menjadi hari terakhirnya untuk hidup, walau dia masih ingin mengetahui bumi serta mengenal baik orang yang tinggal di planet tersebut.
Akan tetapi mengejutkannya raksasa tersebut ternyata ramah terhadap dirinya,
"Ohh hallo.~" Ucap raksasa tersebut.
"Sepertinya kau bukan orang sini? apakah kau juga seorang petualang? yang sama sepertiku?" Lanjut ujarnya.
"Eh, bukan wahahahaa ! aku merupakan makhluk dari luar angkasa! aku seorang Birkans namaku Nica." Yang masih dalam keadaan terpasung.
"Birkans?? apakah itu semacam bir?" Tanya raksasa tersebut.
"Bukan bodoh! Birkans itu- eee apa yak namanya." Sambil menggaruk rambutnya.
( Rupanya kau tak jauh beda bodohnya dengan Oars- Ucap penulis cerita.)
"Aaagh entahlah aku lupa Birkans itu apa.
Ah kesampingkan itu, aku malah ingin tahu siapa dirimu ini Ōzu-"
"Heee- namaku Oars tahu, dan bukan Ōzu."
"Lagipula aku pun tidak mengerti mengapa mereka itu memanggilku dengan sebutan itu."
"Mungkin mereka mulai mengatai ku seperti itu semenjak diriku terdampar ke pulau ini."
"Heyy.~"
"Hm?"
"Ceritakan padaku kisah mu, jo-yoyoyoi." Ucapnya dengan mata bersinar dan tawa diakhir kalimatnya.
Diketahui bahwasalnya Oars berasal dari pulau raksasa ( dalam cerita One Piece sendiri negeri tersebut dikenal sebagai pulau Elbaf. ) dan dia saat ini masih berumur sangat muda kisaran 100 tahun.
"Haaa- !! itu namanya sudah tua !!!"
"Heee- !!? tapi kata kedua orangtuaku aku masih anak-anak."
"Orang tua? dimana orang tua mu?"
"Mereka ada di pulau raksasa. ( penulis tidak tahu clue nama tempat Oars tinggal, yah bila kalian tahu tulis dalam kolom komentar. )"
"Tapi bagaimana kau bisa sampai disini!?"
"Itu cerita panjang-"
"Hmm begitu sambil mendengarkan kisahnya." Sambil kepalanya tampak seperti tengah mengantuk.
"Kau tertidur ?!!"
Seketika gelembung yang muncul dari hidungnya meletus.
"Huhh ?! sudah pagi?"
"Nggak masih malam ! jadi selama aku bercerita kamu sedang tidur ?!!"
"Ah, jo-yoyoyoi yap."
"Apa kau bilang !!"
"Uh baiklah ceritakan kembali-"
"Yang benar sajaaaa !!!!"
Malam itu diketahui mereka mulai bercerita tanpa jeda ataupun habis, saling berbagi kisah kehidupan, pengalaman, pengetahuan, serta ikatan hubungan persahabatan diantara keduanya pun terjalin.
Keesokan harinya~ mereka penduduk di pulau tersebut mendapati keduanya ( Nica dan Oars ) sudah berteman baik, akan tetapi hal itu tak berlangsung lama karena tampak ketika Oars diajak Nica keluar gua dan saat pagi hari dimana matahari mulai menyingsing ke atas.
Oars berubah drastis menjadi sosok yang tempramental serta menghancurkan semua yang ada dihadapannya.
"Uaaa-!!! Ōzu mengamuk !!"
Oars nampaknya menuju kekota.
Nica pun menyadari mengapa Oars saat pagi hari merasa kepanasan.. hal itu dikarenakan terik matahari yang tidak bisa disembunyikan karena ukuran badan Oars yang sangat besar.
Lalu Nica pun mencoba sebuah cara untuk menghentikan kegilaan yang Oars dengan menciptakan sesuatu yang tentunya dengan bantuan penduduk pulau tersebut, kecuali seorang gadis muda kecil yang tampak mengincar tongkat sakti milik Nica.
Mereka semua lalu merajut sebuah jerami hingga menjadi sebuah topi raksasa yang berwujud Topi Jerami.
Dengan kekuatan karet milik Nica, ia pun berhasil menaklukkan serta menghentikan aksi meluluh lantakkan desa tersebut dengan menaruh topi jerami ke atas kepala Oars.
Seketika itu juga masyarakat bersorak gembira mendapati akhirnya Oars sudah tidak melakukan penyerangan ke desa setempat.
Mereka pun untuk merayakan keberhasilan tersebut mengadakan pesta di malam hari.
Saat mereka tengah bersenang-senang bersenda gurau bersama, tak lama rupanya Nica mendapati tongkat kepemilikannya telah menghilang.
"Aaa- tongkat kuuu !!! dimana-dimana tongkat kuuu!!?" Sambil mencari-cari di tas ataupun di sekitar tempat awal ia menaruhnya.
Dan saat itu juga tampak gadis berjubah menaiki sebuah sekoci meninggalkan desa tersebut sambil membawa tongkat saktinya. Nica tentu tak membiarkan nya dan mengejar wanita tersebut, tetapi-
"Ehh !! Nica !!!"
Terlihat Nica tak dapat berenang dan akhirnya tenggelam, beruntung penduduk setempat menyelamatkannya dan membawanya ke tepi sebelum ia sempat dimakan oleh para monster laut.
Sesaat setelah ia tersadar.
"Ah tongkat kuuu!!!" Teriaknya.
"Uaaa- !!" Kaget penduduk tersebut.
"Tongkat... tongkat ku.. aku harus-
uhuk* ... uhukk*" Ucap Nica yang mulai sadar.
"Nica.. Lebih baik kamu lakukan besok saja lagipula hari sudah mulai malam."
"Tapi bagaimana kalau dia pergi-"
"Gadis itu tidak akan pergi jauh dari sini . . . kami mengenal dimana ia tinggal."
"Akh, sial-"
"Memangnya dimana ia tinggal?"
"Negeri Wano."
Mengetahui bahwa keberadaan gadis kecil pencuri tongkat miliknya tidak jauh, Nica lalu mengiyakan permintaan kepala desa tersebut.
Sebelum hari berlabuh tiba, keesokan harinya.
Nica tampak mengucapkan salam perpisahan dengan ber-antraksi menggunakan tubuh karetnya yang dapat ia bentuk sesuka kemauan pemilik dari buah tersebut.
"Uwaaahhh aku ingin sekali memiliki tubuh melar seperti mu itu Nica!" Pukau Oars.
"Eh kau ingin jadi seperti ku?" Tanya Nica.
"Huhh!? itu sudah pasti ! aku ingin menjadi seperti mu yang disukai oleh semua orang."
Nica hanya terdiam dan memandang Oars.
"Apa aku tidak bisa-"
"Tentu saja bisa! aku akan memberimu kekuatan, tapi aku membutuhkan tongkat sakti ku yang dicuri oleh gadis pencuri itu." Jawab Nica.
"Ah! bagaimana kalau begini. . sampai petualangan kita menemui titik akhir setelah berkeliling dunia dan mencapai ujung dari planet ini sambil mencari gadis itu."
"Aku janji akan memberi mu kekuatan untuk menjadi manusia karet! buah dari gomu-gomu no mi." Lanjut perkataannya.
Sebuah penamaan yang ia buat saat itu juga.
"Janji !?" Tanya Oars dengan kesungguhan dari Nica tersebut.
"Iyah ... aku janji."
"Kalau begitu aku juga janji!!" Teriakkan Oars yang mengagetkan semua orang.
"Hm?"
"Aku akan selalu.. hikss* memakai topi jerami pemberian mu ini hiks*..sampai hari dipertemukannya kita kembali tiba, Nica." Ujarnya dengan menahan tangis yang terisak-isak.
"Jo-yoyoyoi, ba~iklah janji." Sambil mengulurkan jari telunjuknya kehadap Oars, yang merupakan sahabat pertamanya di planet bumi sekaligus sahabat terakhir Nica diakhir kisah nanti.
Oars tampak tersenyum dengan mulutnya yang sempringah tanpa mengatakan satu patah pun dan hanya mengulurkan jari telunjuk miliknya dan menyatukannya pada jari mungil milik Nica.
Hari itu merupakan perpisahan ku dengan Oars, tetapi hal ini bukan akhir pertemuan ku dengan dirinya.
Karena kami yakin pasti suatu saat nanti kita akan dipertemukan lagipula toh kami berdua telah saling mengikat janji untuk bertemu kembali suatu hari nanti.
Nica kemudian mengawali perjalanan-nya di bumi dengan berlayar menuju
"Baiklah !!" Serunya dengan mengendarai sekoci.
"Pertama-tama adalah mengambil kembali tongkat saktiku yang telah dicuri oleh gadis itu, lalu memberikan buah gomu-gomu no mi kepada Oars kemudian memperbaiki kapal Vearth ku dan-
Mengajak semua orang yang ada di bumi menuju ke bulan!!!" Sambil menadahkan kedua lengannya ke arah atas.
"Jo-yoyoyoi."
Sebuah Romance Dawn dari seorang makhluk luar angkasa yang nantinya manusia di bumi akan mengenalinya sebagai julukan "Joyboy."
Bersambung~
Perhatikan !!! bahwa cerita tersebut adalah fanfiction semata, karena One piece sendiri merupakan manga kepemilikan dari eichiro oda. Dan untuk nama tokoh serta nama benda yang terdapat dalam cerpen tersebut berdasarkan dari cerita komik yang asli yaitu One Piece karangan Eichiro Oda.
Untuk teorinya sendiri saya beberapa mengambil referensi dari Tamagon park dalam kanal
YouTube-nya serta teori karangan liar saya pribadi. (cocoklogi.)
IG : arsyizallaundra ( IG pajangan itu btw :v )