Pukul 12 malam berarti menandakan akhir hari, tetapi juga awal hari. Dan pada tengah malam sura lonceng pun sering terdengar. Meski hanya suara Lonceng di HP. Ada juga yang lonceng sungguhan.
Ini awal kisahku. Tepatnya kisah cintaku. Aku dan dia dipertemukan disatu tempat kerjaan dan kebetulan dia baru disana. Awalnya hanya saling sapa antar karyawan. Lama kelamaan kita saling dekat. Dia antar aku pulang. Main dan jalan bareng.
Pada awal puasa dia bilang.
"Dek, Aku serius denganmu. Maukah kamu menjadi perempuan ke 2 yang aku sayangi dan cintai setelah ibu ku? " Tanya Mars.
Perempuan mana yang tidak luluh hatinya ditanyakan seperti itu. Dan seketika aku menjawab.
"InsyaAllah aku bersedia." Jawabku.
"Lebaran adek akan mas bawa pulang, Mas akan kenalkan ke orang tua mas dan meminta restu dari mereka." Kata Mars.
Hanya anggukan dan senyuman yang bisa aku jawab. Karena tidak bisa berkata apa pun.
Singkat cerita, Kita sering menghabiskan waktu bersama. Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Dan orang tua sudah merestui hubungan kami.
Dan besok adalah hari ulang tahun dia. Dari sore aku sudah menyiapkan semua. Sampai-sampai aku bertengkar dengan penjual kue. Karena tiba-tiba membatalkan pesanan ku. Lucu bukan marah-marah tidak jelas. Hahaha... itulah yang terjadi. Hanya demi sekotak kue.
"Mas besok aku datang kerumah ya. " Kata ku.
"Iya dek, Hati-hati ya. Besok kabari kalau sudah berangkat. " Kata Mars.
"Siap mas." Jawabku.
🌙🌙🌙🌙
🔉🔊🔔🔔🔔🔔
Teng teng teng. Suara lonceng dari padepokan sebelah terdengar sampai rumahku. Aku bergegas bangun. Aku langsung membuka aplikasi dan mencari nama dia. Disaat nama sudah ketemu aku
menekan nama itu. Dan betapa kagetnya, aku melihan foto profil dia ganti dengan foto dia dan perempuan yang tidak aku kenali. Aku berusaha membuang prasangka buruk saat itu. Aku menekan nomer dia untuk melakukan panggilan Video Call, namun dia tolak. Dan akhirnya aku telfon biasa.
"Hallo Assalamu'alaikum mas. " Kataku.
"Waalaikumsalam dek, ada apa tengah malam telfon? " Tanya Mars.
"Barakallah fii Umrik mas. " Kataku.
"Oh iya makasih ya dek, Udah dulu ya dek, mas ngantuk. " Kata Mars.
Perasaan sedih, bingung, curiga campur jadi satu. Aku lalu berdiri dari sisi ranjang, berjalan menuju bingkai kecil bertuliskan.
"Mars untuk Tata Bintang. "
Lama aku termenung, menangis, bertanya ada apa ini sebenarnya. Kenapa perasaan ku tidak enak seperti ini. Hati ku terasa sakit. Tiba -tiba HP berbunyi dan dia memanggil aku.
"Hallo,dek bisa keluar ke teras sebentar? Ada hal penting yang harus mas sampaikan. " Tanya Mars.
"Kenapa tengah malam begini mas? Ada apa? Tidak bisa besok pagi kah? Tanyaku.
" Tidak dek, mas mohon keluarlah sebentar. "Jawab Mars.
" Iya aku keluar. "Jawabku.
Aku bergegas ke luar menemui dia. Betapa kagetnya aku saat aku sampai di gerbang depan. Mars datang bersama perempuan yang ada dalam foto itu.
" Ada apa mas? "Tanyaku.
" Dek, maafkan mas. Hubungan kita sampai disini saja. Mas sudah tunangan dan 3 hari lagi mas akan menikah. "Kata Mars.
Seketika tubuh ini tak mampu berdiri tegar, Tulang-tulang serasa lunak. Aku luruh kelantai. Menunduk mencerna dan menangis. Inilah jawaban atas segala doa-doa ku.
" Dek, maafkan mas sudah ingkar janji.Sudah sakiti hatimu dek. Maafkan mas. "Kata Mars.
Ketika Mars akan menghampiri ku.Ada tangan yang mencegah langkah kaki Mars.
" Udah deh sayang, biarkan saja perempuan ini. Buat apa kamu peduli lagi. Ingat kita akan menikah. "Kata perempuan itu.
" Pulang lah mas, aku tidak apa-apa. "Kataku.
" Maaf kan mas dek, maafkan mas.
"Pulang lah mas, titip salam buat Ayah dan Ibu. Dan ini cincin pemberian mu. Aku kembalikan. Terimakasih untuk waktu yang indah ini. Terimakasih untuk waktu yang singkat. " Kataku.
Mars sudah meninggalkan aku didepan rumah. Ada rasa kecewa yang kurasahan.
Berusaha ikhlas menerima semuanya. Cinta tak harus memiliki.
"Tuhan jika aku jatuh cinta nanti. Cintakan lah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya kepada Mu. Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu. " Tata Bintang.
Tamat