Hola sobat author semua. Author butuh dukungan kalian. Baca cerita novel author. Semoga kalian semua bisa terhibur dengan karya author. Author berharap kalian menyukainya dan mendukung karya-karya author. Bagi author itu sangat berharga. Terimakasih.
MAIN CAST
1. Ravindra Damariswara
Ravindra, tokoh utama pria. Dia adalah pria muda berusia 25 tahun. Memiliki tinggi 170 cm dan paras tampan alami. Seorang putra tunggal dari pemilik Group Damariswara Enterprise. Salah satu orang terkaya di Indonesia.
Keluarga Damariswara adalah keluarga terhormat dan ternama di Indonesia. Namun, Ravindra yang akrab disapa Rava tidak pernah akur dengan ayahnya. Mereka sering terlibat pertengkaran. Rava merasa ayahnya tak pernah menyayangi ataupun menganggapnya sebagai putranya.
Rava bersahabat baik dengan Rosalind Maxzella dan diam-diam memendam perasaan suka pada teman SMAnya ini. Tetapi belum sempat menyatakan perasaannya. Mereka harus berpisah jauh dan selama delapan tahun tidak pernah berjumpa kembali.
2. Rosalind aka Yessa Maxzella
Rosalind, tokoh utama wanita. Berusia 26 tahun memiliki wajah bak Dewi Kecantikan. Putri tunggal dari mantan aktris ternama yang bernama Freya dan komposer musik bernama Deon Maxzella.
Rosalind memiliki tinggi 160 cm. Saat SMA bersahabat baik dengan Rava. Hubungan mereka sangat dekat hingga diantara keduanya mungkin telah terjalin suatu perasaan saling menyukai. Meski Yessa belum menyadari perasaannya.
Namun, karena sesuatu tragedi yang menimpa keluarga Maxzella mereka harus berpisah jauh. Rosalind yang kemudian berganti nama menjadi Yessa memiliki paras yang sangat cantik dan mempesona. Banyak yang tertarik padanya baik pria muda hingga yang menginjak usia tua. Salah satu pria yang menyukainya adalah Dareen. Dareen adalah sahabatnya ketika sama-sama tinggal di sebuah Panti Asuhan.
3. Dareen
Dareen, berusia 25 tahun. Memiliki tinggi 165 cm. Dareen adalah seorang yatim piatu. Dia dan Yessa tinggal di sebuah panti asuhan yang sama yaitu Panti Asuhan Green. Dareen memiliki sifat yang periang dan ramah. Sama halnya dengan Rava. Dareen juga diam-diam menaruh hati pada Yessa.
4. Liam Damariswara aka Presdir Liam.
Presdir Liam, berusia 50 tahun. Dia adalah pemilik dari Group Aksara Enterprise salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Berwatak keras dan tidak pernah akur dengan putranya yang bernama Rava. Bukan sosok seorang ayah yang baik dan sering memukul putranya sendiri. Liam Damariswara juga tidak pernah akur dengan istrinya.
5. Dayana
Dayana adalah seorang mantan aktris yang tidak terlalu terkenal. Kini usianya 40 tahun tetapi masih memiliki paras yang cantik. Dayana adalah istri dari Liam Damariswara dengan kata lain dia adalah ibu dari Rava.
Dayana tidak pernah akur dengan suaminya. Mereka selalu terlibat perdebetan. Dayana selalu memprotes sikap suaminya yang kasar dan seolah tidak menyayangi Rava. Padahal Rava adalah putra kandungnya sendiri.
Pemain Pendukung :
6. Freya
Freya adalah mantan aktris cantik dan ternama di Indonesia. Banyak drama yang dia bintangi. Namun, setelah menikah dan memiliki putri bernama Rosalind aka Yessa, dia memilih mengundurkan diri dari dunia hiburan.
7. Deon Maxzella
Deon Maxzella adalah seorang komposer musik yang tidak terlalu terkenal di dunia hiburan. Meski sebenarnya dia cukup berbakat dalam bidang musik. Tetapi kalah bersaing dengan para komposer lainnya. Setelah menikah dengan Freya diapun memilih fokus dengan keluarganya.
8. Nenek Heera
Nenek Heera adalah pemilik Panti Asuhan Green. Selama delapan tahun, beliau menjaga Rosalind Maxzella yang telah berganti nama menjadi Yessa. Di panti asuhan Green hanya ada beberapa anak kecil, Yessa dan juga Dareen. Di panti asuhan Green sedang mengalami kesulitan keuangan. Jadi, hanya menjaga beberapa anak saja yang tinggal di panti.
***
PROLOG
Jakarta, Indonesia 2013.
Siang hari disertai hujan deras yang mengguyur kota Jakarta. Seorang pria muda berusia 17 tahun tengah berlari kencang menerobos derasnya hujan. Tak diindahkannya hujan yang mengguyur tubuhnya. Pakaiannya terlihat basah kuyup. Namun bukannya berhenti dan berteduh, pria muda berwajah tampan dan manis itu terus berlari.
Dia terus berlari hingga menuju sebuah tempat yang ditumbuhi pepohonan. Di depannya nampak sebuah gudang yang tidak terpakai. Pria muda itu berusaha melewati celah di pagar kawat pembatas gudang. Tetapi sebelum tubuhnya masuk ke dalam seseorang memegangi tas punggungnya dan langsung menarik tubuhnya agar tidak lari.
“Lepaskan aku!!!!” Teriak pria muda tersebut.
Pria muda itu terus meronta-ronta agar dilepaskan.
“Tuan muda, tenanglah. Kita harus segera pergi.” Kata seseorang yang memegangi si pria muda.
“Aku tidak mau pergi!!! Lepaskan aku!!!” Teriak pria muda itu diantara derasnya hujan. Pria muda itu terus meronta-ronta hingga terdengar suara hardikan keras dari seseorang.
“Ravindra Damariswara!!!!” Hardik seseorang dengan keras.
Tak jauh dari sana. Seorang pria yang memakai jas formal tengah berdiri diantara derasnya hujan. Di sampingnya seorang pengawal tengah memayunginya.
Pria muda yang bernama Ravindra Damariswara itu tak mengindahkannya. Dia terus meronta minta dilepaskan. Si pria yang menghardik tadi habis kesabaran dan langsung bergegas menghampiri Ravindra yang biasa dipanggil Rava.
“Lepaskan aku!!!” Teriak Rava terus menerus sembari meronta-ronta.
“Hentikan!!! Dasar anak tak tahu diri!!!
Plak
Plak
Sebuah hardikan diiringi tamparan keras melayang dipipi Rava yang mulus. Rava hanya menggigit bibirnya menahan rasa panas di pipi akibat tamparan tersebut.
Hujan deras masih mengguyur tubuhnya hingga basah kuyup. Rava hanya bisa terdiam setelah tamparan keras mengenainya. Kepalanya tertunduk sembari menggigit bibirnya. Nafasnya naik turun menahan amarahnya.
“Dasar anak pembangkang!!! Tak tahu diri!! Cepat bawa dia.” Perintah seorang pria pada pengawalnya.
Lalu dua orang pengawal pria segera memegangi kedua lengan Rava. Rava sungguh tidak ingin pergi. Dia masih berusaha memberontak.
“Ayah!!! Aku sungguh tidak ingin pergi. Ayah!!! Biarkan aku di sini saja. Setidaknya biarkan aku menemui temanku dulu. Aku sudah berjanji untuk bertemu dengannya. Dia orang yang sangat penting untukku. Ayah!!! Aku mohon……” Kata Rava memelas sambil meronta minta dilepaskan.
Rupanya pria yang telah menamparnya tadi tak lain adalah Ayah Rava. Pria itu hanya membalikkan badannya. Ekspresi wajahnya begitu dingin. Pria itu seolah tak perduli dengan permohonan Rava.
“Cepat bawa dia!!!” Perintah pria itu lagi pada anak buahnya.
Anak buahnya mengangguk dan segera membawa Rava.
“Tidak… Ayah!!! Aku tidak ingin pergi. Aku mohon……” Teriak Rava tetapi ayah Rava tak perduli dan terus melangkah pergi. Dia terlebih dahulu masuk ke dalam mobil.
Rava terus memberontak tetapi tidak berdaya. Para pengawal itu terus memeganginya dengan kuat lalu membawanya masuk ke dalam mobil satunya lagi. Di dalam mobil Rava terus memberontak.
“Tidak!!!! Aku tidak ingin pergi!!!!” Teriak Rava sambil menggedor-gedor kaca belakang mobil. Dia berusaha memberontak agar lepas. Namun sayangnya, para pengawal itu lebih kuat darinya. Rava hanya bisa berteriak keras sembari menatap sebuah gudang dengan tatapan sedih. Gudang itu adalah tempat yang spesial untuknya. Kini, gudang itu semakin lama nampak semakin jauh.
Rosalind, tunggu aku. Narasi Rava.
Tempat lain, diwaktu yang bersamaan.
Seorang gadis remaja berusia sekitar 18 tahun. Sedang berjalan gontai memegang payung dengan memasang ekspresi manyun. Dia berjalan di sebuah lorong apartemen. Tidak lama setelah berjalan, dia membuka pintu sebuah unit apartemen sederhana. Di luar sana hujan masih saja sangat deras. Gadis itu segera meletakkan payungnya di dekat rak sepatu. Lantas masuk ke dalam.
“Ibu, aku pulang.” Kata gadis yang memiliki paras rupawan tersebut. Rambutnya tergerai begitu indah.
“Ah… dasar Ravindra bodoh. Kenapa dia tak datang di tempat janjian. Dia bilang ingin mengatakan hal yang penting. Mana gudangnya dia kunci dan malah tertutup rapat. Awas saja kau, aku akan menghajarmu nanti. Dasar Ravindra si beruang yang bodoh.” Gerutu gadis itu kesal.
Kemudian dia meletakkan tasnya di kursi dan berjalan perlahan menuju dapur untuk minum. Di luar hujan masih terdengar sangat deras. Gadis itu meneguk minumannya hingga habis.
Setelah selesai minum. Dia mengedarkan pandangan ke seluruh rumahnya yang sebuah unit apartemen sederhana dengan dua kamar.
“Ibu … aku sudah pulang. Aku lapar sekali. Ibu ayo kita masak. Jika kita makan makanan yang berkuah pasti bisa menghangatkan tubuh disaat hujan begini.” Kata gadis muda yang tak lain adalah Rosalind.
Untuk sesaat hening. Tidak ada jawaban sama sekali dari Ibunya. Rosalind mengernyitkan keningnya.
“Aneh sekali. Biasanya Ibu ada di rumah. Apa dia sedang pergi?” Tanya Rosalind pada dirinya sendiri.
Lantas dia berjalan perlahan menuju kamar orang tuanya. Rosalind melihat pintu kamar orang tuanya sedikit terbuka.
“Ibu…. Ibu… apa kau di dalam?” Panggil Rosalind dan masuk ke dalam kamar orang tuanya.
“I… ibu ………” Bibirnya terhenti seketika dan matanya terbelalak.
Sedetik kamudian…..
“Ibu!!!!!!” Teriaknya histeris sambil menutup mulutnya. Dia terhuyung ke belakang dan akhirnya jatuh terduduk. Matanya menatap tak percaya dengan pemandangan yang dia lihat.
“Ibu … Ibu!!!!!!” Teriaknya semakin keras.
Siang hari saat hujan deras itulah Rosalind melihat hal yang tak pernah dia bayangkan dalam hidupnya. Melihat hal yang sangat mengerikan. Rosalind melihat dengan mata kepalanya sendiri, Ibunya tergantung di langit-langit kamar. Ya… Ibu Rosalind bunuh diri dengan cara gantung diri di atap langit-langit.
Melihat hal mengerikan itu, Rosalind hanya bisa berteriak histeris hingga dia tak sanggup menahan beban perasaannya. Sampai kepalanya berkunang-kunang. Perlahan tetapi pasti semuanya berubah menjadi gelap gulita.
Ibu…. Kenapa kau melakukan itu? Narasi Rosalind.
...***
...
...Bagaimana penasaran kan? Kelanjutannya bisa cek profil author dan baca next episode lengkapnya. Mohon kritik dan sarannya untuk karya pertama author. Terimakasih.
...