Sudah beberapa malam terus begini, suasana mencekam selalu menyelimuti. suara bergemuruh itu pun datang kembali.
prok...prok...prok....
prang...prang....tang....
grombolan serigala datang kembali, selalu berkeliling desa setiap malam. Entah apa yang mereka cari, para penduduk ketakutan setiap malamnya. Bahkan setiap jam 6 sore saja setiap warga cepat-cepat bergegas pulang kerumahnya masing-masing dan menutup pintu jendela, mereka menutup rapat dan menguncinya dengan gembok-gembok besar dan kayu-kayu penghalang pintu.
aauuuuuuuuuuuuuuu..........
aauuuuuu......aauuuuuu......
auuu..auuuuuuuuu......
suara lulongan mereka sudah terdengar, segerombolan para serigala itu sudah muncul setiap jam 10 malam hingga jam 2 malam mereka baru kembali kedalam hutan.
kepala desa dan para penduduk pun tidak mampu berbuat apa-apa, memang belum ada korban jiwa. Tapi sudah banyak binatang ternak warga yang dibawa gerombolan serigala itu dan memangsanya, Tetap saja mereka khawatir jika gerombolan serigala itu memangsa warga.
Jam menandakan pukul 1malam, Hana gadis cilik yang penuh dengan ke ingin tahuannya mencoba mengintip dari celah-celah didinding rumahnya yang terbuat dari kayu itu. dinding rumahnya memang memiliki banyak lubang-lubang kecil, didalam kegelapan remang-remang lampu 5watt kuning yang menerangi jalan. Hana melihat segerombolan serigala itu berjalan beriringan mondar-mandir dijalankan, dia punelihat sesosok tubuh besar yang berdiri berbulu lebat dengan gigi taring tajam dan kuku yang panjang berjalan beriringan dengan gerombolan serigala. Hana pun terkejut, karna dia masih kecil baru 9tahun jadi dia tidak tau itu makhluk apa.
Hana berlari masuk ke kamarnya dan menceritakan itu kepada ibunya, sontak ibunya langsung memeluknya dengan erat, raut wajahnya terlihat sangat ketakutan. Ternyata sosok besar yang dilihat Hana adalah pemimpin gerombolan serigala itu, manusia serigala sosok yang tengah dibicarakan oleh para penduduk didesanya.
Paginya ibu Hana menceritakan tentang kejadian tadi malam keberapa tetangganya supaya mereka lebih waspada dan berhati-hati.
Dua malam setelahnya, ada penduduk desa sebelah tengah mengendarai sepeda motor ingin pulang kerumahnya karna habis menengok saudaranya di desa itu, pengendara motor itu pun melihat banyak gerombolan serigala, sekitar belasan ekor. Dia memutar balikkan motornya dan kembali kerumah saudaranya dan menceritakan apa yang baru saja dia lihat, saudaranya pun baru sadar jika dia lupa memeringatkan saudaranya itu ketika hendak pulang. Akhirnya penduduk desa sebelah itu pun menginap tidur dirumah saudaranya karna takut terjadi musibah dijalan jika dia pulang nanti.
sudah 1bulan semenjak para serigala itu datang kedesa, setiap hari pun selalu sama seperti itu. banyak warga yang mengeluh dengan gerombolan serigala itu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. mengusir mereka pun tidak berani.
suatu ketika ada warga desa lain yang melintas didesa itu saat malam, menjadi korban manusia serigala itu. saat pagi hari warga heboh karna banyak darah berceceran dijalankan. tulang belulang berserakan membuat suasana didesa itu pun semakin mencekam.
ketika para warga mengunci rapat kandang-kandang ternak mereka. bahkan beberapa dari mereka sengaja memasukkan ternaknya kedalam rumah supaya tidak dimanga oleh gerombolan serigala itu. namun itu malah membuat manusia serigala itu semakin murka, bahkan Sekarang siang hari pun gerombolan serigala itu datang kedesa itu. membuat warga kocar-kacir berlarian masuk kedalam rumah. tapi para serigala itu menangkap 2 orang anak kecil dan menyeretnya ke dalam hutan dan memangsanya.
rapat besar pun diadakan oleh kepala desa dan para penduduk, mereka memanggil beberapa polisi dan tentara untuk menangani makhuk itu. Dan para aparat kepolisian dan TNI itu menasehati para warga supaya tidak perlu takut, dan para warga khususnya laki-laki yang sudah dewasa dikumpulkan untuk ikut berjaga-jaga. Ada 40 anggota TNI dan 30an polisi yang berjaga-jaga di semua tempat. Di titik-titik rawan kehadiran para gerombolan serigala itu diperbanyak penjagaan. Mereka sengaja tidak menyalakan lampu ataupun obor supaya manusia serigala itu tidak curiga. lampu pun masih remang-remang seperti biasa.
mereka menunggu dikegelapan hingga beberapa jam lamanya, terdengar suara dari kejauhan.
auuuuuu......auuuu......auuuuu.....
auuuuuu....
auuuuuuu.auuuu
banyak suara lolongan para serigala itu bersahut-sahutan. mereka berjalan melenggak-lenggok dipimpin oleh manusia serigala didepan mereka.
saat memasuki desa mereka langsung waspada karena instingnya yang begitu kuat dan peka. Manusia serigala itu pun mengisyaratkan untuk pergi meninggalkan desa itu dan kembali ke dalam hutan.
para petugas pun masih berjaga-jaga beberapa hari untuk memastikan kondisi disana sudah benar-benar aman, beberapa personil pun dikurangi karna sudah 2 Minggu lebih para gerombolan serigala itu tidak datang kedesa mereka. Namun sebenarnya manusia serigala itu masih mengintai desa mereka, menunggu mereka semua lengah. 3 bulan berlalu, penduduk dan para personil pun merasa mungkin sudah aman dan meninggalkan hanya 10 aparat kepolisian untuk berjaga-jaga. mereka berjaga dan bersantai-santai mengira sudah aman, namun tiba-tiba para gerombolan serigala itu pun datang kembali sekitar 20 ekor lebih dipimpin manusia serigala dengan gubuhnya yang besar dan menyeramkan itu. para warga pun berlarian masuk kedalam rumah. 10 aparat kepolisian dan 5 orang warga tewas dicabik-cabik dan dimakan gerombolan serigala itu. ada juga yang berhasil melarikan diri namun badannya penuh dengan luka-luka cakar serigala.
setelah kejadian itu, banyak anggota aparat TNI dan polri diturunkan ke lokasi kejadian. sekitar 100 aparat diturunkan.
Dan beberapa warga menyusuri hutan mencari titik lokasi persembunyian para serigala itu. mereka masuk kedalam hutan, diperdalam Huta mereka melihat ceceran darah dan mengikutinya. mereka sudah menyiapkan bensin dan korek api juga, tidak lupa mereka membaya pasokan senjata takut jika kekurangan amunisi
Tak selang berapa lama mereka menemukan persembunyian para serigala itu yang tengah tidur. ditengah-tengah mereka melihat laki-laki yang tidak lain adalah jilmaan manusia serigala.
kepala desa baru sadar bahwa pria itu adalah salah satu warganya yang diusir dari desa karna melakukan ajaran sesat supaya hidup kekal dan pernah menculik beberapa gadis untuk dijadikan korbannya. penduduk tidak menyangka jika laki-laki itu ternyata masih ada disana. mereka pikir dia sudah pergi jauh karena sudah 3tahun tidak mendengar kabarnya. siang hari dia terlihat seperti manusia sedangkan dimalam hari dia berubah menjadi manusia serigala.
para aparat dan penduduk pun sudah mengepung mereka, namun insting serigala cepat mengetahui jika mereka telah ada dalam bahaya. Terbangunlah mereka semua dan membuat benteng pertahanan, namun jumlah mereka kalah banyak.
para aparat pun menembaki segerombolan serigala itu hingga tidak tersisa, namun tidak sampai disitu. laki-laki jilmaan serigala itu pun ditembak mati. Karna penduduk takut jika laki-laki itu pun hidup kembali. Warga pun membakarnya hingga hangus sampai menjadi abu.
semua aparat dan penduduk pun kembali kedesa dengan rasa penuh kelegaan dan bahagia, desa pun sekarang sudah aman seperti sebelum ada gerombolan serigala itu mengacau.
Tanpa mereka sadari masih ada dua pasang mata merah yang mengawasi desa mereka, mengintai setiap malam.
terimakasih sudah mampir 😘😚
jangan lupa like dan coment ya🤗😉😉😉😚😚