Dari awal sekolah diriku sudah merasakan hal yang kurang baik,aku menginginkan itu tapi yang aku dapatkan bahkan dipaksa untuk diambil adalah ini.ingin berkata berteriak aku tidak suka itu aku hanya ingin ini semuanya tidak akan bisa mustahil,lebih baik diam dan terima saja dengan ikhlas dan lapang dada pasti akan ada bahagianya.
Setelah menamatkan bangku SMP keinginan ku dan semua anak pasti ingin terus melanjutkan pendidikan,ya aku dan temanku telah berencana untuk melanjutkan ke bangku SMK.
Semua rencana telah disusun sebaik dan seindah mungkin,nanti Kami akan sejurus apalagi semoga bisa satu kelas kembali bahkan akan berangkat sekolah selalu barengan.sama seperti waktu SMP dulu bahkan diakhir sekolah SMP akan usai pembicaraan ini terus berlangsung,bahkan aku sampai memikirkan semua itu kembali dirumah.
Saat pendaftaran itu SMK dibuka aku masih ragu untuk mengambil disitu,karena sepertinya ibu ayah diam saja entah apakah itu artinya iya atau bahkan sebaliknya tidak.karena pendaftaran dibuka dengan rentang waktu panjang jadi aku enggan untuk mendaftar diawal,aku melakukan pendaftaran diakhir dengan waktu yang singkat bahkan sampai keteteran.
Saat menyelesaikan SMP aku kembali mencoba mengatakan pada ayah ibu,bahkan kakak ku juga apakah aku melanjutkan di SMK saja aku sangat ingin kesana dan aku juga akan bisa bersama teman-teman ku waktu SMP.
Kakak ku malah menjawab "udah kamu masuk SMA saja biayanya lebih murah dan irit lagi,kalo kamu lanjut SMK siapa yang mau ngebiayain kalo kamu bilang Karena teman-teman kamu disana semua gak usah dengerin mereka punya banyak uang jadi kalo kamu mau tetap lanjut sekolah masuk SMA".
Tapikan aku ngomong aku juga yang mau sendiri untuk masuk SMK bukan karena teman-teman aja,lagian kan kalo kita SMK kita lebih banyak skil yang diajarkan kakak.
"Kamu mau sekolah atau gak sekolah jangan sok-sokan ya jadi orang, kakak dulu juga SMA karena kembali lagi ke masalah biaya sekarang kamu pilih mau lanjut SMA tetap sekolah,atau pilih SMK yang kamu mau sama teman-teman kamu itu tapi kamu sendiri yang cari biayanya ngerti".
Bahkan ibu ayah terdiam mendengar kakak,"SMA aja ya nak bener juga kata kakak mu kalo kamu pilih SMA biaya lebih murah dan irit jangan ngikutin teman kalo kita gak mampu gimana yaudah kamu pikirkan ya nak kan kamu juga tau gimana kondisi kita" ucap ibu dan ayah hanya diam.
Karena ayahku orangnya juga gak terlalu peduli bukan gak peduli dengan anaknya, tetapi masalah pendidikan waktu itu aku pernah ngomong sama ayah terlebih dahulu masalah ini.
Ayah aku boleh ngomong ya aku maunya lanjut SMK ya,tapi ibu sama kakak bilang masuk SMA aja biayanya lebih murah kalo mau tetap lanjut sekolah
ayah hanya berkata "kalo kamu mau sekolah dengar aja kata mereka dan orang disekitar mu ini termasuk orang tua kamu paling penting dalam hidup kamu.kalo kamu gak mau dengar apa kata kami ya udah gak usah lanjut sekolah udah diam dirumah aja sekolahnya Sampai SMP aja".
Aku hanya bisa diam, termenung dan sedih ya Allah hamba pasrah semoga apapun pilihannya semoga itu yang terbaik untuk ku dan semua orang.
Setelah pengambilan ijazah SMP aku dan teman-teman juga tidak ada yang saling, menghubungi semua sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.akhirnya aku harus memelih dan menerima dengan ikhlas pilihan keluarga ku.
Baiklah diriku,hati dan pikiran berjalan dengan baik,lurus dan sabar walaupun engkau berjalan dijalan yang sebenarnya tak kau inginkan.
Untuk teman-teman ku maafkan aku,karena tidak bisa mewujudkan rencana yang sudah kita buat bahkan bayangkan setiap hari semoga kita bisa bahagia dan menjalankan pilihan kita masing-masing.
Sampai ketemu dilain waktu ya teman-teman,kita pasti bisa bahagia dan menjalani dengan sebaik-baiknya kehidupan kita.
Aku mencoba tersenyum,tegar dan bahagia didepan teman-teman ku walaupun sebenarnya hatiku menangis dan sangat-sangat sedih sudahlah ini pilihan terbaik semangat diirku udah jangan sedih hapus ahhh air mata yang mengalir itu.
Coba aja dulu siapa tau nanti di SMA seru Lo,bahkan dapet teman yang lebih asik dan baik udah terima aja lagian udah daftar di SMA pengumumannya udah diterima lagi.mau apa jangan harap kayak di film atau sinetron-sinetron gitu tiba-tiba ada aja orang baik yang nolong.
udah capek cerita ngetik, kenyataannya emang sekarang aku di SMA dan ternyata SMA sangat-sangat menyakitkan udah tunggu aja nanti aku bakalan buat cerpennya juga stay soon aja.
Ohhh ya jangan lupa untuk selalu semangat dalam menjalani hidup,satu lagi buat teman-teman dan pembaca setia noveltoon jangan lupa mampir dan baca novel aku juga ya yang judulnya
Ibu Muda pengganti,dari beberapa komen sih ceritanya asik aku rasa juga gitu terus komen dan kasih masukan juga ya