Buk.....buk....bukkkk....
suara langkah kaki yang semakin cepat, kekhawatiran yang tengah melanda, membuat anggota keluarga semakin panik mendengar kabar dari rumah sakit.
semua berlarian menuju ruang perawatan, melihat sesosok gadis cantik dengan selang infus ditangannya membuat remuk redam jantung ibunya. kucuran air mata menetes di setiap anggota keluarganya.
"Nak bangun nak, bangun..
ini ibu nak, ibu sudah ada disampingmu. Bangun ya nak.." pinta ibu gadis itu tak kuasa iya menahan tangis dan air matanya.
" Sabar Buk, Nada pasti baik-baik saja. Dia pasti sembuh kok" rayu anak tertuanya menenangkan ibunya yang tengah dilanda kesedihan.
Melihat anak bungsunya berbaring tak berdaya diatas kasur rumah sakit, meruntuhkan hati seorang ibu. Tangis yang tak berhenti-berhenti membuat semua semakin terasa hancur saat salah satu perawat memanggil kak gadis itu masuk ke ruangan dokter yang menanganinya.
"permisi semuanya, eemmm... apa ini anggota keluarga dari pasien?". tanya seorang perawat.
"iya betul sus, ada apa ya?" jawab kakak ipar Nada.
"Salah satu keluarga bisa ikut dengan saya sebentar, ada yang ingin disampaikan oleh dokter Umam." tanya perawat itu sambil mengisyaratkan tangannya
"Iya sus, saya kakaknya biar saya saja yang ikut." jawab kakak ipar Nada.
"Sebentar ya Buk, sayang kamu jaga ibu dulu ya. Tenangin dulu ibu, kamu juga jangan nangis terus, biar mas yang temuin dokter dulu bagaimana dengan kondisi Nada." ucap Bima kepada istrinya Lusi kakak Nada
" Mari pak silahkan ikut saya." ucap perawat menunjukan jalan menuju ruangan dokter Umam
dengan hati yang sangat gelisah Bima menguatkan hatinya, dia sangat khawatir tentang kondisi kesehatan adik iparnya itu. Saat dia sampai diruangan dokter, dokter memberitahunya tentang kondisi adiknya itu. Bima pun sangat terpukul setelah mengetahui bahwa adiknya mengidap kanker darah stadium akhir. selama ini Nada tidak pernah memberitahu keluarganya tentang kondisi kesehatannya karna takut keluarganya bersedih dan menyusahkan mereka tentang biaya pengobatan. jika keluarganya tau, pasti mereka akan berusaha mengingatkannya kerumah sakit dan itu butuh biaya besar. Nada takut membebani keluarganya. apa lagi ibunya yang sudah tua, sedangkan ayahnya sudah meninggal dunia karena penyakit yang sama.
Bima kembali keruangan Nada dengan muka pucat lesu, membuat istri dan mertuanya semakin khawatir. Bima pun menceritakan apa yang disampaikan oleh dokter kepada istri dan mertuanya. ibu Ani pun pingsan mendengarnya, Lusi berteriak memanggil perawatan untuk menolong mereka. Ibu Ani pun dibawa keruang istirahat karna hanya pingsan kaget mendengar kondisi anaknya. Dia pun menangis tanpa henti.
Salah satu sahabat baik Nada datang kerumah sakit untuk menjenguknya, dia pun menyampaikan surat yang ditulis oleh Nada.
"Permisi mbak Lusi."ucap Sinta sahabat Nada
"oh iya Sinta, ada apa dek?" tanya Lusi
"ini mbak, Sinta cuman mau ngasih surat yang dititipin Nada dulu. Sebenarnya surat ini juga sudah lama ada ditangan Sinta, cuman Nada dulu pesen sama Sinta untuk ngasihnya kalo dia kenapa-napa. soalnya Sinta juga kurang tau tentang kondisi kesehatan Nada yang sebenarnya, Nada juga gak pernah ngasih tau Sinta mbk." jawab Sinta
"surat apa itu dek?." tanya Lusi kebingungan.
"sayang... mas beli minum dulu ya buat kamu sama ibu."ucap Bima ke istrinya
"iya mas, jangan lama-lama."jawab Lusi
"iya sayang." ucap Bima melangkah pergi
Lusi pun membaca surat yang diberika Sinta padanya itu, mereka bertiga pun menangis tanpa henti membaca isi surat itu. Membuat hati mereka hancur berkeping-keping seketika.
isi surat Nada
" ibu dan kak Lusi, terimakasih selama ini sudah merawat Nada dan membesarkan Nada, menyekolahkan nada sampai nada berhasil lulus sarjana. maafkan nada jika nanti nada tidak bisa membalas semua pengorbanan kalian, Nada sudah mengecewakan kalian.
untuk ibu tercinta, terimakasih sudah memberi nada asi saat balita, memberi makan nada hingga sebesar ini. Maafkan Nada jika harus pergi tanpa berpamitan dengan kalian, Nada mohon sama ibu dan kakak jangan bersedih, jangan tangisi kepergian Nada. Maaf jika Nada membuat kalian semua khawatir. Nada baik-baik saja Bu, kak.
Nada bakalan ketemu sama ayah disurga nanti, Nada pengen ngelihat ayah yang selalu kalian banggakan itu seperti apa . Nada sangat menanti-nantikan saat ini Bu, kak.
jangan bersedih ya, Nada sangat bangga bisa lahir menjadi anak ibuk dan saudara kakak. Nada sangat bahagia..
Salam sayang dari Nada untuk kalian semua.
Jangan bersedih ya, aku ingin meliah kalian bahagia. aku ingin melihat senyum kalian dari surga bersama ayah.
Aku sayang kalian.
Tiba-tiba suster dan dokter pun berlalian menuju ruangan Nada, ibu Ani, kak Lusi dan Sinta pun panik dan mengikuti dari belakang.
"maaf semuanya tolong tunggu diluar."perintah suster didepan pintu ICU.
"sus itu anak saya sus, anak saya." tangis ibu Ani pun pecah.
"adik saya sus, Tolong biarkan kamu masuk meliahtnya sus, tolong biarkan kamu masuk." rintih Lusi kakak Nada.
"Suster tolong biarkan mereka masuk sus" pinta Sinta memohon kepada suster.
"maaf, ini sudah prosedurnya dari rumah sakit tolong patuhi peraturannya, dan pengertian. mohon tunggu diluar. terimakasih." ucap suster itu menutup pintu.
tak berapa lama pun Bima kembali dengan membawa makanan dan minuman, dia kaget melihat mereka yang tengah terisak tangis kembali.
"Lho ada apa ini sayang" tanya Bima sambil menyodorkan air minum kepada mereka.
"mas Nada mas, nada....tangis istrinya pun semakin kencang.
"sabar dulu sayang, minum dulu. Bu minum dulu, tenangin dulu." bujuk Bima menenangkan mereka.
"Sinta, ini tadi ada apa?" tanya Bima
"Sinta juga gak tau mas, tadi tiba-tiba aja Nada dibawa ke ICU."jawab Sinta cemas
tak berapa lama pun dokter keluar dari dalam dan menyampaikan hasilnya, tapi raut wajah dokter itu penuh dengan keputusasaan.
sambil menarik nafas, dokter itu menyampaikan kondisi Nada
"Maaf pak, bu, sebelumnya. kamu sudah berusaha dengan keras, tapi Tuhan berkehendak lain. mungkin ini sudah jalannya. Untuk keluarga yang ditinggalkan saya turut berdukacita. Yang tabah ya pak, Bu." ucap dokter yang menangani Nada
Tak kuasa menahan kesedihan mereka Lusi dan Bu Ani pun pingsan dan dibawa ke ruang perawatan, sedangkan Bima tengah menangani administrasi dikasir. jenazah Nada pun dibawa pulang ke rumah duka.
terimakasih sudah mampir 🙏🏻😘😚